Saturday, December 06, 2014

Dendam Positif

Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.
Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.
Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.
Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Dendam Positif.”.

Dari buku karya Isa Alamsyah dan Asma Nadia

Apa itu dendam positif ?? hmmm..., menarik untuk di renungkan, setiap orang tentu memiliki cara sendiri untuk mengartikan satu kalimat ini, kalimat yang beris dua kata yang saling kontradiktif : “Dendam” yang secara umum merepresentasikan makna negatif dan “Positif” yang merepresentasikan makna Positif itu sendiri. Lalu jadi apa maknanya dari penggabungan dua kata yang kontradiktif tersebut ?

Saya sendiri mengartikanya sebagai Sebuah Energi yang muncul atau bangkit dari sesuatu hal , keadaan disekitar kita yang secara langsung atu tidak langsung menimpa kita dan tidak kita sukai adanya kemudian menjadi dorongan kekita untuk melakukan, mengejawantahkan suatu tindakan positif yang berharap hasilnya akan mengubah keadaan tersebut menjadi seperti yang kita harapkan atau kita sukai., kurang lebih seperti itu.., kepanjangan ya !?? ahahahahah..., maap-maap.., tapi yang penting ngerti alias paham lah ya maksudnya.

Jadi dalam hidup seringkali ada hal hal, faktor eksternal yang tidak kita sukai alias menyebalkan alias sucks..., kemudian kita ingin merubahnya, nah untuk merubahnya itu perlu energi, maka alih-alih karena ketidak sukaan kita atas hal tersebut mendorong kita untuk dendam melakukan pembalasan yang arahnya negatif, kita memilih untuk mengarahkan energi “balas” dendam tersebut kearah yang positif.

Contoh konkrit, misalnya dulu ketika ayahku kalo marah gak ketulungan suka mengatakan tolol.., itu adalah satu perkataan yang jujur tidak aku sukai, tidak menyenangkan, tidak mengenakkan, dan pengen aku buang, aku balas, maka dari situ muncul energi yang kemudian aku arahkan kearah yang positif, energi tersebut ketika kita arahkan ke hal yang positif maka dulu aku menamakanya sebagai energi “Pembuktian”, yaitu aku memanfaatkanya untuk belajar sungguh-sungguh, sehingga dapat nilai akademis yang memuaskan, bisa masuk perguruan tinggi negeri yang banyak orang idamkan bahkan jadi rebutan alias tidak mudah loh maksudnya.., dari situ, secara tidak langsung aku bisa “membungkam” orang tuaku untuk tidak berani lagi mengatakan “tolol”, karena dengan metode pembuktian itu secara tidak langsung aku sudah bisa mengatakan : Eiitss..., Sorry.., you dont have the right to say that word anymore to ME.!! J

Kurang lebih seperti itulah contoh konkritnya, tentu masih banyak contoh lainya, silahkan anda cari sendiri dalam kehidupan anda masing-masing, tapi intinya jelas kan ya.., mengarahkan energi yang mungkin asal mulanya negatif ke hal-hal yang positif sehingga apa yang negatif itu bisa kita balikkan menjadi hal atau keadaan yang positif, keadaa yang kita sukai.. 
Post a Comment