Skip to main content

Ini arti SUKSES ku.!

What is SUCCESS ?

Secara umum dan sederhana, sukses adalah :  when you achieve your goals !, ya Nggak !??
Bicara goals, setiap orang memiliki impian, tujuan-tujuan, hal-hal yang ingin dicapai berbeda-beda, tidak ada standar baku, tidak ada standar umum, tidak ada generalisasi.
Maka dengan demikian bicara sukses pun memiliki arti yang beragam antara satu orang dengan yang lainya, dan itu sah-sah saja.
Buat saya sendiri, definisi sukses itu hanya 2 hal :
-          Masuk Surga, tidak sendirian tapi dengan keluarga dan orang-orang yang saya sayangi.
-          Membangun minimal 45 perusahaan : 5 skala global, 10 skala internasional, dan 30 skala nasional.
Selama 2 hal itu belum tecapai, maka Saya menolak diri saya sendiri dikatakan sukses.
  
 Masuk Surga ?
-          Ya,.. jika pada akhirnya segala upaya, usaha yang saya lakukan tidak menyebabkan saya masuk surga, buat apa ? it’s meaningless..
-          Itu adalah tujuan jangka panjang saya, Very Looooooooong term….. , karena saya memilih menjadi orang Islam yang Beriman, dan pakem pokok keyakinan orang beriman adalah bahwa kehidupan setelah kematian adalah Absolute Time Limitless…, tak berbatas waktu, which is jangka (jatah) waktu hidup di dunia ini, jika dibandingkan dengan jangka waktu hidup setelah kematian, it’s BIG NOTHING.! Like a DOT in a limitless line.
-          That’s how I value my Soul.
-          Itu adalah arti sukses saya pribadi di hadapan Sang Pencipta, Allah ‘Azza Wajalla.

Membangun minimal 45 Perusahaan ?
-          Ya,.. itu adalah tujuan sepanjang jangka waktu sisa jatah hidup saya, which is saya nggak tau tinggal berapa lama dan sampai kapan, let’s aside.
-          Itu adalah bentuk kontribusi yang ingin saya berikan, wujudkan for this life, for this world, for the future, for the next generation.
-          Itu adalah sarana yang bisa memberikan manfaat penghidupan bagi ribuan, ratusan ribu bahkan semoga saja jutaan keluarga bukan saja di Indonesia tapi juga di dunia, yang berkelanjutan bahkan setelah nanti saya tidak ada.
-          Itu adalah sarana yang bisa menjadi inspirasi, pembelajaran generasi selanjutnya dan kontribusi nyata untuk pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan dan kesehatan bagi masyarakat dan umat.
-          That’s my Legacy.
-          That’s how I value my Life.
-          That’s how I want to contribute to this life.
-          That’s all not JUST about Money, how to get Money, how to get ownership of Assets.
-          That’s all not about how I want be Acknowledge by people
-          Its about principle : bahwa sebaik-baik manusia, adalah yang mampu (paling banyak)  memberikan manfaat (kontribusi) bagi manusia yang lain, (dan juga hewan, alam/kehidupan) dalam hal kebaikan.

Penilaian sukses saya adalah hak prerogative saya sendiri. The competition to achieve success is between me and myself, it’s nothing to do with anyone else. Maka konsekuensinya adalah saya tidak akan mau dan pernah membandingkan achievement yang telah di capai orang lain dengan saya sendiri, karena by definition, by history/background antara saya dan mereka berbeda, so it’s Unfair.
Bahwa saya akan mengambil pelajaran dari mereka, mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan atau apa-apa yang berhasil mereka lakukan, yang relevan, in line, dan possibly bisa saya terapkan, Ya.!
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…