Skip to main content

Abdurrohman Nomics 2020

"Nilai Kekayaan abdurrohman 2020, Kamis, 31 Desember pukul 23.59’59” senilai Rp. 1 T (Satu Triliun) Rp. 1.000.000.000.000"

Bismillahirrohmanirrohiim....

Yup.., itulah satu kalimat yang aku sematkan sebagai visi 2020 yang berkaitan dengan financial planning. Spesifik tanggal waktu dan nilainya, terukur atau tidaknya Wallahua’lam, bisa tercapai atau tidaknya,. Sekali lagi Wallahu ‘alam.., we will see.., I hope I can Achieve, aamiin.

Terlalu tinggi !??..mmm.., mungkin, tapi apapun bisa terjadi, tapi bisa juga terlalu rendah. Mimpi ..!?? mmm.., bisa jadi, tapi sekali lagi, wong mimpi itu bebas, dan kalau yang bebas aja harus dibatasi, gimana yang notabene “nggak bebas”. Ada keterbatasan, iyaaa.. pastinya,  ada kejadian yang luar biasa, by design irasional.., unthinkable, tak terpikirkan, tak terkirakan, aneh.. itu juga tidak bisa diingkari. Yang pokok adalah,.. saya punya visi pencapain sampai dititik itu, dan saya tidak mau membatasi berbagai kemungkinanya, yang perlu saya lakukan hanyalah berusaha, berdoa dan bertawakkal, bahasa dulunya aku seing menyebut sebagai IDQ : Ikhtiar, Doa, Qona’ah.

Jadi gini bro,..
Jalan hidup yang aku pilih saat ini, adalah menjadi pengusaha.., berbeda dengan pengusaha.., hitung-hitunganya itu masih bisa masuk, kalo employee.., berdasarkan hitungan normal, gaji sekian, penghasilan setahun sekian, maka dalam 6 tahun kurang lebih bisa kelihatan sekianya.., kalo pengusaha, itu range probabilitasnya sangat lebar, rentangnya bisa mulai dari minus sekian sampai surplus sekian, kalo belum beruntung yang minus abissss, kalo beuntung apalagi ditambahin satu kata didepanya “sangat” yaa..bisa Surplusss abis, tak terkira dan tak terhingga.

Tidak bisa diingkari faktor “keberuntungan” masuk menjadi variable utama didalamnya, beruntung dalam artian setelah berusaha loh yaak, bukan beruntung seperti dapat undian hasil kocokan.
Kenapa 1 T ? welll,,.. thats how I chalenge myself. I like the number, I like the sound.. :D, yang jelas I like it.  Kenapa 2020.., welll.., no specific reason, sekali lagi, I like the number, dan secara itung-itungan usia, saat itu kurang lebih aku lagi di usia plus minus thirty five laah,,, Insya Allah, kalau masih ada umur. HOW ?? ini nih pertanyaan krusialnya, maksdunya.., tuh angka nilai 1 T itu nggak mungkin kan ujug-ujug, kedebug, dateng, jatuh dari langit, intinya harus di breakdown. Nah cara-cara breakdownnya ini yang terus aku usahakan, kata kuncinya.. usaha, kemudian leverage, dan  multiply.., kalau pake rumus standar sepertinya memang agak susah, tapi kalu pake rumus yang tadi itu, Wallauhu’alam.., saya yakin peluangnya besar.

Untuk APA ??, itu pertanyaan selanjutnya.., well, itu adalah target, achievement.., untuk apanya itu lain kasus, sudah saya buatkan jauh-jauh hari alokasi pos-pos distribusinya, yang jelas untuk dimanfaatkan dalam rangka keseimbangan antara tujuan jangka panjang (Akhirat) dan jangka pendek (dunia).

Itu broo..., kurang lebihnya. Sekali lagi, saya hanya menggunakan rumus IDQ tadi, tercapai atau tidaknya tentu untuk sekarang hanya Allah yang tahu, tapi selagi masih ada waktu, sampai detik terakhir waktu yang ditetapkan, 3 hal itu yang akan terus aku pegang, berproses dan terus melakukan perbaikan, pada akhirnya, jika kita ada niat, selama itu baik dan Allah yang Maha Agung, Maha Tinggi, Maha Kaya, yang menjadi sandaran kita, apa sih yang nggak mungkin !??. tapi lagi-lagi.., seberapa pun mungkinnya Allah berkehendak, tapi kalau kita sendiri ndak yakin, dan bisa menaruh kepercayaan ke diri sendiri.., yaa.., podho wae boong, Ngapusi.!  Hehehe.., iya ndak..!? maka dari itu.., yuk.., Percaya diri, Percaya ke Allah, dan Semangat.! GANBATTE..!! Man Jadda wa Jadda.., Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan sampai pada yang dituju. J
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…