Skip to main content

Life is So Fragile (renungan abdur)


Life is so FRAGILE.!


Life is so fragile.., hidup itu pada dasarnya sangatlah rapuh..,

Tidak ada yang bisa di “banggakan”, apalagi di sombongkan.


Lihatlah.., proses perjalananmu , kamu di cipta dari 2 sel kecil, amat kecil yang di satukan, lemah,sangat lemah.., jauh lebih kecil dari kata”setetes” air mani yang biasa di dengung-dengungkan selama ini. Faktanya bukan dari setetes, tapi dari setitik sepermiliar tetes itu sendiri.


Kemudian lihatlah waktu, waktu berjalan amat sangat begitu cepat.., rasanya baru kemarin masa kanak-kanak itu, rasanya baru kemarin masa sekolah SMP, SMA dan kuliah itu, dan sekarang aku, mereka telah masuk masa dewasa, sebagian dari mereka sudah berumah tangga , memiliki anak, bahkan lebih dari satu, menjadi ibu, ayah,  Tua..,


Rasa-rasanya baru kemarin kita menjadi anak-anak, sekarang sudah menjadi orang tua.

Hidup begitu cepat..


Bahkan terasa semakin bertambah cepat, itu yang memang dirasakan, bukan hanya aku tapi juga mereka. Coba saja kamu tanyakan, maka kurang lebih jawabanya akan sama, coba saja kamu search di google atau situs-situs penari lainya, maka akan kamu temukan banyak jawaban yang sama.

Sebagian mengatakan mungkin penyebabnya adalah kerana kiamat sudah dekat.., kalau ini  jawabanya, ya.., secara logika pun masuk akal, yang jelas kiamat sudah dekat, bahkan semakin dekat, karena tidak mungkin semakin jauh, hanya saja seberapa dekat ? itu pertanyaan yang tidak akan pernah mampu untuk dijawab dan tidak akan pernah kita ketahui.


Sebagian berpikir, ah..hanya perasaan kita saja, alasanya adalah, kenyataanya waktu yang saat ini kita ukur dengan menggunakan satuan detik, gerak jarum jam yang berputar dalam tempu standar tertentu dan sejumlah tertentu selalu sama, dari dulu tidak ada yang berubah, lamanya rotasi, perputaran bumi pada porosnya pun masih sama. Tapi jika waktu diukur dengan menggunakan rasa, perasaan kita, maka nilainya adalah “relatif”, sangat tergantung pada “suasana” hati kita. Misalnya, jika suasana hati kita senang, enjoy.. waktu bisa berjalan terasa amat cepat, tapi jika hati kita gundah.., contohnya seorang yang sedang menunggu sesuatu datang, katakanlah bus, angkot, kereta, antrian, dan sebagainya yang sifatnya bikin kesal, ngga enak hati.., maka waktu akan terasa lama, bahkan laaamaaaaaaaa.. buanget..! (bahasa labay-nya).


Truuusss.. apa hubunganya dengan judul : life is so fragile..?

Hubunganya adalah bahwa, hidup, yang kaitanya sangat erat dengan waktu.., adalah benar-benar sangat rapuh.., rapuh dalam artian bahwa “kehidupan” yang ada pada kita itu, karena sebab tertentu, tidak perlu waktu yang lama dapat secara tiba-tiba , mendadak.., hilang lenyap.., musnah begitu saja. Boom...ctak..., begitulah kira2. Kematian, sebuah garis yang memisahkan antara keadaan hidup dan ketiadaan kehidupan, adalah sesuatu hal yang datangnya tidak pernah bisa kita ketahui, kita rasakan, kita duga.., dia datang sesukanya tanpa terlebih menyapa, berbasa-basi, menyampaikan salam atau bertutur kata.

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…