Saturday, November 08, 2014

Bubur kacang, oh bubur kacang

Halllooo...., yup yup yup..., kali ini aku lagi pengen cerita tentang makanan, tentang salah satu jenis makanan favorit, doyananya bro abdurrohman nomics, ya..., apalagi kalau bukan bubur kacang, lebih lengkapnya bubur kacang ijo, heheheheh...

Entah sejak kapan aku mulai suka bubur kacang, tapi yang jelas udah lama banget, sejak masih bocah alias masih kecil. Sebenarnya terkait dengan kacang hijau, bukan hanya bubur kacang saja aku doyanya, tapi hampir semua jenia makanan olahan yang berisi bahan kacang ijo seperti onde-onde yang isinya kacang ijo, kue-kue, roti yang isinya kacang ijo aku doyan, bahasa cerbonya “broko”.

Kenapa aku membuat tulisan bubur kacang ini, yaa.., nggak lain dan nggak bukan karena saat ini aku baru saja makan bubur kacang ijo,hahahah...., dan tahukah saudara berapa banyak yang sudah aku makan, hmmm...., belum banyak, baru 3 piring fufufufuu...., soalnya mask sendiri. Jadi bubur kacang ini selain makanan favorit biasanya aku kalo lagi pengen lebih suka masak sendiri, selain porsinya bisa makan besar, durasinya sering, tapi juga selera rasanya itu loh..., Pas.!

Dulu biasanya ibuku sering membuatkan makanan ini, dan meskipun di keluargaku doyan, tapi kalau mau dikata yang paling “doyan” alias “Rakus” ya aku ini, jadi istilah kata, kalau ibuku bikin bubur kacang 1 panci, yaa..., kurang lebih setengahnya abisnya sama aku laah..., ahahahahah, dan ibuku seh udah tau.., jadi yaaa.. so so lah...,

Dulu waktu jamanya SMA, didepan sekolahku ada warung bubur kacang, nahh,.. di tempat nongkrong itu, biasanya aku hampair setiap hari kalau nongkrong pulang sekolah atau nongkrong bawa yayang, sebutanku untuk pacarku waktu SMA, makanya ya bubur kacang, “Burcang” istilahnya.

Beda lagi kalo waktu kuliah, istilahnya “Burjo”, biasanya kalo abis makan dari warteg atau warung padang atau warung tenda atau apapun namanya, aku selalu mampir ke warung burjo untuk di bungkuskan 1 bungkus bubur kacang ijo, yup..., itu hampir rutin, rasanya ada yang kurang kalau abis makan nggak makan burjo, dan rasanya lengkap sudah kalau abis makan terus makan burjo, ahahahaah.., saking bae...!

Kalo sekarang di kebun, di tempat usahaku, biasanya kalau aku bikin burjo kayak sekarang ini, itu aku makan bertahap 1 panci abis dalam 1 malam sebagai teman untuk begadang sambil menulis dan browsing internet, hmm.., burjooo burjoooo..., aku kok ya nda pernah bosen makan kamu, hehehehe..., dari dulu, sekarang dan semoga saja sampai nanti, kita akan tetap selalu saling menyukai, tidak melupakan dalam suka maupun duka,#iki opo toh !??.

Nah.., dimasa depan, gimana mas bro abdurrohman nomics? Apa sampeyan masih suka sama bubur kacang ijo ? atau udah gengsi, jarang makan burjo, soalnya hidupnya udah di londo ??, semoga saja masih lah yaa..., yang jelas ntu burjo, sahabat sejati kita loh.., teman setia dikala suka dan duka, inget nda, ente itu kan biasanya kalo lagi “stress”, tumbalnya adalah makan, jajan, dan jajan..., nah, salah satu sasaran jajan murah meriah, enak, dan mengenyangkan ya burjo ini, beli bubur kacang ¼ atau ½ kilo, gula merah ¼ . gula pasir ¼, santan atau kelapa, pandan, sedikit garam, sedikit tepung tapioka, masak-masak-masak..., makan deh..., nyam..nyam..nyam.. heheheh..

Oke, selamat malam sabtu, weekend, selamat begadang membuat karya tulis, membuat visi-misi, membuat laporan keuangan dan membuat rencana-rencana kedepan ditemani sahabat setia, sahabat sejati, Burjo, Bubur kacang ijo, jangan lupa sendok dan piringnya... J



Post a Comment