Skip to main content

Dendam Positif

Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.
Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.
Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.
Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Dendam Positif.”.

Dari buku karya Isa Alamsyah dan Asma Nadia

Apa itu dendam positif ?? hmmm..., menarik untuk di renungkan, setiap orang tentu memiliki cara sendiri untuk mengartikan satu kalimat ini, kalimat yang beris dua kata yang saling kontradiktif : “Dendam” yang secara umum merepresentasikan makna negatif dan “Positif” yang merepresentasikan makna Positif itu sendiri. Lalu jadi apa maknanya dari penggabungan dua kata yang kontradiktif tersebut ?

Saya sendiri mengartikanya sebagai Sebuah Energi yang muncul atau bangkit dari sesuatu hal , keadaan disekitar kita yang secara langsung atu tidak langsung menimpa kita dan tidak kita sukai adanya kemudian menjadi dorongan kekita untuk melakukan, mengejawantahkan suatu tindakan positif yang berharap hasilnya akan mengubah keadaan tersebut menjadi seperti yang kita harapkan atau kita sukai., kurang lebih seperti itu.., kepanjangan ya !?? ahahahahah..., maap-maap.., tapi yang penting ngerti alias paham lah ya maksudnya.

Jadi dalam hidup seringkali ada hal hal, faktor eksternal yang tidak kita sukai alias menyebalkan alias sucks..., kemudian kita ingin merubahnya, nah untuk merubahnya itu perlu energi, maka alih-alih karena ketidak sukaan kita atas hal tersebut mendorong kita untuk dendam melakukan pembalasan yang arahnya negatif, kita memilih untuk mengarahkan energi “balas” dendam tersebut kearah yang positif.

Contoh konkrit, misalnya dulu ketika ayahku kalo marah gak ketulungan suka mengatakan tolol.., itu adalah satu perkataan yang jujur tidak aku sukai, tidak menyenangkan, tidak mengenakkan, dan pengen aku buang, aku balas, maka dari situ muncul energi yang kemudian aku arahkan kearah yang positif, energi tersebut ketika kita arahkan ke hal yang positif maka dulu aku menamakanya sebagai energi “Pembuktian”, yaitu aku memanfaatkanya untuk belajar sungguh-sungguh, sehingga dapat nilai akademis yang memuaskan, bisa masuk perguruan tinggi negeri yang banyak orang idamkan bahkan jadi rebutan alias tidak mudah loh maksudnya.., dari situ, secara tidak langsung aku bisa “membungkam” orang tuaku untuk tidak berani lagi mengatakan “tolol”, karena dengan metode pembuktian itu secara tidak langsung aku sudah bisa mengatakan : Eiitss..., Sorry.., you dont have the right to say that word anymore to ME.!! J

Kurang lebih seperti itulah contoh konkritnya, tentu masih banyak contoh lainya, silahkan anda cari sendiri dalam kehidupan anda masing-masing, tapi intinya jelas kan ya.., mengarahkan energi yang mungkin asal mulanya negatif ke hal-hal yang positif sehingga apa yang negatif itu bisa kita balikkan menjadi hal atau keadaan yang positif, keadaa yang kita sukai.. 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…