Sunday, November 30, 2014

Eughhh.., Screww You.!!

WOW..., Really.., i can’t say anything, what i cee is, you r just fooling around, you r just fool yourself, are you really fool !??? entahlah, aku sendiri merasa agak aneh kenapa aku bisa memunculkan perasaan seperti itu untuk orang itu, kamu..!. atau mungkin ini hanyalah opini ku belaka, opini yang tak memiliki dasar, bukti, latar belakang, informasi yang valid, tapi sekali lagi, somehow.. i feel it’s like : Screw you.!

I pity on you, or rather, I pity on myself !?? Now that if I recall, its a Big HOW COME!?? That I had ever fall for someone like you. Someone that...., ackh..., i dont even know how to say it...
Hmmm.....,

Well, though for someone like me who have some kind of illness called ADW : A Severe, Incurable ailment that makes the patient (A) Able to (D) Do only what he (W) Wants to do, that is something that I dont Regret at all. Hanya sajaa..., ackh sekali lagi, nggak bisa menemukan kata-kata yang tepat selain : KOK Bisa Seeeh !???

I mean, in my opinion, I used to think, u’re smart, u’re strong (in many ways), u’re educated, u have principles, u’re not like teenage, u’ve grown up, u’re mature enough, and have many good points.., BUT..., NOW.., I have to admit it, that.. I’m wrong about you, for the most part.  
Haaahhhh...., Sorry to say, sorry if I’m rude.

Aku pikir, kamu bukan seorang galau-ers, kamu tahu betapa “Benci”, tidak sukanya aku dengan seorang galau-ers, I thought u’re different, U’re special, but then I realize You’r Not.!, sama saja, kalau nggak mau di bilang Lebih buruk tingkat galaunya dari seseorang sebelum kamu. Akhirnya kembali lagi pada ungkapan,  menjadi tua, bertambah usia itu pasti, tapi.. menjadi Dewasa itu Pilihan. Tadinya aku pikir, mungkin aku tidak cukup pantas buat kamu !?, tapi sekarang aku merasa Betapa Bodohnya aku pernah sempat berpikir seperti itu. Dan menyadari hal itu, ada bagian dari diriku yang entah kenapa merasa lega, plong, seolah berkata.., “untung aja aku......”

Well, ini bukan cacian , bukan pula makian untuk orang itu, kamu. Ini hanya muntahan rasa dari diriku yang sedang merasakan sebuah rasa : Eughhh., Screw you..!

Saturday, November 29, 2014

Jangan Menghina (kan) Diri Sendiri

Salah-satu favorit orang-orang membela diri itu adalah: saya sebenarnya juga tidak mau seperti ini, tapi mau apa lagi?

Tanyakan ke (maaf) pekerja seks komersil, kenapa mereka melakukannya? Maka jawaban khasnya adalah, aku sebenarnya juga tidak mau seperti ini, tapi mau apa lagi? Demi anak-anak. Biar bisa makan.

Tanyakan ke para pemabuk, bang, kenapa abang mabuk2an? Maka jawaban mereka, oi, dek, aku ini sebenarnya nggak mau mabuk, tapi mau apa lagi? Pusing kepalaku, dengan mabuk aku merasa bahagia.

Tanyakan ke para pengobat, narkotika? Maka jawabannya, aku tidak mau seperti ini, aku mau sembuh, tapi mau apa lagi?

Tanyakan ke homo, lesbian, banci, kenapa mereka punya preferensi seks yang berbeda? Maka jawaban mereka, kami juga tidak mau seperti ini, kalau bisa kamu mau normal. Ini bukan mau kami.

Tanyakan ke orang2 di sekitar kita. Favorit sekali pembelaan diri seperti ini.

Tanyakan ke perambah hutan, perusak hutan? Kami mau disuruh kerja apa? Berikan dulu kami kesejahteraan baru berhenti.

Tanyakan ke petani tembakau yg dibuat untuk rokok, atau buruh2 pabrik rokok. Kami harus kerja apa? Kami juga tidak mau seperti ini.

Tanyakanlah ke semua orang. Termasuk diri sendiri. Saat malas, kita juga sering ngeles. Ketika pekerjaan tidak selesai2, kita juga sering menimbun argumen. Saat tidak becus, gagal, berantakan, mengecewakan. Bukankah kita juga favorit sekali seperti mereka.

Nah, jadi sebenarnya ini yang keliru siapa? Bukankah sungguh, derajat manusia itu lebih tinggi dari hewan dan tumbuhan? Berhentilah membuat diri sendiri hina. Kalian tahu cicak. Makanan favoritnya nyamuk. Mari kita bandingkan, yg satu bisa terbang, bisa kemana2, yg satu hanya bisa merayap. Tapi cicak tetap bisa makan nyamuk, dengan sabar, terus ihktiar menunggu. Kita manusia memangnya lebih rendah dibanding cicak?

Lihat air yang menetes di atas batu. Terus-menerus. Lama-lama batunya berlubang. Air itu bahkan bukan mahkluk hidup, tapi bisa membuat perubahan besar, meski hanya tetes-tetes kecil. Manusia lebih mulia dibanding setetes air. Kita diberikan akal, kekuatan berpikir, kekuatan tangan. Kita manusia, diberikan kekuatan untuk mengubah nasib kita. Tidak bisa hanya bilang: mau apa lagi, sudah beginilah.

Maka sungguh, siapapun yang selalu saja bilang 'mau apa lagi', menyalahkan kondisi, lantas terus asyik melakukan kemaksiatan atau hal2 mubazir atau hal2 merusak, mereka jelas tidak sedang menghina Allah. Tidak sama sekali. Allah itu mulia, meskipun seluruh dunia maksiat, seluruh dunia tenggelam dalam kesia2an, hal2 merusak. Tapi orang2 ini, justeru sedang menghina dirinya sendiri. Melemparkan derajat manusianya yang tinggi ke tempat rendah.

Mereka sedang merendahkan diri sendiri. Termasuk kita, jika kitalah pelakunya, kita sedang merendahkan diri sendiri. Lupa betapa tingginya derajat manusia.
*Tere Liye*

Friday, November 28, 2014

Kemana hidup (nasib) akan membawaku ?

Itu adalah pertanyaan sederhana yang dalam beberapa hari ini sering muncul seperti “pop up” dikepalaku.  Entahlah.., pertanyaan itu muncul dan muncul lagi, tapi aku belum sekalipun menyempatkan waktu untuk menjawabnya secara serius. Kenapa pertanyaan itu muncul ? mungkin karena sebab aku sedang berada dalam masa sulitkah ? gelisahkah ? galaukah? atau..jenuhkah ?, sekali lagi, entahlaah.....

Jika aku coba pikirkan, mungkin jawaban yang lebih mendekati adalah, karena masa jenuh, jenuh karena ada hal-hal yang ingin kita capai, tujuan-tujuan yang ingin kita wujudkan, tapi.., dalam prosesnya tidak semudah seperti yang kita pikirkan atau kita harapkan , *kitaaa!??, loe aja kalii...! :D 

Dan semakin lama, bahkan tujuan itu bukanya semakin jelah terlihat tapi malah semakin kabur dan tak jelas, bahkan jalan yang kita lewati terasa justru semakin menjauh dari arah tujuan yang ingin kita datangi, sehingga muncul pertanyaan2 lainya yang memiliki tendensi meragukan, apakah jalan yang sedang aku jalani ini benar ? apakah arah yang sedang aku tuju ini benar, apakah aku tidak salah jalan, jangan-jangan aku tersesat, what the hell am I doing ? , kalau akau salah, apa mungkin aku harus berputar balik atau memilih jalan yang lain, memulai lagi dari Nol, sebagainya dan sebagainya. 

Lalu bagaimana cara menjawabnya?? Menjawab pertanyaan pokok diawal yang paling tepat?
Jawabanya tergantung pada nilai-nilai keyakinan yang kita pegang atau kita yakini kebenaranya.
Sedehananya aku sendiri bisa menjawab, Wallahu’alam.., Saane, who knows, nggak ada yang tahu kecuali Allah, Rabb yang menciptakan dan memeliharaku. Tapi jawaban sederhana seperti itu, jika tidak diikuti atau ditambahi dengan penjelasan lainya, rasa-rasanya kok tidak membuat aku puas. Alasanya?? Sederhana juga karena yang namanya Nasib, itu adalah hasil, X faktor dari hasil adalah Sebab dan Ketentuan. Bicara sebab, sesungguhnya masing-masing dari kita memiliki Power untuk menentukan dengan cara Berbuat, melakukan, memilih karena itu berada dalam kontrol kita. 

Sementara Ketentuan dalam hal ini segala sesuatu yang telag Dia tetapkan atas kita adalah diluar kontorol kita. Maka penjelasanya adalah Ya, nasib, siapoa yang tahu..akan dibawa kemana hidup kita, akan menjadi seperti apa hidup kita, hanya Allah yang tahu.. tetapiii..., ada bagian X lain yang kita memiliki kontrol sehingga Nasib kita kemana dan bagaimana bisa kita perbesar probabilitinya agar sesuai dengan seperti yang kita harapkan, seperti yang kita citakan, impikan, bayangkan, dengan cara membuat sebab-sebab yang sesuai denga requirement dari hasil yang kita harapkan.

Contoh sederhananya adalah, jika kita ingin nilai uijan kita besar atau lulus, maka sebab yang harus kita lakukan adalah belajar dan berlatih materi2 dan soal2 yang kemungkinan besar akan diujikan, tetapi, itu pun pada akhirnya tidak menjamin karena bisa jadi dalam prosesnya kita mengalami hambatan, skit pas waktu ujian, telat karena dijalan ada masalah, bangun kesiangan karena tidak menyalakan alarm, dan nggak ada orang tua atau orang yang membangunkan, atau soal ujian yang keluar tidak sesuai dengan materi-materi atau soal2 yang kita pelajari. Itu semua adalahfaktor X diluar kontrol kita, atau dalam bahasa lainya secara spontan mungkin kita akan menyebutnya sebagai keSialan kita, meskipun jika ditilik dari hal lainya atau dalam jangka panjang, hal seprti itu justru sebenarnya yang baik buat kita. 

Dari uraian diatas, sebenarnya, seudah cukup terjawab pertanyaan yang diawal. Kemudian untuk berbagai pertanyaan lanjutanya, akan coba saya jawab dengan sederhana juga. Pertanyaan ini seringkali muncul bukan hanya sekali dua kali atau kali ini saja sebenarnya, dan juga bukan hanya aku saja yang mengalami “memunculkan” pertanyaan ini, banyak orang atau mungkin bahkan hampir setiap orang pernah bertanya seperti itu ketika dihadapkan pada kenyataan mau apa, menjadi apa, arah mana yang mau dituju, dan ketika menghadapi kenyataan.. kok rasa-rasanya ada yang salah dengan jalan yang saya pilih.. #dong dong..!!

Jawabanya adalah, dikembalikan pada jawaban awal, paling awal yang pernah dibuat. Karena pasti, meskipun seringkali ada beberapa orang yang mengatakan bahwa apa yang dilakukanya tidak sesuai dengan yang dia inginkan alias tidak sengaja alias mengalir saja dllsb, tapi.. sekali lagi pasti.., tetap saja jika diurai ada alasan-alasan spesifik yang entah berapa besar nilainya atau konyolnya, pasti ada alasanya. Untuk hal yang konyol... mungkin bolehlaah.., ketika hal itu sudah tidak sesuai lagi, maka perlu dipikirkan ulang untuk melakukan revisi, redefinisi tujuan-tujuan dan alasan-alasan melakukan sesuatu dengan lebih serius, tepi.., bagi yang dari awal sudah serius.., maka cukuplah dikembalikan lagi pada alasan awal dan komitmen dalam menjalani prosesnya. Kaitanya dengan masalah.., ooohh.., itu harusnya sudah diantisipasi dari sejak awal, bahwa tidak akan mungkin mulus, lancar, dan tentu saja harus sudah siap. mengenai sepertinya sudah tidak relevan  lagi, itu perlu dipikir lebih masak-masak, karena jawabanya seringkali menjebak, menjebak dalm artian ada sisi lain dari diri kita yang akan menggunakan frase kata itu sebagai alasan untuk melarikan diri dari masalah, alias Nyerah, sementara bisa jadi itu bukan masalah pokoknya, tetapi karena motivasi dan endurance kita yang sudah tidak prima algi, alias loyo alias sudah tergerogoti oleh berbagai hal dan masalah disekitar kita. Maka jawaban yang paling tepat sepertinya adalah : Time Frame, refresh, Endurance dan TOTAl selama masih dalam time frame itu. 

Yup Yup.., Semangat, dan Keep your Endurance.! 



Thursday, November 27, 2014

Pentingnya Soft Skill

Fakta : Lulusan yang dicetak ternyata kurang tangguh, tidak jujur, cepat bosan, tidak bisa bekerja teamwork, sampai minim kemampuan berkomunikasi lisan dan menulis laporan dengan baik.
Dalam dunia kerja, komentar tentang kualitas para sarjana semacam,
"pintar sih, tapi kok tidak bisa bekerja sama dengan orang lain" atau
"jago bikin perancangan, tapi sayangnya tidak bisa meyakinkan ide hebat itu pada orang lain", atau
"baru teken kontrak 1 tahun tapi sudah mundur, kurang tahan banting, nih,”, bukannya tidak jarang telontar.

National Association of College and Employee (NACE), USA (2002), kepada 457 pemimpin, tentang 20 kualitas penting seorang juara. Hasilnya berturut-turut adalah kemampuan komunikasi, kejujuran/integritas, kemampuan bekerja sama, kemampuan interpersonal, beretika, motivasi/inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitik, kemampuan komputer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detail, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, indeks prestasi (IP >= 3,00), kreatif, humoris, dan kemampuan berwirausaha.
Menurut Patrick S. O'Brien dalam bukunya Making College Count, soft skill dapat dikategorikan ke dalam 7 area yang disebut Winning Characteristics, yaitu,
-          communication skills,
-          organizational skills,
-          leadership,
-          logic,
-          effort,
-          group skills, dan
-          ethics.
Kemampuan nonteknis yang tidak terlihat wujudnya (intangible) namun sangat diperlukan itu, disebut soft skill
Contoh soft skill antara lain: kemampuan beradaptasi, komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, conflict resolution , dan lain sebagainya. Hard skill dapat dinilai dari technical test atau practical test . Namun bagaimana cara untuk menilai soft skill yang dimiliki oleh seseorang?
Dalam proses perekrutan karyawan, sebuah perusahaan dapt menggunakan teknik wawancara yang mendalam dan menyeluruh dengan pendekatan behavioral interview . Dengan behavioral interview , diharapkan dapat menemukan atau mendapatkan calon karyawan yang tidak hanya memiliki hard skill namun juga didukung oleh soft skill yang baik.

Wednesday, November 26, 2014

SKA : Skill-Knowledge-Attitude

Once upon a time, when I was still in High school, I had ever think that to be success I  need to develope what I called SKA , which is :
- Skill (interpersonal, communication, analytical)
- Knowledge , and
- Attitude

Well..., this time, I want to write something about one of those three things, that is about Interpesonal skill :
Basically, Interpersonal skills could be divided into three areas 
- Communication skills, 
- Social skills and 
- Emotional intelligence.
Communication skills include literacy and verbal skills and listening skills such as "active listening". Active listening is where you repeat back some of what someone has said to show you have understood correctly.

Social skills include good eye contact, body language – for instance avoiding tightly crossed arms - and your ability to build rapport with other people. It also involves how well you interact with other people particularly your ability to understand "cultural" differences and act accordingly. "Culture" relates to ethnic and social cultures as well as different workplace cultures. For example, you would carry yourself differently in say an Adelaide law firm than you would in a Queensland advertising agency.

Emotional intelligence was all about self-awareness and emotional maturity. For instance, instead of losing your temper with a frustrating colleague, the most emotionally intelligent way to deal with the situation would be to speak calmly and with empathy for that person's situation. The goal would be to move the situation forward - not score points or vent steam.

"Emotional intelligence is having the self-awareness to know and understand what people want to hear from you and to effectively answer questions [in a job interview] without shyness or nervousness," Ms Ravell said.

"All of these things roll into what we call interpersonal skills - you have to be able to balance all those things in the right way to connect with the other person or people you are talking with," she said.



Tuesday, November 25, 2014

Smile - The Story of Happiness

This story is about a beautiful, expensively dressed lady who complained to her psychiatrist that she felt that her whole life was empty, it had no meaning.
So, the lady went to visit a counselor to seek out happiness.
The counselor called over the old lady who cleaned the office floors.
The counselor then said to the rich lady “I’m going to ask Mary here to tell u how she found happiness. All I want u to do is listen to her.”
So the old lady put down her broom and sat on a chair and told her story:
“Well, my husband died of malaria and three months later my only son was killed by a car. I had nobody. I had nothing left. I couldn’t sleep, I couldn’t eat, I never smiled at anyone, I even thought of taking my own life. Then one evening a little kitten followed me home from work. Somehow I felt sorry for that kitten. It was cold outside, so I decided to let the kitten in. I gave it some milk, and the kitten licked the plate clean. Then it purred and rubbed against my leg and, for the first time in months, I smiled.
Then I stopped to think, if helping a little kitten could make me smile, may be doing something for people could make me happy.
So, the next day I baked some biscuits and took them to a neighbor who was sick in bed.
Every day I tried to do something nice for someone. It made me so happy to see them happy.
Today, I don’t know of anybody who sleeps and eats better than I do.
I’ve found happiness, by giving it to others.”
When she heard this, the rich lady cried. She had everything that money could buy, but she had lost the things which money cannot buy.
“The beauty of life does not depend on how happy you are; but on how happy others can be because of you…”
Happiness is not a destination, it’s a journey.
Happiness is not tomorrow, it is now.
Happiness is not dependency, it is a decision.
Happiness is what you are, not what you have
Have a Good Day Broo and Sistaa.. :) 

Monday, November 24, 2014

Hedonic Treadmill

Ada satu pertanyaan menarik, Kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?
Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yg kemudian dikenal dengan nama:
“hedonic treadmill”.
Gampangnya, hedonic treadmill ini adalah seperti ini : saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis juga.
Kenapa begitu?
Karena ekspektasi dan gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dengan kenaikan penghasilanmu.
Dengan kata lain, nafsumu membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan pendapatanmu. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill: seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju. Sebab nafsumu akan materi tidak akan pernah terpuaskan.
Saat pendapatan 10 juta/bulan, mau naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alphard. Ini mungkin salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.
Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski pendapatan makin tinggi. Sebab harapanmu akan penguasaan materi juga terus meningkat sejalan kenaikan pendapatanmu.
Ada eksperimen menarik: seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.
Apa yang terjadi? 6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.
Itulah efek hedonic treadmill: karena nafsumu terus meningkat, kebahagiaanmu seolah berjalan di tempat, meski pendapatan melompat 10 kali lipat. Atau bahkan dapat hadiah 5 milyar.
Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill? Lolos dari jebakan nafsu materi yg tidak pernah berhenti?
Disinilah relevan utk terus mempraktekkan gaya hidup yang minimalis, yang bersahaja: sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.
Sebagian lagi, mengubah orientasi hidup, makin banyak berbagi kebahagiaan dengan orang lain, teruji makin membahagiakan.
Prinsip hedonic treadmill adalah : more is better. Makin banyak materi yang kamu miliki makin bagus. Jebakan nafsu yang terus membuai.
Makin banyak mobil yang kamu miliki, makin bagus. Makin banyak properti yang kamu beli makin tajir. Godaan nafsu kemewahan yang terus berkibar-kibar.
Gaya hidup minimalis punya prinsip yang berkebalikan : less is better. Makin sedikit kemewahan materi yang kamu miliki, makin indah dunia ini.
Gaya hidup minimalis yang bersahaja punya prinsip: hidup akan lebih bermakna jika kita hidup secukupnya, terlebih bisa membahagiakan orang lain. When enough is enough.
Prinsip hidup bersahaja, yang tidak silau dengan kemewahan materi, mungkin justru akan membawa kita pada kebahagiaan hakiki.
Terlebih lagi, bila bisa bahagia bila melihat orang lain bahagia.
Sebab pada akhirnya, bahagia itu sederhana : misal masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga dan tersenyum mulai di pagi hari, lanjut membaca “makanan” spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas.
Selamat menemukan kebahagiaan yang bersahaja, kawan.
Notes : Bakhtiar Rahman

Sunday, November 23, 2014

Cukup Letakkan Gelasnya

Seorang dosen memulai kuliah dengan memegang sebuah gelas berisi air, dan bertanya, “Kira-kira berapa berat gelas ini?” sambil mengangkat gelas tersebut pada posisi agak tinggi hingga seluruh mahasiswa dalam ruangan bisa melihatnya.
“50 gram..100 gram..150 gram..entahlah,” jawab seorang mahasiswa.
“Kita takkan tahu jika tak menimbang nya,” jawab sang dosen diiringi tawa kecil para mahasiswa.
“Pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi kalau saya mengangkat gelas ini selama 3 menit?” lanjutnya.
“Tidak akan terjadi apa-apa,” kali ini jawaban seorang mahasiswa terdengar sangat meyakinkan.
Dosen tersebut masih melanjutkan, “Kalau saya mengangkatnya selama sejam?”
“Wah..tangan anda akan keram, Prof,” jawab si mahasiswa.
“Bagaimana kalau aku mengangkatnya seharian?” tanya sang dosen belum puas.
“Entahlah, mungkin tangan anda akan mati rasa, beberapa otot akan terluka mungkin juga lumpuh. Dan yang jelas anda harus dibawa kerumah sakit,” seisi ruangan tertawa.
“Betul sekali, lantas apakah berat gelas ini akan berubah?”
“Tidak, Prof.”
“Lalu apa yang harus saya lakukan supaya hal-hal buruk diatas tak perlu terjadi?” sang dosen terus bertanya.
“Anda tak boleh lupa untuk meletakkan gelasnya.”
“Persis !, jangan mengangkat gelasnya terlalu lama.”
Masalah hidup layaknya gelas tadi, semakin lama kita bawa, semakin lama kita akan terbebani, semakin menderita pula kita pada akhirnya.
Bobot masalah takkan berubah sedikitpun hanya kita begitu lama dan dalam memikirkan nya.
Benar bahwa setiap masalah memang harus difikirkan untuk dicari solusinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mempercayakan semua pada Allah, bahwa ditanganNya lah segala kuasa. Dia yang mengatur alam semesta, menjaga keseimbangan bumi, sangat mustahil jika Dia lupa memberi kita jalan keluar. 
“Dialah yang  menurunkan keterangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana” (Qs. Al Fath : 4).
Ketenangan hati adalah bukti kuatnya iman, sebaliknya kita harus hati-hati saat dilanda terlalu banyak kegelisahan, seolah masalah kita sangat besar, hingga merasa sebagai manusia paling menderita. Karena bisa jadi saat itu iman kita berada di titik nadir hingga syaithan leluasa menggoda.
Hiduplah dengan semangat pemburu syurga bukan sekedar pemburu dunia yg penuh tipu daya syetan didalamnya (bangga dg harta, kedudukan, kecantikan, dan lain sebagainya).
Bila semua kita pasrahkan kepada NYA  niscaya takkan ada masalah yang terlalu berat terasa.
Notes : Pak Fahrizal Zein

Saturday, November 22, 2014

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.

Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita berada diposisi satu langkah didepan akan menentukan seberapa banyak kemungkinan kesempatan yang bisa kita ambil, kita manfaatkan untuk kedepanya, peluang2 terbaik untuk menjadi pemenang.

Saya memiliki satu contoh klasik pengalaman saya yang berkaitan dengan tema ini, yaitu sewaktu saya masih duduk di kelas 3 SMA. Waktu itu saya adalah anak IPS, singkat cerita saya ingin masuk Universitas Indonesia (UI), salah satu peluang untuk bisa masuk UI waktu itu adalah melalui jalur PPKB, yaitu jalur undangan yang di berikan oleh UI kepada sekolah2 berprestasi di Indonesia, salah satunya adalah SMA ku di Cirebon. Berbeda dengan anak IPA, anak IPS memiliki peluang untuk bisa diterima di UI dengan cara yang lebih ringan, yaitu nilai rata2 yang di ambil adalah kelas 3 aja, dan hanya rangking 1 kalau tidak salah karena ada kuota untuk setiap SMA dan kuota untuk IPS jauh lebih sedikit dibanding IPA.

Karena aku ingin masuk UI, maka target pertamaku adalah berusaha keras bagaimana caranya aku bisa Rangking 1 di kelas. Singkat cerita aku hanya berhasil menadapat Rangkin 4 di kelas, alias aku gagal. Yang jadi ,masalah adalah, antara Rangkin 1 sampai 4 sebenarnya nilai Raportnya sama.., alias pengurutan itu didasarkan oleh faktor X yang lain.., yang jadi masalah lagi waktu itu adalah bahwa ada salah satu hasil mata pelajaranku yaitu Bahasa Indonesia itu sama dengan hasil salah satu temanku, yaitu 7,5.., tapi di raport nilaiku menjadi 7 dan temanku karena satu alasan dinaikan jadi 8, which is buat aku waktu itu merasa its not fair!!. Kenapa, bisa anda lihat, kalau saja nilai ku dengan temanku diperlakukan sama, di naikan, maka secara otomatis nilai raportku bisa unggul 1 angka dibanding 3 temanku yang lain, yang mana itu berarti aku dapat menempati Rangking 1 dan bisa mengambil peluang untuk mendaftar PPKB di UI.

U ce....!?? 1 poin, 1 angka atau bahkan dalam dunia kompetisi balapan apapun, nila 0,001 detik memuiliki arti yang sangat signifikan dalam menentukan kita menajdi apa dan bisa menadapat peluang apa didepan, arti signifikan dari makna sebuah kalimat sederhana “ one step ahead”. J

Sunday, November 16, 2014

Cerita Smansa, Aku dan Ekskul Pramuka

Entah darimana aku mendapatkan foto ini, aku agak lupa, tapi kalo nggak salah ada salah satu teman facebook yang share nih foto, atu aku sendiri yang waktu itu kebetulan surfing foto2 punya temen dan kebetulan menemukan foto ini, daan..., eh, ada aku didalamnya, hehehe.., yang jelas, sejak aku menemukan tuh foto, langsung deh aku save dan baru kali ini menyempatkan untuk membuat tulisan yang berkaitan dengan nih foto.

Saya lupa kapan foto ini diambil, tapi yang paling memungkinkan sih, kalau di ingat yaitu pada waktu ada rencana mau dibuat Buku kenangan menjelang kelulusan. Yup.., itu adalah moment dimana hampir setiap anggota ekskul diambil fotonya. Naahh.., berarti, karena mengingat seperti itu kejadianya, jadi teringat bahwa dibuku kenangan itu jug aku ada di foto ekskul lain yitu DKM, well.. next time mungkin bisa aku ceritain.

Pramuka.., apa itu pramuka, sekali lagi, kalo nggak salah neh ya.., Pramuka itu singkatan dari Praja Muda ........, Merana  !???, ahahahaha.., nggak lah yaaa.., tapi beneran, aku lupa singkatan dari Ka nya., well, its, ok.  Sejak kapan aku ikut pramuka ?, aku nda tau, tapi kayaknya sejak kelas 1 dan terus kelas 2 SMA, itu pun seingetku nggak begitu aktif sebenarnya alias aku bukan anggota yang baik dan benar dalam mengikuti organisasi ini. Alasan kenapa aku ikut juga rasanya samar-samar, ahahaha.., kayak apa aja samar-samar.

Yang aku inget adalah, sewaktu kelas 1 SMA, ada sebuah kegiatan wajib kemah yang diadakan sekolah, kegiatan pramuka, waktu itu kegiatanya diadakan di Jatinangor. Well... ada cerita tersendiri dan cukup meriah alias banyak memori  dan cerita sewaktu kemah di jatinangor ini, itu beda lagi lah yaa...,

Singkat cerita aku ikut organisasi Pramuka, waktu itu yang aku ingat sampai sekarang, teman-teman didalamnya adalah ada Ahmad Bakhrun, temen sekelas, dan waktu itu jadi ketua kelas 2.3. kemudian ada Meta, nama lengkapnya meiftia hartono, tapi yang jelas aku waktu itu aku nggak deket sama dia, bahkan bisa dibilang jauh dari deket, yaa.. sekedar Cuma kenal nama aja, kenal muka dan kenal kalo dia itu cerewet dan suka gaul sama genk-nya yang didalamnya ada orang yang aku waktu itu agak risih, soalnya gemulai.., kalu nggak mau di bilang kebanci-bancian.

Cerita yang agak dalam keinget banget saat aku jadi anggota pramuka adalah pas waktu kegiatan malam untuk mendapatkan emblem hijau yang bergambar pramuka itu loh.., yang dipakai di pundak kiri dan kanan, ituu... waktu ngambilnya adalah malam-malam, di pekuburan china di jalan apa yaa.., lupa. Yang jelas ceritanya seh.., sambil uji nyali gitu.., aku waktu itu dapet dua-duanya, dan mengenai uji nyali, beuhhhhh.., jujur, biarpun di kuburan, nggak ada takut2nya tuh waktu itu, secara.. maung masa takut, hahahaa.., mauung.., alias macan, waktu itu emang aku gemar nyambet macan makanya dikenal maung sama temen2, bahkan sampai sekarang seringkali masih ada aja yang manggil aku maung.

Di tahun berikutnya, kelas 2 kalo tidak salah lagi, aku menjadi salah satu pengurus kayaknya, dan waktu itu ikut jadi yang membimbing kegiatan kemah anak2 kelas 1. Aku inget kegiatanya dilakukan di kuningan. Wewww..., mulai muncul berbagai bayangan ingetan pas waktu itu, padahal sebelumnya nggak pernah inget loh.., inget kalo waktu itu aku masih jomblo dan waktu acara kemah itu tertari sama adik kelas yang suaranya bikin eeeeee.... , waktu itu malam purnama, ada kejadian anak kelas 1 kesurupan pas ikut acara uji nyali, eh nih anak ketakutan, jadi aku nemenin di tendanya, pastinya seh nggak sendirian. Disitu aku ngobrol, dan entah kenapa, mungkin karena jomblo kali yahh.. rasanya jadi tertarik. Singkat cerita pas udah balik ke sekolah mau pdkte, tapi ndilalah tuh anak agak jutek, nggak kayak waktu di kemah,... beuuhhhh.., menjauhlah kau.., urung niatku untuk pdkte.. ya kaleeee..,

Terus cerita apa lagi yah ??, jujur aja, nggak banyak cerita istimewa yang bisa aku ingat pas waktu aku ikut pramuka di SMA, tapi.., ada tapinya, walau bagaimanapun tetap lah yaaa.., aku pernah menadi salah satu anggota Gugus Paksi Nagaliman ini, #kalau nggak salah, dan pernah ikut mengisi dan membuat cerita didalamnya pada masanya, dan sampailah akhirnya bisa ikut pada jepretan dalam foto ini, hehehee..., well.., its a nice memory. J

Saturday, November 15, 2014

Cerita di Kebun, Kulit Ular Orochimaru

Hallooo.....,
Hahahhahaa.., aku kok nulis judul tulisan ini berasa aneh, entah kenapa pas aku mau ngasih judul nih tulisan yang intinya tentang kulit ular eh, yang pertama POP di kepala adalah anam Orochimaru. Buat kalian yang pernah baca manga jepang, Naruto.. pastinya tau kan yah.. siapa si orochimaru ini, dia adalah salah satu tokoh ninja yang menjadi salah satu legenda di desa Konoha. Jutsu-jutsu yang dia kembangkan sebagian besar adalah berhubungan dengan dunia Per-Ular-an, alias World Snack.. eh Snake maksudnya.. :D

Okeeh.., thats aside.., yang jelas sebenarnya dalam tulisan ini aku lagi nggak niat mau membahas si orochimaru, tapi tentang penemuan mengejutkan dari salah seorang karyawanku di kebun ketika dia sedang bersih-bersih didalam kumbung jamur, eh., lagi asik-asiknya bebersih, tetiba dia menemukan kuliat ular yangmasih utuh, selidik-temu selidik atau lebih tepatnya terke temu terka sepertinya kulit ularyang ditemukan itu adalh kuliat ular dari si ular yang baru saja berganti kulit alias “nylungsumi” bahasa cerbonya, atau..., yaaa.. cari sendiri lah bahasa ilmu kehewananya, saya sendiri kurang tahu dan, ntar dulu coba say cari tahu di mbah google.. , ahhh..., ketemu, istilahnya Shedding, yaitu proses ular berganti kulit.

Yang aneh dalam cerita kali ini adalah (sebenarnya gak terlalu aneh juga seeh..) semua bagian kulit ular ini utuh dari kepala sampai ujung kulit di buntutnya yang kecil,, jadi benar-benar utuh, biasanya sejauh yang pernah saya tahu dan saya temui, karena bukan kali ini aja saya menemukan kulit ular hasi slumsuman, ituu..., kulitnya nggak utuh alias rusak alias ada bagian yang hilang. Hal yang kedua adalah bahwa kulit ular ini masih lentur alias belum rapuh, jadi dari hasil investigasi yang gak penting itu dapat disimpulkan bahwa kulit ular itu masih baru terlepas dari tubuh si empunya alias masih anget, hehehehe.., penampakkan dari kulit ular itu seperti yang bisa anda liat di foto saya.

Buat saya, yang kehidupanya saat ini lebih banyak berkecimpung dengan dunia perkebunan, maka dan pastinya bertemu dengan makhluk2 seperti ini sudah tidak aneh lagi, bukans ekali dua kali. Jadi rasanya sudah biasa, nggak geli lagi atau takut lagi, yaa.. dalam kasus usaha preventif sih pastinya dilakukan lah yaa.., kaya usaha menebar garam disekitar areal atau wilayah yang kita anggap nda boleh ada ular numpang lewat maka perlu, tapi semakin lama berkecimpung di dunia perkebunan, rasa-rasanya sikap saling mengerti dan tenggang rasa antara aku dan para makhluk hewania termasuk ular sepertinya udah kebentuk. Reaksi mereka ketika bertemu denganku nggak berlebihan pun sebaliknya, karena sepertinya mereka sudah paham, mafhum bahwa si empunya kebun ini nggak ada niatan untuk menyakiti atau membunuh mereka dan memang aku nggak ada niatan untuk melakukan hal seperti itu, sama-sama pengen hidup lah, yaa...

Dulu, waktu masih awal-awal disini, pernah ketemu sama ular jenis kobra, sama karyawanku dan aku juga ikutan, ntuh ular kita tangkap dan kita masukkan kedalam kandi,.. emm.., kalo nggak ngerti kandi, bahasa yang lebih umumnya adalah karung, kita iket dan kita gantung, niatnya seh.., besoknya mau kita jual, hahahaha.., eh.., pas pagi-pagi kita bangun, ternyata ularnya udah nggak ada, alias lolos, rupa-rupanya dia menggigit bagian pojok tuh karung, membuat lobang dan meloloskan diri, emang belum takdirnya tuh ular buat di jual, hahaha..

Okeh,,.. itu dia ceritaku tentang penemuan kulit ular yang mengagetkan sejagat kebunku, hahahah.., #nggak penting.  Tampaknya nggak begitu menarik, tapi.., yaa.. seru aja menemukan hal-hal pengalaman yang bisa aku bagi dalam bentuk cerita, cerita dunia kebun, cerita dunia abdur. CU

Friday, November 14, 2014

Cerita Berkebun, Tomat Cherry di Kebun Kecilku

Assalamu’alaikum..., ehm ehm...
Ada cerita apa hari ini brooo..., ? hmmm, cerita apa ya.., okeh.., sebenarnya ceritanya bukan cerita baru, tapi bukan cerita yang udah lama juga seeh.., alias bukan cerita yang usang. Jadi,.. sejak dari beberapa bulan lalu aku sebenarnya udah mulai mengejawantahkan (aduhhh.., bahasanya tuh yak.. :D ) salah satu hobby, minat dan hobby ku di bidang pertanian, yup.., kamu pasti sudah bisa menerka tentang apakah itu...!???, yaitu tentang hobby menanam alias berkebun.

Cerita berkebun kali ini berawal dari sejak beberapa bulan lalu, pas waktu aku belanja di Toko Pertanian di Parung, Bogor, aku sekaligus menyempatkan untuk membeli beberapa jenis benih yang tadinya, niatnya mau aku tanam di kebun sebagai bahan uji coba alias research sekaligus bahan pelampiasan itu tadi, hobby. Naah.. salah satu bibit yang aku beli waktu itu adalah bibit Tomat, kamu tahu kan apa itu tomat.., tomat adalah sejenis makhluk hidup yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan diantara makhluk yang bernama manusia, mengenai apakah dia (tomat) masuk kedalam golongan sayuran atau buah-buahan , hahahaha.., iya, tomat.

Naah.., pas aku beli, aku agak lupa jenis apa yang aku beli itu, sebenernya ada gambarnya seeh.., tapi aku nggak terlalu peduli. Pas udah di semai, kemudian di pindahkan di polybag kecil, kemudian di polybag besar dan sampailah pada masa berbuah,.., eh, baru nyadar kalo tomat yang aku tanam kok buahnya kecil-kecil yah,..selidik temu selidik, pas aku cek lagi, baru ngeh kalo bibit yang aku tanam adalah bibit tomat cherry, which is yaa,.. kecil-kecil buahnya hahahaha.., payah.., #dung dung

Kamu tau nggak, pada kenyataanya, ketika kita menanam sesuatu dan kemudian berbuah, seringkali nafsu untuk memakanya itu berkurang, bukan karena nggak doyan, tapi berasa sayang.. hehehe.., kayaknya lebih enak untuk dipandang daripada dimakan. Lebih sedap dipandang mata. Tapi yaa kalo lagi udah mupeng, yaaa.. pada akhirnya dilahap juga seeh.., satu hal yang perlu kamu tahu lagi, rasa dari buah yang kita tanam itu “beda” loh dari rasa buah yang kita dapat dari membeli di warung atau pasar. Bedanya adalah mungkin karena ada jerih payah, effort yang ikut kita tanam didalamnya, jadi neh yaa.., meskipun kalo aku rasa sebenarnya rasa dari tomat cherry yang aku makan nggak manis bahkan cenderung agak asam-asam seger, tapi, “nikmat”nya itu terasa. Nggak banyak tapi nikmat. Wong mau nelen makanya aja harus dihayati hayati lebih dulu. Hehehe..

Sebenarnya awalnya aku nyemah agak banyak, tapi karena waktu pemeliharaanya kurang serius, jadi banyak yang berguguran dan hanya ada beberapa yang bisa aku selamatkan dan bisa sampai tumbuh berkembang  dan berbuah. Kamu tau nggak,.. katanya neh.., katanya, tomat cherry di kita sama di eropa itu beda loh,.. kalo di Eropa, rasanya manis, kalo di kita memang seperti itu, nggak manis. Itu katanya.., kata seniorku yang udah pernah kesana dan nyicipin rasa tomat cherry disana, aku yaa belum tau,.. wong aku belum pernah kesana, yaa.. semoga saja dalm tempo 1 – 2 tahun lagi aku bisa kesana yaa.., biar bisa juga ikut nyicipin tomat cherry ala eropa, hehehe.. aamiiin.

Yup.., kurang lebih, itulah cerita sederhana kali ini,
 tentang berkebun tomat cherry di kebun mungilku, di Solid Botanica.Ini ada sedikit penampakan pas waktu aku nampang didepan salah satu buah yang akhirnya harus rela dikorbankan masuk kedalam mulut dan diproses oleh perutku, alias dimakan, hehehe...,

Thursday, November 13, 2014

Pengertian Ribath

Masih teringat tema khutbah Jum'at minggu kemarin, yaitu tentang Ribath. Jujur saja.., mungkin sebenarnya aku pernah denger hanya saja mungkin sudah lupa, tapi pas kemarin ndenger, rasa-rasanya kok ini seperti hal yang baru buat aku, kok gak ada dalam perbendaharaan kata dan pengetahuanku, bahkan ketika khatib mengucapkan kata itu aku dengan samar-samar dengernya Riba..,, tapi isi kepalaku mencerna dan menolak, masa Riba seh.., dan semakin aku dengar-aku dengar semakin jelas, yaitu Ribath.

Singkat cerita, hanya ada beberapa hal point-point  ynag bisa aku tangkap dari tema ini, makanya selagi masih ingat akhirnya aku cari tulisan tentang tema ini dan dapatlah tulisan yang di tulis oleh Ustadz M. Aminullah, disini aku sodorkan ulang alias aku comot kontentanya, bukan apa-apa, sebagai bahan pembelajaran bagi yang belum tahu, belum mafhum dan pengingat bagi yang lupa. semoga bermanfaat, aamiin.. 



“Maukah kutunjukkan kepadamu apa yang dapat menghapus dosa dan meningkatkan derajat?” Para sahabat menjawab, “Baiklah ya Rasulullah!” Beliau bersabda, “Menyempurnakan wudhu di saat kesukaran, banyaknya langkah ke masjid, menunggu sholat (berikutnya) sesudah menunaikan sholat. Itulah yang disebut ar-ribath. Itulah yang disebut ar-ribath (terikat karena menunaikan tugas).” (HR Muslim)

Hadits di atas kita dapati di dalam Riyadhus Sholihin di Bab Keutamaan Wudhu. Di dalamnya Rasulullah saw menyebutkan pentingnya ribath. Ribath biasanya dipergunakan dalam pengertian bersiap siaga menghadapi musuh namun dalam hadits di atas disebutkan bahwa menanti waktu-waktu sholat dengan bersiap dalam keadaan wudhu dan berjalan jauh ke masjid termasuk ribath. Ribath berasal dari kata robatho yang artinya mengikat.

Dalam Al Qur-an, yang dimaksud ribath adalah menyiapkan diri terikat dalam pembelaan Islam, sebagaimana firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siagalah (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS Ali Imraan: 200). Dalam ayat ini, Allah menggandengkan kata ribath dengan sifat shabar dan mushabaroh. Tanpa kesabaran dan memperkuat keshabaran (mushabaroh), ribath akan gagal. Shabar adalah menahan diri atas sesuatu yang tidak disukai karena mengharap ridha Allah. Sedangkan, mushabarohartinya saling berbuat antara kedua pihak atau mengungguli musuh dalam kesabaran.

Ribath itu ada dua macam: Pertama, ribath (terikat) di front peperangan untuk membela dan menegakkan Islam. Ini lazimnya cukup ditangani oleh sebagian ummat Islam. Kedua, ribath(terikat) secara kejiwaan yaitu memelihara diri jangan sampai terjatuh ke dalam larangan Allah serta memaksa diri mengerjakan amal-amal sholeh dan membiasakannya terus menerus. Ribath ini wajib dikerjakan oleh seluruh Muslimin. Ribath jenis kedua tidak menggugurkan ribath yang pertama karena jihad membela Islam tetap berlangsung dan menjadi kewajiban Muslimin kapan pun dan di manapun manakala waktu dan kesempatannya terbuka.

Sementara itu, hadits di atas menjadi dalil bagi ribath jenis kedua ini. Karena di ujung hadits tersebut Rasulullah saw berkata, “Itulah yang disebut ar-ribath (terikat karena menunaikar tugas)”. Dengan kata lain, hadits menggambarkan betapa besarnya perhatian Rasulullah terhadap julus fi masajid (duduk di masjid). Rasulullah saw menjelaskan bahwa menghapus dosa dan meninggikan derajat dilakukan dengan memakmurkan masjid-masjid. Dengan menggunakan kata ribath, beliau memberikan perumpamaan seorang yang memakmurkan masjid tidak ubahnya sebagai mujahid yang berperang menghadapi musuh.

Berdasarkan hadits di atas yang disebut ribath dan akan menaikkan derajat serta menghapus dosa:

1. Melakukan wudhu kendati di saat kesukaran air. Yaitu memelihara kesucian diri dengan kondisi bersiap melaksanakan sholat kapan pun dan di mana pun. Sebab, wudhu adalah diantara syarat sahnya sholat. Hal ini tergambar pada para sahabat Rasulullah yang mencintai kesuciaan dan tempat yang suci (masjid): “…Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”. (WS At Taubah: 108)
2. Menunggu-nunggu waktu sholat dengan penuh harap berjumpa dengan Allah.
3. Mendatangi masjid dengan sholat berjamaah meskipun tempatnya jauh. Nabi SAW bertanya kepada malaikat Jibril as, “Wahai Jibril, tempat manakah yang paling disenangi Allah?” Jibril AS menjawab, “Masjid-masjid dan yang paling disenangi adalah yang pertama masuk dan yang paling terakhir meninggalkannya…” (HR. Muslim)

Di tengah gencarnya sekularisasi dan ghazwul fikri (pertarungan pemikiran), setiap Muslim dituntut untuk bertahan di masjid sebagai benteng akidah dan akhlak kaum Muslimin. Apalagi seorang aktivis dakwah Islam, dia bukan hanya dituntut untuk melakukan ribath, tetapi juga meramaikan masjid.
Di masjid-masjid, rahmat dan kasih sayang Allah bertaburan. Maka dengan memperbanyak duduk di masjid, Muslim berorientasi mempertahankan masyarakat Islam. Adapun pengajian di masjid akan dengan mudah dibentuk manakala masjid-masjid telah menjadi tempat ribathpara aktivis.
(Ditulis oleh M. Aminullah)

Wednesday, November 12, 2014

Abdurrohman Nomics 2020

"Nilai Kekayaan abdurrohman 2020, Kamis, 31 Desember pukul 23.59’59” senilai Rp. 1 T (Satu Triliun) Rp. 1.000.000.000.000"

Bismillahirrohmanirrohiim....

Yup.., itulah satu kalimat yang aku sematkan sebagai visi 2020 yang berkaitan dengan financial planning. Spesifik tanggal waktu dan nilainya, terukur atau tidaknya Wallahua’lam, bisa tercapai atau tidaknya,. Sekali lagi Wallahu ‘alam.., we will see.., I hope I can Achieve, aamiin.

Terlalu tinggi !??..mmm.., mungkin, tapi apapun bisa terjadi, tapi bisa juga terlalu rendah. Mimpi ..!?? mmm.., bisa jadi, tapi sekali lagi, wong mimpi itu bebas, dan kalau yang bebas aja harus dibatasi, gimana yang notabene “nggak bebas”. Ada keterbatasan, iyaaa.. pastinya,  ada kejadian yang luar biasa, by design irasional.., unthinkable, tak terpikirkan, tak terkirakan, aneh.. itu juga tidak bisa diingkari. Yang pokok adalah,.. saya punya visi pencapain sampai dititik itu, dan saya tidak mau membatasi berbagai kemungkinanya, yang perlu saya lakukan hanyalah berusaha, berdoa dan bertawakkal, bahasa dulunya aku seing menyebut sebagai IDQ : Ikhtiar, Doa, Qona’ah.

Jadi gini bro,..
Jalan hidup yang aku pilih saat ini, adalah menjadi pengusaha.., berbeda dengan pengusaha.., hitung-hitunganya itu masih bisa masuk, kalo employee.., berdasarkan hitungan normal, gaji sekian, penghasilan setahun sekian, maka dalam 6 tahun kurang lebih bisa kelihatan sekianya.., kalo pengusaha, itu range probabilitasnya sangat lebar, rentangnya bisa mulai dari minus sekian sampai surplus sekian, kalo belum beruntung yang minus abissss, kalo beuntung apalagi ditambahin satu kata didepanya “sangat” yaa..bisa Surplusss abis, tak terkira dan tak terhingga.

Tidak bisa diingkari faktor “keberuntungan” masuk menjadi variable utama didalamnya, beruntung dalam artian setelah berusaha loh yaak, bukan beruntung seperti dapat undian hasil kocokan.
Kenapa 1 T ? welll,,.. thats how I chalenge myself. I like the number, I like the sound.. :D, yang jelas I like it.  Kenapa 2020.., welll.., no specific reason, sekali lagi, I like the number, dan secara itung-itungan usia, saat itu kurang lebih aku lagi di usia plus minus thirty five laah,,, Insya Allah, kalau masih ada umur. HOW ?? ini nih pertanyaan krusialnya, maksdunya.., tuh angka nilai 1 T itu nggak mungkin kan ujug-ujug, kedebug, dateng, jatuh dari langit, intinya harus di breakdown. Nah cara-cara breakdownnya ini yang terus aku usahakan, kata kuncinya.. usaha, kemudian leverage, dan  multiply.., kalau pake rumus standar sepertinya memang agak susah, tapi kalu pake rumus yang tadi itu, Wallauhu’alam.., saya yakin peluangnya besar.

Untuk APA ??, itu pertanyaan selanjutnya.., well, itu adalah target, achievement.., untuk apanya itu lain kasus, sudah saya buatkan jauh-jauh hari alokasi pos-pos distribusinya, yang jelas untuk dimanfaatkan dalam rangka keseimbangan antara tujuan jangka panjang (Akhirat) dan jangka pendek (dunia).

Itu broo..., kurang lebihnya. Sekali lagi, saya hanya menggunakan rumus IDQ tadi, tercapai atau tidaknya tentu untuk sekarang hanya Allah yang tahu, tapi selagi masih ada waktu, sampai detik terakhir waktu yang ditetapkan, 3 hal itu yang akan terus aku pegang, berproses dan terus melakukan perbaikan, pada akhirnya, jika kita ada niat, selama itu baik dan Allah yang Maha Agung, Maha Tinggi, Maha Kaya, yang menjadi sandaran kita, apa sih yang nggak mungkin !??. tapi lagi-lagi.., seberapa pun mungkinnya Allah berkehendak, tapi kalau kita sendiri ndak yakin, dan bisa menaruh kepercayaan ke diri sendiri.., yaa.., podho wae boong, Ngapusi.!  Hehehe.., iya ndak..!? maka dari itu.., yuk.., Percaya diri, Percaya ke Allah, dan Semangat.! GANBATTE..!! Man Jadda wa Jadda.., Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan sampai pada yang dituju. J

Tuesday, November 11, 2014

ADW Able to DO only what i WANT to do

Ada satu penyakit..,syndrome yang aku miliki dan baru aku sadari bahwa penyakit ini eksist setelah aku baca sebuah manga yang aku lupa judulnya, kalau nggak salah Denpa Kyoushi judulnya, nama penyakit itu adalah ADW : (A) Able to (D) Do Only what i (W) Want to do, ahahahahah.., alias penyakit seenak wudele dhewe’.., itu bahasa jowo nya., atau Penyakit maunya sekarepe dewe.! #dung-dung-dung.... :D

Sejak kapan aku mengidap penyakit itu ??, entahlah...yang jelas sejak dulu kala sampai aku mengenal nama penyakit itu.  Tapi kalau mau jujur, ada enak ada nggaknya loh punya penyakit ADW itu, enaknya, notabene penyekit ini mewakili apa yang namanya kebebasan, kebebasan hidup, kebebasan memilih dan kebebasan menjalani hidup. Nggak enaknya adalah ketika kita memilih bebas tapi tidak mampu atau tidak bisa bertanggung jawab. Maksudanya !???, iyaa..., pada dasarnya kebebasan itu adalah hak dasar, hak asasi. Dalam hal apapun sejak manusia di ciptakan ada satu hal yang melekat pada dirinya yaitu kebebasan, tapi yang namanya hidup seiring dengan kebebasan juga ada yang namanya konsekuensi dan konsekuensi ini ujungnya adalah tanggungjawab. Ketika kita sebagai human being hanya fokus pada apa yang disebut kebebasan tanpa melengkapinya dengan kemampuan bertanggung jawab maka penyakit ini, si ADW ini seringkali arahnya jadi nggak enak, negatif lebih mendekati apa yang disebut sebagai penyakit malas.

Jadi alih-alih kita memiliki prinsip kebebasan dalam memilih dan menjalani hidup seperti yang kita inginkan, tapi kalau salah arah malah jadinya lebih pada pengertian malas melakukan apa-apa yang tidak kita inginkan, nah.. kalau yang tidak kita inginkan itu kebetulan Buanyaaak dan pastinya Buanyaaak, yang tidak kita suka itu Buanyaaaak dan pastinya Buanyaaaak.., kemudian kesemua-semuanya itu tidak kita lakukan meskipun pada kenyataanya penting buat kita, buat hidup kita, maka penyakit ADW ini sebenarnya sudah bertransformasi menjadi Virus Akut yang dinamakan MALAS!, dan orang yang punya penyakit ini dalam dunia sehari-hari dikenal dengan istilah “PEMALAS.!!”.

Tapi jika ADW ini pengertianya lebih ke arah hal yang positif, tentang keberanian memilih karena prinsip hidup, realitanya nggak gampang juga loh.., maksudnya nggak gampang adalah, ini kaitanya dengan idealisme hidup, menjalani hidup dengan berpegang pada values, prinsip-prinsip yang diyakini kebenaranya, itu nggak mudah loh. Ibarat kata seperti memegang bara api, Aiiihh..., lebay, atau ibarat kata seperti berenang untuk bertahan dalam posisi ditengah-tengah arus, itu nggak gampang, bukan lagi ngomongin ngelawan arus loh ya, hanya mempertahankanya saja, it needs so much energy and effort. Meskipun itu hanya sebuah analogi, tapi buat mereka yang pernah berenang di tengah arus sungai yang lumayan deras, kayak aku dulu..., itu pasti mengerti maksudnya.
Buat aku sendiri, tidak ada masalah dengan seseorang yang mengidap penyakit ADW, ya iyalah, orang sendirinya ngidap ADW juga, hehehehe..., tapi beneran, seriusan, aku ngga merasa masalah, selama orang itu konsisten dan sekali lagi bertanggung jawab, dan tidak sampai menyalah-artikan, bertransformasi menjadi penyakit MALASS.!

Dari dulu aku mengidap ADW, banyak hal yang aku lakukan, terutama kaitanya dengan path, jalur pilihan menjalani hidup, apa dan bagaimananya, itu bagian terbesarnya adalah dari atas keinginanku sendiri, datang dari hati, dari kesadaran pikiran, bukan karena ingin ikut-ikutan, bahkan kalu bisa dibilang jauh dari itu. Terserah orang milih apa... itu urusan mereka, terserah orang berkata apa, itu urusan mereka, terserah orang memandang/berpandangan apa, itu urusan mereka.., bukan urusanku. Urusanku adalah hidupku, urusanku adalah tidak mencampuri urusan mereka, urusanku adalah membuat dan memberikan manfaat, dan tidak menDzalimi mereka, urusanku adalah hidup bermanfaat dan bernilai tambah. Aamiin.. J

Monday, November 10, 2014

Cerita di Balik Nama Abdurnomics,.. Abdurrohman Nomics

Assalamu’alaikum, Ehm..ehm..., hallooo..., apa kabar mas broo..., semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin...,

Ini hari aku ingin bercerita tentang nama, nama ente, nama kite, nama ane, yaa..., sebenarnya kalo mau dikasih judul yang lebih enak, kayaknya judulnya : behind the schene of my names, cerita dibalik nama,.. alah seh, neko-neko. Tapi emang bener, kali ini aku mau bercerita tentang perjalanan nama, nama seorang abdurrohman nomics, simak yaa,.. yaa, sebagai reminder ajaa, buat yang kebetulan kepleset mampir di blog ini, anggap saja sebagai tambahan pengetahuan, pengetahuan yang nggak penting hehehe,..., tapi mungkin suatu saat ketika pemilik nama ini sudah terkenal dan sudah menjadi orang yang berperan penting di masyarakat, saya kira cerita ini bisa menjadi bahan material untuk para pewawancara, #ngarep.! :D

Tau nggak, dulu sewaktu aku kecil, istilahnya setelah dilahirkan, aku tuh sebenarnya dikasih nama dalam akte kelahiranya bukanlah abdurrohman, tetapi kalau ngga salah (berarti bener) namaku : abdul rokhman, yup.., beda-beda tipis lah yaa,.., itu berlangsung sampai yaa sekitaran SD kelas berapa gitu. Karena namaku itu, which is abdul, banyak orang disekitarku yang tau aku dari kecil dan juga teman-temanku di desa pesanggrahan cirebon kenalnya ya abdul, tapi ada sedikit kekeliruan mereka kenalanya Adul, manggilnya juga Adull, kalo di tambahin mas jadinya Mas Adul, kalo di tambahin Ang (kakak) jadinya Ang Adul, dan lain sebagainya.

Dari nama itu berkembang, menjadi berbagai nama yang dalam prosesnya aku sendiri ngga pernah meladeni ketika seseorang manggil nama itu yaitu : Bedul which is artinya adalah celeng atau “Babi”, buat aku ketika udah paham makna itu, biasanya marah, aku sentak balik karena itu adalah penghinaan. Kemudian Dulek which is artinya adalah representatif dari seseorang yang mengecek telur ayam dengan memasukan jarinya ke dubur ayam, itulah dulek, itupun aku biasanya akan marah, karena aku anggap penghinaan, maka dari situ karena kebiasaanku yang bersikap tegas dari kecil kalau ada yang memanggil namaku diluar nama sebenarnya, jadinya yaa.. nggak ada temen atau orang yang berani manggil itu, semuanya hanya masalah sikapa aja sih, kita mau terima atau menolak. By the way, sampai sekarang meskipun namaku sudah berganti, tapi kebanyakan orang yang mengenalku di cirebon, terutama didesaku umumnya mengenalnya dan manggilnya adul.

Naah.., SD kelas 4 aku pindah ke Tegal, disana, didesaku disana kebanyakan teman dan orang2 yang mengenalku manggilnya beda lagi, Dul nya di tambahin suku kata Si.., jadinya SiDul, hahaha.., jadi kayak judul filmya Rano Karno, Si Sidul Anak sekolahan, sampai sekarang mereka kebanyakan kenalnya ya itu, si dul. Padahal, cerita transformasi namaku ini kejadianya adalah yaa waktu di tegal ini, tepatnya pas waktu aku sekolah madrasah Diniyah di Cempaka, seorang guru senior (kepala sekolah) pah Sahudi, dipanggilnya Kyai Hudi yang menyarankan mengganti namaku dari Abdul Rokhman menjadi Abdurrohman, maka di gantilah namaku itu, dan dibuatkan akte baru dengan nama abdurrohman. Pada dasarnya antara abdul rokhman dan abdurrohman dalam bahasa arab penulisanya sama saja, tapi bacaanya yang beda karena Lam ketemu Ra, di baca Lam Syamsiyah.., jadi yang tadinya abdul, L nya lebur kedalam R, tapi dalam bahasa Indonesia penulisanya jadi berbeda. Maka sejak saat itulah namaku berubah dari abdul rokhman menjadi Abdurrohman.
Transformasi namaku itu untungnya terjadi sebelum SD berakhir, jadi meskipun berganti nama, semua ijazah ku dari SD sampai lulus kuliah di FEUI semuanya sama pakai nama Abdurrohman. 

Nah, sewaktu SMP, kelas satu di SMP negeri 1 Plumbon Cirebon, ada seorang guru geography namanya pak heri, waktu itu lagi tren-nya iklan : Acong, Joko, Sitorus, aku lupa iklan apa, kalo nggak salah sih tentang pencoblosan, ndilalah di kelas ada 3 anak yang seenaknya wudele pak guru ini dewek di panggil dengan nama 3 orang itu, dan aku kebetulan dipanggil acong, sejak saat itu, teman-teman sekalasku di SMP manggilnya dan kenalnya Acong, sampai kelas 3 dan sampai sekarang, jadi jangan heran kalau sewaktu-waktu ada orang manggil aconk, karena emang itu panggilanku sewaktu aku di SMP. Buat aku nama itu nggak jelek, dan bukan penghinaan, jadi aku gak bersikap menolak, biasa aja.

Di SMA panggilanku normal, hanya salah satu dari suku namaku umumnya, abdur, dan ada lagi nama panggilanku “yayang”, haahhaha..kalo yang ini seh, nama panggilan khusus dari seseorang lah yaa.., you know who, dan aku pun emang manggilnya sama ke dia. Tapi ada juga yang manggilnya lengkap abdurrohman, jarang yang manggil rohman.

Masuk kuliah banyak yang manggilnya abdur, ada juga yang manggil rohman, dan aku juga dalam moment tertentu ketika berkenalan dengan orang baru seringkali menyarankan memanggil dengan nama rohman.  Ada lagi di organisasi MAPALA sewaktu aku ikut jadi Caang (Calon Anggota), mereka ada yang manggilnya Bedu..., well..., I thought its Ok, gak ada makna khusus yang jelek, jadi I let they call me mith that nama...,

Dan terakhir..., kenapa aku menggunakan nama Abdurrohman Nomics, mmm..., ceritanya aku sendiri lupa, tapi itu kalo nggak salah ada kaitanya dengan last name yang biasanya jadi requirement saat kita daftar sign up misalnya email,FB,dll.., kebetulan namaku kan hanya 1 frase, jadi kayaknya kurang maka perlulah kiranya aku menambahkan nama tambahan, setelah aku pikir dan pikir, ketemulah salah satunya kata ini, “nomics”/ nomix, which is bukan aku sebenarnya yang pertama make, udah umum dan banyak yang make kok, hanya, kebetulan saja related dengan bidang ilmu yang aku pelajadi yaitu ekonomi, jadi kalo dari segi pengertian dan untuk gaya-gayaanya, narxisnya adalah nama ini mewakili makna : Ilmu yang mempelajari tentang Abdur..hahahahaa..., #Ngatjo..!!, tapi emang begitulah ceritanya, dan untuk selanjut-selanjutnya, kata nomcs ini biasa aku pake untuk username dengan menggabungkanya dengan kata abdur, jadinya abdurnomics.

Yup..., itulah kira-kira cerita dibalik nama abdurrohman nomics.., panjang juga yahh..., hehehehe, C U.. have a nice day.

Sunday, November 09, 2014

Naruto, Final Episode

Hari ini, hari jum’at adalah release terakhir salah satu manga favorit yang sudah aku baca sejak tahun 2004-2005. Wah..wah waaah...., sudah lama juga yah, sudah hampir genap 10 tahun aku menjadi salah satu fans pembaca manga ini, meskipun sebenarnya manga ini sampai realease episode terakhir hari ini sebenarnya sudah genap 15 tahun, jadi istilah kata aku telat kurang lebih 5 tahun dari tahun awal diluncurkanya.

Hari ini, 2 episode release sekaligus, yaitu episode 699 : reconciliation dan episode 700, Uzumaki Naruto, ujung-ujungnya happy ending, Peace, kayak tagline-nya film-film kartun barat : dan mereka pun hidup bahagia selamanya.. haahahah...

Jujur aja, berakhirnya episode manga ini, ada seneng, tapi ada duka juga, well.., gimana ngomongnya ya, soalnya inih manga ceritanya cukup memberikan banyak motivasi pelajaran hidup, tentu dari sudut pandang dan budaya tempat dimana pengarang berasal, which is Japan, pelajaran tentang nilai-nilai hidup,prinsip-prinsip hidup, love, persahabatan, pengorbanan, perjuangan, how to deal with reality, how everyone have choices, how everybody could become loser or winner, cerita sedih, suka, duka dan lain sebagainya, semuanya di rangkai dalam satu alur cerita yang acak tapi tetap satu arah.

Kenapa aku suka manga ini, yaitu tadi karena ceritanya yang menarik, tapi..., kalau boleh jujur, dulu sewaktu aku di asrama UI ketika pertama kali mengenal atau dikenalkan secara tidak langsung dengan manga ini, awalnya tidak menarik, boleh dikata aku bahkan sempat mengatakan “nih manga apaan seh, apa menariknya, cerita bocah yang mukanya nggak jelas atau luriknya”. Terus nggak tau gimana tepatnya, si Salman, anak Fasilkom 2003, yang notabene pengusaha, yang punya warnet GUA di asrama UI tempo doeloe bilang, suka cerita naruto ini karena tentang perjuanganya untuk mendapatkan “pengakuan” eksistensinya, dan entah kenapa aku tertarik untuk mencoba melihat, nonton anime-nya dan, wah,.., iya, menarik juga yah.., dan sejak saat itu ya udah aku jadi penggemarnya, penggemar manga-nya, anime-nya dan juga movie-nya.

Kenapa aku suka, karena secara psikologis entah kenapa, cerita naruto ini yang salah satu tema utama yang diangkatnya adalah “perjuangan” itu ngena banget dengan perjuanganku waktu itu, perjuangan dalam belajar dan ingin mewujudkan visi misi dan ingin mendapat pengakuan kelak sebagai seorang pengusaha sukses di Indonesia, yup.. karena alasan dan sebab itulah aku jadi suka dengan manga ini sampai sekarang, sampai episode terakhir hari ini.

Dalam prosesnya, cerita dan lagu-lagu naruto ini punya dan merekam sendiri cerita-cerita hidupku dari mulai di asrama, pergaulan dengan teman-teman di FEUI, cerita kisah love strory-ku dengan beberapa gadis didalamya, hampir semua ada cerita yang mengiringinya. Makanya berakhirnya cerita naruto ini seperti yang aku bilang tadi, meskipun bukan satu-satunya manga yang aku baca, tapi rasa-rasanya itu loh.., ada senengnya karena akhirnya kelar juga dan happy ending, tapi juga ada dukanya.

Tapi.. yahh..., sebagaimana hukum alam, sunnatullah dalam hidup, yang namanya ada pembuka, maka pasti ada penutup lah yaaa.., yang namanya ada pertemuan , pasti ada perpisahan, yang namanya ada permulaan (mulai), pasti ada peng-akhiran (selesai), yang namanya start.. pasti ada ending,..wis lah podho wae..., jadi apapun itu, dan gimanapun itu, yang jelas, cerita ini, cerita naruto adalah salah satu cerita menarik yang menyenangkan untuk dibaca, dan ditonton,syukur-syukur diambil pelajaran hidupnya, motivasinya dan lain sebagainya, worth it kok. Some how, menurutku ini adalah salah satu karya yang menarik dan dan legacy yang bagus dari pengarangnya. 

Saturday, November 08, 2014

Bubur kacang, oh bubur kacang

Halllooo...., yup yup yup..., kali ini aku lagi pengen cerita tentang makanan, tentang salah satu jenis makanan favorit, doyananya bro abdurrohman nomics, ya..., apalagi kalau bukan bubur kacang, lebih lengkapnya bubur kacang ijo, heheheheh...

Entah sejak kapan aku mulai suka bubur kacang, tapi yang jelas udah lama banget, sejak masih bocah alias masih kecil. Sebenarnya terkait dengan kacang hijau, bukan hanya bubur kacang saja aku doyanya, tapi hampir semua jenia makanan olahan yang berisi bahan kacang ijo seperti onde-onde yang isinya kacang ijo, kue-kue, roti yang isinya kacang ijo aku doyan, bahasa cerbonya “broko”.

Kenapa aku membuat tulisan bubur kacang ini, yaa.., nggak lain dan nggak bukan karena saat ini aku baru saja makan bubur kacang ijo,hahahah...., dan tahukah saudara berapa banyak yang sudah aku makan, hmmm...., belum banyak, baru 3 piring fufufufuu...., soalnya mask sendiri. Jadi bubur kacang ini selain makanan favorit biasanya aku kalo lagi pengen lebih suka masak sendiri, selain porsinya bisa makan besar, durasinya sering, tapi juga selera rasanya itu loh..., Pas.!

Dulu biasanya ibuku sering membuatkan makanan ini, dan meskipun di keluargaku doyan, tapi kalau mau dikata yang paling “doyan” alias “Rakus” ya aku ini, jadi istilah kata, kalau ibuku bikin bubur kacang 1 panci, yaa..., kurang lebih setengahnya abisnya sama aku laah..., ahahahahah, dan ibuku seh udah tau.., jadi yaaa.. so so lah...,

Dulu waktu jamanya SMA, didepan sekolahku ada warung bubur kacang, nahh,.. di tempat nongkrong itu, biasanya aku hampair setiap hari kalau nongkrong pulang sekolah atau nongkrong bawa yayang, sebutanku untuk pacarku waktu SMA, makanya ya bubur kacang, “Burcang” istilahnya.

Beda lagi kalo waktu kuliah, istilahnya “Burjo”, biasanya kalo abis makan dari warteg atau warung padang atau warung tenda atau apapun namanya, aku selalu mampir ke warung burjo untuk di bungkuskan 1 bungkus bubur kacang ijo, yup..., itu hampir rutin, rasanya ada yang kurang kalau abis makan nggak makan burjo, dan rasanya lengkap sudah kalau abis makan terus makan burjo, ahahahaah.., saking bae...!

Kalo sekarang di kebun, di tempat usahaku, biasanya kalau aku bikin burjo kayak sekarang ini, itu aku makan bertahap 1 panci abis dalam 1 malam sebagai teman untuk begadang sambil menulis dan browsing internet, hmm.., burjooo burjoooo..., aku kok ya nda pernah bosen makan kamu, hehehehe..., dari dulu, sekarang dan semoga saja sampai nanti, kita akan tetap selalu saling menyukai, tidak melupakan dalam suka maupun duka,#iki opo toh !??.

Nah.., dimasa depan, gimana mas bro abdurrohman nomics? Apa sampeyan masih suka sama bubur kacang ijo ? atau udah gengsi, jarang makan burjo, soalnya hidupnya udah di londo ??, semoga saja masih lah yaa..., yang jelas ntu burjo, sahabat sejati kita loh.., teman setia dikala suka dan duka, inget nda, ente itu kan biasanya kalo lagi “stress”, tumbalnya adalah makan, jajan, dan jajan..., nah, salah satu sasaran jajan murah meriah, enak, dan mengenyangkan ya burjo ini, beli bubur kacang ¼ atau ½ kilo, gula merah ¼ . gula pasir ¼, santan atau kelapa, pandan, sedikit garam, sedikit tepung tapioka, masak-masak-masak..., makan deh..., nyam..nyam..nyam.. heheheh..

Oke, selamat malam sabtu, weekend, selamat begadang membuat karya tulis, membuat visi-misi, membuat laporan keuangan dan membuat rencana-rencana kedepan ditemani sahabat setia, sahabat sejati, Burjo, Bubur kacang ijo, jangan lupa sendok dan piringnya... J



Friday, November 07, 2014

Ibu, Maaf.., Aku Memilih Menjadi Pengusaha, Menjadi Petani


Hari ini, aku berkesempatan untuk berkunjung ke tempat usaha pak Kunto, yaitu kebun hidroponik yang dikembangkanya di wilayah cirendeu, Tangerang selatan. Setelah janjian, pukul 2 setelah shalat jum’at aku meluncur dan bertemu langsung dengan beliu. Tujuan utamanya jelas, ingin tahu lebih dalam perihal dunia hidroponik, prospek pasarnya dan bagaimana kerjasama untuk mengembangkan untuk skala komersial.

Bertemu dengan beliau, kita berdiskusi panjang lebar, ngalor ngidul, saling menyelami satu sama lain, melihat cara pandang, mindset masing-masing dan visi yang ingin dibangun kedepanya. Banyak kesamaan yang didapat, dan rasanya menyenangkan bisa bertemu dengan seorang yang memiliki padangan sama tentang suatu dunia, dunia usaha berbasis pertanian, Indonesia.
Aku pulang sore, dan saat ini aku terduduk di depan kemputer sambil mendengarkan lagu-lagu campur aduk, gado-gado, ada jepang, rok, pop indo, india, dll.., sambil browsing-browsing tentang dunia bisnis pertanian. Dan tetiba teringat tentang seseorang yang sangat penting dalam hidupku, seseorang yang telah pergi lebih dulu menghadap-Nya, Ibu..., I miss u mom..,

Ada perasaan terenyuh dalam hatiku saat ini, tentang bagaimana saat ini aku memilih jalan hidup, menjalani hidup diatas idealisme dan cita-cita yang telah aku tuliskan sejak lama, sejak beliau ada, sejak SMA, sejak aku mengenal bahwa hidup bukan hanya sekedar bicara tentang AKU, tapi juga untuk sesama, untuk mereka, orang-orang yang aku sayang, orang-orang yang dalam kategori tertentu dapat dikatakan belum beruntung, orang-orang yang dalam bahasa mahasiswa butuh pertolongan, kontribusi nyata dari orang-orang yang dalam kategori tertentu bisa dikatakan lebih beruntung, kita.
Hari ini aku ingin meminta maaf, kepada engkau yang tersayang, mama...,

Aku meminta maaf karena keegoisanku, yang tetap kekeuh untuk memilih jalan hidup seperti ini, jalan hidup yang tidak umum yang pada akhirnya sampai pada saat engkau pergi menghadap-Nya, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh anak ini,...,

Aku meminta maaf karena terkesan telah mengorbankan keluarga atas keegoisanku memilih jalan ini. Tapi engkau tahu..., inilah aku, seperti inilah aku maa..., seorang yang tidak puas melakukan hal yang sederhana sementara aku berkeyakinan bisa melakukan lebih dari yang sederhana. Aku ingin melakukan sesuatu yang besar, yang lebih besar dari hanya sekedar..., dan karena hal itu besar, maka aku juga tahu akan besar pula tantanganya, akan besar pula pengorbananya, waktu, pikiran, tenaga, bahkan rasa, bahkan keluarga. Oleh karenanya, maafin aku maa..., karena atas nama mimpi, idealisme hidup, aku justru menuntut banyak support dan do’a-mu,..

Maaf, aku masih keras untuk memilih jalan hidup ini maa,.., entah seberapa besar nanti aku bisa mewujudkan mimpi-mimpi ini, entah seberapa kuat aku bisa menanggung tanggung jawab ini, tapi niatku satu, Lillahi ta’ala.., karena Allah.., aku ingin, dalam hidup yang hanya sekali ini, bisa melakukan hal yang besar, bisa berkontribusi besar untuk kebaikanku, masa depan anak cucumu, agama, umat Islam, masyarakat, bangsa dan negara yang aku cintai ini, Indonesia. Maaf aku tetep kekeuh memilih jalan menjadi pengusaha, menjadi petani. Hal yang dalam dunia masyarakatku saat ini masih dianggap remeh-temeh dan tidak membanggakan, tentu aku paham, itu bukan karena kesalahan mereka, tapi karena keterbatasn pengetahuan mereka dan pola pikir yang terbentuk dalam pikiran mereka dari dulu sampai saat ini.

Tapi aku tidak perduli itu mah., aku tidak perduli apa pandangan mereka, meskipun seringkali melelahkan, tapi aku berkeyakinan bahwa jalan ini, jalan yang aku tempuh ini akan memberikan manfaat yang besar bagi mereka, bagi masa depan anak cucu mereka. Aku minta ridho-mu mah.., I miss u...