Skip to main content

Tentang Karir Nabi

Ehm..., share kali ini adalah tentang karir nabi kita Muhammad SAW, share yang di share oleh temanku di group, alias aslinya ini bukan tulisanku sendiri, tapi selama itu baik dan bermanfaat, aku berprinsip.., akan aku sebarkan, tidak ada ruginya, dan semoga yang menulis mendapat pahala nya, yang membagi juga kebagian pahalanya, dan yang membaca dan mempraktikkan mendapat manfaatnya, aamiin..
Para Pebisnis Wajib tahu ini :
Berikut merupakan perjalanan karir Nabi Muhammad sebagai pebisnis handal :
Usia 7 tahun : Menggembala kambing yang jumlahnya ratusan ekor.Setiap kambing yang ada dalam gembalaannya selalu pulang dalam keadaan kenyang, selamat, utuh jumlahnya, dan sehat-sehat.
Usia 12 tahun : Ikut rombongan ekspedisi dagang (eksportir) bersama dengan pamannya, Abu Thalib, ke Syam. Setelah itu makin aktif melakukan perjalanan bisnis ke Irak, Yordania, Bahrain, Suriah dan Yaman.
Usia 17 tahun : Mengelola seluruh bisnis pamannya karena pamannya tidak bisa terjun lagi secara langsung menangani usaha tersebut.
usia 17-20 tahun: Masa tersulit dalam menjalani bisnis karena harus bersaing dengan para senior dalam perdagangan regional.
usia 20-25 tahun : Merupakan titik keemasan Nabi Muhammad dalam menjalankan bisnisnya. Usia 25 tahun menikah dengan konglomerat Mekkah, Siti Khadijah binti Khuwalaid.
Mas kawin/mahar yang beliau serahkan adalah 20 ekor unta merah. Ada juga yang mengatakan 100 ekor. Unta merah merupakan alat transportasi atau kendaraan terbaik pada saat itu. Dan kalau value alat transportasi itu kita tarik ke era sekarang, maka kita bisa menilai apa kira2 kendaraan terbaik saat ini. Asumsikan saja BMW seharga Rp. 300 jt. Maka Rasulullah telah memberi mahar kepada Siti Khadijah dengan nominal uang sebesar Rp. 6 miliar..Subhanallah.
usia 37 tahun : mulai mengurangi perjalanan bisnis
usia 37-40 tahun : lebih banyak terlibat dalam masalah perbaikan sosial masyarakat. Kalo dilihat para pebisnis kelas dunia yang sekarang juga melakukan hal ini. Setelah mereka sukses maka mulai fokus pada kegiatan sosial.
usia 40 tahun : diangkat menjadi Rasul
Semoga dapat menjadi pelajaran, ternyata suri teladan kita, Rasulullah SAW, merupakan pebisnis yang handal...

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…