Skip to main content

Terintimidasi Galau #1



Galau,...weeww..., kata ini mungkin sebenarnya sudah dikenal dari kapan taun, atau bahkan mungkin lebih lama dari itu, tapi yang aku tau baru ngetren beberapa taun ini aja, belakangan ini aja, kata yang sedangf banyak digunakan untuk mengungkapkan kegundahan, unek2, dan perilaku diluar kenormalan akibat hati yang kacau..,

penyebabnya ? tentu saja bermacam-macam, tapi karena kebanyakan user dari kata ini adalah anak-anak muda, ABG alay-lebay,  masalahnya tidak lebih dan tidak jauh-jau dari hal : pasangan alias pacar alias gebetan, fall in love, broken heart, keluarga, sekolah, guru, pelajaran. ya ngga jauh-jauh dari itu.
galau itu,.. sebenarnya penyakit, penyakit "ketidaktenangan, ketidaktentraman hati" galau itu menunjukkan hati yang berkecamuk, tidak ada kedamaian, pemicunya tentu saja adalah nafsu, kurangnya ilmu dan pemahaman, kurangnya kedekatan dengan sang Rabb alias kurangnya ibadah, kurangnya dzikir, karena sudah sangat jelas bagi orang-orang yang beriman, obat hati yang paling mujarab adalah dengan ber-dzikir, mengingat Rabb-nya, merenungi makna dan tujuan hidupnya, maka disana akan kita temukan ketentraman, obat hati, obat galau..

Perihal galau ini, sebenarnya bisa menjangkit siapa saja, remaja muda, dewasa, ataupun tua, penyebabnya tentu saja bervariasi, kalau ABG seperti yang udah dijelaskan tadi, kalau agak dewasa mungkin lebih kearah serius, masalah pernikahan, keluarga, anak-anak, orang tua, pekerjaan.

Teruuusss..., kenapa setelah sekian lama aku baru menulis ini, kenapa aku membahas masalah galau.. ? whhyyyyyy..??penyebabnya jelas,. karena aku GALAU.. :D, karena aku galau makanya aku menulis ini.
kenapa aku galau.., Haaahhhhh,.. banyak sebenernya masalahnya, tapi sebagian besar adalah karena aku sendiri penyebabnya, karena aku serakah, karena aku kurang cermat, karena aku malas, karena aku....dan aku.., ya, pada akhirnya karena aku lebih banyak cenderung menyalahkan diriku sendiri... jujur aja, aku ini tipe orang yang tidak suka Blamming ? , menyelahkan orang lain , menyudutkan orang lain, mencari kambing hitam, alih-alih aku berusaha bertanggungjawab atas apa yang aku lakukan, apa yang aku perbuat, apa yang aku hasilkan, apa yang aku memiliki peran atas suatu keputusan, tindakan pada akhirnya aku juga yang menyalahkan diri sendiri, membodoh-bodohkan diri sendiri, kesal pada diri sendiri.

Aku.., yang bermimpi besar, tetapi timpang dalam ilmu, pengalaman, dan kesabaran. aku yang kadang mudah goyang, tersabotase oleh keputusan-keputusan spontan yang berlandaskan ketidaksabaran, seringkali membuatku muakk.., muakk pada diriku sendiri. aku yang seringkali tidak konsisten pada hal-hal detail.arrrghhhh.., aku bahkan tidak tau harus ngomong apa lagi.

Galau ini membuatku muakk.., membuatku tempramental.., galau ini membuatku berpikir,.. aku masih belum banyak berubah.., aku masih tidak lebih baik dari aku yang dulu, aku 10 tahun yang lalu. galau ini membuat aku sadar, aku perlu merestukturisasi hidupku.. lagi. Sekarang.

depan komputer, menjelang keberangkatan ke Madiun-Ponorogo, menganatar adikmu, Anita.

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…