Skip to main content

Karakter (Negatif) Orang Indonesia

Kali ini saya pengen nulis tentang karakter orang Indonesia, berarti di dalamnya termasuk saya yaak,.. hehehe, sebagai catatan ;
- tulisan ini adalah hasil dari kontemplasi #eaaaa, pengamatan saya pribadi secara common sense aja, bukan merupakan hasil penelitian atau riset lapangan.
- tulisan ini hanya mengangkat sudut pandang atau sisi NEGATIF aja dari karakter orang Indonesia
- tulisan ini tidak berlaku secara umum, bahwa semua orang Indonesia memiliki karakter ini, kenapa ?? karena pada dasarnya saya sendiri meyakini bahwa setiap individu itu unik, sehingga men-generalisir sesuatu hal kepada suatu kelompok adalah musykil, yang kedua bahwasanya Indonesia sendiri sangatlah plural, dari segi apapun, suku, agama, kebudayaan, dan lain sebagainya, maka sangatlah tidak fair untuk men-generalisir suatu karakter yang berlaku untuk semua orang.

Oke, inilah beberapa poin dari karakter negatid orang indonesia yang bisa saya tangkap

1.       Malas : malas membaca, malas menulis, malas berkarya, malas berusaha

Nah,..kalo sifat yang ini, saya yakin setiap orang pasti punya, hanya sadja.. kadarnya yang berbeda-beda, ada yang biasa aja, standar ada yang pake banget..ada juga yang pake banget pisan .., idih tingeling , Naudzubillah mindzaalik. :D.., jangan sampe kita masuk kedalam kategori yang kedua yak,  aamiin. 

2.       Mampu membangun , tapi tak mampu memelihara

Naah, kalo sifat yang ini, inspirasinya adalah dari seorang doktor atau profesor ITB, ibu siapa gitu, dia ahli lingkungan hidup kalo nggak salah, bahwasanya.. orang kita itu pandai atau istilahnya mampu membuat sesuatu, create something, have so much amazing ideas.., tapiiiiii.., ketika berurusan dengan masalah maintenance.., pemeliharaan atas apa yang sudah di buat, entah itu dalam hal manajemen atau kesadaran individu secara kumulatif, SANGAT RENDAH..! alias kurang mampu atau pake bahasa yang lebih keras.., Tidak mampu.., atau pake bahasa yang agak halus dan lebih optimis.Belum mampu,.. kalo saya seh, lebih prefer kalimat belum mampu yaak., artinya masih ada harapan bahwa suatu saat kita akan mampu... Aamiin.
       
3.       Suka mengeluh

mmm..., kalo yang ini, juga hampir melekat pada diri setiap orang neh.., yaa, sebenarnya wajar seh, karena kalau meneurut apa yang saya pahami, sesuai dengan keyakinan agama yang saya anut sendiri, ISLAM.., Not iZlam.., :) , disebutkan dalam Al Qur'an bahwa manusia itu diciptakan dengan keluh kesah,.. jadi ibarat kata .. kayak udah dari sononya, bawaan pabrik, include. yang membedakan adalah balik lagi.. Kadarnyaa,,,, ada orang yang hidupnya sudah cukup "mapan" dalam sikap mental, pemahaman, kedewasaan.. biasanya dia akan memiliki sikap hidup yang lebih positif, tidak suka mengeluh meskipun terkadang ingin sekali mengeluh, dalam hal apa ??, banyak hal.., wong masalah kehidupan ini banyak kok,..., ya kan !?? , Kalau saya Alhamdulillah nya, sudah jauh kapan tahun  berusaha menjauhkan dari dari sikap ini "suka mengeluh" baik sadar ataupun tidak.

4.       Suka instan, maunya serba instan, tak mau repot, tak mau susah

sukanya yang instan.., mmmm, ngrasa nggak looo, haioooooo.. :D, yup karakter ini adalah salah satu diantaranya. orang kita maunya instan.., kalau mau di telusuri root-nya udah panjang banget, mulai dari sistem pendidikan, gaya hidup, dan telah menjadi kebiasaan dan telah menggenerasi. sialnya.., karakter dan pola pikir instan ini seperti kanker, dia bisa menjalar kedalam banyak hal aspek kehidupan (bahasa gw udah kayak orang pinter aja.. :D). iyaaa, coba aja bayangin.., kalau mau sadar betul dan sejenak memikirkan.., bahwasanya segala sesuatu yang berbau instan itu tidaklah sehat. sesuatu yang sehat, yang baik, adalah yang mengalami proses.., proses yang alami.., namanya juga meng-alami.. hehehhe, kalau nggak alami yang bukan proses alami. maksudnya apa ? maksudnya , apakah instan itu tidak ada proses..?? oh, nggak juga, ada prosesnya tapi biasanya dipercepat, dipersingkat, dan bila perlu dipotong atau ada yang dihilangkan..., naah.., kalau sudah begitu udah nggak alami kan ?? hahahahah.. #nggakpenting. yang penting adalah bahwa ketika orang-orang kita pola pikirnya adalah pola pikir instan, akibatnya dia kurang peka dan yang parah tidak mampu menghargai apa yang dinamakan proses. Pengen CEPET kaya, pengen CEPET sukses, pengen CEPET naik jabatan, pengen CEPET nyampe tujuan, pengen CEPET bla..blaa.. dan blaaaa., ketika dalam kehidupan seseorang memiliki sikap mental seperti ini tanpa mau memahami dan menghargai proses, apa yang menjadi penghalang akan disrampang aja, istilahnya di tendang, di sikut, apa aja deh..., yang penting cepet, akibatnya.. silahkan dipikirkan sendir.. kesemrawutan. semrawut..!

5.       Kurang menghargai proses

Karakter ini masih ada kaitanya dengan karakter yang di atas.., Maunya Instan.

6.       Berpikir jangka pendek

hmmm..., ini neh.., karakter yang biasanya identik dengan suatu sikap mental "AJI MUMPUNG". mumpung apa ?? yaa., apa aja. berpikir jangka pendek..., masih ada kaitanya juga dengan karakter sukanya instan.

7.       Tak bisa tertib, tak bisa antri
8.       Lebih suka kongko-kongko, nongkrong, produktifitas rendah
9.       Miskin prestasi
10.   Lebih menyukai save zone, zona aman, zona nyaman
11.   Tidak kritis, atau kurang kritis mudah di adu domba meskipun bukan domba, mudah terprovokasi.
12.   Suka bergosip 

Nah.., itulah beberapa poin dari sikap negatif yang saya pikir melekat pada banyak orang Indonesia., tanah air ku yang ku cinta. tentu ini tidak bersifat mutlat, bisa juga salah. anda boleh setuju, boleh juga tidak. untuk poin yang ke-7 sampai 12, mmmm, tadinya mau aku tulis penjelasanya juga, tetapi berhubung mood nulisnya udah down.. hehehehe.., jadi maaf.., mungkin lain kali di lanjut, atau sudah nggak perlu.., udah bisa paham sendiri lah yaaak..

Ada beberapa poin karakter orang Indonesia menurut tokoh siapa itu, nah, yang itu lebih valid sepertinya, karena yang nulis adalah seorang pakar dan juga hasil tulisanya adalah hasil dari riset pastinya. Lain waktu akan saya tulis juga dan lain waktu lagi akan saya tulis karakter orang Indonesia yang positifnya.., biar imbang kan yaak, moso yang negatif aja yang disampaikan., hehe.., oke segitu dulu., semoga ada manfaatnya.., Ciao...! 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…