Friday, November 14, 2014

Cerita Berkebun, Tomat Cherry di Kebun Kecilku

Assalamu’alaikum..., ehm ehm...
Ada cerita apa hari ini brooo..., ? hmmm, cerita apa ya.., okeh.., sebenarnya ceritanya bukan cerita baru, tapi bukan cerita yang udah lama juga seeh.., alias bukan cerita yang usang. Jadi,.. sejak dari beberapa bulan lalu aku sebenarnya udah mulai mengejawantahkan (aduhhh.., bahasanya tuh yak.. :D ) salah satu hobby, minat dan hobby ku di bidang pertanian, yup.., kamu pasti sudah bisa menerka tentang apakah itu...!???, yaitu tentang hobby menanam alias berkebun.

Cerita berkebun kali ini berawal dari sejak beberapa bulan lalu, pas waktu aku belanja di Toko Pertanian di Parung, Bogor, aku sekaligus menyempatkan untuk membeli beberapa jenis benih yang tadinya, niatnya mau aku tanam di kebun sebagai bahan uji coba alias research sekaligus bahan pelampiasan itu tadi, hobby. Naah.. salah satu bibit yang aku beli waktu itu adalah bibit Tomat, kamu tahu kan apa itu tomat.., tomat adalah sejenis makhluk hidup yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan diantara makhluk yang bernama manusia, mengenai apakah dia (tomat) masuk kedalam golongan sayuran atau buah-buahan , hahahaha.., iya, tomat.

Naah.., pas aku beli, aku agak lupa jenis apa yang aku beli itu, sebenernya ada gambarnya seeh.., tapi aku nggak terlalu peduli. Pas udah di semai, kemudian di pindahkan di polybag kecil, kemudian di polybag besar dan sampailah pada masa berbuah,.., eh, baru nyadar kalo tomat yang aku tanam kok buahnya kecil-kecil yah,..selidik temu selidik, pas aku cek lagi, baru ngeh kalo bibit yang aku tanam adalah bibit tomat cherry, which is yaa,.. kecil-kecil buahnya hahahaha.., payah.., #dung dung

Kamu tau nggak, pada kenyataanya, ketika kita menanam sesuatu dan kemudian berbuah, seringkali nafsu untuk memakanya itu berkurang, bukan karena nggak doyan, tapi berasa sayang.. hehehe.., kayaknya lebih enak untuk dipandang daripada dimakan. Lebih sedap dipandang mata. Tapi yaa kalo lagi udah mupeng, yaaa.. pada akhirnya dilahap juga seeh.., satu hal yang perlu kamu tahu lagi, rasa dari buah yang kita tanam itu “beda” loh dari rasa buah yang kita dapat dari membeli di warung atau pasar. Bedanya adalah mungkin karena ada jerih payah, effort yang ikut kita tanam didalamnya, jadi neh yaa.., meskipun kalo aku rasa sebenarnya rasa dari tomat cherry yang aku makan nggak manis bahkan cenderung agak asam-asam seger, tapi, “nikmat”nya itu terasa. Nggak banyak tapi nikmat. Wong mau nelen makanya aja harus dihayati hayati lebih dulu. Hehehe..

Sebenarnya awalnya aku nyemah agak banyak, tapi karena waktu pemeliharaanya kurang serius, jadi banyak yang berguguran dan hanya ada beberapa yang bisa aku selamatkan dan bisa sampai tumbuh berkembang  dan berbuah. Kamu tau nggak,.. katanya neh.., katanya, tomat cherry di kita sama di eropa itu beda loh,.. kalo di Eropa, rasanya manis, kalo di kita memang seperti itu, nggak manis. Itu katanya.., kata seniorku yang udah pernah kesana dan nyicipin rasa tomat cherry disana, aku yaa belum tau,.. wong aku belum pernah kesana, yaa.. semoga saja dalm tempo 1 – 2 tahun lagi aku bisa kesana yaa.., biar bisa juga ikut nyicipin tomat cherry ala eropa, hehehe.. aamiiin.

Yup.., kurang lebih, itulah cerita sederhana kali ini,
 tentang berkebun tomat cherry di kebun mungilku, di Solid Botanica.Ini ada sedikit penampakan pas waktu aku nampang didepan salah satu buah yang akhirnya harus rela dikorbankan masuk kedalam mulut dan diproses oleh perutku, alias dimakan, hehehe...,
Post a Comment