Skip to main content

ADW Able to DO only what i WANT to do

Ada satu penyakit..,syndrome yang aku miliki dan baru aku sadari bahwa penyakit ini eksist setelah aku baca sebuah manga yang aku lupa judulnya, kalau nggak salah Denpa Kyoushi judulnya, nama penyakit itu adalah ADW : (A) Able to (D) Do Only what i (W) Want to do, ahahahahah.., alias penyakit seenak wudele dhewe’.., itu bahasa jowo nya., atau Penyakit maunya sekarepe dewe.! #dung-dung-dung.... :D

Sejak kapan aku mengidap penyakit itu ??, entahlah...yang jelas sejak dulu kala sampai aku mengenal nama penyakit itu.  Tapi kalau mau jujur, ada enak ada nggaknya loh punya penyakit ADW itu, enaknya, notabene penyekit ini mewakili apa yang namanya kebebasan, kebebasan hidup, kebebasan memilih dan kebebasan menjalani hidup. Nggak enaknya adalah ketika kita memilih bebas tapi tidak mampu atau tidak bisa bertanggung jawab. Maksudanya !???, iyaa..., pada dasarnya kebebasan itu adalah hak dasar, hak asasi. Dalam hal apapun sejak manusia di ciptakan ada satu hal yang melekat pada dirinya yaitu kebebasan, tapi yang namanya hidup seiring dengan kebebasan juga ada yang namanya konsekuensi dan konsekuensi ini ujungnya adalah tanggungjawab. Ketika kita sebagai human being hanya fokus pada apa yang disebut kebebasan tanpa melengkapinya dengan kemampuan bertanggung jawab maka penyakit ini, si ADW ini seringkali arahnya jadi nggak enak, negatif lebih mendekati apa yang disebut sebagai penyakit malas.

Jadi alih-alih kita memiliki prinsip kebebasan dalam memilih dan menjalani hidup seperti yang kita inginkan, tapi kalau salah arah malah jadinya lebih pada pengertian malas melakukan apa-apa yang tidak kita inginkan, nah.. kalau yang tidak kita inginkan itu kebetulan Buanyaaak dan pastinya Buanyaaak, yang tidak kita suka itu Buanyaaaak dan pastinya Buanyaaaak.., kemudian kesemua-semuanya itu tidak kita lakukan meskipun pada kenyataanya penting buat kita, buat hidup kita, maka penyakit ADW ini sebenarnya sudah bertransformasi menjadi Virus Akut yang dinamakan MALAS!, dan orang yang punya penyakit ini dalam dunia sehari-hari dikenal dengan istilah “PEMALAS.!!”.

Tapi jika ADW ini pengertianya lebih ke arah hal yang positif, tentang keberanian memilih karena prinsip hidup, realitanya nggak gampang juga loh.., maksudnya nggak gampang adalah, ini kaitanya dengan idealisme hidup, menjalani hidup dengan berpegang pada values, prinsip-prinsip yang diyakini kebenaranya, itu nggak mudah loh. Ibarat kata seperti memegang bara api, Aiiihh..., lebay, atau ibarat kata seperti berenang untuk bertahan dalam posisi ditengah-tengah arus, itu nggak gampang, bukan lagi ngomongin ngelawan arus loh ya, hanya mempertahankanya saja, it needs so much energy and effort. Meskipun itu hanya sebuah analogi, tapi buat mereka yang pernah berenang di tengah arus sungai yang lumayan deras, kayak aku dulu..., itu pasti mengerti maksudnya.
Buat aku sendiri, tidak ada masalah dengan seseorang yang mengidap penyakit ADW, ya iyalah, orang sendirinya ngidap ADW juga, hehehehe..., tapi beneran, seriusan, aku ngga merasa masalah, selama orang itu konsisten dan sekali lagi bertanggung jawab, dan tidak sampai menyalah-artikan, bertransformasi menjadi penyakit MALASS.!

Dari dulu aku mengidap ADW, banyak hal yang aku lakukan, terutama kaitanya dengan path, jalur pilihan menjalani hidup, apa dan bagaimananya, itu bagian terbesarnya adalah dari atas keinginanku sendiri, datang dari hati, dari kesadaran pikiran, bukan karena ingin ikut-ikutan, bahkan kalu bisa dibilang jauh dari itu. Terserah orang milih apa... itu urusan mereka, terserah orang berkata apa, itu urusan mereka, terserah orang memandang/berpandangan apa, itu urusan mereka.., bukan urusanku. Urusanku adalah hidupku, urusanku adalah tidak mencampuri urusan mereka, urusanku adalah membuat dan memberikan manfaat, dan tidak menDzalimi mereka, urusanku adalah hidup bermanfaat dan bernilai tambah. Aamiin.. J

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…