Fenomena Ijazah Palsu cermin Budaya Instan

Share:

Ini masih terkait dengan salah satu poin karakter negatif orang indonesia no 4 yang sudah aku tulis beberapa waktu lalu. Hari ini aku membaca berita yang mengangkat tema ini.., bahwa budaya instan yang mana mencerminkan karakter suka instan-nya orang indonesia itu sudah mendarah daging, membudaya.., namanya juga budaya ya membudaya.
Ini dia cuplikan beritanya ;

Budaya instan benar-benar sudah merasuk dalam sendi kehidupan. Bahkan demi naik pangkat, banyak orang yang memilih jalan pintas dengan menggunakan ijazah palsu.

"Mekanisme kenaikan pangkat dilatari ijazah bukan keterampilan, bukan knowledge, bukan kompetensinya yang dicari tapi lembar ijazah," ujar Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Edy S. Hamid Kamis (4/6/2015).

Menurut Edy, fenomena ijazah palsu bukan kali ini saja muncul. Sayangnya, masalah itu tak cepat ditindaklanjuti sehingga praktik pemberian ijazah palsu itu terus terjadi. Edy menilai budaya masyarakat saat ini sudah mengedapankan budaya simbolik daripada substantif. Akibatnya, yang dikejar masyarakat hanya gelar bukan kompetensi dari suatu proses pendidikan.

Dia pun berpesan agar semua stakeholder nasional mencermati berbagai hal terkait praktik ijazah palsu termasuk yayasan atau lembaga pendidikannya.

Sebelumnya, Edy mengecam praktik tersebut. Bahkan, dia bilang praktik tersebut sangat menjijikan."Ijazah palsu ini menurut kami itu tidak pantas, kalau itu terjadi di Perguruan Tinggi kami tak akan membela anggota kami, karena itu praktik ini menjijikan," ucap Edy.

Kegusaran Edy itu muncul, karena hal itu akan berdampak buruk kepada lulusan perguruan tinggi saat mencoba masuk dalam dunia kerja.

Yupp .. itu.

Jadi intinya adalah saat ini, ketika berita ini muncul, untuk kesekian kalinya yang mana berarti bukan kali pertama saudara., kita TIDAK di kagetkan oleh munculnya berita yang TIDAK menggemparkan bahwa banyak sekali terjadi pemalsuan di Indonesia. Dalam bidang akademis khususnya.., berita seperti pemalsuan ijazah, pemalsuan skripsi atau tugas akhir, plagiat alias mencontek karya orang lain, pemalsuan gelar, pemalsuan apa lagi yaaak..? mmm.., cari lagi sendiri aja lah, itu Buaaaanyak terjadi. Miris ya,, sayang ya, orang kita itu banyak akal, tapi sayangnya diarahkanya ke hal-hal yang negatif, coba di arahkanya ke hal yang positif, mungkin dan pastinya akan lebih banyak bermanfaat, coba.., sayangnya lagi, budaya mencobasendiri bukanlah budaya di kita, di orang kita, mencoba itu tabu, mencoba itu tidak atau belum dianggap belajar, mencoba itu masih masuk dalam ranah forbid..!, ah, terlalu lebay kali ya. Maksudnya.., yaitu tadi, cobaa.....,

Kalau aku sering melemparkan pertanyaan kayak.. kenapa seh mesti begini.., kenapa seh mesti begono.., kenapa seh ??? sebenarnya itu bukan pertanyaan, atau lebih tepatnya pengungkapan emosi kekesalan atas fenomena yang nggak seharusnya terjadi tapi terjadi, dalam bentuk pertanyaan. Dan sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sebenarnya sudah ada atau sudah tau jawabanya..., kenapa seh mesti memalsukan.., emang segitu gak mampunya kuliah, belajar, ujian terus lulus dapat ijazah ?? kayaknya nggak juga.., emang gak ada akses ?? nggak juga.., emang gak tau informasinya ?? nggak juga.., emang nggak ada kemauan untuk yang benernya aja.., kemauan seh ada.. pake “seh”.., which is artinya nggak ada, emang nggak ....., mmmmm , nggak !!!.., sebenernya bisa, sebenernya ada, hanya saja, .. Malas..dan nggak mau repot, nggak mau lama.., maunya cepat, maunya instan.., kalau ada yang cepat dan instan kenapa pake yang lama dan merepotkan.., itu tag-line nya.. hmmm, menarik bukan !?? bukaaaaan............ hehehehe.

That’s my lovely people of Indonesia..,

Untuk link-nya bisa di cek di : Kompas

Post a Comment