Skip to main content

Belajar dari Joni



Joni.., sipa itu joni ? trus apa yang perlu kita pelajari dari joni ?
Joni joni joni joni joni.., joni siapaaa ?? joni iskandar, penyanyi musik dangdut tempo doeloe yang terkenal dengan lagunya : aku bukan pengemis cintaaaaa.., teeet.., itu ? Bukaaan..
Joni lakon dalam film janji joni itu (siapa ya, nicolas saputra).., Bukan jugaaaa...
Terus joni siapa ???
Sabar brooo..., ini mau gw jelasin.
Yup.., tulisan kali ini akan mengulas tentang siapa joni dan kenapa kita perlu belajar atau lebih tepatnya mengambil peajaran pada tokoh yang satu ini. (ngga harus sih ya, karena kalo harus kesanya Wjib.! )
Namanya Joni : J O N I.., ya, joni.
Dia adalah seorang buta
Jadi maksud lw.., Joni Si Buta gitu..?
Iyeee,...
Owh.., oke....

Dia adalah seorang buta yang hidup di daerah penduduk wilayah kukusan, depok, dekat dengan kampus UI bagian barat. Dia adalah sosok yang aku kenal (ngga sengaja kenal sebenernya, ngga pernah kenalan juga, dia pun ngga kenal aku, Cuma kebetulan kenal karena terlanjur kenal, :D ) sejak aku tinggal di kontrakkan kukusan, saat aku masih kuliah di UI. Aku pindah kontrakkan dari Asrama UI sejak semester ke-4, itu kira-kira tepatnya adalah tahun 2006. 

Dimulai dari hidup di kontrakan itu, salah satu rutinitas yang aku alami adalah setiap hari seorang yang namanya joni ini berseliweran bolak –balik dari satu titik jalan (entah aku ngga tau titik yang mana, alias hanya joni yang tau) sampai pada titik jalan yang lainya. Dan diantara dua titik jalan yang dilewati tersebut adalah jalan yang berada dihalaman kontrakanku. Setiap hari si joni lewat dengan perlahan, pelan tapi pasti... hahaha, apaan sih, dari satu halaman rumah ke halaman rumah yang lain, sambil merokok dan sambil menyadongkan tanganya sambil bilang : minta, buat jajan. 

Perihal merokok, saya sendiri heran tapi ngga pernah nanya, siapa nih orangnya yang pertama kali ngajarin si joni merokok, dan perihal jajan, aku juga ngga tau siapa yang pertama kali ngajarin. Dia bolak-balik jalan di dijalan yang sama setiap hari, seolah sudah hapal betul posisi dari batu coneblok yang terpasang di jalan pada waktu itu, setiap hari.., setiap kali lewat ada orang yang ngasih, sambil manggil jooon.., sedangkan aku, kadang ngasih, kadang juga cuma manggil Joon..,menyapa maksudnya.. hehehehe..
Siapa si joni ini, apakah penduduk asli, siapa orang tuanya, tinggalnya dimana, aku sendiri tidak pernah tahu dan memang nyatanya tidak pernah nyari tahu, bahkan , o ya yah.., aku baru nyadar juga tentang hal itu pas aku nulis ini..,waduh, dong dong dong.... hahahahaha..

Dari perilaku dan tindakan rutin inilah si Joni menggantungkan hidunya, dan ya..., dia hidup kawan.., bukan sesuatu “pekerjaan” yang harus dibanggakan sih, hidup dari menggantungkan belas kasihan orang lain, tapi, itu benar adanya,..dia hidup.

Kemudian setelah beberapa tahun berlalu, kondisi jalan pun telah berubah, sudah di cor, tetiba suatu waktu aku lewat di atas jalan yang menanjak di persimpangan jalan Kodja itu, dan.., aku melihat dia,aku bertemu dia lagi kawan.., Jooon.., sapaku diatas motor, dan diapun menjawab.., (aku lupa jawabanya). Dia ini orangnya memang tampak seperti seorang idiot, tapi lucu. 

Dari situ aku terheran, dan “kagum”, waw.., betapa maha benarnya dan maha pengasihnya Rabb Allah Subhanahuwata’ala dalam memelihara makhluk yang diciptakanya, bahwasanya, Dialah Allah yang menciptakan dan Dialah yang akan memenuhi Rizkinya..
Rezeki itu adalah janji Allah kawan, sebuah kepastian. Tidak mungkin Allah akan menelantarkan hambanya yang Dia Ciptakan sendiri. Si Joni ini contohnya, entah darimana inisiatifnya, tapi hanya dengan menjalankan rutinitas seperti itu saja.., dia hidup kawan, sampai sekarang. Dia hidup, bahkan seringkali sambil merokok di jalan, gila ngga tuh.., hahahaha.., 

Satu hal yang sering aku heran dan kagumi adalah , dalam berjalan melewati jalanan itu, si Joni tak henti-hentinya senyum, (mungkin kamu menganggapnya gila) seolah dia punya dunia imajinasinya sendiri, dan sambil nyanyi, entah lagu apa yang dia nyanyikan. Tapi buat aku yang melihat sangat tampak sekali kelucuan, keluguan dan ketidak-ada-bebanan dia dalam menjalani aktifitas hitup rutin itu.., kayaknya, seneeeng aja, ya aslinya aku ngga tau juga sih ya.., balik lagi, kebenaran yang sebenarnya, hanya Joni yang tau.. :D

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari cerita si Joni ini ? , bahwa :


  1.  Rezeki Allah itu pasti adanya, jadi tidak lazim jika kita ragu dan khawatir
  2.  Berusaha, sekecil apapun adalah cara kita, bentuk ikhtiar kita dalam usaha menjemput rezeki dan musabab Allah menyampaikan Rezekinya ke kita
  3. Konsisten adalah kunci dari keberlangsungan jalan sampainya rezeki Allah kepada kita
  4. Berani ,“tidak mallu” adalah sikap yang perlu kita bangun dalam usaha menjemput rezeki kita.
  5. ‘ketidaksempurnaan”sosok seorang joni harusnya membuat kita sadar, kita yang notabene lahir dengan keadaan yang lebih “sempurna” bahwa kita bisa melakukan lebih banyak hal yang besar, positif, jauh lebih bermanfaat dan apa yang bisa dilakukan Joni 
  6. Joni menjadi inspirasi bahwa jika kita yang dikaruniai kelbihan dibandingkan dia menjadi orang yang mudah menyerah,maka hal itu adalah sangat memalukan.
  7.  Joni itu konsisten dengan apa yang dilakukanya, dengan segala keterbatasanya.
  8. Joni itu selalu tersenyum, riang, seolah tidak punya beban hidup.
  9.  JANGAN MEROKOK seperti JONI, udah miskin, cari penyakit pula.. (lhooo...!??)

OKE, mungkin kurang lebih itulah yang bisa aku sampaikan melalui tulisan ini, tulisan tentang joni, tulisan tentang betapa hal-hal yang sangat sederhana bahkan sepele yang mungkin sering kita lihat dalam keseharian kita, jika kita amati, jika kita renungkan, sebenarnya didalamnya sungguh sarat dengan hikmah dan pelajaran yang berharga, salah satunya,.. Cerita si Joni.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…