Friday, November 28, 2014

Kemana hidup (nasib) akan membawaku ?

Itu adalah pertanyaan sederhana yang dalam beberapa hari ini sering muncul seperti “pop up” dikepalaku.  Entahlah.., pertanyaan itu muncul dan muncul lagi, tapi aku belum sekalipun menyempatkan waktu untuk menjawabnya secara serius. Kenapa pertanyaan itu muncul ? mungkin karena sebab aku sedang berada dalam masa sulitkah ? gelisahkah ? galaukah? atau..jenuhkah ?, sekali lagi, entahlaah.....

Jika aku coba pikirkan, mungkin jawaban yang lebih mendekati adalah, karena masa jenuh, jenuh karena ada hal-hal yang ingin kita capai, tujuan-tujuan yang ingin kita wujudkan, tapi.., dalam prosesnya tidak semudah seperti yang kita pikirkan atau kita harapkan , *kitaaa!??, loe aja kalii...! :D 

Dan semakin lama, bahkan tujuan itu bukanya semakin jelah terlihat tapi malah semakin kabur dan tak jelas, bahkan jalan yang kita lewati terasa justru semakin menjauh dari arah tujuan yang ingin kita datangi, sehingga muncul pertanyaan2 lainya yang memiliki tendensi meragukan, apakah jalan yang sedang aku jalani ini benar ? apakah arah yang sedang aku tuju ini benar, apakah aku tidak salah jalan, jangan-jangan aku tersesat, what the hell am I doing ? , kalau akau salah, apa mungkin aku harus berputar balik atau memilih jalan yang lain, memulai lagi dari Nol, sebagainya dan sebagainya. 

Lalu bagaimana cara menjawabnya?? Menjawab pertanyaan pokok diawal yang paling tepat?
Jawabanya tergantung pada nilai-nilai keyakinan yang kita pegang atau kita yakini kebenaranya.
Sedehananya aku sendiri bisa menjawab, Wallahu’alam.., Saane, who knows, nggak ada yang tahu kecuali Allah, Rabb yang menciptakan dan memeliharaku. Tapi jawaban sederhana seperti itu, jika tidak diikuti atau ditambahi dengan penjelasan lainya, rasa-rasanya kok tidak membuat aku puas. Alasanya?? Sederhana juga karena yang namanya Nasib, itu adalah hasil, X faktor dari hasil adalah Sebab dan Ketentuan. Bicara sebab, sesungguhnya masing-masing dari kita memiliki Power untuk menentukan dengan cara Berbuat, melakukan, memilih karena itu berada dalam kontrol kita. 

Sementara Ketentuan dalam hal ini segala sesuatu yang telag Dia tetapkan atas kita adalah diluar kontorol kita. Maka penjelasanya adalah Ya, nasib, siapoa yang tahu..akan dibawa kemana hidup kita, akan menjadi seperti apa hidup kita, hanya Allah yang tahu.. tetapiii..., ada bagian X lain yang kita memiliki kontrol sehingga Nasib kita kemana dan bagaimana bisa kita perbesar probabilitinya agar sesuai dengan seperti yang kita harapkan, seperti yang kita citakan, impikan, bayangkan, dengan cara membuat sebab-sebab yang sesuai denga requirement dari hasil yang kita harapkan.

Contoh sederhananya adalah, jika kita ingin nilai uijan kita besar atau lulus, maka sebab yang harus kita lakukan adalah belajar dan berlatih materi2 dan soal2 yang kemungkinan besar akan diujikan, tetapi, itu pun pada akhirnya tidak menjamin karena bisa jadi dalam prosesnya kita mengalami hambatan, skit pas waktu ujian, telat karena dijalan ada masalah, bangun kesiangan karena tidak menyalakan alarm, dan nggak ada orang tua atau orang yang membangunkan, atau soal ujian yang keluar tidak sesuai dengan materi-materi atau soal2 yang kita pelajari. Itu semua adalahfaktor X diluar kontrol kita, atau dalam bahasa lainya secara spontan mungkin kita akan menyebutnya sebagai keSialan kita, meskipun jika ditilik dari hal lainya atau dalam jangka panjang, hal seprti itu justru sebenarnya yang baik buat kita. 

Dari uraian diatas, sebenarnya, seudah cukup terjawab pertanyaan yang diawal. Kemudian untuk berbagai pertanyaan lanjutanya, akan coba saya jawab dengan sederhana juga. Pertanyaan ini seringkali muncul bukan hanya sekali dua kali atau kali ini saja sebenarnya, dan juga bukan hanya aku saja yang mengalami “memunculkan” pertanyaan ini, banyak orang atau mungkin bahkan hampir setiap orang pernah bertanya seperti itu ketika dihadapkan pada kenyataan mau apa, menjadi apa, arah mana yang mau dituju, dan ketika menghadapi kenyataan.. kok rasa-rasanya ada yang salah dengan jalan yang saya pilih.. #dong dong..!!

Jawabanya adalah, dikembalikan pada jawaban awal, paling awal yang pernah dibuat. Karena pasti, meskipun seringkali ada beberapa orang yang mengatakan bahwa apa yang dilakukanya tidak sesuai dengan yang dia inginkan alias tidak sengaja alias mengalir saja dllsb, tapi.. sekali lagi pasti.., tetap saja jika diurai ada alasan-alasan spesifik yang entah berapa besar nilainya atau konyolnya, pasti ada alasanya. Untuk hal yang konyol... mungkin bolehlaah.., ketika hal itu sudah tidak sesuai lagi, maka perlu dipikirkan ulang untuk melakukan revisi, redefinisi tujuan-tujuan dan alasan-alasan melakukan sesuatu dengan lebih serius, tepi.., bagi yang dari awal sudah serius.., maka cukuplah dikembalikan lagi pada alasan awal dan komitmen dalam menjalani prosesnya. Kaitanya dengan masalah.., ooohh.., itu harusnya sudah diantisipasi dari sejak awal, bahwa tidak akan mungkin mulus, lancar, dan tentu saja harus sudah siap. mengenai sepertinya sudah tidak relevan  lagi, itu perlu dipikir lebih masak-masak, karena jawabanya seringkali menjebak, menjebak dalm artian ada sisi lain dari diri kita yang akan menggunakan frase kata itu sebagai alasan untuk melarikan diri dari masalah, alias Nyerah, sementara bisa jadi itu bukan masalah pokoknya, tetapi karena motivasi dan endurance kita yang sudah tidak prima algi, alias loyo alias sudah tergerogoti oleh berbagai hal dan masalah disekitar kita. Maka jawaban yang paling tepat sepertinya adalah : Time Frame, refresh, Endurance dan TOTAl selama masih dalam time frame itu. 

Yup Yup.., Semangat, dan Keep your Endurance.! 



Post a Comment