Saturday, December 12, 2015

Rawe Rawe Rantas – Malang-malang putung

Tetiba muncul dalam kepalaku, sesuatu yang ini aku tulis dan akhirnya secara spontan aku tulis, bahwa :
Yang mengendalikan sukses atau gagalnya usahaku adalah AKU
Yang menentukan sukses atau gagalnya usahaku adalah AKU

Lalu dimana peran Allah, apa statement kamu itu tidak terlalu angkuh, tidak terlalu jumawa,sombong ??

Lalu aku berpikir, Ya, sepertinya memang seperti itu, tampak sombong, seolah AKU adalah segalanya dan tak ada sama sekali peran Allah di sana, tapi saudara..., bukan itu maksudnya, saya sadar betul, Allah SWT adalah tempat bergantung segala sesuatu, namanya bergantung, ada satu garis dan satu titik yang menentukan, buat saya dan saya berkeyakinan Allah adalah penentu akhir, yang memiliki hak, cap stemple layak tidaknya aku sukses. Dan sebagaimana yang sudah kita ketahui... dalam mewujudkan sebuah tujuan cita-cita, mimpi,... ada yang namanya AWAL-TENGAH dan AKHIR. Awal dan Tengah adalah Niat dan Proses yang musti kita jalani, di awal dan tengah ini kita memiliki yang namanya hak dan kebebasan untuk memilah dan memilh, memilih untuk berusaha maksimal atau biasa saja, memilih untuk melewati jalan panjang atau shrotcut, memilih untuk berusaha keras atau santai saja.. dan sebagainya-dan sebagainya. Dalam proses ini kita memili porsi yang besar dalam menentukan hasil..,

Ketentuan hasil,, diantara variable pokok yang menjadi ukuran, parameter layak tidaknya kita berhasil adalah seberapa besar usaha yang kita lakukan, seberapa maksimal, optimal usaha yang kita lakukan dan seberapa keras niat dan tekad yang aku kukuhkan dan seberapa ikhlas nya doa yang aku panjatkan, di situlah peran Allah berdasarkan sifat Nya yang Maha adil, dan hukum nya yang kita kenal sebagai Sunnatullah.., alias hukum alam, bahwa you reap what you sow, you get what you deserve, bahwa kamu mendapat sebesar apa yang kamu usahakan, disitulah Allah berperan.
Sukses dan gagalku bukanlah tanggung jawab orang lain, bukan pula keluarga, sanak family, tapi tanggung jawabku sendiri, Yup.!  Ini adalah prinsip kemandirian, prinsip berdikari.!

Sekali nyelup, tak ada kata untuk mundur apalagi kembali.., (Yakiiinn...??? )maju terus pantang mundur, karena hidup juga tidak memiliki toleransi mundur, terus berjalan maju kedepan, terus bergerak tak mengenal diam, tak pula mengenal istirahat. Tapi itu kan hidup..., waktu... sementara kita kan manusia..., yang namanya manusia, maju bisa mundur bisa, kita punya pilihan.., maju mundur itu masalah strategi saja.., mmmm..., kayaknya gak nyambung deh.., au ah..


Intinya... rawe-rawe rantas, malang-malang putung.., maju terus pantang mundur .. Aaayok.!! 

Thursday, November 05, 2015

Apa yang kau cari, apa yang kau kejar ??

Di tengah rasa lelah, letih , penat, lesu, dan rasa yang mengarah pada ranah keputusasaan , karena kesibukan dan padatnya aktifitas kita, biasanya secara sadar muncul satu pertanyaan yang sangat mendasar, apa yang sebenarnya sedang aku lakukan ? Apa sebenarnya yang sedang aku cari ? Apa sebenarnya yang sedang aku kejar ?? Begitu kira-kira saudara...

Terus apa jawabanya ?

Tentu tidak ada jawaban standar, masing2 orang memiliki jawabanya sendiri-sendiri. Tapi apapun jawabanya.. saya kira ujungnya adalah mengarah pada satu kata : Kebahagiaan...

Lalu apakah ada yang salah ?, tak ada,.. hanya saja yang perlu di luruskan adalah,  Kebahagiaan seperti apa ? Apa itu definisi dan makna bahagia ?

Buat saya bahagia itu sendiri adalah , rasa yang mampu kita ciptakan dalam setiap moment nya, ia ada bukan hanya di ujung (saat tercapainya sebuah tujuan), tapi di awal dan di tengah (proses), buat saya bahagia adalah ketika kita mampu menghadirkan rasa syukur dalam hati atas segala nikmat yang terus dan tak henti-hentinya Allah limpahkan kepada kita, dalam hidup kita, apapun bentuknya.. karena betapa pun banyaknya dan berlimpahnya kita merasa telah memiliki sesuatu, baik materil ataupun imateril, ketika kita tak mampu menghadirkan rasa syukur dalam hati,.. maka akan sulit rasanya bagi kita untuk menemukan apa yang disebut sebagai kebahagian. Sepakat !?


Wednesday, November 04, 2015

Hikmah Pagi


Sebagaimana debu yang terus bertebaran meskipun tak kasat mata dan terus mengotori, tak mungkin kita berharap tetap bersih, sementara kita hanya sekali waktu saja membersihkanya.

Seperti jantung yang terus berdetak memompa darah, seperti paru-paru yang terus mengembang mengempis, menangkap oksigen dan mengeluarkan karbondioksida, tak sekalipun berhenti karena merasa lelah. Begitupun kita dalam berusaha dan beribadah, malu rasanya kalau sampai berhenti dan menyerah hanya karena kita merasa lelah. Sepakat !? :)

By Abdur


Tuesday, October 27, 2015

Ini Tulisanku

Aku duduk di depan laptop sambil memikirkan apa yang ingin aku tulis, lembar worksheet sudah aku buka, satu file word sudah aku buat, lembaran putih yang terbentang dilayar depan mukaku seolah sedang menantang kecerdasan dan imajinasiku, untuk mengisinya dengan tulisan, karangan, apapun itu, seolah dia sedang menggoda dan mengatakan : “ayo tulis ceritamu, ayo isi aku dengan semua karangan yang ada di dalam kepalamu, ayo isi aku dengan apapun ide-ide yang pop-up dalam kepalamu, ayolaaah.., come on, don’t be lazy”.

Begitulah kira-kira awal dari cerita yang ingin aku tulis dalam karangan ini. Satu hal yang aku tahu, sebenarnya aku tidak kekurangan ide, justru sebaliknya, ada banyak sekali ide yang muncul di kepalaku, hanya saja masalah utamanya adalah aku tidak tahu harus mulai menuangkanya dari mana dan bagaimana. Maka aku berinisiatif untuk menulis saja lebih dulu, menuliskan apa yang ingin aku tulis, meskipun ketika nanti aku baca ulang aku tidak yakin apakah tulisanku itu cukup menarik untuk di baca, hahahaha..

Aku sering heran, bahwa kenyataan didunia ini ada orang-orang yang mampu menuangkan apa yang dipikirkanya kedalam bentuk tulisan sampai berlembar-lembar, berbuku-buku bahkan berjilid-jilid buku, entah itu karangan yang sifatnya fiksi, khayalan, imajinasi ataupun ilmu pengetahuan, untuk orang-orang itu saya hanya bisa mengungkapkan : WOW..., you are really amazing. SALUT !!

Dan yang lebih amazing lagi adalah, ketika menyimak karya-karya orang zaman dulu, para scholar Islam, yang telah menghasilkan karya begitu amat sangat banyak,.. itu,.. mereka tulis secara perlahan, menggunakan pena tinta yang tul-tul gituh, kayak yang di film-film, dan mereka harus menulisnya secara sangat amat berhati-hati, secara gitu loh.., pada zaman itu, kertas masih mahal, dan gak sebanyak sekarang, jadi kalau kamu menulis, kemudian melakukan kesalahan.., waduh,.. dengan kata lain sebisa mungkin tidak boleh ada kesalahan. Tidak seperti zaman sekarang, banyak sekali fasilitas yang bisa digunakan, kertas banyak, kalau salah.. ya tinggal di hapus, ada alatnya, atau kalaupun nggak, paling langsung dibuang dan di ganti dengan kertas yang baru. Itu kalau nulisnya langsung di kertas. Kalau nulisnya di komputer atau laptop atau gadget lainya, lebih mudah lagi, berapa kalipun kita melakukan kesalahan dalam membuat tulisan, entah ribuan atau bahkan jutaan, kita bisa langsung memperbaikinya, menghapusnya, nggak pakai repot, dan nggak perlu lagi takut salah. 

Bayangkan, timpang banget kan perbedaanya...??, tinggal masalahnya hanya di MAU atau tidaknya menulis, willingness to write.., itu aja..!! ckckckckckk. Parah banget kan akuuu..., akuu, iya.., akuuu.
Aku ni sebenarnya merasa, beneran merasa nggak pandai menulis atau kurang pandai menulis lah.., tapi sebenarnya aku memiliki rasa suka untuk menulis. Pertanyaanya adalah menulis apa ?? sebagian besar aku lebih suka menulis tentang apapun, sesuatu yang aku anggap menarik untuk di tulis, fenomena, realita, sudut pandang, logika, emosi, tapi bukan berita bukan pula fiksi. Berita yang aku maksud adalah tulisan yang biasa di tulis oleh reporter itu loh,.. yang mengabarkan sesuatu “berita”, aku nggak begitu suka memberitakan, aku sukanya bercerita, tapi tentang realita, bukan fiksi. Apa aku nggak suka fiksi.. mmmm, nggak juga, aku suka, tapi masih dalam kadar biasa saja. menurut pendapatku, seorang penulis fiksi itu adalah seorang yang cerdas, sangat cerdas, daya imajinasinya begitu amat sangat tinggi, mampu berkelana ke ranah yang tak dapat menemukan batasanya. Tapi aku memang jarang membaca karya-karya fiksi, hanya beberapa seperti : alchemist, dan lainya.., bahkan untuk menyebutkanya saja aku lupa. Seperti alchemist, ceritanya menarik, banyak pelajaran didalamnya, tapi..., pada akhirnya setelah selesai membaca aku justru merasa hambar. Kenapa ?? ya nda tau...

Pelajaran hidup yang aku dapat dari cerita fiksi itu buat aku serasa kurang bermakna, meskipun kisah atau pelajaran hidup yang disampaikan oleh tokoh dalam cerita fiksi itu seringkali adalah fakta sejarah, ada, nyata, tapi kurang mengena. Aku lebih suka membaca karya nyata. Cerita tentang seseorang, tidak selalu biography, tetapi slice story yang ada pesan, pelajaran hidupnya, itu yang aku suka,.. yaa.. guwe mah gitu orangnya. Ketika temen-temenku hobi membaca karya yang sangat populer seperti harry potter, da aku mah.., nda tertarik sama sekali, meskipun tuh buku ada didepanku sampai 6 jilid (waktu itu), aku coba membaca, tapi baru beberapa lembar dan menyerah., entahlah..., mungkin karena aku belum tertarik kedalam alur cerita sehingga aku menyerah, atau mungkin memang ceritanya menurutku tidak menarik. I just think that, it wasted my time, haha,... sorry buat yang kebetulan hobi baca karya-karya itu, no offense.., it’s just about me..!

Aku ingin menulis banyak hal, sebagian besar cerita tentang aku sebenarnya, tapi nggak melulu tentang aku. Dalam dunia tulis menulis, aku masih kacau. EYD ku masih kacau. Aku masih suka-suka aja menaruh titik dan koma, belum teratur dan belum belajar aturanya, masih suka-suka.. hehhehe. Tapi sekali waktu aku pengen menulis tentang fiksi juga seh sebenarnya, beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah blog yang concern dalam dunia tulis menulis. Sangat menarik, ada banyak pelajaranya, tapi belum aku dalami juga.., alias masih angot-angotan membacanya, masih menunda-nunda.

Tapi sembari menulis ini aku paling tidak jadi cukup paham tentang hal apa yang aku senang dan ingin aku tulis. Yaitu tulisan yang bermanfaat bagi yang membacanya, terutama seh aku sendiri, walaupun aku yang menulis, tapi aku juga membaca kan ?? beranfaat tuh gimana ya ? dalam hal apa ?, kayaknya berat tuh, yaaa.., nggak mesti berisi hal-hal yang berat, bisa hal-hal yang ringan lebih bagus, sebuah tulisan yang bisa membuat yang membaca tersenyum juga termasuk bermanfaat menurutku,, jadi ini dia pakem tulisan yang ingin aku buat :

Gaya bahasanya harus simple, sederhana dan renyah, tapi cerdas (yaaa.., guwe banget lah), menarik untuk di baca, buat siapa ?? yaa, siapa aja yang merasa tertarik. Hehehe..
Ada message didalamnya
 Sifatnya sharing, berbagi, bukan mengajari
Punya ciri khas seorang abdur
Berupa cerita, tell story.
Ada sudut pandang didalamnya

Yaa, kurang lebih seperti itu lah..., kalau nanti berasa ada yang kurang dan aku temuin lagi, tinggal di tambahkan.  

Monday, October 26, 2015

Al mahfudzot #1 , Ceritaku Naik Gunung

Pernah dengar kalimat : Man Jadda wajada ?? yang pada tahun-tahun kemarin cukup menggelegar #lebay, dan sering terdengar di telinga karena kalimat itu yang benar-benar di angkat dalam sebuah film karya anak bangsa yang berjudul Negeri 5 menara. Yup, kalimat itu adalah salah satu mahfudzot.

Apa itu mahfudzot ?? mm..., kurang lebihnya mahfudzot adalah kalimat atau kata-kata mutiara, petuah berharga, kalimat penuh hikmah. Ini adalah istilah dalam Bahasa Arab’ atau juga biasa disebut dengan Muqtathafat, Syair dan lain-lain. Mahfudzot ini diambil dari Al Qur’anul Karim, Al Hadits, Atsar Sahabat Nabi dan Nasehat serta Irsyadat para ulama salaf dan kholaf, serta merupakan salah-satu pelajaran yang bertujuan memberikan motivasi untuk hidup sukses dan juga memperindah kemampuan Bahasa Arab santri di pondok pesantren manapun. Ada banyak sekali kata-kata mutiara, biasanya lembaga pendidikan menyeleksi untuk diajarkan dan ditanamkan ke dalam jiwa anak didiknya sebagai bekal mereka kelak, di negara-negara eropa biasa diajarkan wiseword dari filosof dan seniman eropa, yunani atau romawi. Di daratan cina juga tak kalah banyaknya kata-kata mutiara dari filosof cina, dan tentunya dari arab banyak juga kata-kata mutiara dari para filosof dan ulama’ muslim.

Aku mulai mengenal istilah mahfudzot ini ketika aku sering bolak-balik ke GONTOR, Ponorogo. Dan memang sebagaimana yang diangkat dalam film itu, yang latar dan lakonya adalah santri dari pondok pesantren di gontor, FYI aja ya, sebenarnya gontor sendiri bukan nama pesantrenya tetapi nama salah satu desa di wilayah itu, tempat keberadaan Sang Kyai, Trimurti mendirikan pesantren-nya, cuma orang kebanyakan lebih mengenalnya gontor, jadilah muncul istilah ponpes gontor.
Sudah pernah aku ceritakan dalam tulisan sebelumnya bahwa, ponpes ini adalah dulunya tujuan aku ingin masuk, tapi,, gagal, bukan gagal seeh.., lebih tepatnya belum sempat mencoba masuk,heheheh.. ah sudahlah.

Balik lagi ke mahfudzot, ketika aku bolak-balik itu, menjenguk adikku, sambil nunggu di asrama untuk keluarga yang menjenguk, aku suka penasaran pelajaran apa saja yang di berikan dalam sistem KMI yang menjadi standar pengajaran di ponpes ini. Dan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum KMI itu adalah tentang mahfudzot, mereka para santri harus menghafalkan. Yang aku lihat, sebagaimana kebanyakan pelajar masih muda, menghafal mahfudzot ini masih menjadi semacam beban, tapi dari sudut pandang aku, woww..., ini bagus banget..! ini tentang prinsip-prinsip dan pelajaran hidup, maka aku kumpulkan dan coba aku hafal juga, nggak langsung semuanya.., bertahap, sambil aku resapi dan aku jadikan prinsip-prinsip dalam menjalani hidup.

Mahfoudzot #1

Kata-kata mutiara bagian pertama yang diajarkan adalah :

مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
“Siapa berjalan pada jalannya sampai”

Kurang  lebih seperti itu, bahwa Setiap orang, siapapun itu, ketika memiliki tujuan, dan dia berjalan di jalan yang akan membawanya pada tujuan itu, maka akan sampailah dia pada tujuanya, sangat sederhana bukan ? bukaaan..

Misalnya, aku ni sekarang lagi di jakarta, aku mau jalan menuju ke bandung, jakarta ke bandung itu ada jalanya, mau naik apa aja terserah, yang jelas dan yang pasti sudah ada jalanya. Nah .. jika aku berjalan menuju bandung melalui jalan yang aku tahu arahnya adalah ke bandung, maka selambat apapun aku berjalan, Niscaya, Insya Allah akan sampai juga ke Bandung. Bagaimana jika aku jalanya itu kearah yang tidak menyampaikan aku ke bandung, ke cirebon misalnya.., ya nggak akan sampai.., Fahimnaa ??? J

Kalau mau ke bandung, ya jalanlah di jalan yang akan menghantarkan kita ke bandung, kalau mau ke jogja, ya berjalanlah lelalui jalan yang akan menghantarkan kita ke jogja, kalau mau sukses, ya berjalanlah di jalan yang akan menghantarkan kita  pada sukses kalau, mau ke syurga.. ya berjalanlah di jalan yang akan menghantarkan kita ke syurga, jangan sebaliknya..., nanti nyasar,  gampang to ??? gampaaang...

Terkait dengan jalan dan perjalanan, ada pepatah kuno, kata-kata mutiara dari cina nih broo, pasti kamu sudah tau juga :

“ perjalanan sejauh 1000 mil, dimulai dari 1 langkah”

Artinya, seberapa panjangnya pun perjalanan yang harus kita lewati, tetap saja harus ada langkah pertama, gitu loh...,

Mahfudzot ini di ajarkan dan di taruh diawal, saya pikir memang untuk memotivasi pelajar, santri bahwa perjalanan mereka dalam proses belajar adalah masih panjang dan mungkin berat, tetapi mereka di beritahu bawha, selama mereka punya tujuan yang jelas dan mereka berjalan pada jalan yang akan mengarahkan mereka pada tujuan itu, maka pasti akan sampai mereka pada tujuanya.
Sangat disayangkan, petuah-petuah hidup yang berharga seperti ini tidak di pelajari dalam kurikulum pendidikan formal, nasional. Padahal.. jika ini di tanamkan, maka ini bisa menjadi landasan mental yang sangat baik bagi putra-putri generasi penerus Indonesia, menurutku...,

Oke.., lalu apa kaitanya dengan aku naik gunung.. ?

Beberapa minggu lalu aku naik gunung Merbabu, di jawa tengah, deket atau lebih tepatnya sebelahan sama gunung merapi. Aku memang dari dulu biasa dan senang naik gunung, jadi ini bukan kali pertama aku naik gunung, tapi ini kali pertama aku naik gunung merbabu. Dalam proses naik gunung pemirsa.., kita saat masih berada di bawah, di kaki gunung, kita suah menentukan dan memiliki tujuan yang jelas, kita naik sampai puncak.!, diantara aku berdiri di basecamp pertama dan puncak yang menjadi tujuanku ada jalan yang menghubungkan, sederhananya, untuk sampai ke puncak aku cukup berusaha berjalan melewati, menulusuri, menguti jalan itu saja, entah itu cepat atau lambat, selama jalan itu tujuanya benar, maka pasti akan sampai.

Bagaimana kalau aku di tengah jalan nyari jalan lain, .. yaa. Selama aku yakin dan punya pengetahuan bahwa jalan lain ini masih tetap mengarah ke tujuan yang aku capai, pasti sampai juga, istilahnya banyak jalan menuju puncak, inti pesan-nya masih sama, jalan yang di lewati arahnya harus benar mengarah pada tujuanya.

Itu ajah,.. cerita aku naik gunungnya gak banyak kok, ini domain-nya lebih banyak tentang pesan dari mahfudzot-nya.., semoga bermanfaat yaaa.., aamiin.


Negeri Amanat Para Raja


Ada seorang raja yang yang telah sepuh, munghuni tanah jawa, berkuasa meski tanpa tahta, tinggi dan disegani meski tak banyak yang mengenal, tapi dia yang mengatur, yang memegang kendali, yang memutuskan untuk jadi atau tidak menjadikan peristiwa-peristiwa yang besar, bukan hanya di negeri yang bernama Indonesia, tapi juga dunia.

Apakah benar dia ada ?? atau hanya mitos belaka. Jika benar dia ada kenapa tidak pernah menampakkan wujudnya, kenapa tidak mau dikenal ?? lalu siapa sajakah yang mengetahui jati dirinya, keberadaanya ?? sekelompok orang yang terpilihkah ? apakah dia bersembunyi atau disembunyikan ?? jika bersembunyi, kenapa ? jika disembunyikan, kenapa juga ?? jika hanya mitos, kenapa tak semua atau tak banyak orang yang tau ??

Indonesia ini JAWA.., rasis ya.., tapi memang begitu adanya.., gagasan indonesia datang dari petinggi, raja-raja jawa, yang memang menjadi pusatnya. Indonesia ini negeri taruhan, Indonesia ini negeri boneka, Indoneia ini negeri yang di adakan untuk mengukuhkan tetap eksistnya kekuasaan lama, the Old Emperor. Indonesia ini negeri Ajaib. 5 tahun berdiri setelah mengumandangkan kata “MERDEKA” , sudah memiliki teknologi persenjataan canggih, yang terkuat di asia tenggara, bahkan di takuti Australia.., terkuat, 5 tahun , DUIT darimanaaa ??????? lihat saja Timor Leste.., Can u imagine that ??

Sekali lagi, Indonesia adalah negeri para raja.

Pemegang kekuasaan negeri yang bernama Indonesia ini boleh saja berganti-ganti, tapi satu yang pasti, yang berkuasa ya sebenernya dari kalangan mereka-mereka saja.

350 tahun, orang-orang berkulit putih yang datang dari negeri miskin dan kere itu ada disini.., dinegri yang kaya raya ini, apakah mereka menjajah ???? NOOO..! it’s a big NOO.!  If this country is a corporation, they are just like board of directors.., yang diperintah untuk mengelola dan mengembangkan aset-aset berharga yang ada di negeri ini, negeri para raja, mereka tak lebih dari management yang di percaya untuk mengelola aset negeri ini.

Diceritakan sang raja rupanya sudah bosan dengan manajemen yang lama, dia ingin negeri ini dikelola olah orang-orang kita sendiri, orang-orang pribumi, maka secara bertahap dan perlahan dididiklah orang-orang pribumi untuk belajar ke negeri-negeri mereka, orang-orang cerdas, orang-orang pilihan. Sampai pada waktunya, sang raja melihat ni.., board of directors udah siap, tapi masyarakat di negeri ini belum siap, maka sepertinya pelu EO (Event Organizer) untuk menggembleng secara keras agar muncul kesadaran dan kesiapan masyarakat negeri pribumi ini untuk mau bangkit dan mampu mengelola asset-asset para raja. Maka di panggillah EO dari negeri sakura, NIPPON namanya. Dia di sewa untuk kurun waktu yang sangat singkat, 3,5 tahun untuk merekonstruksi mental masyarakat negeri ini agar muncul kesadaran dan kesiapan. Setelah 3,5 tahun masa kontrak selesai, maka di buatlah negeri korporasi yang bernama Indonesia.

Negeri ini berdiri.. negeri amanat para raja

Negeri yang berdiri untuk mengelola asset para raja.

Sang Raja masih ada, di ada di Jakarta, kenapa di Jakarta ?? entahlaah.., aku tak tau apa sebabnya. Keberadaanya tak banyak yang tahu, tapi yang tahu pun tak akan mau memberitahu. Sang Raja sudah tua pastinya, dia hidup, menyamar dan dikenal oleh orang seperti yang dia suka. Orang lebih banyak mengenalnya sebagai sang dokter. Dia masih ada, dan di jaga,.. di sekitarnya ada para intel yang menjaga, disekitarnya ada CIA yang menjaga.., loh.., kenapa CIA,.. ah kau ini, seperti tak tahu mereka saja. Cara hidup sang raja ini sangat arif dan bijaksana, kehendaknya adalah titah untuk para penguasa. Asset sang raja ada dimana-mana, rothschild, rockefeller.., ah., itu hanya salah satu pengelolanya. Papua, freeport.., itu hanya lahan yang memang sengaja diberikan sang raja atas “kebaikanya” mempermudah sang pengelola untuk membayar hutangnya pada sang raja, kalau tak begitu, bagaimana dia mampu membayar hutang-hutangnya ???
Indonesia, negeri amanat para raja.

Perang dunia berkecamuk, eropa di obrak-abrik, jepang di luluh lantakkan, kerajaan jawa., ah aman-aman saja.

32 tahun, negeri ini di atur dalam kerangka yang ketat, kemudian beberapa orang bergolak, orang-orang yang bosan berada di “bawah” dan ingin naik di tataran manajemen atas pengelola negeri ini, dengan konsep “reformasi”nya di menggubah , menggelorakan semangat perubahan, DEMOKRASI.., demokrasi yang bebas dan sebebas-bebasnya,... demi kepentingan mereka. Rakyat yang kebanyakan belum dewasa, ikut menggelora,

Selain karena sudah bosan dengan manajemen yang lama, juga karena ingin memberikan “pelajaran” tentang apa itu arti kebesan, demokrasi, maka sang raja bertitah,.. “Gantilah..!”
Maka bergantilah rezim di negeri amanat para raja.

Tak akan lama.., paling 15 – 20 tahun, katanya.., cukup pelajaranya. Masyarakat akan sadar, ini loh rasanya demokrasi yang kalian idam-idamkan.., begini loh. Saking ngroso, akan muncul kesadaran. Tapi semuanya memang sudah diatur.

Buat sang raja, dunia (harta, kekuasaan dan segala isinya) bukan lagi hal yang istimewa, tak lagi menarik. Tapi sebenernya kita juga, orang Islam di ajarkan tentang itu, tentang bagaimana kita seharusnya fokus pada sesuatu yang lebih berharga.., bukan dunia. Bahkan saking tak berharganya dunia, Allah swt menegaskan melalui lidah Rasulnya, dalam salah satu hadits;

 Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh: “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”

Ya, kedudukan dunia, nilai dunia tak lebih baik dari kita mengerjakan 2 rakaat shalat fajar, sebelum sholat subuh..,

Dan saat ini, negeri ini masih saja bergejolak, sang Raja sepertinya masih dalam ketetapan titahnya, ingin memberikan pelajaran kepada masyarakat negeri amanat para raja. Entah sampai kapan...,

Aku ingin bertemu sang raja,.. mau apa ?? entahlah.., hanya ingin bertemu, mungkin ada pelajaran hidup yang bisa aku dapatkan, Semoga hal itu baik, dan semoga tak akan lama.



Tetaplah baik, jadilah lebih baik, dan (terus) tebarkanlah kebaikan



Ini bukan sekedar slogan, ini adalah prinsip hidup. Kata kuncinya adalah “BAIK”, apa itu baik, bagamana kamu bisa mengatakan, menilai bahwa ini baik dan itu tidak baik atau kurang baik ? bagaimana ??? How ????? tell me, please tell me..!! please.. I beg you.....!! pleaaseee... :D

Cih,..Nggak usah lebay gitu deeh...,

Ehm, begini saudara dan saudari, terutama kamu abdur...!, oi.. abdur.., iya kamu...!! dengerin.!
Bagaimana kamu menilai ? disini kita bisa perhatikan ada satu suku kata penting : Nilai , nilai menunjukan adanya ukuran, entah itu berupa angka (numerik) atau lainya seperti plus, minus, standar, dan semacamnya laah....

Dikatakan, katanyaaa,, ini katanya loh ya,. You can’t manage if you can’t measure.., mmmm.. *tik tok tik tok... kayaknya, itu beda konteks deh, ahahahah.., maap-maap-maap..

Ya, untuk bisa menilai, kita harus punya nilai dan ukuran (standar ukuran), dan alat ukur. Maka dalam konteks BAIK pun demikian adanya, harus punya nilai, ukuran dan alat ukur.

Ketika seseorang mengatakan, abdur, jadilah orang yang baik.!, sekilas mungkin semua orang bisa paham apa dan bagaimana jadi orang yang baik, tetapi.., kalu disuruh menjabarkan apa itu baik ?? bisa jadi akan bingung dan kebingungan, yang di tandai dengan kalimat, yaa baik, .. ya gitu.., baik.., apaan seeeh..., ! gak jelas kan.

Kalau kita punya nilai, ukuran dan alat ukur, maka akan lebih mudah mendefinisikan apa itu baik. Misal, katanya semua agama pada intinya mengajarkan kebaikan, betul ???, yang saya pahami adalah kalimat ini mengacu kepada nilai-nilai yang sifatnya UNIVERSAL, seperti : Jujur, rendah hati, tidak angkuh, tidak sombong, menghormati orang lain, setia, hidup rukun, saling menghargai, harmoni dan lain sebagainya, Tetapi saudara, kenyataanya adalah setiap agama tidak hanya mengajarkan nilai2 universal itu saja, tetapi juga mengajarkan konsep tentang eksistensi, eksistensi Tuhan, eksistensi kita dan alam semesta, bagaimana awal kejadianya, bagaimana kita berinteraksi denganNYa, dan sebagainya, yang mana dan bilamana semua itu memiliki konsekuensi menjadi nilai, ukuran dan sekaligus alat ukur terhadap kita saat berperilaku, saat berinteraksi sehingga atas dasar semua itu kita masuk dalam kategori BAIK atau tidak BAIK,keduanya, kita as a human being dan apa yang kita lakukan, karena pada dasarnya penilaian terhadap kita tak lepas dari penilaian pada apa yang kita lakukan, karena kenyataanya kita terikat dengan apa yang kita lakukan.  

Kamu ngomong apa seh duuur.., pusing akuuu..,

Eheheheheh.. Ya urusanmu, bukan urusanku..! :P

BAIK..,

Jujur, itu baik.., kata siapa ?? kata agamaku, kata agama yang lain juga, Terlalu Jujur ?? , mm... baik gak ?  haiooo...,
Senyum , itu baik.. senyum-senyum sendirii ??? nah loo... 
Shalat.., itu baik.. kata siapa ?? kata agamaku, tapi tak baik kata temenku yang nasrani , kenapa ?? karena tidak ada ajaran shalat di sana.
Tidur , itu baik.., kata siapa ? kata agamaku, kata ahli kesehatan, karena tidur adalah untuk kesehatan, recharge energi, istirahat. Kebanyakan tidur ??  nah loo...,
Berbakti pada orang tua , itu baik , kata siapa ? kata agamaku.,
Sopan , santun.., itu baik,..
Mencuri.. itu tidak baik.. mencuri hati ??? nah looo...
Makan daging babi, minum minuman ber alkohol, khamr, itu tak baik.., kata siapa ? agamaku, tapi biasa aja menurut agama temenku,.. nasrani,..
Manggil orang tua atau orang yang lebih tua dengan namanya, itu tak baik.., menurut siapa ? adat istiadatku, agamaku, tapi biasa aja menurut adat yang lain.. orang barat
Makan dan minum sambil berdiri, tak baik... menurut siapa ? agamaku, tapi biasa aja , wajar menurut adat yang lain , orang barat lagi.
Bersedekah.. baik, bersedekah karena dipaksa, atau karena biar dianggap dermawan ??
Belajar,.. baik, belajar ilmu hitam, belajar mencopet, belajar mencuri.., mecuri hati.??, # abduur
Olahraga,..baik.. sedikit olahraga ???
Bersilaturahiiimm.., itu baik, bersilaturahiimmm kelamaan ???
Makan , itu baik.., makan kebanyakan ???
Mium obat,.. itu baik.., minum obat tikus ??

Dan lain sebagainya.. dan lain sebagainya. Btw.. lucu-lucu yah contohnya.., NGGAK..! :D

Dari contoh-contoh yang agak nyleneh itu, point  utamanya adalah : bahwa kata BAIK itu harus ada definisinya : Baik menurut siapa..?? atau menurut apa ??

Karena ini adalah prinsip hidup, maka biasanya yang namanya prinsip itu bersumber dari sesuatu yang kita yakini kebenaranya.., betul kan..?? jadi inget salah satu dialog di film, ituh., KCB hahaha..

Ketika aku mangatakan JADILAH BAIK, jujur neh.., aku mendefinisikanya menurut pemahaman yang aku dapat dari sumber yang aku yakini kebenarnya, ajaran agamaku, ISLAM. Artiya definisi, ukuran baik-nya di dasarkan, dilandaskan dari sari-sari ajaran ISLAM, ajaran tentang bagaimana kita hidup dan menjalani hidup, bukan dari yang selain-nya, itu yang menjadi acuan, ukuran.

Jadilah baik, maka jadilah orang yang hidupnya berpegang teguh dan menjalankan apa yang di ajarkan oleh ISLAM, baik itu yang di perintahkan, ataupun yang dilarang, teruslah menjadi baik.. artinya banyak sekali ajaran kebaikan dalam Islam termasuk di dalamnya nilai-nilai universal yang dikatakan setiap agama mengajarkanya, yang ujungnya sebenernya adalah demi kemaslahatan diri (si orang yang mengamalkan) dan banyak orang, yang seyogyanya bisa kita amalkan semuanya, tetapi.. karena kita memiliki keterbatasa-keterbatasan, maka.. pelajarilah secara perlahan, bertahap, amalkan secara perlahan, bertahap, yang memungkinkan setiap hari selalu saja ada yang baru, yang lebih baik dan lebih sempurna dari apa2 yang kita pelajari dan kita amalkan itu. Dan tebarkan kebaikan, ini adalah syiar, dengan kita melakukan kebaikan, kita mengamalkan apa yang kita yakini kebenaranya, maka akan tercermin, akan nampak dan dapat dilihat keindahanya oleh orang lain sehingga, jika Allah menghendaki, atas sebab itu orang-orang akan tertarik ikut mengamalkanya, dan akan tersebarlah kebaikan, syiar ISLAM kepada lebih banyak orang.

Itu..!!


Sunday, October 25, 2015

Pasti selesai, As long as you start doing it.


Pekerjaan sebesar apapun, sesulit apapun, jika dikerjakan, di tekuni, di telateni, selambat apapun kamu mengerjakanya, maka (Insya Allah) pasti (niscaya) akan selesai juga, bakalan tutug, bakalan pragat.

Pun Sebaliknya..

Pekerjaan sekecil apapun, secuil apapun, semudah apapun, Jika tidak segera mulai dikerjakan, alias di tunda-tunda, alias di entar-entar, PASTI tidak akan pernah selesai, tidak akan pernah rampung, yang ada akan semakin banyak pekerjaan yang menumpuk, yang ada akan semakin menjadi masalah yang membesar dan yang pasti juga akan semakin segan, malas kita untuk menyelesaikanya. 

Waduh, pengalaman pribadi yaaa...!, eaaaa.., hahahahha, 
Ya iyalah, secara gitu,.. guweeee kan berpengalaman, dalam hal apa ???? 
Both of them.... ! :P

Yap, itu point utamanya kaitanya dengan soal pekerjaan., pekerjaan apa ?? apa saja, mulai dari pekerjaan rumah, hal-hal yang ingin kita lakukan dan masuk dalam TO DO list, pekerjaan kantor, pekerjaan bukan kantor (buat yang belum punya kantor), emang ada yang punya kantor ? numpang aja (baca :sewa) bilangnya punya.. #sinis. hahhaah.., 

Sebenernya aku yakin, ini bukan persoalan yang hanya aku saja yang pernah mengalami, tetapi hampir setiap orang saya kira, dan hanya manusia-manusia yang sudah memiliki standar disiplin hidup yang tinggi saja yang sudah tidak lagi mengalami persoalan ini, persoalan malas, menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya atau katakanlah maunya dikerjakan. 

But people,.. kenyataanya memang nda mudah untuk menjadi disiplin,!, meskipun tidak berarti TIDAK BISA.., BISAAAA...!, cuma, memang tidak mudah. tidak mudah karena untuk menjadi disiplin itu perlu yang namanya itikad dan tekad yang kuat dan konsisten, perlu yang namanya berlatih, berlatih dan berlatih, dan as you know.. seringkali melakukan tidaklah semudah mengatakan, meskipun melakukan juga sebenarnya tidak sesulit seperti yang di bayangkan. catet : #melakukan tidak semudah mengatakan, tapi,, # melakukan seringkali tidak sesulit yang di bayangkan.

But Brothers.., saya lupa mau ngomong apa., ya sudah itu dulu yaa.., nanti di sambung lagi.. hehehe.., maaf, aku mah orangnya emang gitu, pelupa. 

ah iya, gini.. but brothers.., Talking , wishing can't cook rice.., hanya dengan melakukan "DO" suatu pekerjaan akan selesai, bagaimana bisa pekerjaan bisa selesai kalau kita hanya berangan-angan dan hanya bicara. DO DO DO !  (baca DU DU DU, yaaa.., bukan do kayak tangga nada do re mi fa so la i do, heheheheh).. namanya juga pekerjaan, ya baru akan selesai kalau dikerjakan, bukan hanya di bicarakan, meskipun memang.., ada juga pekerjaan-pekerjaan yang selesainya kalau di bicarakan.. misal : meeting, jual ludah.., presentasi, yaaa.. itulah kerjaanya.. berbicara, jadi dia akan selesai kalau kita tela mem"bicara"kanya, tentu saja pada ruang, waktu dan tempatnya, heeee... 

kamu nih dur, kalau ngomong membingungkan, kadang serius tapi banyak becandanya. hmmm.. ya mbuh, .. lha emang itu adalah gaya bahasaku, mau gimana lagi. oke. itu dulu.. poin dari tulisan ini adalah, segera mulai kerjakan apapun pekerjaan yang ingin anda kerjakan, jangn menunda..lakukan segera..! ingat SEGERA... dan belajarlah disiplin  :)

Tuesday, October 20, 2015

Heyyy.. Long time no cee


Long time no cee.

with whom abdur ?

mmmmm....  i don"t know, hahah, maybe with myself in the future. 
Seperti yang udah aku bilang, salah satu tujuan dari aku membuat blog ini adalah untuk berkomunikasi dengan aku dimasa depan, untuk mengirimkan message tentang aku saat ini, saat ini dimana aku menulis. Maka, setiap hari akan selalu ada saja aku yang baru, seorang abdur yang baru, abdur yang eksis sesuai dengan masanya, masa dimana dia ada. 

then what kind of story that you want to tell to the other you in the future ?

mmm.., you know.., i want to tell about, TODAY.

dimasaku saat ini, sedang terjadi beberapa hal yang bisa kita sebut masalah biasa. iya biasa..
terjadi kebakaran hutan dimana-mana, kemarau yang panjang yang menyebabkan kekeringan dimana-mana juga, paling  nggak itulah yang dikatakan oleh para pembawa berita. kebakaran hutan melanda banyak hutan di Indonesia, bencana kabut asap sangat parah dikota-kota seperti pekanbaru, jambi, palangkaraya adaah issue yang terus dan masih di angkat dalam berbagai media pemberitaan beberapa minggu ini.

di tempat sekarang aku tinggal sendiri, Jakarta, sejauh ini sudah terjadi hujan 2 kali, tetapi itupun nggak lama dan sangat jarang. ceritanya kita sedang di landa el nino, semacam suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST) di samudra Pasifik sekitar equator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Karena lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim, itu kata om BMKG. akibatnya adalah terjadi kemarau panjang yang pastinya panas, hot.. 

aku sedang tidak komplain disini, aku hanya bercerita, tapi kenyataanya ada banyak sekali orang yang komplain dan saling blaming, saling menyudutkan, terutama ke pemerintah, ah.. come on. tidak ada manfaatnya sama sekali komplain kita dan sikap saling menyalahkan. ga ada manfaatnya tauuu.., tadinya aku seh biasa aja, tapi belakangn makin gedeg aja aku setiap kali membaca komentar-komentar gak mutu itu.. hmmm, untuk mengungkapkan rasa geuleuh itu ya aku seh lebih suka nulis di blog sendiri daripada di medsos lain, kaya FB. 

oh ya abdur, hari ini kamu masih jadi orang yang konsisten untuk bisa menahan diri dari menjadi orang yang suka komplain, karena orang yang suka komplain itu adalah salah satu karakter seorang looser, maka.. di masa depan, tetep konsisten yaaak, :) 

long time no cee..., kemana aja cuuuyyy.., udah lama nggak pernah nulis lagi lw,.. ? hahaha.., ini hanya tulisan pembuka, salam hangat dari seorang yang sadah beberapa minggu ini absen dan kehilangan motivasi untuk menulis, padahal..., kalau sudah menulis, semua ide dan segala apa yang ada dikepala bisa mengalir begitu saja, spontanious. tapi kalau lagi malas menulis.. ya ampuuuun...! malasnya, Na'udzubillah min dzaalik, aku nggak bangga loh ya, dengan karakter malasku itu, aku sama sekali nggak bangga, bahkan lebih tepanya aku sebell, sucks, menyebalkan. yaaah.., sampai saat ini harus aku akui itu adalah penyakit ku yang masih perlu harus di cuci, di bersihkan sampai bersih.., cling.. blink-blink. itu aja dulu deh. 

Tuesday, August 04, 2015

Simply just say what you feel.!

Kamu tau beda karakter orang jawa sama orang sumatra ? salah satu diantara perbedaan karakter orang jawa dan sumatra adalah; orang jawa itu (termasuk sunda) Segen,. Nggak enakan, seneng mendem atau nyimpen roso,  sudut pandang positifnya sebenernya karakter mereka itu halus, nda mau menyakiti seseorang dengan kata-kata, karena dikatakan ucapan itu lebih tajam daripada pedang. Luka karena ucapan mungkin bisa di maafkan tapi nda bisa dilupakan, akan selalu ingat dan teringat, bisa menusuk, menghujam ke dalam lubuk hati yang paaaling dalem dan tersimpan didalam memory alam bawah sadar. Sementara sudut pandang negatifnya adalah,.. karakter ini munafik, palsu, fake, lain di mulut-lain dihati, mulut A , di hati bisa jadi B atau C, lain di muka,..lain di belakang, dan juga pendendam. TENTU SAJA.., ini bukan generalisasi, sekali lagi.. ini bukan Generalisasi atau sesuatu yang berlaku menyeluruh dan umum. Catet.!

Entah benar atau tidak,.. bisa jadi hanya sebuah jokes, lelucon yang nggak lucu,..makanya karakter ini katanya disimbolkan dengan Blankon yang dipakai orang jawa, ciri blankon yang menonjol adalah dibagian belakangnya ada gondoknya, apa itu namanya.., punuk, benjolan. Jadi itu menyimbolkan bahwa didepan seh biasa aja, tapi dibelakangnya., bisa jadi nggondok, marah, dendam. Karakter segen dan nggak enakan ini yang membuat orang jawa nda bisa ngomong blak-blakan, takut salah, salah ucap, takut menyakiti makanya sangat berhati-hati dalam memilih kata dan lebih banyak suka diam.

Sementara orang sumatra.., mereka ini lebih suka Blak-blakan.., kalau mereka nggak suka, berani mengatakan nggak suka, begitupun sebaliknya. Bahasanya tegas,.. lugas dan sederhana. Buat orang sesama sumatra.., tentu hal itu biasa saja, tapi buat orang jawa.., itu satu hal yang seringkali masih tidak mudah untuk diterima, makanya mereka akan lebih mudah tersinggung. Sudut pandang positifnya.., orang sumatra ini, they can say the truth.., gak munafik.., apa yang diucap.., itulah yang ada dihatinya. Mulut A, dihatinya juga A, dibelakang dia nggak suka, didepan dia berani bilang gak suka. Mereka juga lebih suka orang mengatakan langsung didepanya kalau mereka nggak suka atau kalau dirasa dia melakukan kesalahan daripada harus mendengar dari orang lain which is berarti ngomongnya di belakang. Sudut pandang negatifnya..mereka ni bahasanya agak kasar,.. keras dan kurang bisa menjaga perasaan orang lain. Sekali lagi.., ini bukan generalisasi.

AKU...

Sekarang tentang aku, siapa aku ?

Aku adalah seorang jawa..,tulen, full, 100%,  yang dibesarkan di tanah jawa dan dengan gaya hidup, lingkungan serta budaya jawa. Paling tidak sampai 21 tahun lamanya ide dan keyakinan itu melekat dikepalaku. Sampai pada akhirnya hanya dalam hitungan menit atau detik ? Allah membalikkan fakta hidup dan kehidupanku, dalam tempo sekejap, dan memberikan efek Shocking, bahwa aku adalah keturunan Jawa + Sumatra. Separuh darahku Jawa dan separuhnya Sumatra, Aku seorang samosir,.. Aku seorang Batak, aku memiliki marga.., meskipun tak pernah sampai saat ini aku menggunakanya. Ya,.. aku memiliki darah jawa dan sumatra. Cerita bagian ini ada dalam tulisan lain.. maybe next time.

Sebagai orang jawa aku paham betul dengan karakter-karakter yang sudah aku jelaskan di paragraf pertama, tapi dalam prosesnya aku sendiri menyadari ada anomali.., masuk ke ranah remaja dan dewasa.., aku adalah seorang yang lugas, blak-blakkan.., terutama dalam hal berbicara, bertanya, menyampaikan pendapat, menyampaikan rasa, jujur apa adanya. Satu karakter yang kemudian pada akhirnya baru aku sadari.., darah sumatera ku ternyata lebih kental dari darah jawa. Selain sifat-sifat lain seperti keras kapala, batu, susah diatur dsb. Tapi semakin aku mendalami karakter2ku itu.. aku juga menyadari bahwa, sifat jawaku pun masih ada, seperti halus, lembut rasa (nggak tegaan) pun aku masih punya. Jadi semacam ada kombinasi karakter jawa-sumatra yang tertanam, terprogram dalam DNA seorang aku. Tak banyak orang tau tentang aku.., buat teman2ku orang jawa tidak pernah mereka akan mengira, mereka hanya tahu aku adalah orang tegal atau cirebon, wich is Jawa.., hanya jawa. Tapi buat orang sumatra.., sekali mereka berkenalan., biasanya akan langsung tahu dari raut muka dan karakter aku berbicara.., kamu orang kito kata mereka,.. kalau aku bilang aku jawa..! mereka hanya akan tertawa dan bilang nggak mungkin kamu orang jawa.

Say what you wanna say.. say what you feel.!

Orang sepertiku, yang berdarah sumatra lebih menyukai ketegasan, sesuatu yang lugas, jelas, clear, simple. Ketika aku memiliki perasaan dan nembak seseorang misalnya, aku tidak merasa sungkan untuk mengatakan, mengungkapkan, meng-ekspresikan apa yang aku rasakan secara langsung. Simply I will say what i feel. Apapun jawabanya,. Simply aku bisa menerima,. Tapi aku lebih suka jawaban yang lugas, tegas, sederhana dan jujur. Orang sumatra itu nggak suka dibohongi, pastinya seh semua orang gak hanya sumatra nggak akan suka, tapi dalam hal ini reaksi dan level penerimaanya yang berbeda. No is No, yes is yes,. Nggak- Nggak.., iya-iya,. Bukan iya yang nggak-nggak. Dan orang seperti aku lebih menghargai jawaban yang seperti itu, bukan jawaban yang muter-muter, mlintir-mlintir,bikin pusing. Sebagai orang jawa saya bisa ngerti, tapi sebagai orang sumatra, saya nggak bisa nerima. Seringkali kepikir, apa susahnya seh ngomong blak-blakan.., saya kira kita sudah cukup dewasa untuk menerima jawaban apapun yang mana itu adalah fakta, sudah cukup dewasa untuk menerima kritik, cukup dewasa untuk menerima koreksi,  dan sudah cukup dewasa untuk menjadi orang yang berani mengatakan (Speak Up) apa yang kita rasa.

Nggak ada yang salah berkata jujur, nggak ada yang salah mengatakan apa yang kita rasakan. Bukankah hidup hanya sekali, *wink
So.., Be Brave..!, Don’t be a coward.!
Jangan jadi pengecut.! Say what you wanna say.. say what you feel.!

Monday, August 03, 2015

Berwirausaha itu..

Siall...! Ini bukan melulu tentang soal uang kawan, bukan melulu tentang banyak-banyakan kepemilikan harta, material, penghasilan, ataupun imej,.. bukan itu. Jika kamu masih berpikir melulu tentang itu,.. maka saya katakan pemikiran mu masih terlalu kerdil..! Sangat kerdil.! Tidak ada bedanya dengan pola pikir orang kampung, desa yang masih udik dengan segala keterbatasan pendidikanya, pengetahuanya yang mengartikan sukses seseorang adalah terwakili, tergambar oleh kepemilikan hartanya.

Bahwa kita butuh uang, ya benar.. Bahwa salah satu komponen dan motivasi utama kita bekerja adalah mencari uang juga benar,.. tapi itu bukan satu-satunya hal, bukan melulu, dan bukan segalanya tentang uang atau penghasilan.

Berwirausaha adalah tentang kesadaran yang lebih besar dan luas bahwa kita as a human being memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari apa yang dapat kita bayangkan. Bahwa kita sebagai makhluk berdaya cipta mampu menciptakan value untuk setiap hal, banyak hal yang denganya akan mampu mendukung kehidupan dan cara hidup yang lebih baik bagi manusia.

Berwirausaha adalah tentang mengoptimalkan kemampuan, kapabilitas kita as a human being. Kemampuan yang jauh lebih besar dan tak ada atau tak diberikan kepada makhluk selain yang bernama manusia. Tentang improvisasi , berusaha bagaimana berkembang. Memperluas batasan-batasan, test our limits. Think wild.., creating idea and then make it real, make it happens.

Dengan berwirausaha kita memiliki kebebasan untuk berpikir liar seliar-liarnya, tak ada yang membatasi kecuali pikiran kita sendiri. Kita memiliki kebebasan untuk berimprovisasi, kita memiliki kebebasan dan kontrol penuh tentang bagaimana dan kapan kita mewujudkanya.

Kamu tahu, kebebasan sendiri sebenarnya adalah sebuah ide,.. ide yang sejatinya sudah melekat, terinstall, program bawaan, satu paket saat kita di ciptakan dan di lahirkan. Kemudian ketika manusia berkembang dan jumlahnya semakin banyak, maka atas dasar ide : menjaga keharmonisan bersama, kedamaian, dibuatlah kerangka aturan yang pada dasarnya adalah batasan-batasan yang dibuat atas ide kebebasan. Tapi bukan berarti kebebasan itu hilang, dalam komunitas bisa jadi memang ada batasan, tapi dalam lingkup yang paling kecil, sangat personal kebebasan itu masih ada dan tak ada yang membatasi kecuali our own mind, our own thought. Dan batasan yang terbentuk dalam sistem kerja otak kita itu memang sengaja di buat melalui sistem-sistem dilingkungan kita karena demi kepentingan segelintir orang yang bisa kita sebut master mind, the ruler.! Tapi itu tidak berlaku bagi seorang wirausaha. Dia sadar betul, dia mampu dan dia bisa untuk membuang semua batasan-batasan yang di buat oleh sistem itu.

Berwirausaha adalah tentang kontribusi, kontribusi kita terhadap masyarakat, hidup dan kehidupan. Bukan berarti saya mengatakan bekerja dalam ruang kotak 2x2 sebuah gedung tidak memiliki kontribusi,..no, bukan..! Yang ingin saya katakan adalah anda, kita mampu melakukan lebih dari itu. Dengan berwirausaha anda mampu membuat kontribusi yang jauh lebih besar. Bukankah dari dulu sering sekali mendengar kalimat motivasi "jika dia bisa, saya pasti bisa.. jika saya bisa, kenapa kita nggak ?", tertahan dimana kalimat motivasi itu, atau memang sengaja sudah di taruh di bagian paling dalam, pojok otak kita yang tak pernah lagi coba kita sentuh, atau hanya kita gunakan dalam hal-hal yang kecil yang rasio kita menganggap itu baru masuk akal.? Sungguh sangat disayangkan kalo begitu.

Berwirausaha itu tentang nilai kita as human being, baik dimata dan hati manusia maupun di mata Allah. Ini masih ada kaitannya dengan soal kontribusi, bukankah kita diajarkan dalam Islam bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia yang lain, tentu saja yang sering saya katakan manfaat dalam hal kebaikan. Dengan berwirausaha memungkinkan kita untuk bisa berbuat lebih banyak, lebih besar, menciptakan nilai dan manfaat yang lebih banyak, satu nilai yang manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia, dan terus dipakai, dipelajari, bergenerasi.. apa tidak berlimpah nilai pahalanya,.. tentu semua berangkat dari niat dan keyakinan, tapi let's aside.., karena bagi saya dan anda yang muslim, tentu pastinya dan harusnya niatnya karena Allah. Masa kita yang diajarkan tentang hal itu, tapi yang mempraktikkan adalah golongan kaum kafir seperti yahudi, cina.., apa ya kita ndak malu?, malu as human being.. malu as a moslem.

Dan terakhir.., tentang uang, financial freedom, kepemilikan harta., adalah bonus, konsekuensi logis dari apa yang kita usahakan. Bukan jaminan bahagia memang,.. tapi bisa jadi alat yang mendukung kebahagiaan. Untuk contoh2nya pastinya kamu bisa menyebutkanya sendiri. Tapi dari segi manfaat lagi.., kita bisa menggunakanya untuk melakukan hal-hal baik yang lebih besar.

Jadi.., untuk kamu yang masih terpaksa duduk di ruang 2x2 square, ketika kamu melihat seorang yang mengaku wirausaha, tapi hanya melulu bicara tentang uang dan harta,.. tegurlah.., karena itu bukan hakikat tentang wirausaha. Dan sebaliknya ketika kamu melihat seorang yang memilih jalan wirausaha, tapi kamu mendapatinya masih kere.., janganlah merendahkanya, karena bisa jadi kere nya hanya tinggal sebentar lagi, pun kalaupun nggak,.. bisa jadi karena memang bukan itu maksud dan tujuan utama dia berwirausaha, tapi karena kesadaran dan hal-hal lain yang sudah saya jelaskan di paragraf-paragraf sebelumnya. Pada akhirnya, let's do our best.., let's become entrepreneur.

Braveheart


Braveheart,. Ini adalah salah satu film epic heroik yang aku suka dan meskipun berkali-kali aku tonton tetap tidak pernah ada bosanya. Tentang perjuangan william wallace untuk menjadi orang yang merdeka dan memerdekakan kerajaanya , scotland. Ceritanya sangat komplit, ada romantika, perjuangan, persahabatan, dendam dan juga pengkhianatan. Jalan ceritanya sangat menarik dan mengharukan.

Apakah tulisan ini adalah untuk mengulas film ini dur ? Mmm.., nggak, itu hanya bagian dari prolognya saja, bukan isinya.

Brave : berani , heart : hati , jadi artinya wani piro ? Hahahha.., nggak ya, bukan itu,  ngerti sendiri aja laaah. Hati adalah raja, hati adalah penguasa, penguasa tubuh dan pikiran. Hati adalah the ruler. Hati menggambarkan jiwa seseorang yang memilikinya, jiwa seorang pengecut, tak jauh berbeda dengan hatinya, lemah. Jiwa seorang pemberani, pun begitu juga tak jauh berbeda dengan hatinya, kuat. Braveheart hanya dimiliki oleh seorang yang kuat, seorang pemberani, seorang ksatria (untuk cowok), entah apa nama untuk ceweknya.

Aku, I wonder what kind of heart that i have. hati seperti apa yang aku miliki ? Hati seorang pemberani kah atau seorang pengecut. Sejauh yang aku tahu.., aku adalah seorang yang berani. Paling nggak aku cukup PD untuk meng-klaim itu. Sejauh yang aku tahu aku adalah risk taker, sejauh yang aku tahu aku tidak ambil pusing dengan segala akibat yang mungkin terjadi ketika aku mengambil satu keputusan. Sejauh yang aku tahu aku adalah seorang yang berani mencoba, sejauh yang aku tahu aku bisa mengatasi rasa takutku. Tapi aku juga tahu, bahwa hatiku belum teruji, belum ada situasi kondisi yang benar-benar menguji jenis hati apa yang aku miliki. Sekiranya ada belati siap menusuk di perutku, sekiranya ada pedang siap menebas di leherku, sekiranya ada moncong pistol siap menembakan peluru di kepalaku, akankah aku siap dan cukup memiliki keberanian untuk mengambil tindakan fight back..!? Entahlah, semua itu belum pernah terjadi dan juga belum teruji.

Sekiranya ada seorang yang di bully di depanku akankah aku berani membela, melawan, meskipun sebenarnya tidak ada hubunganya denganku, atau aku hanya akan diam mematung, menonton tak peduli sambil bergumam "ah, thats not my business", mengkerut, coward.

Sekiranya ada seorang muslimah yang diganggu didepanku, akankah aku berani membela ? Meskipun itu berarti ada resiko babak belur atau bahkan meregang nyawa ? Entahlah.., aku belum bisa menjawab. Tapi sejauh yang aku tahu, aku akan berani berdiri, fight untuk sesuatu yang salah menurut aku, sesuatu yang layak untuk di perjuangkan, apalagi sesuatu yang menyangkut harga diri, apalagi sesuatu yang menyangkut orang-orang yang aku sayangi. Wallahu a'lam

Sunday, August 02, 2015

Keep Going..!

No matter how long it is, no matter how slow you are, as long as you don't stop, you don't quit, you will reach your goals.

Yup,.. Keep going ! Bro.. , selama tujuan mu jelas, selama kamu tak ada niat untuk menyerah apalagi menyerah, selama kamu masih mampu dan belum di tak-mampukan, selama kamu belum pensiun dan tak-dipensiunkan, selama kamu masih yakin dengan tujuan, Keep going,. Terus, lanjutkan.! 

Terus berusaha, jadikan dirimu layak.!
Terus berusaha, jadikan dirimu mampu !
Terus berusaha, jadikan dirimu bernilai, berharga.!

Tak ada alasan yang cukup woth it untuk kamu menyerah bukan ?

Dulu, ada satu bait kalimat yang masih aku ingat dari aa gym sampai sekarang, selama tujuan mu jelas, pasti, maka perubahan sekecil apapun yang mengarah kepada apa yang kamu tuju, maka itu adalah sebuah kemajuan. Orang yang memiliki tujuan hidup yang jelas, perubahan sekecil apapun adalah kemajuan. Sebaliknya orang yang tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, perubahan sebesar apapun,.. tidak ada artinya, karena dia tidak tahu mau kemana dan kearah mana dia menuju.

Keep going.!
Tak ada aral yang tak bisa di singkirkan atau di lewati jika kamu masih memiliki kemauan. Memelihara kemauan itulah yang penting. Kamu bisa membuat seribu macam alasan untuk tidak bertindak, tapi hanya cukup satu alasan untuk take action.., will, willingness,.. apalagi jika will nya itu ditambahin sedikit power, Strong,.. jadi Strong will.! Beeeuhhhh.., gak ada lagi yang namanya aral yang berani berlama-lama menghadang, yang ada ketar-ketir dan milih mundur, bubar. Rawe2 rantas.. malang2 putung (tuntas), begitu sloganya,. Aral apa yang ada didepan , di tendang,..! Di Babat habis bila perlu.

Keep going..!
Kenikmatan sejati adalah ketika tercapai tujuan,. Penyesalan sejati adalah tak berani mencoba, apalagi melakukan,.. wong mencoba saja tak memiliki keberanian. Kenikmatan sejati adalah saat apa yang kamu usahakan, mulai berbuah apalagi sesuai dengan yang diharapkan.

Keep going !
Hidup hanya sekali bukan !? *wink

Ayo Menanam..!

Ayo kita menanam.!
Menanam apa mase ?

Apa aja.., asal jangan menanam benih kebencian dan kerusuhan aja, hahaha. I'm serious here.!, ayo kita menanam.

Beberapa hari minggu lalu aku sempat nonton film jepang, judulnya agak lupa tapi ada wood2 nya gitu deh, yang bercerita tentang seorang anak baru lulus SMA yang "gak terlalu pintar" akhirnya ikuti program pelestarian hutan di wilayah sub urban / countryside sana. Awalnya banyak yang ikut, tapi seperti biasa, setiap tahun, setelah seleksi maka jumlahnya akan menyusut hanya tinggal beberapa saja. Dan salah satu tokoh ini yang diceritakan bisa bertahan meskipun sempat juga dia kabur.

Dalam proses internship program itu, yang menarik adalah, hutan-hutan disana itu benar-benar di jaga, di lestarikan, bukan hanya oleh generasi saat ini, tetapi telah berlangsung dan di turunkan dari beberapa generasi sebelumnya, sejak ratusan tahun yang lalu. Pohon-pohon yang mereka tebang saat ini untuk penghidupan mereka , orang-orang desa adalah pohon-pohon terbaik yang telah di tanam sejak dari puluhan bahkan lebih dari 100 tahun sebelumnya, which is generasi yang menebang adalah bukan generasi yang menanam. Makanya di katakan bisnis hutan yang mereka jalani adalah sungguh sangat aneh, mereka menanam meski tahu tidak akan pernah menuai hasilnya, tapi untuk generasi berikutnya, karena memang begitulah adalanya, apa yang mereka tebang saat ini, yang mereka nikmati adalah hasil dari apa yang di tanam oleh generasi sebelumnya. Sungguh sangat menarik bukan ? Budaya, prinsip hidup dan pola pikir dan cara pandang orang jepang ini, mereka menanam, memelihara untuk generasi yang akan datang, untuk kelestarian dimasa depan, sungguh nilai2  hidup yang sangat arif.

Dalam islam sendiri sangat dianjurkan untuk kita menanam, karena dengan menanam kita telah menghidupkan bumi Allah.., makanya di anjurkan bagi seorang muslim untuk tidak sampai menyia-nyiakan ruang kosong, terbengkalai begitu saja, harus di manfaatkan dan harus ada manfaatnya. Bahkan dikatakan ada pahala yang besar bagi orang yang suka menanam, karena dari apa yang dia tanam itu akan berbuah atau menghasilkan sesuatu yang dapat di makan, atau di manfaatkan oleh semua makhluk hidup di sekitarnya, yang mana itu akan memberikan penghidupan. Sungguh sangat mulia orang yang menanam, jika kita menanam pohon, pohon itu berbuah .. bisa di makan buahnya, pohon itu tumbuh dan rimbun daunya, bisa untuk berteduh, menghasilkan oksigen yang bisa kita hirup untuk bernafas, segar, sehat dan menyehatkan. Masya Allah..,

Jika kita menanam sayur-sayuran, bisa kita makan, bisa mencukupi kebutuhan sendiri atau untuk di jual. Jika untuk sendiri bisa untuk berhemat, menghemat pengeluaran dalam keluarga berarti memperbesar opportunity untuk dapat memanfaatkan penghasilan yang didapat untuk kebutuhan lain yang lebih besar nilainya dari sekedar urusan perut, maka menanam bisa juga memberikan manfaat langsung dan tak langsung terhadap kehidupan kita, dan di keluarga.

Makanya, ayo kita menanam. Menanam itu gampang kok, alias ga susah, menanam itu mudah, menanam itu hanya butuh kemauan aja selebihnya kita sudah punya. Tentu saja setelah menanam kita harus memeliharanya yaa, jangan hanya menanam terus kita tinggalkan dan berharap bisa menuai hasilnya. You reap what you sow..,iya bener , itu kalo kemudian dipelihara, kalo di biarin yaa.., bisa jadi menuai tapi hasilnya dikit, ,bisa jadi gak menuai sama sekali karena mati, atau bisa jadi gak menuai sama sekali karena diambil orang, salah sendiri, kenapa gak dipelihara, dikiranya kan gak ada yang punya .. Hahahha.

Ayo kita menanam, dengan menanam itu akan memberikan kita pemahaman tentang bagaimana kita bisa menghargai sesuatu hal, sesuatu yang hidup dan memberikan kita penghidupan yang sebelumnya atau biasanya kita abaikan. Experience give you season,.. pengalaman memberikanmu pelajaran. Dan akan selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap pengalaman. Kita akan lebih bisa menghargai apa yang kita makan, yang kita hirup, yang kita minum. Semuanya.. sampai pada orang-orang yang mengusahakanya, kesadaran itu akan muncul sejalan dengan proses kita belajar menanam.

Ayo kita menanam dan kita ajarkan menanam pada anak-anak kita nanti, pada generasi berikutnya. Mengajarkan meraka menanam berarti mengajarkan mereka menghargai nilai-nilai hidup dan kehidupan, bahwa tanpa menanam maka tidak akan ada keberlangsungan, tidak akan ada kelestarian, dengan menanam berarti kita juga telah berpartisipasi dalam usaha menebar kebaikan,.. Insya Allah.., Wallahu a'lam.

Ayo Menanam.!

Jadilah Layak

What's become of us ?
You get what you derseve.. !

Salah satu cuplikan dialog yang aku suka dalam film kingdom of heaven, bercerita tentang penaklukan kembali kota yerusalem oleh tentara Islam yang di pimpin oleh Shalahuddin al ayyubi, dari kekuasaan nasrani.

You get what you deserve.. kamu mendapatkan apa yang layak untukmu. Dan kamu hanya akan mendapatkan apa yang memang layak untukmu.

Lalu apa ukuran layak atau nggak layak atau belum layak. Hal yang perlu diketahui adalah segala sesuatunya memiliki requirement, syarat2 minimal yang harus terpenuhi agar sesuatu itu dapat dikuasai, mampu di jalankan, di kendalikan dengan baik oleh orang yang menghendaki.

Seorang yang ingin menjadi pemimpin, ada requirement untuk menjadi pemimpin, jika requirement itu tak terpenuhi dan kemudian di paksakan, maka besar kemungkinan tidak akan berjalan baik atas apa yang di pimpin. Jangankan itu, untuk mengendarai motor di jalan raya saja ada requirement nya, minimal bisa menyalakan, mengendarai dan paham tools apa saja dan fungsinya masing2.. jika di paksakan sementara sebenarnya belum layak atau belum bisa, yang terjadi adalah bisa terjadi kecelakaan, yang fatal.

Make you deserve.. jadikan dirimu layak,.. itulah kuncinya.

Kerja, ingin punya penghasilan yang tinggi,.. jadikan dirimu layak : kerja yang yang produktif, kuasai banyak skill yang akan menunjang nilai jual di perusahaan. Jangan malah bermalas2an, nggak produktif tapi pengen jabatan naik, gaji naik,. Dst...Dst..

Pengen punya keluarga yang baik, istri yang shalehah.., jadikan dirimu layak lebih dulu. Masa iya seorang yang shalehah mau sama orang yang nggak shaleh.., tentunya dia mau dan layak juga mendapat seorang yang shaleh, maka jadikan dirimu layak untuknya. Jika kamu belum layak kemudian dipaksakan, maka apa yang di sebut ingin mewujudkan keluarga yang baik, sakinah, mawaddah, wa rahmah .. rasa-rasanya akan sulit untuk di wujudkan. Itu sebabnya di katakan dalam Al Quran, sesuatu atau orang yang baik adalah untuk yang baik, dan begitupun sebaliknya.. ,karena itu sudah sunatulllah.., you, everybody will get what they deserve.

Jika kamu menginginkan sesuatu, maka berusahalah lebih dulu untuk jadi layak atas sesuatu itu, maka Insya Allah.. pasti kamu akan mendapatkan yang layak untuk kamu atau yang lebih baik dari itu.

Jadilah layak, and you will get what you deserve.

Saturday, August 01, 2015

Iri



Entah kenapa aku sungguh sangat merasa iri dengan sosok ini, aku tak kenal dia, aku tak tahu siapa dia, atau bagaimana dia, aku tidak tahu apapun tentang dia, hanya satu gambar yang menjelaskan dia adalah saudaraku, saudara jauh yang ada disana, saudara se Iman, se Islam. Aku tak tahu apakah dia masih hidup atau mungkin telah syahid.

Yang aku lihat, sorot matanya begitu tajam, tapi teduh,.. tak ada kemarahan atau arogansi dari mimiknya, dengan sebuah roket yang dia gendong di punggungnya. Yaa.., dialah pejuang (soldier of Islam), yang berjuang demi menegakkan kalimat Allah disana, yang menuntut keadilan, yang rela mengorbankan segala kenikmatan dunia demi satu keyakinan yang dia yakini kebenaranya. Itu yang membuatku iri teman.., bahkan aku menangis ketika menulis ini,.. why ? Apakah aku terlalu sensitif, bisa jadi, .. terlalu terbawa perasaan ? Bisa jadi.. tapi mungkin yang lebih mendekati benar adalah karena aku malu kawan,.. aku malu, benar2 malu. Itu yang membuatku menangis. Bayangkan saja, seketika ketika melihat sosok ini aku sekilas mereview apa yang sudah aku lakukan dan what the hell am I doing ? Sebagian besar waktu ku sepertinya lebih banyak digunakan untuk memikirkan dunia.. Masya Allah.., aku berkoar2 kepada diriku sendiri, apa yang aku lakukan ini adalah untuk kebaikanku dan kebaikan banyak orang dimasa depan. MASA DEPAN yang mana ? Apa kamu segitu yakinya masih memiliki jatah waktu yang panjang di masa depan, jika seandainya besok pagi kamu tiba2 di jemput, adakah kamu siap ?,. Jawabanya sangat jelas, aku belum siap. Kemudian aku menatap sosok itu, adakah dia siap.. sepertinya jawabnya sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, dia tampak siap, siap untuk syahid.., karena jiwa raganya telah ia wakafkan untuk Allah, dia serahkan terserah bagaimana Allah memanggilnya. Subhanallah...

Sosok itu membuatku sangat iri,.. Bayangkan kawan.. aku bercita2 untuk menghafal 30 juz penuh Al qur'an.., tapi sampai hari ini.. masih jauh dari harapan. Ibadah ku pun masih kacau. Bayangkan teman, aku sudah paham bahwa Ilmu itu adalah nur, cahaya.. sedangkan maksiat itu adalah dosa, dan cahaya Allah tidak akan mungkin bercampur dengan dosa yang kotor,.. tapi kawan, lihatlah.. bagaimana aku terus saja menjalani hidup dengan penuh maksiat, dan dengan naifnya aku berharap nur cahaya itu akan datang. Bodoh... Bodoh bukan ?

Aku iri kawan, iri pada sosok yang tak aku kenal itu. Jika seandainya qodarulllah di negeri para bedebah ini terjadi kekacauan yang mengharuskan seorang muslim untuk berjihad,.. adakah aku siap ???, jawabanya bukan hanya di lidah kawan, tapi pada keyakinan apa dan seberapa besar keyakinan itu ada di dada. Adakah hati ini mampu untuk rela dan merelakan segala kenikmatan yang ada di depan mata demi sesuatu yang lebih mulia.. atau.. enggan terhadapnya.

Hati ini iri kawan,. Iri pada saudaraku itu. Pada keyakinannya, pada pilihan hidupnya, jalan yang dia tempuh untuk berjihad, pada keimananya dan pada ilmunya. Hati ini iri kawan,.. Iri sekaligus malu. Aku berharap aku bisa menjadi lebih baik dari ini, melakukan yang lebih baik dari ini, sesuatu yang mampu mendatangkan kemuliaan di dunia dan terutama di akhirat nanti, sesuatu yang bisa menjadi hujjah dan pemberat amal baik di hari perhitungan nanti. Aku berdo'a kepadaMu wahai Rabb ku,. Meminta yang terbaik, dengan menjadikan aku baik, meminta yang mulia dengan menjadikan aku layak atasnya. Aamiin.



Posted via Blogaway

Nothing

The more I know.., the more I relize that I know nothing.

Semakin aku tahu banyak hal, membuat aku sadar bahwa apa yang aku ketahui hanyalah secuil, benar-benar nggak ada apa-apanya.

Ini bukan kalimat ku sendiri, tapi ini adalah kalimat yang memang benar demikian adanya. Aku menulis ini karena aku sadar masih banyak hal yang belum aku tahu, masih sangaaaat banyak. Oleh karenanya dalam salah satu slogan hidupku aku masukkan satu prinsip "Never Ending for Learning.."

Hmmmm,.. rasanya menyenangkan bisa terus belajar. Menyenangkan masih memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar, belajar tentang apapun, tentang hidup dan kehidupan. Dunia ini masih memiliki banyak sekali misteri yang belum terungkap, dunia ini yang katanya kecil dan hanya sekecil ini di bandingkan planet-planet lain yang bertebaran di tata surya kita dan juga di jagat raya, masih menyimpan banyak sekali rahasia, pengetahuan yang masih belum terungkap, masih tersimpan dalam kotak pandora.

Ah.., sudahlah, yang jelas aku masih mau belajar, dan semoga Allah masih memberikanku kesempatan (al-waqtu) dan kemampuan untuk terus belajar, belajar untuk menjadi seorang yang baik dan lebih baik, bijak, arif dan mampu menjadi contoh yang baik bagi generasi mendatang. Belajar untuk menjadi seorang muslim yang sejati, yang memiliki jati diri, memiliki prinsip hidup yang kokoh, yang mampu menebar manfaat, untuk diri, agama, keluarga, umat, dan masyarakat , aamiin Bismillah ..



Posted via Blogaway

Sunday, July 26, 2015

What so wrong with becoming simple and spontanious ?




Tulisan ini aku buat karena beberapa hari ini  masih tergelitik oleh bagian statement dari temenku, adik kelasku, seorang yang aku suka di masa lampau (ah,.. maaf ya saudara, bahasanya agak menggelikan), surti namanya (nama samaran aja), yang mengatakan, your simple (character) and spontanious somehow intimadated me. Entahlah,.. harusnya statement itu bukan masalah buat aku, hanya saja entah kenapa bagian yang ini masih terus saja menggelitik “nguing-nguing” di kepalaku yang akhirnya berujung pada pertanyaan “why.. how come !?”


Jadi karena “nguing-nguing” itu lah, akhirnya tanganku sudah nggak bisa ditahan lagi buat nulis ini, nulis tentang.. What so wrong with becoming simple and spontanious ?


Jadi saudara, didunia ini, dilihat dari sudut pandang sikap yang muncul ketika menghadapi suatu masalah (bahasanya sok pinter dikit), manusia di bagi dua. Yang satu adalah orang yang simple.. seperti saya dan yang satunya adalah orang yang complicated seperti dalam contoh ini surti. Sesuai dengan judul, maka saya akan lebih banyak mengulas tentang orang yang simple dibanding dengan orang yang complicated., which is itu bukan saya dan saya tidak paham betul sebenernya tentang orang yang complicated, karena saya nggak complicated. Maka disini saya akan lebih banyak mengurai apa dan bagaimana itu “simple”.


Simple itu bahasa sederhananya adalah “sederhana” (itu terjemahanya kaleee :D ), dibikin mudah, dibikin gampang, sedangkan bahasa complicated-nyaaaa., saya nggak tahu.., tanya saja sama orang yang complicated.


Simple itu,.. adalah seorang executor ulung, executor sejati, melakukan sesuatu tanpa terlalu banyak memikirkan ini.. itu, bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu. Tapi jangan salah..!, orang yang simple bukan berarti tidak mikir, tapi cara berpikirnya cepat, tempo antara dia berpikir dan eksekusi itu cepat. Frame cara berpikirnya adalah : singkat, padat, jelas, langsung ke inti. Analoginya seperti kamu membuat summary, tanpa terlalu banyak tetek bengek kamu bisa langsung tau.. poin-nya apa ? maksud tujuanya apa ? dan keputusanya apa ?.


Simple itu..., Berani. Brave ! dan Pemberani. Berani tidak berarti tidak memiliki rasa takut loh yaa.. atau, No fear.! Karena orang yang tidak memiliki rasa takut, secara psikologis itu abnormal. Berani itu berarti dia mampu mengatasi rasa takutnya, dan dia yakin dia mampu. Orang yang mau menyeberangi sungai dan harus berhadapan dengan  arus yang kuat tentu saja muncul rasa takut, takut terseret dan terbawa arus, terbentur batu, pingsan, tenggelam dan bisa jadi meninggal. Tapi dia berani menyeberang karena dia yakin dia memiliki kemampuan untuk menyeberang, berenang, dia yakin masih memiliki tenaga, memiliki peralatan safety ataupun teman-teman yang bisa dan siap membantunya, sehingga dia mampu mengendalikan, mengatasi ketakutan dan kepanikanya.


Simple itu... Risk Taker. Berani mengambil resiko. Setiap masalah yang mengharuskan pengambilan keputusan pasti membawa satu diantara dua konsekuensi.., konsekuensi pertama adalah yang sesuai dengan harapan.., sesuai atau paling tidak mendekati perhitungan,.. maka beruntunglah dia. Dan konsekuensi kedua adalah yang tidak berjalan atau sesuai dengan yang diharapkan.. itulah yang dinamakan resiko.., maka kurang beruntunglah dia. Tapi orang yang simple. Paham betul konsekuensi itu dan dia lagi-lagi Berani mengambil resiko itu tanpa banyak berlete-lete, tanpa banyak excuse.


Simple itu.. Berani Bertanggung Jawab. Ini masih berkaitan dengan risk taker. Berani mengambil keputusan, berani menerima konsekuensi..apapun itu.., dan berani bertanggung jawab tanpa banyak excuse.


Simple itu... easy going. Nggak ribet. Nggak bikin orang susah dan nggak menyusahkan orang.


Simple itu..Toleran , selalu meyediakan ruang kompromi, tidak egois, tidak ego-sentris. Berani mengemukakan pendapat.., iyaa. Berani mengemukakan keinginan pun iyaa., tapi berani mengalah atau seringkali berkorban demi untuk kebaikan bersama pun iya.


Simple itu bahagia.., menyenangkan , bahkan terbukti salah satu slogan yang sudah sangat dikenal saat ini adalah bahwa ;  bahagia itu sederhana, kawaaan.!. Buat seorang anak dan keluarga.., bahagia itu sederhana, bisa berkumpul bersama saat mudik lebaran, meskipun papa, seadanya, bisa membuat bahagia. Buat pertemanan ..bahagia itu sederhana, bisa bekumpul kembali, reunian, melihat mereka tertawa, melihat mereka berhasil, berprestasi, melihat mereka care, memyapa.., bisa membuat bahagia. Bahagia itu sederhana.., buat orang yang kita sayang,. Melihat dia tersenyum, melihat dia jujur, terbuka, percaya pada kita, bisa membuat kita bahagia. Bahagia itu sederhana. ! simple.


Simple itu..., banyak di sukai orang, diminati dan di cari orang. Orang tidak mencari produk – apapun itu – yang complicated, yang ribet. Seorang engineer boleh saja membuat produk yang canggih dan complicated..., tetapi ketika sampai di tangan konsumen.., itu haruslah sesuatu yang simple !.  Sebuah sistem aplikasi yang complicated tidak di sukai banyak orang. Sebuah organisasi yang complicated dan sangat birokratis tidak banyak di sukai orang. Dan seseorang yang complicated...... ah, saya nggak tau, karena saya nggak complicated.


Simple itu...cepat. Simple itu berpikir solutif, bagaimana nggak cepat ? orang simple.

Jogging yuk..,! ah nggak punya sepatu.., ya udah nyeker aja.., haha. Simple.

Naik gunung yuk !.., aduuuh.., nggak punya ransel, .., aah.., pinjem punya gw aja.., Simple.!.

Makan yuk...! , yaaah.., gw udah makan..., ya udah.., makan lagi ajaa...!, Simple.!.

Jalan-jalan yuk...! yaah, gw lagi gak ada kendaraan.., ya udaaah..,jalan aja, kan gw ngajak jalan, bukan ngajak naik kendaraan..! Simple.!


Simple itu...optimis. orang yang simple itu cenderung Optimis. Karena dia tahu.., orang yang hidupnya pengen ndak punya masalah.., mendingan gak usah hidup.!. orang justru hidup karena punya masalah, masalah hidup. Adanya masalah menciptakan Supply and Demand.., sehingga ekonomi pun berputar - berjalan. Adanya masalah membuat adanya pekerjaan, nggak ada masalah, nggak ada kerjaan !. Nggak ada masalah perut.., nggak ada orang mau bertani. Perusahaan yang tidak memiliki masalah, tidak memerlukan banyak karyawan dengan segala jenis profesi yang beragam, aneh dan tetek bengek, tidak memerlukan konsultan, konsultan jadi nggak ada kerjaan. Cara berpikir orang simple adalah.., setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, pasti ada solusinya, karena dia yakin pasti ada solusinya.., maka di bikin simple.., ngapain dibikin ribet ? orang dia yakin ada solusinya.., nah keyakinan inilah yang men-trigger dia menjadi orang yang optimis, dan optimis inilah yang men-trigger dia cepat menemukan solusi. Bagaimana mau menemukan solusi kalau masalahnya saja sudah di bikin ribet + sikapnya pesimis.


Simple itu... berani mencoba, karena seorang yang simple itu adalah risk taker.., maka tidak ada alasan bagi seorang yang simple untuk tidak berani mencoba. Bagi orang yang simple.., gagal itu tidak lebih dari dinamika gagal dan berhasil,  bagi orang yang simple .. gagal itu tidak lebih dari lawan kata belum berhasil atau tidak berhasil. Simple.!


Simple itu..., dinamis, orang yang simple itu nggak monoton dan nggak menyukai kemonoton-an. Orang yang simple itu mudah menerima perubahan, selama perubahanya itu baik dan mengarah ke arah yang lebih baik. Dia tidak banyak dibebani oleh kata “tapi kan...”, dia tahu jalan yang datar itu membosankan, menjenuhkan.., bikin ngantuk.., bikin terlena.. dan banyak bikin kecelakaan kayak jalan Tol Cipali. Dia tau sesuatu yang datar itu tidak membuat energic, tidak menantang, tidak membuat adrenalin naik. Adanya masalah itu pasti, perubahan itu pasti.., dinamika itu pasti,  dan orang yang simple.. itu mudah untuk mengikuti dan mudah beradaptasi.


Simple itu bukan menggampangkan tapi di buat gampang..! Catet.! Mengampangkan itu lebih cenderung berarti meremehkan. Sementara membuat jadi gampang.. itu ada effort untuk meng-grip, menge-press sesuatu yang tampak besar menjadi kecil dan mudah. Misal, mau membawa kapas 1 ton pake mobil pick up.., kayaknya nggak mungkin, volume nya terlalu besar.., maka dibikin gampang.., kapas itu di press.., di pepet, grip...! sehingga ukuran volumenya masuk sesuai dengan kapasitas mobil pick up. Simple.!


Simple itu gusdur.., gusdur dengan slogan terkenalnya “gitu aja kok repot.!” Adalah simbol dari seorang yang simple, yang mampu berpikir dan bertindak simple! Banyak contoh dari gusdur tentang bagaimana suatu masalah yang tampak rumit kemudian di bikin simple. Tapi sepertinya memang tidak semua orang mampu menerima cara berpikir simple kecuali orang-orang yang simple.!

Simple itu menyenangkan..., Came on guys..! adakah orang yang setuju bahwa comlpicated itu menyenangkan.!?, sewaktu ujian.., baik di SD, SMP, SMA, Kuliah.., ketika ada seorang guru atau dosen membuat soal yang complicated.., adakah itu menyenangkan..??. No.. it sucks.! , tentu saja buat mereka yang jenius dan mampu mengerjakan, sama saja buat mereka, wong mereka bisa. Tapi pun seandainya mereka di beri soal yang mudah, sederhana, simple.., apa mereka tidak senang ? yaa.., simple itu menyenangkan. Buat orang jenius meungkin kurang menantang, tapi bukan berarti tidak menyenangkan.


Simple itu fair, tidak memaksa, dan tidak ada paksaan, kamu suka .. monggoo..,Alhamdulillah...! kamu ndak suka, yo wis.!


Simple itu hidup.. dan hidup memang seharusnya dan sebaiknya simple.


Simple itu.. dewasa Sejauh yang saya tahu.., bergaul dengan orang-orang dewasa yang usianya 40 Up.., tidak ada satupun yang menyukai hal-hal yang complicated. Mereka lebih suka yang sederhana.., Point nya apa ? intinya apa ?, kecuali mereka yang gagal atau belum berhasil menjadi dewasa. Hidup itu sebentar.., ngapain dibikin ribet.! Kata mereka. Orang tua yang dewasa.. mapan, adalah orang yang mampu mengajarkan, membimbing, mengarahkan anaknya dengan bahasa yang sederhana, karena bahasa anak adalah bahasa yang sederhana. Simple.


Simple itu symbol rasa cinta, rasa kasih sayang. Sejatinya tidak ada cinta yang complicated kecuali orang complicated yang membuatnya seolah-olah menjadi complicated. Bagaimana bisa aku menyatakan suka, sayang kalau bukan karena bahwa cinta itu sederhana , sementara aku bisa membuat daftar puluhan bahkan lebih sifat jelek dari orang yang aku suka yang sejatinya sifat-sifat itu tidak atau kurang aku suka. Kalau bukan cinta itu sederhana.., bagaimana mungkin sebuah senyum, sapaan hangat mampu meluluh lantakkan, menghapus, menyapu bersih semua kekesalan, kemarahan yang bergemuruh didada, seketika.!? , Cinta itu memang 80 – 90% nya adalah Emosional-Irasional, makanya cinta itu sederhana.., kamu bisa membuat ratusan bahkan seribu alasan tentang hal-hal yang tidak kamu suka, tapi karena cinta itu sederhana : irasional-emosional.., maka seribu alasan yang kamu buat itu menjadi tidak berarti apa-apa.


Oleh karenanya......


Simple itu seharusnya tidak mengintimidasi sayang.., karena orang yang simple itu tidak pernah mau ataupun ada niatan untuk meng-intimidasi. Bahkan orang yang merasa dirinya complicated sekalipun, ketika berada di hadapan rasa cinta.., sadar gak sadar,.. telah menjadi orang yang amat sangat sederhana.


How about Spontanious..? ah.., itu hanya konsekuensi atau satu paket dari seorang yang simple.

So then,.. What so wrong with becoming simple and spontanious ?

I guess.., my answer is Simple : There is Nothing Wrong with becoming Simple and Spontanious. Then.., why does it feels like intimidated ? well..., I guess.. it’s because.., you r not simple and you don’t know how to become and how fun it is becoming simple. Maybe someday..., I hope.


Thursday, July 23, 2015

Rasional - e

Yes I am a dreamer, but I don't want to spend the rest of my life chasing after an enigma.


Syrup



Tuesday, July 14, 2015

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 

"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."

Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 



Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 

hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.

sementara hati yang lain, mungkin sedang bingung, bimbang, menimbang tawaran, ajakan sang hati yang pertama, sambil berharap diberikan petunjuk dan keputusan yang terbaik dari Rabb nya, untuk dia dan untuk mereka. 

Aku bertawakkal kepada Allah,.. aku tahu ini bukan perkara kecil, ini juga bukan perkara mudah, meskipun tidak selalu dikatakan susah. hanya memerlukan keyakinan dan kemantapan hati, tapi siapalah penguasa hati, bukan aku,.. bukan pula dia, Ya Muqollibal qulub.. wahai Dzat yang membolak-balikkan hati..., Engkaulah Sang pemilik hati, Engkaulah yang memegang hati kami, Engkaulah yang membolak-balikkan hati kami, .., aku memohon diberikan keputusan yang terbaik atas kami, dan teguhkanlah hati kami atas keputusan yang kami buat. Jika aku baik untuknya dan dia baik untuk-ku, baik untuk agamaku dan agamanya, baik untuk masa depanku dan masa depanya, baik untuk akhiratku dan akhiratnya, maka.., dekatkan, mantapkan dan satukan hati kami ya Rabb, tapi jika sebaliknya.., maka jauhkan dan palingkanlah antara hatiku dan hatinya ya Rabb.., 

aku akan menerima segala keputusan yang Engkau buat, aku tidak akan mengeluh, aku tidak akan komplain, aku tidak akan menggerutu, aku tidak akan marah dan aku tidak akan menyesali apapun. aku hanya memohon yang terbaik, terbaik menurutmu ya Rabb, aku bertawakkal. 

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah..,  :)