Mesra

Share:
Ada dua orang bergandengan tangan di hadapanku, seorang bapak bapak dan seorang ibu, belum terlalu tua, setengah baya aku kira. Sang bapak memakai sarung dan peci, dan si ibu berhijab. Keduanya berbadan sehat kata lain dari agak gemuk buatku, tak terlalu tinggi.

Kami menyeberang bersama di jalan depan RS itu, berjalan menuju ke masjid yang ada di seberang sana. Sesampainya di seberang mereka berjalan bergandengan mesra, mesra banget pikirku, .. belum sempat pikiranku melayang kesana kemari, tiba-tiba si ibu menabrak tiang listrik sebelah kiri, bukan kejedot, hanya sebagian badanya saja,. Melihatnya aku sedikit tertawa geli dari belakang. Dan ku tutupi tawaku dengan tangan, "mesra tapi lucu" pikirku kemudian. Rupa-rupanya, lebar jalan trotoar itu tak muat untuk menampung badan mereka berdua ketika harus bertemu dengan tiang listrik yang kebetulan nyangkut di depanya.

Kami pun masuk ke gerbang masjid, tangan mereka berpisah, sang bapak ke kanan masuk pintu masjid, di ikuti olehku yang masih berjalan di belakang, dan si ibu ke kiri pintu masjid. Kami pun shalat berjamaah bersama. Cerita sore, setelah berbuka puasa, lucu tapi mesra.

10 ramadhan 1436 H

Post a Comment