Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2014

Dendam Positif

Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita. Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Dendam Positif.”.
Dari buku karya Isa Alamsyah dan Asma Nadia
Apa itu dendam positif ?? hmmm..., menarik untuk di renungkan, setiap orang tentu memiliki cara sendiri untuk mengartikan satu kalimat ini, kalimat yang beris dua kata yang saling kontradiktif : “Dendam” yang secara umum merepresentasikan makna negatif dan “Positif” yang merepresentasikan makna Positif itu sendiri. Lalu jadi apa maknanya dari penggabungan dua kata yang kontradiktif tersebut ?
Saya sendiri mengartikanya sebagai Sebuah Energi yang muncul atau bangkit dari sesuatu hal , keadaan disekitar kita yang secara langsung atu tidak langsung menimpa kita dan tidak kita sukai adanya kemudian menjadi dorongan kekita untuk melakukan, mengejawantahkan suatu tindakan positif…

Prinsip#1 Selesaikan apa yang sudah di Mulai Part#2

Selesaikan apa yang sudah di mulai.!
Kali ini aku pengen nulis tentang prinsip hidup yang sebelumnya pernah aku bahas dalam tulisan terdahulu, di bulan oktober kalo nggak salah, buat yang mau baca monggo silahkan di cek di sini : Prinsip Hidup #1
Yup.. ini adalah salah satu prinsip hidup yang aku pegang, prinsip hidup yang sederhana tetapi dalam prakteknya seringkali nggak mudah. Nggak mudah karena ada konsekuensi antara kata mulai (Start) dan selesai (finish), konsekuensi  berupa ma komitment untuk menjalani prosesnya, terus berusaha apapun hasilnya.
Dalam hal apakah prinsip ini berlaku, dalam segala hal, dalam segala segi aktifitas kehidupan, dalam segala perjanjian-perjanjian, komitmen-komitmen yang di buat, baik antara diri dengan orang lain, diri dengan Sang Khaliq, maupun antara diri dengan diri sendiri. Berpegang pada prinsip ini akan mampu membuat kita Dignity, Tanggung jawab dan semangat untuk terus berusaha, tidak menyerah sampai apa yang kita usahakan rampung, selesai.
Bu…

Sebuah Karangan “Memory of Songs”

Aku tidak pernah membayangkan bahwa setelah sekian lama akhirnya aku harus duduk disini, disebuah ruang kecil berukuran 2 x 4 meter dengan lantai dan dinding seadanya, disudut kebun, dipinggiran kota megapolitan ini, jakarta. Tentu ini bukan akhir, tapi untuk saat ini, ya, inilah adanya. Buat aku sendiri, ruangan ini adalah ruangan kebebasan, “Freedom Room”, ruangan yang aku bangun dan aku tinggali, ruangan tempat aku menuliskan dan mewujudkan mimipi-mimpi, ruangan aku bebas mengekspresikan emosi, bercerita dan bernyanyi bahkan mengaji, ruangan aku bebas mengerjakan apa yang aku mau dan beristirahat, bermalasan sebanyak yang aku mau, ruangan aku terbebas dari hiruk pikuk kejamnya perlakuan kota jakarta. Aku menulis dan mendengarkan lagu, dan aku teringat bahwa lagu seringkali menjadi medium penyimpan rasa, penyimpan kenangan, memory tentang sesuatu, seseorang dalam ruang dan waktu, tidak literally bahwa lagu atau musik itu sebagai tools penyimpan sebenarnya, melainkan lebih kepada ca…

Sebuah Karangan : Yang Sering Tertinggal

Rasanya absurd bahwa tiba-tiba aku ingin menulis sebuah cerita, sebuah karangan, karena kenyataan bahwa aku tidak memiliki bakat mengarang, aku tidak memiliki latar belakang pendidikan bahasa , ilmu budaya dan sejenisnya yang sedikit kurang atau lebihnya akan dapat mendukung proses pembuatan sebuah karangan yang baik dan benar, aku tidak memiliki motivasi dan tujuan yang spesifik, alasan mengapa aku perlu membuat sebuah karangan dan aku tidak memiliki gambaran tema apa yang akan aku angkat untuk dijadikan karangan. 
Terkait dengan tema, aku tidak mengatakan bahwa aku kekurangan ide atau katakanlah tidak ada tema yang bisa aku angkat untuk membuat cerita tetapi justru sebaliknya, terlalu banyak tema dan bahan cerita yang bisa diangkat sehingga rasanya cukup sulit buat orang yang tidak berpengalaman menulis seperti aku untuk memilah dan memilih tema yang tepat dan bahan cerita yang tepat serta menuangkanya dalam kata-kata yang tepat. Tapi ,.. ah sudahlah, aku pikir semuanya itu hanyala…

Terima Kasih. Thank you Allah

Hari ini untuk kesekian kalinya aku memiliki rasa yang entah apa namanya, uneasy feeling, perasaan yang tak terdefinisi. Perasaan campur aduk yang pada dasarnya membuatku merasa tidak tenang, tidak nyaman, uncomfortable. Terlalu banyak masalah yang show up dihadapanku, muncul dengan sendirinya, datang tak di undang, silih berganti dan tak mau beranjak pergi. Ada perasaan kesal karena menghadapi fakta kenyataan masih banyak sekali hal-hal yang belum bisa aku wujudkan, belum bisa aku raih. Ada perasaan kesal karena hal-hal yang tadinya aku berharap bisa berjalan mulus, smooth, tapi tiba-tiba saja semuanya berbalik, berantakkan, terpuruk menjadi kacau dan jauh dari yang diharapkan. Ada perasaan kesal yang muncul dari kekecewaanku pada keadaan, pada kenyataan yang tidak sejalan dengan keinginan sederhana sementara aku melihat orang lain, teman teman disekitarku yang hanya dengan menjalani pilihan hidupnya yang sederhana tapi justru telah jauh melampaui keadaan diriku yang sekarang ini. K…