Skip to main content

Summary of yes....terday

Pukul  9 pagi aku teringat, ah.., ntar siang aku mau kondangan ke pernikahan salah satu temanku, bambang, bambang kukel aku ngenalnya. Temenye her prananda.., which is bar juga nikah sebulanan yang lalu di bandung. Mereka dulunya anak instrumentasi, singkat cerita,.. mereka adalah teman-temanku. Dulu sampau beberapa bulan yang lalu akus sering mampir ke kostnya di kukusan depok, yang biasa aku lakukan adalah membajak film2 koleksi mereka, ahhahaha.., jadi yang menjadi langganan tempat mampir dan membajak film adalah di kost mereka. Seringkali juga aku menginap semalaman bahkan kadang sampai beberapa malam.

Sebelum berangkat aku bermain-main dulu dengan koleksi tomat cherry ku di kebun dan tak lupa bermain-main dengan mesin cuci dan air untuk menuntaskan tanggung jawab yang selalu tertunda , yang telah menumpuk dan perlu segera di selesaikan.. Nyuci Pakaian. !

Jam 11 lewat aku berangkat,.. wiiing..., meluncur bareng sama Aro, menuju gedung balai marinir di cilandak. Tak jauh.., hanya 15 menit aku sampai disana, bareng sama siapa ?  well, sejujurnya.., alone.., sendiri. Kali ini aku lagi agak “malas” gaet anak orang buat di ajak kondangan, pengalamanku biasanya malah bikin jadi kikuk,.. ngga bisa ngeloyor kesana kemari bareng sama temen2, seolah jadi ada tanggung jawab ngejagain.., #ah alesan,.. bilang aja nggak ada yang bisa di ajak,.. hweeee..., jangan salah , tunggu dulu, ceritanya belum selesai.

Di acara kondangan, aku langsung menemui pengenten, ngucapin selamat dan turun podium untuk cari makan, sebenernya gak perlu di cari wong sudah disediakan kok. Mulailah aku mengambil santapan.., nasi goreng, daging dang daging... baru. Aku liat makanan dan lauknya masih menggunung, banyak banget. Kesimpulanya.., mungkin tamuanya nggak begitu banyak, sehingga masih menyisakan masih banyak sisa lauk di meja  resepsi, ntahlah.. aku nggak ngitung juga seg waktu masuk dan menuliskan di daftar nama. Dan bukan urusanku juga. Jam menunjukkan waktu hampir jam 1, acara sudah mau selesai , hanya berlangsung 2 jam, dari jam 11 sampae jam 1, para pelayan dari catering sudah sibuk mulai membereskan hidangan. Baru saja aku mau menyantap, eh, disapa, ketemu sama salah satu temen dulu waktu ikut mapala, anak instrumen ui juga, temenya her dan bambang juga, kana namanya. Anaknya.. yaa.. soso lah.., akhirnya kita duduk bareng, sama temen2nya juga, makan dan ngobrol. Belum selesai makan, ada sesi foto, jadilah mereka foto, aku diajak, tapi aku prefer ambil photo sendiri bareng sang manten.
Abis itu, ditengah kesibukan pada pelayan beberes, kita melanjutkan ngobrol, sebenernya lebih banyaknya aku hanya jadi pendengar seh, mendengarkan mereka bicara tentang pekerjaan, tentang gaji,rate gaji, kenaikan gaji, tentang fasilitas dari perusahaan, which is aku bukan bagian dari golongan mereka, I am not an employee of a big company.

Pulang..

Kemudian kita pulang, tentu saja aku pulang sendirian lagi, wong berangkatnya sendiri, ya pulangnya sendiri, hehehe.., sesampainya di tempat, aku cek, ada telpon tak terjawab, dan sms masuk. Mas, .. jadi nggak ? ... dari dian. Ah..., iya, jadi ceritanya, tadi abis kondangan mau lanjut acara nonton, udah janjian gitu sama seseorang yang lagi deket saat ini, dian namanya. Dia seoranga bidan di jakarta. Tapi berhubung aku masih pake baju kondangan, masa iya nonton pake baju kondangan.., ahahahha, ya kaleee..., maka aku putuskan pulang dulu, ganti baju dan langsung cabut ke mall kalibata.
Tadinya kita mau ketemuan di pasar minggu, tapi berhubung ada masalah teknis di jalan, jadilah kita ketemuan disana, di mall. Ceritanya aku mau nraktir nonton film  tomorrow land, karena minggu2 kemarin kebetulan gak jadi nonton bareng film the avenger.

Cerita nonton tomorrow land

Jadi saudara-saudara , tadinya seh rencanaku adalah nonton bareng sama dia, Cuma kita, berdua.., tapi entah kenapa, eh dia ngajak temenya, which is sebenernya bukan masalah besar, tapi..., yaa, nggak seru aja seh, hahhaha,  jadi entah kenapa dari mulai mau nonton sampe selesai.. jujur saja, aku memilih lebih banyak menikmatinya sendiri. Sembari.. aku mencoba membaca hatiku sendiri, dan mempelajari karakter si dian. Bertanya pada hati, is she the one ? apa aku berdebar ketika melihat matanya, atau biasa saja, apa muncul ekspektasi besar, semangat, dan sumringah yang menggebu saat mau ketemu sama dia. O ya.., ini bukan pertemuan pertama kali, and I still trying to figure it out.  Well,.. jika harus berkata jujur, aku merasa biasa saja, bahkan cenderung kikuk. Aku yang biasanya bisa tertawa, ngebanyol, becanda .., bareng sama dia, it’s not happening. Aku merasa nggak bebas, nggak lepas, dia bukan orang yang bisa di ajak tertawa lepas bareng. Somehow kadang di bagian ini aku agak kesal karena jauh dilubuk hatiku, sadar tak sadar aku akan membandingkan dengan seseorang atau beberapa yang pernah ada di hatiku, dulu. Meskipun aku sudah menegaskan bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihanya, tapi tetap perasaan membandingkan itu selalu ada.

Ada yang unik dari dian ini, kalo manggil.., pake kata dirimu dan diriku, baik itu ngobrol langsung ataupun by message. Yaa.., lucu aja seh.  Sering juga manggil mas. Diriku dan dirimu.., bukan aku dan kamu.., seriusan, unik, baru kali ini. Fweeehhhh.... basically, I ‘m picky.., kenyataanya aku sadar, aku ini pemilih, tapi sebenernya nggak neko2 juga seh, aku pemilih dan itu sah2 saja kan. Aku mencari yang aku merasa bisa membuat aku nyaman bareng dia, aku mencari yang mana kekuranganya bisa aku terima karena aku sadar setiap orang ada kekuranganya, termasuk aku, aku tidak mencari yang perfect dalam hal apapun, karena itu pun justru akan membuat aku tak nyaman.  
Tomorrow land, ada bagian menarik yang aku suka dari film ini : tentang hope, tentang tidak menyerah, bahwasanya ..., its hard to find an idea.., a way, a solution, the perfect one, and somehow its easier to just give up. Memmang begitulah.., lebih mudah untuk memilih jalan menyerah dari pada tetap bertahan untuk tidak menyerah sebelum tercapai tujuan, cita-cita, dan lain sebagainya....
Selesai dari nonton kita keluar dan pulang,  ntahlah..,  tak ada dorongan atau inisiatip dari aku sendiri untuk ngajak makan, jujur, harusnya gak seperti itu, kita pulang bareng, naik motor masing2, aku sendiri, dia bareng temenya. Kita mampir dulu di klinik tempat dia bekerja yang kebetulan nggak begitu jauh. Dari sana kita lanjut jalan pulang, aku antar sampai ragunan karena katanya dia ada keperluan mau ngasih kado, tapi akhirnya di jalan kita pisahan nggak sampai ragunan.

Melihat some one.. mantan ??

Entahlah.., sesampainya di tikungan jalan arah pasar minggu, aku jalan di belakang angkot biru, aku melihat seseorang yang mirip dengan adik kelasku, gita namanya. Sebenarnya gak begitu jelas, tapi kayaknya iya.., dia. Kacamatanya, hijabnya, well., saya orangnya spontanious,.., aku BBM dia dan bilang kayaknya aku liat kamu di angkot bareng temen2 cewe.., di jawab nggak, dan bcnda kalo aku ngliat dia dmn2..? ahahahha, ashem..!aku jawab aja, bukan aku liat dimana2, tapi karena kamu pasaran, jadi ada dimna2.. :D, well,.. dari situ kita ngobrol sedikit lebih panjang.., gak penting sebenernya.., tapi untuk bagian yang itu, seringkali aku amaze dengan diriku sendiri..., bahwasanya aku adalah orang yang berhati besar ??? #owwwwwhh.., co cweet.., :D, maksudku.., hari ini aku masih bisa ngobrol biasa aja dan bahkan ketawa dengan mantan2ku, sebut saja, indhie, mery, dewi, zahra, gita, dn lainya, tanpa merasa ada beban..,atau gak enakan. Yaaa pikirku, .. ya udah seh.., hidup Cuma sekali, yang lalu biar beralu, ngapain juga pake acara nggak enak2kan segala, toh aku nggak berharap apa2.., masing masing sudah punya path nya sendiri.  Tapi saudara, ternyata nggak semua orang bisa seperti itu, kata mereka . Jaim..! ah, satu kata yang nggak pernah aku suka dari jaman dulu.., jaim.., satu kata yang mambatasi aku untuk bisa jadi diri sendiri. This is me.., this is who I am., satu kata yang.., bikin hidup ngaak enak, fake..., palsu. Itu menurutku loh yakk, bukan menurut orang lain, orang lain boleh nggak setuju, dan itu sah2 saja.

Oke.., jadi itulah carita hari ini, kalo mau di detail in seh,.., masih banyak sebenernya, tapi masa iya mau di tulis di sini semuanya, ya nggak ?? hehehhe..,

We will see what will happend next time.., akan ada cerita apa lagi.., who knows. 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…