Skip to main content

B E N C I ------------------- benci



Seringkali aku mengatakan, seandainya ada kebencian dalam hatiku, adalah pada apa sikap, tindakan yang dilakukan oleh seseorang, bukan pada pelakunya. Bukan apa, karena itulah yang sudah tertanam dalam diriku, yang di ajarkan padaku, yang aku terima, yang aku pahami, yang aku setuju denganya dan yang menjadi salah satu pakem, pegangan dalam menjalani hidup.

Aku tidak mau dan tak mampu membenci orang, orangnya, tapi aku bisa membenci kelakuan atau apa yang dilakukanya sejauh yang aku pahami bahwa apa yang dilakukanya itu salah atau tidak benar atau keterlaluan atau memang layang untuk di benci.

Ambil contoh ada orang yang suka mencuri, aku tidak membenci orangnya, tapi aku membenci kelakuanya : mencuri , kalau kemudian di suatu waktu dia bertobat dan berhenti mencuri, maka sudah tak ada lagi kebencian itu, karena aku tak membenci orangnya ..

Ambil contoh ada orang yang suka korupsi, aku tak membenci orangnya, tapi kelakuannya yang suka korupsi. Andaikata suatu saat dia bertobat dan berhenti korupsi, maka hilang sudah kebencian ku, karena aku tak membenci orang nya, tapi : korupsi nya.

Andaikata ada orang yang suka berbuat onar, berbuat tak senonoh, suka berkata kasar, sikap ku terhadap mereka sama, aku tak membenci orangnya, tapi pada apa yang dilakukan nya.

Dalam hidup, ada saja orang-orang yang pernah membuat kita sakit hati, baik mereka melakukannya karena sengaja atau tidak. Entah karena omongannya, sikapnya,
Keputusan dan tindakan ya, ada saja .. tapi aku sudah memilih jauh2 hari entah kapan itu waktunya aku sudah lupa, untuk bersikap :Aku Tidak Akan Membenci Orang yang pernah Membuat aku Sakit Hati !,
That's my pledge ...

Alasanya apa ? Ya yang sudah di jelaskan di atas tadi, lagi pula aku pikir apa untungnya bagiku untuk membenci seseorang, hanya bikin sesak di hati, hatiku terlalu berharga untuk di isi dengan rasa benci kepada seseorang. Ah kamu gak konsisten .. bukanya ketika kamu bilang benci pada apa yang dilakukan sama saja kamu menaruh rasa benci di hati ?

Ooooh , tentu saja beda, tidak sama. Ketika kita membenci seseorang (orangnya) maka sikap yang akan kita perlihatkan adalah kebencian itu sendiri, kita akan cenderung menjauhi, tak mau berhubungan, menutup semua pintu kontak yang mungkin terjadi, dlsb. Sementara ketika kita benci karena apa yang dilakukannya maka sikap kita akan cenderung biasa2 saja, tak menjauhinya bahkan kalau di atasnya ada landasan rasa sayang, kita justru akan mendekat dan berharap berusaha bisa merubahnya, memperbaikinya dan memberikan efek positif kepadanya sehingga dia bisa berubah kearah yang baik. Beda kan !?

Aku tak akan membenci dan tak mampu membenci orang yang pernah membuat sakit hati, itu janjiku.., ada satu pelajaran yang masih aku ingat dari janji ini, pelajaran dari seorang tersayang, terkasih.. Ibuku .. ,my beloved mother. Dulu karena satu dan beberapa sebab, ibuku itu di benci dan suka "dianiaya" oleh anggota keluarga mertua, which is adik2 bapak (duluuuu..), dan salah satu bentuk aniayanya itu (tanpa bermaksud mendramatisir) adalah di tujukan kepada ku, .. dan itu sampai membuat ibu menangis dan sakit hati, tapi dalam keadaan itu .. ,yang secara wajar dan manusiawi nya ibuku ingin membalas dendam, alih2 bersikap untuk membalas dendam ibuku malah berkata : sekiranya kamu nanti punya anak, aku nggak akan memperlakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan kepada anakku,.. Masya Allah.., sungguh sangat mulia hati dan sikap yang di pilih ibu ku ini, semoga semua kebaikan yang pernah kau buat akan mengalirkan pahala yang terus-menerus ya mah.. aamiin.

Sikap seperti itu dulu aku tak mampu memahami, karena seperti tak masuk logika, bagaimana bisa kita tak ingin balas dendam ketika hati kita di sakit?.. tapi akhirnya aku paham bahwa, tidak ada keuntungan dan nikmat dalam kebencian dan membenci sesorang. Dada akan terus terasa sesak, apalagi jika otak dengan begitu angkuh nya selalu mengingatkan kita akan kesalahan dan bagaimana orang itu telah membuat kita sakit hati. Maka aku memilih jalan untuk memaafkan.. aku memilih jalan untuk tak membenci, aku memilih jalan untuk bebas dari rasa benci pada seseorang, siapa pun itu.

Ada satu kisah menarik dari cerita benci dan cinta ini yang pernah aku dengar, tepatnya aku lupa, tapi kurang lebih seperti ini : rasulullah mengabarkan kepada para sahabatnya bahwa ada seseorang yang akan datang dan dikabarkan dia telah di jamin masuk syurga, maka singkat cerita ada salah satu sahabat yang penasaran ingin mengetahui amalan apa yang spesial yang dilakukan orang ini sampai2 rasul mengabarkan bahwa dia di jamin masuk syurga, di ikutilah dia, sengaja bersilaturahmi dan menginap beberapa malam di rumah orang yang dikabarkan ini. Selama beberpa hari bersama2.. tidak dia temukan amalan yang spesial, semuanya tampak biasa2 saja, sampai akhirnya setelah mau pulang sahabat ini memberanikan diri bertanya, dan jawaban dari orang yang di kabar kan ini adalah, tidak ada yang khusus atau spesial, hanya saja dia mengatakan setiap malam, sebelum tidur selalu menyempatkan untuk memaafkan semua orang yang berbuat salah atau sempat menyakiti hati dia, dia maafkan semuanya. Dan ternyata amalan itulah yang menjadi sebab dihantarkanya dia ke syurga.., Wallahu a'lam bishowab..

Begitulah kira-kira cerita yang ingin aku bagi di pagi hari ini, cerita sederhana tentang apa dan bagaimana sikap yang aku ambil dalam hidup terkait dengan cinta dan benci pada seseorang. Tak ada benci diantara aku dan kamu .. dan aku tak akan membenci kamu,.. siapapun kamu dan bagaimana pun entah sengaja atau tidak atau entah kapan waktunya kamu pernah membuat aku sakit hati. Aku telah lama dan berusaha istiqomah setiap malam untuk mengingatkan hati berkata : telah aku maafkan kalian semuanya.

Salam, 9 ramadhan , Jumat 1436 H

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…