Skip to main content

Bahagia itu sederhana... kawan..!

Ehm..., bahagia, apa itu bahagia ?

Dulu.., dulu sekali aku pikir bahagia itu adalah sama dengan senang, tapi kemudian sampai pada suatu titik aku berpikir bahwa bahagia itu tidak sama dengan senang. Senang bisa jadi bagian “part” dari bahagia, sementara bahagia itu lebih luas dari sekedar senang. Maksunya gmn du ?

Fyuuuhh.., du !? jadi teringet beberapa kawan lama yang suka memanggil dengan suku kada itu, du.., abdu, bdu, .. kawan-kawan dari BPK mapala UI dulu. Oke.., lanjut, iyaaa jadi yang namanya bahagia itu lebih dari sekedar senang. Bedanya apa ? ambil contoh begini.. saya sudah belajar , berusaha mati-matian.., which is artinya gak mati beneran, atau pura-pura mati, atau mati-hidup-mati-hidup atau mati boongan.. atau, nggak mati tapi lebay ngaku-ngaku hampir mati.. hahahaha, #dibahas, teruuus.., setelah aku berusaha sedemikian rupa, rasanya udah maksimal dah, eh pas ujian ternyata nggak lulus, ujian apa neh ?? apa aja deh. Maka ketika nggak lulus itu aku nggak senang, dan kalau lulus.., aku senang, tapi meskipun aku nggak lulus.., aku masih bisa tetap bahagia karena.., karena apa ?? karena aku aku yakin aku sudah melakukan yang terbaik, aku sudah berusaha, aku sudah mengerahkan segenap kemampuan yang aku punya, aku sudah berlatih, belajar, aku sudah mencoba dan lain sebagainya.., maka disitu aku bisa tetap bahagia.

Jadi.., dari contoh sederhana ini saja, senang itu seringkali lebih kepada rasa yang muncul di kita karena sebab terpenuhinya ekpektasi kita atau bahkan lebih dari ekspektasi kita yang mana dan bilamana itu adalah faktor eksternal yang berperan, dan kebalikanya kita, dalam hal ini aku lah yaak,  tidak akan merasa senang ketika apa yang menjadi ekpektasi kita tak terpenuhi, contoh di atas adalah gagal.

Sementara Bahagia.., itu lebih kepada apa yang kita rasa karena kita telah melakukan hal yang kita inginkan, melakukan secara All out, give the best, menunaikan apa yang bener-benar ingin kita lakukan, apapun hasilnya, titik akhirnya akan sama.. perasaan plooooong.., puas dan legaaa. Jadi bahagia itu lebih kepada faktor internal, ada dalam kontrol kita. Senang itu pengungkapanya bisa berlebihan.., tertawa, terbahak-bahak, menjerit histeris atau mungkin bisa sampai berguling-guling, LOL istilahnya.., ROFTL..istilah lainya, sementar bagahia.., pengungkapanya seringkali lebih sederhana.., hanya bibis menyungging senyum, kadang air mata menetes.., dikit, kadang disertai pelukan #itu kalo ada yang mau dipeluk, hehehehe.. itu sebabnya bahagia itu sederhana.

Bahagia itu sederhana..,

Melihat kamu tersenyum..., #Eaaaaaa.., kamu siapa tuuuh ?? ya macem macem lah yaaak, yang jelas senyum orang-orang yang kita cinta, bisa mama-papa, ibu-emak-mbok-bapak-ayah, nenek-kakek, anak-cucu, kekasih hati, teman deket, teman jauh..,

Bahagia itu sederhana..,

Bisa melakukan hal-hal yang terbaik untuk oang-orang yang kamu sayang, melihat mereka sehat, melihat mereka tertawa, melihat mereka terbuka, percaya dan tak segan meminta tolong dengan segala permasalahan yang ada.

Bahagia itu sederhana..,

Bukan tentang memiliki atau tidak memiliki sesuatu atau seseorang.., bukan tentang menang atau kalah, menguasai atau di kuasai, bukan tetang diterima atau di tolak, tetapi tentang MEMBERI dan Mampu melakukan yang terbaik. 

Itu..!! (pake gaya om Mario Teguh).. heheh..

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…