Skip to main content

Terima Kasih. Thank you Allah

Hari ini untuk kesekian kalinya aku memiliki rasa yang entah apa namanya, uneasy feeling, perasaan yang tak terdefinisi. Perasaan campur aduk yang pada dasarnya membuatku merasa tidak tenang, tidak nyaman, uncomfortable. Terlalu banyak masalah yang show up dihadapanku, muncul dengan sendirinya, datang tak di undang, silih berganti dan tak mau beranjak pergi. Ada perasaan kesal karena menghadapi fakta kenyataan masih banyak sekali hal-hal yang belum bisa aku wujudkan, belum bisa aku raih. Ada perasaan kesal karena hal-hal yang tadinya aku berharap bisa berjalan mulus, smooth, tapi tiba-tiba saja semuanya berbalik, berantakkan, terpuruk menjadi kacau dan jauh dari yang diharapkan. Ada perasaan kesal yang muncul dari kekecewaanku pada keadaan, pada kenyataan yang tidak sejalan dengan keinginan sederhana sementara aku melihat orang lain, teman teman disekitarku yang hanya dengan menjalani pilihan hidupnya yang sederhana tapi justru telah jauh melampaui keadaan diriku yang sekarang ini. Kesal karena aku sendiri paham bahwa memang seperti itu dan harus seperti itulah jalan dan prosesnya.

Ada bagian-bagian dari diriku yang berharap tidakkah aku diberikan kemudahan ? karena apa yang ingin aku lakukan toh sejatinya bukan hanya untuk kepentingan diriku sendiri dan semata saja? Bukankah DIA tahu adanya, niat dan tujuanku. Tidakkah DIA berkenan memberikan kemudahan padaku karena dalam prosesnya sebisa mungkin aku berusaha untuk memberikan jalan kemudahan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan, dan aku memberikanya kemudahan tanpa berpikir terlalu panjang dan bertele-tele ?? bukankan memberikan kemudahan adalah JanjiNya , dan DIA tidak pernah mengingkari janji??

Ah,.. dalam keadaan seperti itu, dalam keadaan seperti ini, akuuu.. justru semakin merasa tabu dan enggan untuk meminta. Yang ku minta hanyalah hal-hal sederhana, hal yang sederhana.. dan mudah bagi DIA. Tapi sepertinya DIA menilai aku belum layak untuk itu, aku belum layak untuk mendapat kemudahan-kemudahan itu.

STOP.!!!!, That’s enough...!

Bagian atas adalah bagian tulisan tentang keluhan, keluhan hati seorang anak manusia yang memang di ciptakan dengan fitrahnya sebagai makhluk yang suka berkeluh kesah. Dan dibagian bawah ini adalah cerita yang lebih singkat, lebih positif dari bagian cerita diatas, yaitu,.. Wahai Rabb.., Aku bersyukur dan berterima kasih atas segala nikmat yang telah dan masih terus Engkau berikan kepadaku sampai hari ini, sampai detik ini, terutama nikmat Iman dan Sehat. Terimakasih ... Aku Bersyukur kepadamu. Terimakasih....
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…