Monday, January 01, 2018

Kelakuan Gila Dalam Dunia Yang Nyata

Bagaimana jika tetiba kamu tidak memiliki kenangan, zeepppp.! Hilang, musnah begitu saja, kosong.
Tidak ada kenangan, tidak perlu lagi ada yang di kenang. Seperti orang yang mengalami amnesia total akibat gegar otak tingkat dewa.
Lagipula kalau mau di pikir apa sih sebenarnya arti dari kenangan ?
Sebenarnya kita hidup untuk membuat arti, atau untuk membuat kenangan, buat apa sebenarnya kenangan ? Is it really meaningful ?

Gila


Tulisan ini adalah otokritik dari kelakuan aku yang suka melakukan jeprat-jepret kamera mengambil foto dan merekam dalam bentuk video, mengumpulkannya dan menyimpannya bahkan membagikanya alias upload di berbagai macam media, media sosial pada umumnya. Aku sadar aku bukan satu-satunya orang yang melakukan hal gila tersebut, ada banyak orang. Tapi untuk menyebutnya dan mengakui bahwa perbuatan seperti itu adalah gila, bahasa inggrisnya insane.! butuh keberanian juga ternyata.

Sekarang coba pikir, buat apa coba ? Siapa sebenarnya yang mau dan akan mengenang moment itu ? Apakah kenanganya itu berarti alias meaningful atau hanya sekedar ingat saja,..yaaa ingat sih, pernah ini, pernah itu,. tapi hanya ingat lalu bahwa moment yang tertangkap itu memang pernah ada ?
Adalah gila, karena meskipun aku berpikir tidak ada manfaatnya, tapi aku masih sering dan terus melakukanya.
Adalah gila, karena meskipun aku merasa tahu bahwa tidak ada manfaatnya tetapi aku jarang bahkan hampir tidak pernah untuk duduk diam sejenak, meluangkan waktu untuk memikirkan dan kemudian membuat keputusan yang putus-tus untuk meninggalkannya.
Adalah gila, karena  disadari atau tidak, kelakuan jeprat-jepret itu dan anak turunannya bisa menghabiskan banyak waktu dalam sehari dan hari-hari berikutnya yang akhirnya terakumulasi dan mengambil porsi besar dalam waktu hidup kita, aku sih lebih tepatnya.
Adalah gila, melakukan hal gila diatas nalar yang penuh kesadaran.
Adalah gila, karena semakin memikirkan dan melanjutkan tulisan ini semakin aku mengetahui bahwa aku sepertinya sudah gila.
Apakah tulisan ini mulai ngawur?,.. sepertinya iya..
Apakah tulisan ini ada manfaatnya ?, sejujurnya aku sendiri tidak yakin.
Apakah tulisan ini perlu di lanjutkan sementara mengetahui bahwa yang menulis telah menyatakan diri bahwa dia gila ? Yaa mbuh, terserah ente..
Baiklaaah, mari kita lanjutkan.. , tapi bukan sekarang. Kita lanjutkan di tulisan-tulisan berikutnya.

Monday, October 24, 2016

Apa Arti Sebuah Pernikahan ? Menikah Adalah

Menikah itu,.. Bukan cepet-cepetan.!
Menikah itu,., Bukan persaingan., siapa yang duluan, siapa yang terakhir.!

Kalaupun ada persaingan dalam hal pernikahan, adalah bukan siapa yang paling cepat menikah, tapi siapa yang paling lama mampu mempertahankan pernikahanya.  #katasokbijakdariABDUR

Abdurbae Little Family

Menikah itu tentang perkenalan.. dalam pernikahan, kita mulai dengan memperkenalkan diri, diri kita masing-masing. Aku tuh gini loh,.. aku tuh orangnya begini, aku tuh orangnya sukanya gini, aku tuh orangnya gak suka ini itu,ini itu dan ini itu. Kalau kamu gimanaaa ? bahasa perkenalan dalam sebuah pernikahan tidak selalu verbal dan langsung, kadang ada hal-hal yang cara memperkenalkanya secara tidak langsung, melalui proses dulu, tidak jarang proses itu berupa konflik terlebih dahulu, iya.. konflik.!  Dan  dari proses itu kita di “paksa” belajar untuk mengenal mengenai hal-hal seperti sifat, karakter, kebiasaan, apa yang di sebut kelebihann dan atau kekurangan dari partner kita. Semakin terbuka dan semakin lancar masing-masing pihak mengkomunikasikan tentang dirinya kepada pihak lainya, akan berpengaruh pada semakin baiknya dan semakin eratnya hubungan yang bisa terjalin antar dua pihak yang sudah sepakat untuk menikah.

Menikah itu tentang komunikasi. Bagian penting lainya tentang pernikahan adalah komunikasi. Iya.., komunikasi.! Kemunikasi dua arah bukan hanya searah. Komunikasi yang masing-masingnya mampu dan mau mendengar dan juga mampu dan mau mengungkapkan. Komunikasi yang di bangun di atas pakem saling menghargai satu sama lain, atas dasar peran , hak dan kewajiban dan juga pakem tinggi sama rendah. Sebagaimana yang sudah di jelaskan dalam bagian atas, model saluran komunikasi yang di adopsi oleh dua orang yang sepakat untuk menikah sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses perkenalan, terwujudnya kesepakatan-kesepakataran dan juga tingkat keharmonisan, ke-erat-an hubungan yang terjalin antara kedua pihak itu, kemampuan menghindari sering munculnya konflik dan juga kecepatan dalam proses menyelesaikan konflik yang adakalanya mungkin terjadi.

Menikah itu tentang rekonsiliasi. Rekonsiliasi biasanya dilakukan ketika dua pihak tengah menghadapi konflik atau kedua pihak meghadapi kenyataan adanya perbedaan-perbedaan. Yang mana pasti dan pastinya, dua orang yang sepakat untuk menikah memiliki banyak peebedaan, dalam segala aspek, sifat, karakter, kebiasaan, latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga, prinsip-prinsip, nilai-nilai hidup yang di pegang, cara pandang hidup, sikap mental, latar belakang ekonomi, tingkat ke-iman-an, tujuan hidup, pekerjaan, pergaulan dan lain sebagainya. Adalah musykil seorang untuk menemukan apa yang ada dalam dirinya semuanya sama ada pada diri orang lain, pastilah ada dan banyak perbedaan yang ada diantara keduanya,... dan oleh karenanya, salah satu pakem dalam mencari pasangan yang paling tepat adalah bukan pada banyak sedikitnya persamaan atau perbedaan tetapi yang paling banyak dan tinggi compatibility-nya, yang paling bisa membawa kenyamanan dan ketentraman diantara keduanya, bukan hanya kesenangan. Rekonsiliasi pernikahan terjadi setelah adanya proses perkenalan dalam pernikahan. Proses rekonsiliasi dilakukan setelah masing-masing pihak saling mengenal satu sama lain, tentu saja proses perkenalan dan rekonsiliasi tidak bersifar rigid atau kaku, tetepi continue, artinya keduanya bisa terus dan sama sama berlangsung tetapi dalam hal-hal yang berbeda, misal.., kita mengenal bahwa salah satu pihak kita suka kentut sesukanya.., haha,.. terus terjadilah proses rekonsiliasi.. disaat bersamaan kita menemukan (mengenal ) pihak yang lain gak suka mandi alias jarang mandi,.. dan seterusnya.., proses perkenalan dan rekonsiliasi terjadi bisa bersemaan tapi dalam hal yang berbeda. Rekonsiliasi dalam pernikahan itu tentang menerima apa adanya fakta tengang perbedaan-perbedaan, yang kemudian ditindaklanjuti, apakah bisa di terima atau tidak, jika di terima seperti apa dan jika tidak harus seperti apa, diperbaiki ? di hilangkan ? di rubah ? di selaraskan ?.

Menikah ini tentang konsolidasi, tentang kesepakatan-kesepakatan. Setalah proses perkenalan dan rekonsiliasi, dalam pernikahan ada yang namanya proses konsolidasi. Yaitu membuat kesepakatan-kesepakatan mengenai berbagai macam hal, baik yang pokok atau yang furu’ alias cabang alias printilan. Seperti Tujuan hidup bersama, Values yang jadi pegangan, Peran dan posisi atau kedudukan, Hak dan kewajiban, dan lain sebagainya. Tujuan dari prose konsolidasi adalah untuk memperteguh, memperkuat hubungan dan sekaligus menjadi Pedoman Tata Cara Bekeluarga yang Baik. Hahah.. itu istilahku sendiri seh.., terinspirasi dari istrilah GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) saya membuat apa yang saya sebut GBHK (Garis-Garis Besar Haluan Keluarga).  Dari sini bisa dilihat bahwa dalam berkeluarga, kesepakatan-kesepakatan itu sifatnya custom, kita mimiliki pedoman secara umum, dalam Islam sudah sangat jelas, tetapi dalam praktek nya , masing-masing keluarga harus dan perlu meracik dan meramu formula keluarganya sendiri-sendiri. Sebagaimana proses perkenalan dan rekonsiliasi, proses konsolidasi juga tidak bersifat rigid, tetapi mengalir dan continue.

Pernikahan itu di bangun dan membangun, di bangun atas nama cinta dan membangun cinta , bukan Jatuh cinta, #aaiiiiih.. Kalau ini agak ngawur seh kelihatanya, hahaha.., ya,.. istilah membangun rasa, membangun cinta ini lebih suka saya gunakan selama 4-5 tahun ini daripada istilah jatuh cinta. Filosofinya, adalah membangun itu memerlukan proses, ada fondasi dan membangun itu tumbuh, keatas, membangun itu ada daya upaya. Sementara jatuh cinta itu, jatuh, kebawah, terperosok , tidak ada daya , terperdaya, dan lemah. Hahahh.. tentu saja itu tidak sepenuhnya benar, yang mau setuju monggo, yang nggak juga nggak apa-apa, wong itu Cuma istilah buatanku sendiri kok.hehe..

Jadi., kesimpulanya, APA ITU PERNIKAHAN ???
Jawabanya, Pernikahan adalah ITU.! :D



Konsep Hidup Sederhana Seorang Abdurrohman

Konsep Hidup Saya Tidak Muluk-Muluk !  Konsep hidup saya sederhana.!

Hanya berangkat dari sebuah kalimat sederhana dan Insya Allah masih berusaha konsisten berpegang denganya, bahwa “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama”.
Sesama apa ? sesama manusia kah ? atau sesama  makhluk hidup ?, buat saya, sesama manusia ..iya, dan sesama makhluk hidup.., itu juga PASTINYA.!

Abdurbae Travel ModeOn


Sekarang kita bedah, kata “sebaik-baik” adalah menunjukan arti yang paling baik, yang terbaik. Menjadi yang terbaik adalah suatu hal yang fitrah, sifat alami, bawaan , alias sudah setting-an dari sononya..! begitupun dengan saya, ingin menjadi yang terbaik adalah tujuan, harapan dan keinginan saya.!

Tapi kan dalam sumber lain ada juga di katakan bahwa ; sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-qur’an dan mengajarkanya.! , ada juga yang lainya , sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan lain sebagainya. Pertanyaanya,.. jadi mana yang benar, mana yang terbaik ??
Buat saya, semuanya benar dan saya meyakini kebenaranya, dalam kacamata “manfaat” semuanya tidak bertentangan, mempelajari Al-qur’an adalah mempelajari ilmu, manual tentang panduan hidup yang benar, dan pastinya banyak manfaat yang didapat dan mengajarkanya berarti membagikan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Begitu juga sikap , perilaku yang baik seorang suami terhadap istrinya, atau seseorang terhadap kerabatnya, atau tetangganya. Setiap sikap, perilaku dan atau perbuatan yang baik dari seorang terhadap pihak yang lain pastilah mengandung nilai manfaat di dalamnya.

Lalu apa itu definisi manfaat ?? entahlah,.. tapi dalam tulisan ini seaya memiliki definisi saya sendiri, bahwa manfaat adalah “sesuatu yang dirasa”- yang menenangkan, yang melegakan, yang menghibur, yang memuaskan,dan yang mendorong munculnya rasa syukur atas sesuatu hal yang ada pada kita, kita alami, kita dapati, kita terima.. apapun itu. Nilai manfaat tidak datang hanya dari hal-hal yang sifatnya materil pastinya, bahkan senyum dan tegur sapa yang lembut, yang mampu membuat orang merasa terhibur dan tersenyum, tidak down, tidak jengkel, itu juga merupakan manfaat.

Yak .., cukup secuil itu dulu saya membedah konsep manfaat dari hidup saya.
Sekarang sudah agak terlihat jelas alurnya , kenapa saya memilih konsep itu jadi pegangan hidup saya.

-          Karena saya ingin menjadi seorang manusia yang terbaik, dan diantara yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama
Apakah hanya untuk sesama ? bagaimana dengan diri sendiri ??
Tentu saja untuk diri sendiri juga, mampu memberikan manfaat untuk sesama atau orang lain mestinya harus berangkat dari kemampuan menciptakan manfaat untuk diri sendiri.
Buat saya cakupan manfaat adalah mulai dari ; diri sendiri, keluarga, kerabat, umat, agama, masyarakat, bangsa dan negara , dunia dan akhirat.

Lalu kenapa tiba-tiba saya ingin menulis ini ? lagi-lagi ini adalah salah satu saluran untuk menumpahkan unek-unek ketika saya menghadapi bagian-bagian hidup yang saya merasa ada bisikan yang mengatakan, kalau kamu melakukan ini, nanti kamu rugi loh, kalau kamu melakukan ini, kesanya enak di situ gak enak di elo.!, takut rugi, takut kehilangan, takut ini takut itu..! TAKUT.!!!
Iya, tulisan ini adalah pengejawantahan dari “kebencian”ku terhadap rasa TAKUT.!

Seolah-olah aku ingin mengatakan.., Persetan dengan rasa takut! , karena memang bisikan itu mungkin datangnya dari setan.! – buat para setan yang merasa setan dan di katain setan, jangan tersinggung ya..! karena emang udah setan.., kecuali kalau bukan.! Ya gak usah tersinggung juga, kan bukan  setan dan gak merasa setan., hehehe.

Tulisa ini juga sebagai pengingat lagi bahwa memang model dan konsep jalan hidup seperti inilah yang saya pilih. If it’s a matter of choice .., this ini my choice.! Saya merasa senang, dan saya merasa tidak terbebani dalam usaha menciptakan dan menebar manfaat, Insya Allah. Saya tidak merasa rugi, tapi memang saya kesal jika secara langsung atau tidak langsung muncul bisikan itu. Saya juga justru merasa bersyukur bahwa saya diberikan kemampuan untuk memiliki niat dan juga kemampuan untuk melaksanakan niat itu menjadi nyata.

Tapi untungnya saya ini orang yang berkepala bengal, kalau saya sudah memilih sesuatu hal, biasanya agak budeg untuk mendengarkan yang lain, yang sifatnya konfront terhadap apa yang sudah saya pilih. Bukan berarti saya tidak bisa dan tidak meu mendengar loh ya,.. hanya saja, kalau mau menggunakan bahasa yang agak lebih elegan-nya bisa di katakan sebagai “ teguh pendirian” .. iya kah ???, iya laah.., Insya Allah. Jadi dalam hal ini ketika saya SUDAH memilih, memutuskan, maka.. di situlah saya BENGAL.!

Kembali lagi,
Konsep hidup saya tidak muluk-muluk, konsep hidup saya sederhana.. Menjadi manusia yang terbaik, dengan menjadi yang seorang yang mampu menciptakan dan menebar manfaat bagi diri dan sesama.

Menjadi manusia atau lebih tepatnya mempersembahkan diri sebagai manusia yang terbaik di hadapan Allah (ketika menghadap-Nya) dan juga di hadapan sesama manusia (kalau ini optional).
 HIDUP itu hanya sementara.!

Saya memandang Waktu , Tubuh dan segala apa yang ada di dalamnya termasuk otak, tangan kaki, tenaga dan sebagainya-sebagainya adalah sebagai Aset yang harus bisa di manfaatkan,.. namanya juga di “manfaatkan” berarti harus ada manfaat yang tercipta, untuk diri sendiri dan sebaiknya juga di bagikan.

Selagi saya masih bisa, selagi saya masih mampu, kenapa tidak ??, toh semuanya juga pada akhirnya akan kembali kepada saya dan hanya diri saya sendiri. Ya toh ?? 

Wednesday, June 01, 2016

Days in Melbourne #1

Assalamualaikum..,
Hallo Hollaaa.. Haloo..! 
Apa Kabar Dunia ???? 

......

Baiiiiik..! (Ada yang jawab)

#loh kok.. :D

Me and My Lovely Wife #daysinmelbourne


Akhirnyaaa.., setelah tertunda lagi-tertunda lagi, lagi dan lagi.., aku mencoba menyempatkan menulis , lagi.,   hyeeee..., horeee...! (biar rame)
Ditemani suara-suara nyanyian yang nggak jelas, kali ini aku mau nulis, nulis tentang my days in Melbourne. 
Jaadiii..., sebenernya cerita aku mau menulis ini sudah dari sejak dulu, sejak H1 aku nyampe, tapi itu tadi, tertunda lagi, tertunda lagi, sampe pada akhirnya.. DUA BULAN KEMUDIAN.! hahahahah..
#payah. 

Mulai dari mana yaa., Yup.! 

25 Maret, setelah menunggu dalam penantian yang ga jelas dan terkatung-katung kayak pengungsi dari syiria, akhirnya muncul keputusan, visa di setujui, visa keluar, yeeeee.., #lagi, biar rame. Jadilah aku bar ber-bar ber..,mobat-mabit melakukan persiapan, beli ini-beli itu, ambil ini-ambil itu, susun ini-susun itu, dan jreng-jreng.., 27 April aku sudah siap kabur, eh mabur ke negeri tetangga, negeri kangguru, yup, Australia, alone., loh kok bisa.???

Usut punya usut, kenapa aku berengkat sendiri adalah karena orang yang tadinya mau berangkat bareng, nemenin aku ke ausie.., which is itu istriiiku.., udah berangkat duluan.., nyahahaha, alias aku di tinggal hampir selama 1 bulan lamanya, jadi lah doi bu toyib yang nunggu suaminya tak datang-datang di ausie selama 1 bulan. :D

Sabtu, 26 maret, Jam 7 Sore, aku berangkat ke bandara, di temani 2 adikku. sesampainya di bandara.. mulailah aku check in, dan berhubung aku bawa barangnya agak cukup banyak, Tas Ransel 1, koper dan tas punggung 2 plus plastik, plus raket.., alamak jaaang.., plus aku pake tampang lugu, .. iya lugu, jadilah aku bertemu dengan petugas bandara yang pasang tampang baik, ingin membantu tapi ujung-ujungnya, .., minta bayaran,..! euuuwhh.., 

Jadi pas di Kilo, di anggapnya melebihi beban, padahal mah kagak,., di bilang semuanya anggap aja 1 kilo, bayar kelebihan 1 kilo, bayar 200 atau 300 rebu ya ? dah aku mah bilang aja, aku gak ada pak,! gak ada duit.., jujur aja, emang gak ada duit, aku berangkat beneran gak bawa (pegang) duit sama sekali, hahahah, parah. 

Tapi Alhamdulillahnya,... semuanya lancar, jam 10 malam, pesawat terbang , meluncur.., aku naik garuda, direct, jadi gak pake transit. 7 jam,..., emang baek banget dah istriku ini, tapi bisa juga karena lagi keberuntunganku. 
Jam 8 pagi aku sampai di Melbourne Airport. yup, udah pagi.., dan waktu itu beda waktu antara Jakarta dan Melbourne adalah 4 jam. 

Turun dari pesawat, masuk ke imigrasi, antrian gak terlalu banyak, kata istriku biasanya banyak, panjaaaang..., tapi kebetulan pas aku pagi itu datang gak terlalu banyak, beruntung lagii,. sebelum turun penumpang kan harus ngisi apa itu namanya.., ah lupa,google aja sendiri, selembar kertas yang menyatakan, keterangan tentang apa saja yang di bawa, tinggal dimana dan bla..bla,..bla. hampir semuanya gak masalah, cuma 1, dan itu sangat penting.., Alamaat, aku mau tinggal dimana ntarnyaaa.., aaaakh..!
aku lupa menanyakan alamat, dan juga istriku lupa memberikan alamat., akhirnya aku tulis saja di hotel, ya kaleee..., dalam keteranganku aku mau tinggal lama 1 tahun kedepan tapi aku tinggal di hotel, gak make sense.., kata temen sebelahku waktu di pesawat, gapapa..
Benarlah saudara.. sesampainya aku di depan officer, di tanya tinggalnya dimana, aku jawab di hotel, gak percaya,... karena itu tadi, masa iya 1 tahun mau tinggal di hotel, akhirnya aku suruh ngisi ulang, kebelakang.. ngantri lagi, dan dia bilang, don't screwed up anymore..!.. Aiiihhh.., Ashem.!

Kenapa aku bilang ashem.! karena dalam hatiku juga aku membenarkan alasan si officer ini, tapi nyebelin karena di bandara itu aku gak bisa kontak sama bojoku, ashem kan, gimana caranya aku bisa dapet alamatnya coba,! aku coba connecting ke wifi bandara, gak connect.2.!, udah gitu officer yang di belakang sono agak galak lagi, buruan tulis, tulis saja yang kamu tau..! aiiih...

Jadilah aku merasa panik, meskipun aku tau panik gak akan menolong, orang dia aja lagi sibuk jalan-jalan kemana, aku coba jelasin ke dia, aku nih mau nulis alamat, cuma aku lupa, gak tau, aku mau kontak istriku.., tapi i can't reach her, aku perlu sambungin ke internet dulu,... tapi belum bisa,.. jadi jangan di buru-buruuu..! tetep aja, seolah-olah, kayak dia bilang, gw gak mau tau, itu DL.! ashem kan.!?

akhirnya setelah agak lama, antrian makin banyak, officer makin "galak", aku tulis aja sama kayak tadi, trus masuk ke antrian lagi, kali ini lebih panjang, dan officer mau bantu masalahku, dia jelasin ke officer yang didepanya,.. selagi aku ngantri aku masih mengusahakan untuk connect ke wifi, minta tolong sana-sini, ke orang thailand atau kamboja, sebutin kodepos, yang mana aku gak tau, akhirnya bisa connect, akhirnya bisa kontak istri, bisa dapat alamat, sampai di depan sudah terisi semuanya, dan DONE.! Alhamdulillah lancar.., yang masih jadi masalah di kepalaku adalah, namaku, Abdurrohman. bakal jadi masalah lagi gak ya.., adooooh.., tapi ternyata nggak , heheheheh..., Alhamdulillah.., 

Abis itu di tanyain bawa obat apa , aku bilang bawa : Panadol. .. udah , bisa lewat. 
Abis itu aku ambil tas, trus lewat pemeriksaan , di tanya bawa jenis makanan apa ? aku bilang : bawa coockies.., udah, bisa lewat,.. padahal mah aku bawa ikan asin juga.., tapi di situ strateginya, sebutkan jenis makanan atau obat yang tolerable dulu, kalo aku bilang bawa ikan asin.., waduh bakalan di periksa dan di obrak-abrik dulu tuh tas.., dan .. lama deh.., dan paling juga bakal di sita.., heee.., 
Yup..! itu dia cerita singkat hari pertama aku sampai di melbourne. 

Baru pembuka loh yaa..., next ada cerita lebih banyak lagi, dan semoga lebih seru., #wink




  

Monday, February 29, 2016

Mimpi Mimpi Yang Pupus

Hei...!
Tahukah kamu, salah satu kekurangan yang dimiliki dan melekat pada diri setiap orang, makhluk yang bernama Manusia, adalah pada kata "Keterbatasan", adalah pada kalimat " Sejatinya manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, ... sementara Hasil, Dia dan hanya Dia yang menentukan.

FBE UniMelb

Tahukah kamu apa itu mimpi-mimpi yang pupus ?
yaitu mimpi-mimpi yang tidak sempat wujud, menjadi nyata karena sifat keterbatasan yang melekat pada diri masing-masing dari kita. Namanya juga keterbatasan, sifat dasar bawaanya ya membatasi, dalam hal apa dan sejauh apa ? kembali lagi, katentuan kata batas, dalam hal apa dan sejauh apa adalah hak prerogatif dari Nya, Dzat yang menciptakan keterbatasan itu sendiri, yang Dia lekatkan pada masing-masing dari kita. 

Salah satu bentuk keterbatasan yang melekat pada diri kita adalah : Umur atau Usia, Setiap orang berbeda pastinya, ada yang memiliki umur panjang ada pula yang pendek, tapi entah itu panjang entah itu pendek, pada hakikatnya keduanya sama, ada batasnya, terbatas.!, keterbatasan yang adanya tidak pernah mampu untuk di tolak oleh setiap kita, manusia, siapapun dia, bahkan lebih luas dari itu, bukan hanya manusia sebenarnya, tapi semua makhluk yang berjiwa. 

Mimpi-mimpi yang pupus adalah harapan-harapan yang tak bisa wujud karena "DIPAKSA.!" harus diberhentikan baik oleh pihak yang berharap, pihak yang diharapkan atau karena sang waktu yang dimiliki oleh si pengharap atau yang diharap terbatas, habis terlebih dahulu sebelum mimpi itu menjadi nyata.

Satu diantara banyak mimpi indah yang ingin aku wujudkan adalah bisa hidup bahagia (apapun definisinya), hidup mapan bersama keluarga, mama, bapak, adik-adik..., aku berjuang untuknya, dan aku berkorban untuk bisa mewujudkanya. Tapi..., sampai pada titik tertentu, aku harus menyerah, dipaksa menyerah lebih tepatnya, karena dia..., mama,.. seorang yang aku cintai, seorang yang keberadaanya amat sangat berarti buatku, yang baru aku rasakan rasa betapa amat berartinya saat dia sudah tidak ada. dia pergi, harus pergi karena waktunya habis... sebelum mimpi-mimpiku wujud menjadi nyata.

Kau tahu...?
Tangisan, Jeritan,. bahkan doa, tak ada satupun diantaranya yang mampu mengembalikan keadaan seperti yang diharapkan, yang aku harapkan lebih tepatnya. Yang bisa dilakukan adalah hanya meneruskan apa-apa yang bisa di teruskan, meneruskan hidup, meneruskan mewujudkan mimpi-mimpi lain yang belum pupus, atau membuat mimpi-mimpi baru untuk diwujudkan. Terasa pincang memang, ketika kita dihadapkan dengan mimpi yang pupus membuat hidup terasa sudah tak lengkap lagi, incomplete,. berasa tak ada gunanya lagi,..useless, hopeless.! tapi itulah hidup, itulah takdir, kadang dia datang dan tampak kejam, meski bukan seperti itu sebenarnya, tapi karena dia tegas.!

Mimpi-mimpi yang pupus ada saat dimana kita berharap bisa berjodoh dengan seseorang, seseorang yang kita pikir tepat, tapi kemudian takdir datang dan berkata lain. Begitulah takdir.! kadang dia menampar dengan keras, memaksa kita untu tunduk..! bertekuk lutut.., mengakui dan berkata "itu bukan takdirku.!"

Mimpi-mimpi yang pupus,.. yang tatkala dia datang seringkali di awali, di iringi dengan rasa sedih, sesak bahkan tangisan, umpatan..dan pertanyaan retorika : WHYYYY...???, WHY ME ???? WHY NOW ???, tapi sekali lagi, itu adalah bahasa takdir, dia memberitahu dengan caranya sendiri, tak ada kompromi, tak ada toleransi. 

Maka..., ketika kita berhadapan dengan bahasa takdir, yang memupuskan mimpi-mimpi, hal yang bisa kita lakukan untuk tetap bisa menguatkan diri, untuk tetap bisa Kuat, Kokoh, Berdiri, Tegar adalah dengan mengembalikan lagi pada makna, hakikat dan tujuan hidup, pada kenyataan yang harus bisa kita terima, bahwasanya kita, manusia memiliki sifat yang melekat yang bernama : "Keterbatasan"