Skip to main content

Cerita di Kebun, Kulit Ular Orochimaru

Hallooo.....,
Hahahhahaa.., aku kok nulis judul tulisan ini berasa aneh, entah kenapa pas aku mau ngasih judul nih tulisan yang intinya tentang kulit ular eh, yang pertama POP di kepala adalah anam Orochimaru. Buat kalian yang pernah baca manga jepang, Naruto.. pastinya tau kan yah.. siapa si orochimaru ini, dia adalah salah satu tokoh ninja yang menjadi salah satu legenda di desa Konoha. Jutsu-jutsu yang dia kembangkan sebagian besar adalah berhubungan dengan dunia Per-Ular-an, alias World Snack.. eh Snake maksudnya.. :D

Okeeh.., thats aside.., yang jelas sebenarnya dalam tulisan ini aku lagi nggak niat mau membahas si orochimaru, tapi tentang penemuan mengejutkan dari salah seorang karyawanku di kebun ketika dia sedang bersih-bersih didalam kumbung jamur, eh., lagi asik-asiknya bebersih, tetiba dia menemukan kuliat ular yangmasih utuh, selidik-temu selidik atau lebih tepatnya terke temu terka sepertinya kulit ularyang ditemukan itu adalh kuliat ular dari si ular yang baru saja berganti kulit alias “nylungsumi” bahasa cerbonya, atau..., yaaa.. cari sendiri lah bahasa ilmu kehewananya, saya sendiri kurang tahu dan, ntar dulu coba say cari tahu di mbah google.. , ahhh..., ketemu, istilahnya Shedding, yaitu proses ular berganti kulit.

Yang aneh dalam cerita kali ini adalah (sebenarnya gak terlalu aneh juga seeh..) semua bagian kulit ular ini utuh dari kepala sampai ujung kulit di buntutnya yang kecil,, jadi benar-benar utuh, biasanya sejauh yang pernah saya tahu dan saya temui, karena bukan kali ini aja saya menemukan kulit ular hasi slumsuman, ituu..., kulitnya nggak utuh alias rusak alias ada bagian yang hilang. Hal yang kedua adalah bahwa kulit ular ini masih lentur alias belum rapuh, jadi dari hasil investigasi yang gak penting itu dapat disimpulkan bahwa kulit ular itu masih baru terlepas dari tubuh si empunya alias masih anget, hehehehe.., penampakkan dari kulit ular itu seperti yang bisa anda liat di foto saya.

Buat saya, yang kehidupanya saat ini lebih banyak berkecimpung dengan dunia perkebunan, maka dan pastinya bertemu dengan makhluk2 seperti ini sudah tidak aneh lagi, bukans ekali dua kali. Jadi rasanya sudah biasa, nggak geli lagi atau takut lagi, yaa.. dalam kasus usaha preventif sih pastinya dilakukan lah yaa.., kaya usaha menebar garam disekitar areal atau wilayah yang kita anggap nda boleh ada ular numpang lewat maka perlu, tapi semakin lama berkecimpung di dunia perkebunan, rasa-rasanya sikap saling mengerti dan tenggang rasa antara aku dan para makhluk hewania termasuk ular sepertinya udah kebentuk. Reaksi mereka ketika bertemu denganku nggak berlebihan pun sebaliknya, karena sepertinya mereka sudah paham, mafhum bahwa si empunya kebun ini nggak ada niatan untuk menyakiti atau membunuh mereka dan memang aku nggak ada niatan untuk melakukan hal seperti itu, sama-sama pengen hidup lah, yaa...

Dulu, waktu masih awal-awal disini, pernah ketemu sama ular jenis kobra, sama karyawanku dan aku juga ikutan, ntuh ular kita tangkap dan kita masukkan kedalam kandi,.. emm.., kalo nggak ngerti kandi, bahasa yang lebih umumnya adalah karung, kita iket dan kita gantung, niatnya seh.., besoknya mau kita jual, hahahaha.., eh.., pas pagi-pagi kita bangun, ternyata ularnya udah nggak ada, alias lolos, rupa-rupanya dia menggigit bagian pojok tuh karung, membuat lobang dan meloloskan diri, emang belum takdirnya tuh ular buat di jual, hahaha..

Okeh,,.. itu dia ceritaku tentang penemuan kulit ular yang mengagetkan sejagat kebunku, hahahah.., #nggak penting.  Tampaknya nggak begitu menarik, tapi.., yaa.. seru aja menemukan hal-hal pengalaman yang bisa aku bagi dalam bentuk cerita, cerita dunia kebun, cerita dunia abdur. CU

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…