Skip to main content

Naruto, Final Episode

Hari ini, hari jum’at adalah release terakhir salah satu manga favorit yang sudah aku baca sejak tahun 2004-2005. Wah..wah waaah...., sudah lama juga yah, sudah hampir genap 10 tahun aku menjadi salah satu fans pembaca manga ini, meskipun sebenarnya manga ini sampai realease episode terakhir hari ini sebenarnya sudah genap 15 tahun, jadi istilah kata aku telat kurang lebih 5 tahun dari tahun awal diluncurkanya.

Hari ini, 2 episode release sekaligus, yaitu episode 699 : reconciliation dan episode 700, Uzumaki Naruto, ujung-ujungnya happy ending, Peace, kayak tagline-nya film-film kartun barat : dan mereka pun hidup bahagia selamanya.. haahahah...

Jujur aja, berakhirnya episode manga ini, ada seneng, tapi ada duka juga, well.., gimana ngomongnya ya, soalnya inih manga ceritanya cukup memberikan banyak motivasi pelajaran hidup, tentu dari sudut pandang dan budaya tempat dimana pengarang berasal, which is Japan, pelajaran tentang nilai-nilai hidup,prinsip-prinsip hidup, love, persahabatan, pengorbanan, perjuangan, how to deal with reality, how everyone have choices, how everybody could become loser or winner, cerita sedih, suka, duka dan lain sebagainya, semuanya di rangkai dalam satu alur cerita yang acak tapi tetap satu arah.

Kenapa aku suka manga ini, yaitu tadi karena ceritanya yang menarik, tapi..., kalau boleh jujur, dulu sewaktu aku di asrama UI ketika pertama kali mengenal atau dikenalkan secara tidak langsung dengan manga ini, awalnya tidak menarik, boleh dikata aku bahkan sempat mengatakan “nih manga apaan seh, apa menariknya, cerita bocah yang mukanya nggak jelas atau luriknya”. Terus nggak tau gimana tepatnya, si Salman, anak Fasilkom 2003, yang notabene pengusaha, yang punya warnet GUA di asrama UI tempo doeloe bilang, suka cerita naruto ini karena tentang perjuanganya untuk mendapatkan “pengakuan” eksistensinya, dan entah kenapa aku tertarik untuk mencoba melihat, nonton anime-nya dan, wah,.., iya, menarik juga yah.., dan sejak saat itu ya udah aku jadi penggemarnya, penggemar manga-nya, anime-nya dan juga movie-nya.

Kenapa aku suka, karena secara psikologis entah kenapa, cerita naruto ini yang salah satu tema utama yang diangkatnya adalah “perjuangan” itu ngena banget dengan perjuanganku waktu itu, perjuangan dalam belajar dan ingin mewujudkan visi misi dan ingin mendapat pengakuan kelak sebagai seorang pengusaha sukses di Indonesia, yup.. karena alasan dan sebab itulah aku jadi suka dengan manga ini sampai sekarang, sampai episode terakhir hari ini.

Dalam prosesnya, cerita dan lagu-lagu naruto ini punya dan merekam sendiri cerita-cerita hidupku dari mulai di asrama, pergaulan dengan teman-teman di FEUI, cerita kisah love strory-ku dengan beberapa gadis didalamya, hampir semua ada cerita yang mengiringinya. Makanya berakhirnya cerita naruto ini seperti yang aku bilang tadi, meskipun bukan satu-satunya manga yang aku baca, tapi rasa-rasanya itu loh.., ada senengnya karena akhirnya kelar juga dan happy ending, tapi juga ada dukanya.

Tapi.. yahh..., sebagaimana hukum alam, sunnatullah dalam hidup, yang namanya ada pembuka, maka pasti ada penutup lah yaaa.., yang namanya ada pertemuan , pasti ada perpisahan, yang namanya ada permulaan (mulai), pasti ada peng-akhiran (selesai), yang namanya start.. pasti ada ending,..wis lah podho wae..., jadi apapun itu, dan gimanapun itu, yang jelas, cerita ini, cerita naruto adalah salah satu cerita menarik yang menyenangkan untuk dibaca, dan ditonton,syukur-syukur diambil pelajaran hidupnya, motivasinya dan lain sebagainya, worth it kok. Some how, menurutku ini adalah salah satu karya yang menarik dan dan legacy yang bagus dari pengarangnya. 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…