Skip to main content

Aku Tidak Merokok, I'm Not Smoker.!


Aku tak merokok, hahahhAA... kok aku merasa statement ku itu kayak orang lagi "jual diri" yah ? Alias promosi,.. alias ngiklan, heheheh..

Well.., bukan itu maksudnya, itu hanya sebuah judul dan tema tulisan yang seperti biasanya hanya muncul tiba2, "pop up" aja di kepalaku dan kemudian aku tulis.

Jadi begini, .mengenai merokok, yaaa.. aku ini kebetulan adalah salah satu orang yang bisa di bilang masuk dalam kategori a rare kind of species, in a human world, hahaha.. apa pula maksudnya,..? Yaa, kurang lebih jenis manusia langka las,seperti itu. Langka dalam hal apa.. yaitu tak lain dan tak bukan dalam hal merokok. Di saat banyak sekali pemuda, orang tua, bahkan bocah2 dengan gayanya masing2 yang ketagihan dan kecanduan merokok dan menjadikan merokok sebagai bagian dari gaya hidupnya, aku justru dari dulu sampe sekarang gak merokok.

Pertanyaannya, apakah aku pernah merokok, jawabannya : pernah, beberapa kali dalam beberapa periode. Apa sebab ? Well penataan aja, penasaran kenapa aku kok gak bisa kecanduan merokok. Jadi bukanya aku merokok untuk gaya2an, ikut2an, atau pelarian dari masalah ketika stress, tapi justru penasaran untuk tahu sebenarnya merokok itu enaknya di bagian apa nya seh ? Kok aku nggak bisa merasakan bagian enaknya, nggak kayak orang lain. Trus aku penasaran mungkin gak seh atau bisa nggak aku ketagihan merokok, karena katanya kan kalo orang perokok itu salah satu sebab awalnya adalah karena coba2 dan kemudian ketagihan, lhaaa.. aku kok malah gak pernah ketagihan. Dung dung...

Trus, ya begitu... aku nggak merokok dan nggak pernah berniat berubah menjadi "ahli hisap" alias pecandu rokok, Insya Allah. Banyak temanku yang merokok, yang cowok loh yaaa...,  bukan sekarang ini aja, tapi dulu, jamanya smp juga ada, tapi... aku gak pernah tuh kemudian ikut2an karena  merasa nggak enak, well... secara dalam hal itu aku bisa memuji diri sendiri heheh.. bukan maksud jumawa yaak, tapi benar, dalam hal kaitannya nggak enakan sama temen, saat kita bergaul, saat kita berteman, .. aku tetap memilih memegang prinsip sendiri. Aku nggak akan ikut2an untu melakukan hal2 yang menurutku tidak baik atau tidak cocok buat aku dan atau bertentangan dengan hal2 yang aku yakini kebenaranya, sikapku adalah nafsi2.., silahkan do what you think you right, you like it, at least for a while. I will not offend you.. and I will do what I think right for me, from the the principles and value of what I believe, and I don't care what other said, as long as I'm sure that I don't harm them..

Kepanjangan yaa, hahaha..
Jadi, yaa intinya aku dari duku sudah terbiasa untuk bisa memegang prinsip sendiri dan tidak mudah untuk ikut2an orang lain ketika mereka melakukan apa dan menggemari apa. Terserah meraka dan aku yaaa... tetep biasa aja.
Jadi ketika kebanyakan temanku pada merokok, aku ya tetep biasa aja, nggak merokok.

Latar belakangnya sebenarnya banyak, kebetulan dikeluargaku utama nya keluarga inti mereka tak merokok, bapakku tak merokok, paman ku juga tak, ada sehh.. paman dari pihak ibu. Adikku tak merokok, ibuku apalagi heheheh...
Kemudian, keyakinan yang aku pegang bahwa rokok itu haram, tidak sehat dan tidak menyehatkan, bahkan sebaliknya lebih banyak mudharatnya.. Jadi aku memilih untuk tidak menjadi perokok.
Well... begitukah kira2 ceritaku dengan apa yang disebut makhluk bernama rokok.

FYI : aku tak membenci perokok, yang aku ndak suka adalah ketika mereka kebebasan merokoknya berlebihan, tak tahu tempat dan tak bisa menghargai orang lain yang tak merokok. Itu kelakuan yang tak aku suka. Itu seh umumnya lah yaaak... :)

Oke, thats me, that's who I am , I'm Abdurrohman and i'm not Smoker.! :)

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…