Saturday, November 15, 2014

Cerita di Kebun, Kulit Ular Orochimaru

Hallooo.....,
Hahahhahaa.., aku kok nulis judul tulisan ini berasa aneh, entah kenapa pas aku mau ngasih judul nih tulisan yang intinya tentang kulit ular eh, yang pertama POP di kepala adalah anam Orochimaru. Buat kalian yang pernah baca manga jepang, Naruto.. pastinya tau kan yah.. siapa si orochimaru ini, dia adalah salah satu tokoh ninja yang menjadi salah satu legenda di desa Konoha. Jutsu-jutsu yang dia kembangkan sebagian besar adalah berhubungan dengan dunia Per-Ular-an, alias World Snack.. eh Snake maksudnya.. :D

Okeeh.., thats aside.., yang jelas sebenarnya dalam tulisan ini aku lagi nggak niat mau membahas si orochimaru, tapi tentang penemuan mengejutkan dari salah seorang karyawanku di kebun ketika dia sedang bersih-bersih didalam kumbung jamur, eh., lagi asik-asiknya bebersih, tetiba dia menemukan kuliat ular yangmasih utuh, selidik-temu selidik atau lebih tepatnya terke temu terka sepertinya kulit ularyang ditemukan itu adalh kuliat ular dari si ular yang baru saja berganti kulit alias “nylungsumi” bahasa cerbonya, atau..., yaaa.. cari sendiri lah bahasa ilmu kehewananya, saya sendiri kurang tahu dan, ntar dulu coba say cari tahu di mbah google.. , ahhh..., ketemu, istilahnya Shedding, yaitu proses ular berganti kulit.

Yang aneh dalam cerita kali ini adalah (sebenarnya gak terlalu aneh juga seeh..) semua bagian kulit ular ini utuh dari kepala sampai ujung kulit di buntutnya yang kecil,, jadi benar-benar utuh, biasanya sejauh yang pernah saya tahu dan saya temui, karena bukan kali ini aja saya menemukan kulit ular hasi slumsuman, ituu..., kulitnya nggak utuh alias rusak alias ada bagian yang hilang. Hal yang kedua adalah bahwa kulit ular ini masih lentur alias belum rapuh, jadi dari hasil investigasi yang gak penting itu dapat disimpulkan bahwa kulit ular itu masih baru terlepas dari tubuh si empunya alias masih anget, hehehehe.., penampakkan dari kulit ular itu seperti yang bisa anda liat di foto saya.

Buat saya, yang kehidupanya saat ini lebih banyak berkecimpung dengan dunia perkebunan, maka dan pastinya bertemu dengan makhluk2 seperti ini sudah tidak aneh lagi, bukans ekali dua kali. Jadi rasanya sudah biasa, nggak geli lagi atau takut lagi, yaa.. dalam kasus usaha preventif sih pastinya dilakukan lah yaa.., kaya usaha menebar garam disekitar areal atau wilayah yang kita anggap nda boleh ada ular numpang lewat maka perlu, tapi semakin lama berkecimpung di dunia perkebunan, rasa-rasanya sikap saling mengerti dan tenggang rasa antara aku dan para makhluk hewania termasuk ular sepertinya udah kebentuk. Reaksi mereka ketika bertemu denganku nggak berlebihan pun sebaliknya, karena sepertinya mereka sudah paham, mafhum bahwa si empunya kebun ini nggak ada niatan untuk menyakiti atau membunuh mereka dan memang aku nggak ada niatan untuk melakukan hal seperti itu, sama-sama pengen hidup lah, yaa...

Dulu, waktu masih awal-awal disini, pernah ketemu sama ular jenis kobra, sama karyawanku dan aku juga ikutan, ntuh ular kita tangkap dan kita masukkan kedalam kandi,.. emm.., kalo nggak ngerti kandi, bahasa yang lebih umumnya adalah karung, kita iket dan kita gantung, niatnya seh.., besoknya mau kita jual, hahahaha.., eh.., pas pagi-pagi kita bangun, ternyata ularnya udah nggak ada, alias lolos, rupa-rupanya dia menggigit bagian pojok tuh karung, membuat lobang dan meloloskan diri, emang belum takdirnya tuh ular buat di jual, hahaha..

Okeh,,.. itu dia ceritaku tentang penemuan kulit ular yang mengagetkan sejagat kebunku, hahahah.., #nggak penting.  Tampaknya nggak begitu menarik, tapi.., yaa.. seru aja menemukan hal-hal pengalaman yang bisa aku bagi dalam bentuk cerita, cerita dunia kebun, cerita dunia abdur. CU

Post a Comment