Skip to main content

Ini Zamanku

Banyak hal yang terjadi di zamanku ini kawan, jika aku ceritakan disini,.. pastilah tak akan habis kata untuk menyampaikanya. Aku hanya ingin bercerita.. bahwa saat ini aku masih hidup dan masih menjadi manusia yang masih mampu berpikir dan bertindak “nggenah”,.. paling tidak itulah yang aku rasa, Insya Allah.

Hari ini, aku masih tinggal di negeri ini, negeri yang bernama Indonesia.., Pak Joko Widodo yang orang biasa mengenal namanya dengan sebutan Jokowi adalah presidenya. Presiden pilihan rakyat yang menang dengan seleisih 2-3 persen dari pasangan pesaingnya. Tapi itu sudah lewat dan berlalu sejak beberapa bulan yang lalu. Sekarang ini adalah 2015, saat ini adalah bulan ramadhan, 1st day dan sudah masuk ke hari kedua.

Teman ku syarif sedang sakit, awalnya kena mag, kemudian setelah cek up ke dokter ternyata dia di vonis kena hepatitis, mari kita doakan semoga dia lekas sembuh.., aamiin. Tadi pagi aku baru saja mampir dan berkunjung ke rumahnya, saat aku temui, badanya penuh dengan keringat, aku tidak berlama-lama disana karena karena kata dokter dia harus banyak beristirahat.

Beberapa hari yang lalu aku jalan-jalan, atau lebih tepatnya melakukan trip ke suatu pulau yang bernama pulau tunda. Trip bareng temanku, ken namanya, sebenarnya dia adik kelasku alias juniorku di kampus, FEUI tercinta, tapi kita sudah lama akrab dan sampai tadi pagi ini juga masih bercanda lewat WA, membangunkan dia sahur.., padahal mah dia kan tidak puasa karena dia tak se-iman, you know what I mean lah dalam perjalanan trip itu ada 14 orang 2 laki, aku di antaranya dan selebihnya betina, yaahh.., kalau kamu tak suka dengan kata itu, aku ganti, perempuan maksudanya. Disana.., Alhamdulillah.., cuaca mendukung, semesta mendukung, terang, perjalanan selama 2 hari 1 malam terbilang fun, dan memang tujuanku adalah untuk have fun. Bukan untuk melepas penat, tapi lebih kepada untuk membuat moment agar aku terdorong untuk melakukan trip-trip berikutnya.

Puasa hari ini Alhamdulillah lancar, tentu saja ada banyak hal yang ingin aku lakukan hari ini, kemarin lebih tepatnya, tetapi,... sayang di sayang, banyak yang tidak berjalan atau terwujud sesuai dengan rencana.., tak memuaskan jadi secara keseluruhan kesimpulanya, cukup mengecewakan. Tetapi kawan, sebagaimanapun mengecewakanya.., aku sudah bertekad dan berjanji pada diri sendiri, dan semoga janji ini akan selalu dapat aku pegang dan tak aku langgar, bahwa aku tidak akan mengeluh dan berputus asa, sudahlah.. hidup terlalu singkat jika harus di isi dengan keluhan dan rasa keputus asa-an. Hidup terlalu singkat jika harus disini dengan tarikan dan hembusan nafas yang terbuang sia-sia oleh suara : “Heghhh...”..,

Sebelum berangkat ke pulau tunda, nia mengirim sms dan mengajakku untuk melakukan trip ke gunung merbabu, dia sudah membeli tiket, tapi aku belum mengiyakan untuk ikut, meskipun aku sangat tertarik untuk ikut, aku belum pula mengabarinya lagi. Hmm...., kelakuan yang buruk dan tak patut di contoh, aku sering banget begitu.

Di zamanku ini, sedang di kenal beberapa waktu lalu, dikenal istilah cabe-cabean.., #infogakpenting, jadi mengingatkan aku ketika masa kuliah dan tren kata kata, : maksud lo !?? , ya kali, duren aja di belah.., EGP, dll., ada juga istilah jablay.  Istila istilah gak penting, tapi menjadi tren di zamanku ini. Waktu aku masuk kuliah, HP dengan merek Nokia menjadi tren dan di dunia indsustri sendiri menjadi raja ponsel, sebuah perusahaan asal finlandia yang awalnya adalah perusahaan kayu ? kemudian menjadi sebuah perusahaan multinasional dalam bidang teknologi, tapi saat ini tren itu sudah berganti dan Nokia sendiri sudah di beli oleh Microsoft, punya nya om bill gates, sebenernya lebih tepatnya punya banyak orang seh.

Tren selanjutnya adalah HP BB alias Blackberry, kemudian di gantikan oleh munculnya smartphone alias terlepon pintar alias cerdas, dengan trens setter nya adalah Apple dan sekarang pemain2 besarnya adalah Samsung dari korea. Di sebut ponsel pintar, tapi sebenarnya gak ada telpon itu sebenarnya golok, karena dia tidak bisa berpikir, dia hanya bisa mengeksekusi alias menjalankan perintas sesuai denga apa yang di desain, dan cara membuat perintah atau lebih dikenal dengan membuat program adalah dengan bahasa algoritma yang harus exact dan detail, kalau gak detail gak bisa jalan, makanya hp atau komputer itu goblok, gak ada yang pintar.., tapi ya sudahlah.

Saat ini aku sudah tak memiliki ibu, hidupku adalah seperti sinetron, meskipun sejatinya aku nggak suka dengan yang namanya sinetron dan menonton apa yang disebut sinetron. Tapi waktu ikut trip yang kemarin itu aku jalan bareng dengan salah seorang artis sinetron atau film laga, nova namanya ? entahlah.., aku tak berkenalan langsung, aku juga tak begitu curious untuk mencari tahu, meskipun kita naik perahu bareng, snorkeling bareng bahkan sampe aku minta tolong di foto in bareng. Gak ada hubunganya memang, tapi maksudku adalah, aku bersikap biasa aja, karena aku pikir, yaa..biarlah dia artis, tapi di perjalanan ini aku yakin, dia ingin di perlakukan sebagai human being, orang biasa.

Bicara artis beberapa bulan lalu, seorang artis atau aku lebih suka menyebutnya selebritis Olga syahputra meninggal dunia, Innalillahi..., dan juga om Didi petet yang dulu terkenal dengan film si kabayan nya, dan melegenda, pun meninggal. Untuk kasus om didi petet ini, kebetulan dia rumah tinggalnya di depan ruko yang aku tinggalin di pamulang sana, dan ketika aku dateng, karangan-karangan bunga ucapan belansungkawa banyak nylesep di halaman depan ruko ku.

Di zamanku , di sebut zaman edan. Edanya kenapa.., beberapa bulan lalu marak kejahatan pembegalan motor, banyak begal berkeliaran, hal itu rupanya kawan-kawan, temanz.., jadi membuat resah warga untuk bepergian malam-malam dan sendirian, karena merasa gak aman. Kasus begal ini muncul ketika muncul kasus penjagalan seorang jenderal pak Budi gunawan untuk jadi kapolri, ah sudahlah.. itu masalah politik, its not my business.. paling tidak untuk saat ini.
Kemudian ada beberapa kasus kemarin, gung sinabung meletus di sumatera utara sana, kemudia pembunuhan dan penyiksaan seorang gadis keil, angeline di Bali, bahkan saat aku menulis ini pun berita #saveangeline masih bertengger di salah satu media berita Ko*pas yang sering aku baca.

Di zamanku ini sedang marak yang namanya bisnis Start Up, yang kebanyakan dan akhirnya seolah menjadi definisi, yaitu bisnis berbasih tekhnologi informasi, aplikasi. Yaaa.., kurang lebih seperti itulah. Ide-ide baru muncul, sebenarnya bukan pure baru, hanya saja yang bisa dan mampu meng eksecute ide itu yang gak semua orang bisa, karena kenyataanya dibutuhkan effort dan dana yang besar, kayak saat ini yang lagi trend dan jadi bahan perbincangan adalah layanan Ojek : Gojek vs Grab Bike, well. Untuk gojek kebetulan aku baru make sekali waktu mau berangkat ikut ngetrip ke pulau tunda beberapa hari yang lalu, lumayan laaah.., perjalanan pagi, dari karang tengah ke slipi yang di tempuh setengah jam lebih hanya bayar 10 rebu, tapi aku tambahin tips seeh.., secara jauh juga kan. Tapi lumayan. Sementara grab bike meskipun aku sudah download aplikasinya, tapi waktu itu nggak berhasil, yang bike nggak ada, adanya yang taxi.

Apalagi yaa,.., ah, seperti yang udah aku bilang di awal, so much things happened these days, ada banyak sekali hal yang terjadi dan sekiranya harus di ceritakan rasa-rasanya gak akan cukup di lembar tulisan ini. Teruntuk masalah personal, baca cemewew,,,,.. kita skip dulu yak, lagi gak mood, ada beberapa yang lagi deket, tapi belum ada yang aku seriusin, padahal, whewww.., padahal umurku udah 17Plus.., masih belum serius aja #tepukjidat.

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…