Thursday, October 30, 2008

Bersabar & Bersyukur




Suatu hari di pertengahan tahun 2006, aku merasa ada hal yang aneh,.., apa itu..!?? , aku sendiri ga tau, yang jelas selama satu hari itu aku merasa tidak nyaman, gundah, resah..atau apalah istilahnya, tapi mungkin lebih tepatnya seeh.."Aku lgi Galau.." :D.  Aku berpikir apa yang kurang dalam hidupku saat itu.. (banyak kaleee..),aku terus berpikir mencari tahu apa sebenarnya penyebabnya sampai-sampai aku jadi ngrasa ga nyaman kaya gitu.

Setelah berpikir lama , akhirnya hari itu aku memutuskan untuk keluar dari rumah kontrakan (bukan pindah yooo..) dengan hanya membawa tas dan uang seadanya. Saat itu kontrakanku ada di kelurahan kukusan di bagian barat UI Depok. Aku memutuskan berjalan keluar, ngga tau tujuanya kemana, hanya mengikuti langkah kaki..pokoknya kemana aja dah..,ngikutin kemana kaki melangkah sampai kaki ini lelah dan berhenti. Dari dulu aku memang tipe orang yang ketika menghadapi masalah, cenderung lebih suka menyendiri, mencari tahu sendiri bagaimana mendapatkan solusinya, dan jarang sekali mau berbagi masalah dengan orang lain.  

Hari itu aku berangkat sekitar jam 4 sore, aku berjalan ke arah barat, kemudian ke utara dan terus sampai ke jakarta. Saat maghrib tiba, ngga kerasa aku dah sampai di jalan Ampera Raya, bagian utara kebun raya Ragunan. Disana aku berhenti dan mencari sebuah masjid untuk sholat sampai akhirnya aku memutuskan untuk bermalam.  

Selama dalam perjalanan, itu aku memikirkan banyak hal, aku mulai berpikir dari sebenarnya aku lagi ngapain seh disini, di jakarta, apa yang sedang aku cari, apa sih yang sedang ingin,akan, mau aku capai. Kapan keinginan-keinginan itu bisa aku capai, apa bener itu adalah hal yang aku inginkan, dan apa sekarang ini aku udah bener berada di jalan yang sesuai untuk dapat mencapai apa yang aku inginkan. Aku terus mencerna..berdialog, berdebat dan melakukan tanya jawab dengan diriku sendiri.. 

Seringkali aku dalam bertanya, menjawab, dan berargumentasi mendukung fikiranku, logika cara berfikirku.. dan seringkali aku mendukung hatiku, apa yang aku rasa. Sampai-samapi aku tidak terasa sudah berjalan jauh dan kakiku secara lahiriah mulai merasakan capek dan pegal. Didalam masjid pun aku terus berpikir. Melakukan dialog dengan diriku sendiri.  

Pagi harinya setelah sholat subuh aku meneruskan perjalanan, dengan jalan kaki tentunya menuju ke arah utara. Sampai tidak terasa aku tiba di terminal Blok M. Letihnya kaki karena berjalan sudah terasa, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dari perjalanan dan pulang. Saat pulang aku memutuskan untuk naik metromini karena kakiku sudah sangat capek (kasihaan..)!. Tapi yang aku rasakan di pagi hari itu adalah adanya perasaan yang lebih tenang, aku mencoba mendefinisikan berbagai hal yang sudah aku alami, aku hadapi sebelumnya, dan banyak yang aku temui di jalan..bahwa pada dasarnya, untuk dapat merasakan bahagianya hidup.. dengan melihat sudut pandang sebagai seorang muslim.. adalah seperti melihat dua sisi keping mata uang, satu sisi berisi nasihat.. Bersyukurlah, dan satu sisi lagi berisi nasehat Bersabarlah.. 

Apapun posisi kita, strata ekonomi,sosial, dlsb.., dua hal tersbut tetap dapat menjadi kompas yang relevan untuk mengukur dan menentukan bagaimana kita harus bersikap. Ketika hidup kita berada di roda bagian atas (kaum The HaveUpper/Top up wheel of life) kita harus bersyukur dan bersabar. Bersyukur karena kita diberikan banyak kemudahan harta dan lain-lainya relatif dibanding yang lain - kaum the poor. Bersabar karena sadar bahwa itu adalah ujian bagaimana kita dapat melakukan self control sehingga tidak menjadi manusia yang takabur, lali dan berlebih-lebihan. 

Dan ketika kita berada Top Down Wheel of Life, kita juga harus bersyukur karena bisa jadi masih ada orang yang lebih susah dari kita, karena dengan segala kesusahan itu ternyata tidak menyurutkan iman kita, dlsb, dan juga harus Bersabar..karena pada dasarnya itu adalah ujian... dan tujuan dari ujian adalah untuk Upgrade Quality.. meningkatkan kualitas seseorang.. meningkatkan Nilai Tambah seseorang di mata Alloh SWT.
Bersyukur dan Bersabar.. mudah di ucapkan.., tapi.. :)