Skip to main content

Eughhh.., Screww You.!!

WOW..., Really.., i can’t say anything, what i cee is, you r just fooling around, you r just fool yourself, are you really fool !??? entahlah, aku sendiri merasa agak aneh kenapa aku bisa memunculkan perasaan seperti itu untuk orang itu, kamu..!. atau mungkin ini hanyalah opini ku belaka, opini yang tak memiliki dasar, bukti, latar belakang, informasi yang valid, tapi sekali lagi, somehow.. i feel it’s like : Screw you.!

I pity on you, or rather, I pity on myself !?? Now that if I recall, its a Big HOW COME!?? That I had ever fall for someone like you. Someone that...., ackh..., i dont even know how to say it...
Hmmm.....,

Well, though for someone like me who have some kind of illness called ADW : A Severe, Incurable ailment that makes the patient (A) Able to (D) Do only what he (W) Wants to do, that is something that I dont Regret at all. Hanya sajaa..., ackh sekali lagi, nggak bisa menemukan kata-kata yang tepat selain : KOK Bisa Seeeh !???

I mean, in my opinion, I used to think, u’re smart, u’re strong (in many ways), u’re educated, u have principles, u’re not like teenage, u’ve grown up, u’re mature enough, and have many good points.., BUT..., NOW.., I have to admit it, that.. I’m wrong about you, for the most part.  
Haaahhhh...., Sorry to say, sorry if I’m rude.

Aku pikir, kamu bukan seorang galau-ers, kamu tahu betapa “Benci”, tidak sukanya aku dengan seorang galau-ers, I thought u’re different, U’re special, but then I realize You’r Not.!, sama saja, kalau nggak mau di bilang Lebih buruk tingkat galaunya dari seseorang sebelum kamu. Akhirnya kembali lagi pada ungkapan,  menjadi tua, bertambah usia itu pasti, tapi.. menjadi Dewasa itu Pilihan. Tadinya aku pikir, mungkin aku tidak cukup pantas buat kamu !?, tapi sekarang aku merasa Betapa Bodohnya aku pernah sempat berpikir seperti itu. Dan menyadari hal itu, ada bagian dari diriku yang entah kenapa merasa lega, plong, seolah berkata.., “untung aja aku......”

Well, ini bukan cacian , bukan pula makian untuk orang itu, kamu. Ini hanya muntahan rasa dari diriku yang sedang merasakan sebuah rasa : Eughhh., Screw you..!

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…