Skip to main content

Pondasi Membangun Bisnis (Renungan Abdur)

Pondasi Bisnis yang Benar


Kenapa bisnis perlu pondasi ?

Aku pikir segala sesuatu yang mewakili kata kerja "membangun" perlu yang namanya "Pondasi", seperti misalnya membangun gedung, rumah, atau yang lebih abstrak, membangun hubungan, tidak terkecuali membangun bisnis. Membangun bisnis haruslah berada diatas pondasi yang benar, pondasi yang kokoh, kuat, pondasi yang baik. Apa  komponen dari pondasi yang benar, kokoh dan baik.
Komponen yang pertama adalah : berada diatas niat yang baik.

Niat bahwa kita membangun bisnis adalah untuk ibadah karena Allah, dan untuk membuat diri kita memiliki kemampuan untuk membuat nilai tambah yang lebih banyak, bahkan berkali-kali lipat meskipun dengan menggunakan energi yang sama, nilai tambah berupa kebaikan dalam segala aspek kehidupan.

Loh.., bukanya tujuan bisnis adalah untuk mencari uang ?

Yup, itu benar, tetapi jika hanya itu yang diburu, maka its too fragile, terlalu rapuh. Karena uang seringkali menipu, membuat kita melupakan etika, membuat kita tidak puas dan tidak pernah merasa puas, membuat kita greedy, membuat kita kalap, buta mata, buta hati yang mampu mendorong dan memungkinkan kita untuk berbuat dan melakukan hal-hal yang melampaui batas. 

Yup, itu benar, tapi jika hanya itu, maka rasa-rasanya terlalu sempit, terlalu dangkal,tidak kokoh tidak utuh dan mudah hancur.
 
Maka nilai tambah "added value" adalah pondasi bisnis yang lebih luas dari hanya sekedar mendapatkan uang.
Value added yang bisa menjadi pondasi bisnis misalnya adalah:
  •  Menambah knowledge
  •   Menambah skill komunikasi, teknologi
  •   Menambah relasi, membangun hubungan human relationship yang makin luas dan berlipat lintas generasi, ras, agama, budaya, suku, negara.
  •  Menambah pengetahuan tentang diri dari orang lain, dari berkaca kepada orang lain
  •  Mampu membuka peluang kerja
  •  Mampu mendapatkan uang
  •  Dengan uang itu mampu memenuhi kebutuha diri, keluarga, adik-adik , memberikan mereka tempat terbaik untuk bersekolah, menimba ilmu.
  •  Mendapatkan banyak kepercayaan dari : pelanggan, relasi, investor
  •  Dengan uang itu mampu membangun image sukses dan kemampuan membangun bisnis sehingga banyak orang percaya dan bersedia untuk membangun bisnis bersama, menambah lagi lapangan pekerjaan.
  •  Dengan uang itu mampu banyak menyantuni anak yatim, panti asuhan, pesantren, pembangunan masjid
Dasarnya adalah :

1.       Segala amalan itu memiliki nilai tergantung pada niatnya/apa yang diniatkanya
2.       Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainya (tentu saja dalam konteks kebaikan), dan orang yang mampu memberikan manfaat adalah orang yang memiliki nilai tambah baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Yang terlarang :

Greedy (Serakah)
Serakah adalah sifat, sifat dasar yang memang sudah terprogram pada proses penciptaan manusia, yang membedakan antara satu orang dengan lainya berkaitan dengan sifat ini adalah cara mereka mengontrol sifat ini. Sifat ini adalah nafsu, dan setiap nafsu pada dasarnya dapat di kontrol alias dapat dikendalikan. Sifat ini seringkali muncul ke permukaan tanpa kita sadari, dan seringkali karena sifat ini maka hancurlah segala hubungan, bahkan rencana pribdai dalam proses mencapai sesuatu. Greedy is dangerous, but sometimes it necessary.


Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…