Skip to main content

Bubur kacang, oh bubur kacang

Halllooo...., yup yup yup..., kali ini aku lagi pengen cerita tentang makanan, tentang salah satu jenis makanan favorit, doyananya bro abdurrohman nomics, ya..., apalagi kalau bukan bubur kacang, lebih lengkapnya bubur kacang ijo, heheheheh...

Entah sejak kapan aku mulai suka bubur kacang, tapi yang jelas udah lama banget, sejak masih bocah alias masih kecil. Sebenarnya terkait dengan kacang hijau, bukan hanya bubur kacang saja aku doyanya, tapi hampir semua jenia makanan olahan yang berisi bahan kacang ijo seperti onde-onde yang isinya kacang ijo, kue-kue, roti yang isinya kacang ijo aku doyan, bahasa cerbonya “broko”.

Kenapa aku membuat tulisan bubur kacang ini, yaa.., nggak lain dan nggak bukan karena saat ini aku baru saja makan bubur kacang ijo,hahahah...., dan tahukah saudara berapa banyak yang sudah aku makan, hmmm...., belum banyak, baru 3 piring fufufufuu...., soalnya mask sendiri. Jadi bubur kacang ini selain makanan favorit biasanya aku kalo lagi pengen lebih suka masak sendiri, selain porsinya bisa makan besar, durasinya sering, tapi juga selera rasanya itu loh..., Pas.!

Dulu biasanya ibuku sering membuatkan makanan ini, dan meskipun di keluargaku doyan, tapi kalau mau dikata yang paling “doyan” alias “Rakus” ya aku ini, jadi istilah kata, kalau ibuku bikin bubur kacang 1 panci, yaa..., kurang lebih setengahnya abisnya sama aku laah..., ahahahahah, dan ibuku seh udah tau.., jadi yaaa.. so so lah...,

Dulu waktu jamanya SMA, didepan sekolahku ada warung bubur kacang, nahh,.. di tempat nongkrong itu, biasanya aku hampair setiap hari kalau nongkrong pulang sekolah atau nongkrong bawa yayang, sebutanku untuk pacarku waktu SMA, makanya ya bubur kacang, “Burcang” istilahnya.

Beda lagi kalo waktu kuliah, istilahnya “Burjo”, biasanya kalo abis makan dari warteg atau warung padang atau warung tenda atau apapun namanya, aku selalu mampir ke warung burjo untuk di bungkuskan 1 bungkus bubur kacang ijo, yup..., itu hampir rutin, rasanya ada yang kurang kalau abis makan nggak makan burjo, dan rasanya lengkap sudah kalau abis makan terus makan burjo, ahahahaah.., saking bae...!

Kalo sekarang di kebun, di tempat usahaku, biasanya kalau aku bikin burjo kayak sekarang ini, itu aku makan bertahap 1 panci abis dalam 1 malam sebagai teman untuk begadang sambil menulis dan browsing internet, hmm.., burjooo burjoooo..., aku kok ya nda pernah bosen makan kamu, hehehehe..., dari dulu, sekarang dan semoga saja sampai nanti, kita akan tetap selalu saling menyukai, tidak melupakan dalam suka maupun duka,#iki opo toh !??.

Nah.., dimasa depan, gimana mas bro abdurrohman nomics? Apa sampeyan masih suka sama bubur kacang ijo ? atau udah gengsi, jarang makan burjo, soalnya hidupnya udah di londo ??, semoga saja masih lah yaa..., yang jelas ntu burjo, sahabat sejati kita loh.., teman setia dikala suka dan duka, inget nda, ente itu kan biasanya kalo lagi “stress”, tumbalnya adalah makan, jajan, dan jajan..., nah, salah satu sasaran jajan murah meriah, enak, dan mengenyangkan ya burjo ini, beli bubur kacang ¼ atau ½ kilo, gula merah ¼ . gula pasir ¼, santan atau kelapa, pandan, sedikit garam, sedikit tepung tapioka, masak-masak-masak..., makan deh..., nyam..nyam..nyam.. heheheh..

Oke, selamat malam sabtu, weekend, selamat begadang membuat karya tulis, membuat visi-misi, membuat laporan keuangan dan membuat rencana-rencana kedepan ditemani sahabat setia, sahabat sejati, Burjo, Bubur kacang ijo, jangan lupa sendok dan piringnya... J



Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…