Skip to main content

Mau di Bawa Kemana ?

Mau dibawa kemana ?

Ada sebuah lagu yang beberapa tahun lalu sekitar tahun 2010 sering terngiang di telingaku, karena ada seorang gadis yang suka menyanyikanya entah sengaja (dengan maksud) atau karena lagi sekedar suka saja, saya kurang tahu dan nggak pengen ngerasa GR juga, yaitu yang liriknya : Mau di baaawa kemanaaaa, hubungan kitaaaaa...,  lagu racikan ulang temp doeloe.., alaaahh “racikan” kayak bumbu aja.
Tapi saat ini bukan lirik itu yang terngiang meskipun  jadi ikut terngiang juga seeh, yang terngiang adalah kaitanya dengan bisnis-bisnis yang sedang aku jalankan dan aku kembangkan. Well, mas broo abdurrohman yang baik yang saat ini mungkin di masa depan lagi membaca tulisan ini, F.Y.I aja yaa, saat ini kondisi bisnis nte lagi sumeng, banyak peluang yang sebenarnya terbuka dan bisa jalan tapi, oalaaah.., ndilalah karena satu dan lain hal, pada tertunda alias mogok alias belum lancar alias NOT GOOD, gimana kalo saat ini pas waktu nte baca tulisan ini, sudah berubahkaahh?? Semoga saja yaa, aamiiin.

Ya saat ini kamu dalam hal ini aku lagi terbentur dengan satu pertanyaan besar, Mau dibawa kemana Bisnis ini ? mau menjadi apa dimasa depan?. Pertanyaan ini kalau di bahasa manajemenkan adalah tentang apa seh VISI loe ?????, sederhananya aku bisa menjawab dan pernah dibahas di blog yang lain sepertinya, kurang lebih yaa, membangun legacy, sebuah entitas group bisnis yang besar dan mendunia. WOW...,sederhana kan !? , tapii..., jujur neh, ada tapinya,... saya merasa kok itu kurang spesifik yah, maksudnya, okeehhh,.. dari segi kriteria mimpi itu big enough, tapi berasa kosong. Coba aja kamu bayangkan entitas group bisnis (konglomerasi) dalam bidang apa ? mendunia , maksudanya dikenal dunia atau ada dan beroperasi diseluruh dunia ? dan yang dimaksud dunia itu berapa luas? Berapa benua? Berapa negara? dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan detail yang bukan untuk mendiskreditkan atau apa, tapi perlu kiranya diluangkan waktu untuk dipikirkan secara serius apa dan bagaimananya.

Jujur, ini penting, karena ini adalah pegangan, kitab suci yang kedepanya menjadi pegangan ketika menghadapai berbagai tantangan terutama ketika menghadapi masa paceklik seperti hari-hari sekarang ini. Okeeeyyy.., buat saya sendiri masalah sudah biasa, prinsip bahwa everything will be solved, everything will be ok sudah saya pegang lama, tapi kaitanya dengan perkembangan dan akselerasi, jujur kamu perlu melakukan perbaikan. You need improvement..so much improvement.
Jadi hari ini, berkaitan dengan visi, kembali lagi pada pertanyaan awal : Mau di Bawa Kemana ???

Mungkin ada sebagian dari isi kepalamu ketika melihat realita sekarang, berkomentar, apa gak terlalu telat baru ngomongin visi sekarang ? jawabanya sederhana nggak ada yang namanya telat, ditambah, bukan tidak punya hanya saja tidak spesifik, tidak powerfull enough, tidak cukyup menarik, atau bahkan bisa jadi tidak cukup penting. Tapi yang pokok adalah yaa.. tidak ada kata terlambat untuk mereVISI apa yang sebenarnya ingin kamu wujudkan dalam membangun bisnis ini, karena mau diomong seperti apapun, kenyataanya yaaa, inilah.., salah satu pilihan hidupmu, sebuah pilihan yang tampaknya sederhana tapi sebenarnya jauh dari kata sederhana, it has been took long time, it has took so much energy, effort and sacrifice, even the path of your love and life. Coba pikir-pikir lagi, coba ingat-ingat lagi, maka kamu pasti akan menemukan apa yang sebenarnya paling kamu inginkan dan wujudkan dan kemudian kejewantahkan dalam visi bisnis ini. Selmat berpikir.!

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…