Skip to main content

Seminar Pra Nikah

Kapan Nikah ??
Weeeee..,
Ceritanya ada satu orang temenku yang doyan banget iseng nanyain nih pertanyaan, pertanyaan yang sakral. :D

Tapi tunggu dulu, tulisan ini sebenarnya ngga ada hubunganya sama pertanyaan Spongsbob yang disebelah atau pertanyaan temenku itu. Kebetulan, tadi neh, lagi buka-buka file.. beres-beres file di flashdisk, eh.., ada satu file ini yang pernah aku simpen yang mana isinya cukup menarik, tapi aku lupa nyomot dari mananya, jadi buat penulis aslinya maap-maap aja yak g bisa nyantumin, semoga kalau tulisanya bermanfaat tetep dapet, kebagian amal baiknya deh.. aamiin, :)

Tulisan ini adalah hasil dari seminar pra nikah, bentuknya kayak tanya jawab, jadi enak bacanya, yuk mari disimak.



Nikah Indah, Mudah, Barokah... begitulah kira-kira jargon acara seminar yang kemarin diadakan di Alifa, muslim shopping center. Sedikit berbagi mungkin ada manfaatnya. Tapi disini nggak akan dipaparkan teori-teori persiapan sebelum nikah ya. Ada beberapa kasus berbentuk tanya jawab (dengan bahasa sendiri), yang menarik untuk disimak.

Tanya : Pilih mana, ikhwan kaya tapi agamanya kurang dengan ikhwan sederhana tapi agamanya mantab? atau, akhwat cantik tapi nggak ngaji, dengan akhwat ngaji tapi fisik biasa-biasa aja?
Jawab: Kalau merujuk nasihat imam syafii, "pilihlah yang paling menyelisihi hawa nafsumu". Berarti pilih ikhwan soleh meski sederhana, atau akhwat shalihah dengan tampang biasa.

Tanya: Udah siap jasad, ruh, mental, fikr,, tapi tabungan belum cukup.. padahal keluarga maunya ngundang buanyak orang??
Jawab: Sesuaikan kemampuan, jangan jadi alasan menunda-nunda. kalau perlu, kita bikin pesta yang mengundangn teman semampunya, sedangkan keluarga ortu atau besan bikin pesta sendiri untuk kerabat-kerabatnya.. :D dengan diskusi yang baik tentunya.

Tanya: Ada ikhwan yang nggak ngaji ngajakin nikah, padahal ada ikhwan yang sudah dipersiapkan guru ngaji untuk kita. gimana ya??
Jawab: Tak akan menyesal orang yang musyawarah dan istikharah. Belum tentu yang dari guru ngaji itu yg terbaik, dan sebaliknya. Kuncinya, musyawarah dengan guru ngaji, orang tua, dan istikharah minta sama Allah.

Tanya: Istikharah itu jawabannya lewat mimpi ya?
Jawab: Nggak juga. jawabannya adalah ketenangan dan kemantapan hati.

Tanya: Dulu kita pernah berbuat dosa, sehingga merasa minder dapet jodoh yang baik... gimana dong??
Jawab: Selama kita bertaubat dan tidak pernah mengulangi lagi dosa kita, yakinlah Allah penerima taubat, ganti keburukan dengan kebaikan. Allah Maha Teliti, Maha Mengetahui. Insya Allah bisa dapat jodoh yang baik...

Tanya: Jodoh terbaik itu yang sesuai dalam bayangan ideal kita?
Jawab: Jodoh terbaik adalah jodoh yang tepat. Bisa saling mengisi kekurangan dan kelebihan.

Tanya: Pilih istri tipe khadijah atau aisyah??
khadijah=lembut, keibuan, melahirkan anak-anak shaleh yang banyak, tapi beberapa tahun lebih tua usianya?
aisyah=cerdas, energik, manis, imut-imut, tapi cemburuannya sangat sangat menguji kesabaran?
Jawab: Selembut khadijah secantik aisyah :P

Tanya: Persiapan nikah sejak kapan?
Jawab: Harusnya dari SMP udah baca buku pernikahan, SMA baca buku parenting. Wow... hebat kalau bisa begitu.
intinya sejak jauh-jauh hari, perhatiin kesehatan (terutama wanita yg bakal jadi ibu), rajin cari ilmunya, siapin mental, dsb.

Tanya: Begitu ada yang ngajak nikah, tiba-tiba bilang ke amak abah, "mak sekarang saya mau nikah!" Gubraks! ortu juga kudu persiapan segala macem, siapin dana, mental, dsb. kalau mendadak mah bisa kacau. Jadi baiknya gimana?
Jawab: Diskusi sejak jauh-jauh hari. "Mak, kalau saya nikah sekarang boleh ga?". kata emak"emang udah ada calon?". jawab "belom... hehehe."

Tanya: Kapan nikah????
Jawab: insya Allah, habis dari acara seminar ini!  weeeee....
hoho, emang bener ya, masa pas lagi seminar? :P

"Rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaama"

Begitulah oleh-oleh ngedengerin Salim A. Fillah, Ibu Salmiah Rambe, Ust.Darlis Fajar. dan Ust.Riza (sesi terakhir saya ga sampai habis, ding). Semoga bermanfaat...



Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…