Monday, December 01, 2014

Terima Kasih. Thank you Allah

Hari ini untuk kesekian kalinya aku memiliki rasa yang entah apa namanya, uneasy feeling, perasaan yang tak terdefinisi. Perasaan campur aduk yang pada dasarnya membuatku merasa tidak tenang, tidak nyaman, uncomfortable. Terlalu banyak masalah yang show up dihadapanku, muncul dengan sendirinya, datang tak di undang, silih berganti dan tak mau beranjak pergi. Ada perasaan kesal karena menghadapi fakta kenyataan masih banyak sekali hal-hal yang belum bisa aku wujudkan, belum bisa aku raih. Ada perasaan kesal karena hal-hal yang tadinya aku berharap bisa berjalan mulus, smooth, tapi tiba-tiba saja semuanya berbalik, berantakkan, terpuruk menjadi kacau dan jauh dari yang diharapkan. Ada perasaan kesal yang muncul dari kekecewaanku pada keadaan, pada kenyataan yang tidak sejalan dengan keinginan sederhana sementara aku melihat orang lain, teman teman disekitarku yang hanya dengan menjalani pilihan hidupnya yang sederhana tapi justru telah jauh melampaui keadaan diriku yang sekarang ini. Kesal karena aku sendiri paham bahwa memang seperti itu dan harus seperti itulah jalan dan prosesnya.

Ada bagian-bagian dari diriku yang berharap tidakkah aku diberikan kemudahan ? karena apa yang ingin aku lakukan toh sejatinya bukan hanya untuk kepentingan diriku sendiri dan semata saja? Bukankah DIA tahu adanya, niat dan tujuanku. Tidakkah DIA berkenan memberikan kemudahan padaku karena dalam prosesnya sebisa mungkin aku berusaha untuk memberikan jalan kemudahan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan, dan aku memberikanya kemudahan tanpa berpikir terlalu panjang dan bertele-tele ?? bukankan memberikan kemudahan adalah JanjiNya , dan DIA tidak pernah mengingkari janji??

Ah,.. dalam keadaan seperti itu, dalam keadaan seperti ini, akuuu.. justru semakin merasa tabu dan enggan untuk meminta. Yang ku minta hanyalah hal-hal sederhana, hal yang sederhana.. dan mudah bagi DIA. Tapi sepertinya DIA menilai aku belum layak untuk itu, aku belum layak untuk mendapat kemudahan-kemudahan itu.

STOP.!!!!, That’s enough...!

Bagian atas adalah bagian tulisan tentang keluhan, keluhan hati seorang anak manusia yang memang di ciptakan dengan fitrahnya sebagai makhluk yang suka berkeluh kesah. Dan dibagian bawah ini adalah cerita yang lebih singkat, lebih positif dari bagian cerita diatas, yaitu,.. Wahai Rabb.., Aku bersyukur dan berterima kasih atas segala nikmat yang telah dan masih terus Engkau berikan kepadaku sampai hari ini, sampai detik ini, terutama nikmat Iman dan Sehat. Terimakasih ... Aku Bersyukur kepadamu. Terimakasih....
Post a Comment