What is The MOST Precious thing in this world ? Part 1

Share:
Hal apa yang paling berharga di dunia ini ?

Mari kita pikirkan, sejenak.., ditengah kesibukan kita menjalani aktifitas hidup dan kehidupan. Di antara berbagai masalah yang sedang kita hadapi dan sedang kita coba selesaikan. Meluangkan waktu.., sejenak, hanya sejenak untuk bertanya tentang satu pertanyaan penting, hal apa yang paling berharga di dunia ini ?? saya, anda mungkin akan memberikan jawaban yang berbeda-beda, tentu saja dengan berbagai alasanya. Atau mungkin anda dan saya bisa saja menemukan atau bersepakat dengan satu jawaban yang sama. Apakah perlu kita memikirkan dan mencari jawaban atas pertanyaan ini, buat saya pribadi..ya, perlu. Saya pernah membaca bahwa ketika kita melakukan riset, ketika kita ingin tahu tentang sesuatu, ketika kita ingin mengungkap sesuatu, maka ajukanlah pertanyaan yang tepat, pertanyaan yang tepat akan mengarahkan kita pada penemuan jawaban yang tepat pula, kira-kira seperti itu. Jadi untuk mendapatkan jawaban yang tepat maka kita perlu mengajukan pertanyaan yang tepat juga. Apakah ada hubunganya dengan tema pertanyaan diatas..? sepertinya ada.
Hal apa yang paling berharga di dunia ini ?

Buat anda termasuk saya yang suka nonton film india (FYI; kalo saya sebenernya kaitanya film, itu sangat plural, alias bukan fans india, saya suka berbagai jenis film, jepun, arab, amerika, eropa-inggris-prancis-spain, dll.., termasuk Indonesia.., selama itu saya nilai bagus ceritanya, terlebih efeknya, maka saya suka), mungkin akan setuju dengan jawaban : CINTA #ehm.., hal yang paling berharga di dunia ini adalah CINTA. Apa sebab ? karena.., apalah arti hidup jika tak ada cinta, jika tanpa cinta, meskipun untuk hal ini sebenarnya sudah di sangkal oleh pakar cinta sedjati Ti Patkai, yang terkenal dengan ungkapanya : “dari dulu beginilah cinta, deritanya tidak pernah berakhir”, di sebut seorang pakar karena dia harus menjalani 1000 kali kehidupan dengan hukuman derita cinta.. hahahaa.., alasan lainya, karena cinta itu seperti energi kehidupan, dengan dan atas nama cinta kita bisa dan mampu melakukan apapun, kita bisa melakukan apa yang orang pikir kita tidak bisa bahkan diri kita sendiri pun mengira kita tak bisa, dan sebaliknya tanpa cinta hidup terasa hampa. Alasan lainya adalah jika ada cinta, maka tak akan ada kehidupan.. bukankah adanya kamu sekarang karena ada cinta di antara emak-bapakmu ? yaa., meskipun dalam banyak kasus, ini juga sudah ada banyak penyangkalanya.. jika faktor selangkang selalu dikaitkan dengan cinta, maka saya pikir cinta itu kotor, karena kegiatan antar-selangkang yang banyak terjadi saat ini yang banyak diantaranya menyebabkan munculnya ke”hidup”an yang “tak di inginkan” adalah bukan karena alasan cinta, tetapi hanya alasan emosional sesaat yang biasa kita sebut sebagai hawa “nafsu”, itu jika nafsu-nya datang dari perempuan yang ditujukan ke lelaki, sayangnya gak ada istilah laki “nafsu” atau adam “nafsu” yang pengertianya paling nggak adalah nafsu nya lelaki yang di tujukan ke perempuan..,
Sekali lagi , satu di antara banyak jawaban yang muncul dari pertanyaan itu adalah : Cinta..

Kemudian.., ada juga yang menjawab : UANG alias HARTA

Apakah itu salah ?? ohh.., tulisan ini bukan untuk membahas benar atau salah, bukan untuk men-judge benar atau salah, tapi lebih kepada meng-eksplore pikiran kita untuk menemukan jawaban apa yang menurut kita paling tepat, paling pas. Oleh karenanya.., di awal saya menggunakan kata Let’s..
Apa yang salah dengan uang atau harta,.. nggak ada, justru yang ada, yang salah itu biasanya adalah orangnya. Salah dalam hal apa..., salah dalam mengartikan dan menggunakanya kalau tidak mau di sebut memanfaatanya. Buat saya pribadi, uang dan harta hanyalah tools, salah satu alat, bukan tujuan. Fungsi tools adalah untuk bisa digunakan dalam melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan, ingin kita capai, ingin kita raih, ingin kita selesaikan, ingin kita.. dan ingin kita. Tapi, tentu pemikiran dalam mengartikan uang sebagai tools tidak semua orang setuju atau sepakat, entah karena keyakinanya atau bisa juga karena pemahamanya belum sampai ke tingkat itu. Banyak di antara mereka yang mengartikan bahwa uang atau harta adalah TUJUAN, adalah SUMBER kebahagiaan. Dan ketika mereka tidak memiliki uang atau merasa kekurangan harta mereka merasa kurang atau tidak bahagia. Apakah pernyataanku itu hanya sebatas dugaan.., entahlah, tapi sepertinya tidak, karena jujur saja saya sering melihat langsung, mendengar langsung bagaimana statement bahagia dan tidak bahagianya orang-orang karena alasan harta atau uang. Baik di keluarga saya sendiri (keluarga besar) maupun dalam saya bergaul di masyarakat.

Beberapa hari yang lalu ada seorang bapak “betawi” yang datang ke kebun saya, bukan bermaksud mendiskreditkan tentunya, hanya saja kebetulan dia memang seorang betawi. Datang bercerita dan khas sekali senang bercerita tentang masa lalu, tentang bagaimana dulu, tentang kepemilikan dan sebagainya, di akhir2 cerita beliau menceletuk.., kalau kita punya kos-kost an 10 mah, enak yaa., tidur bisa tenang. Mmmm.., entahlah apa yang salah dengan statement ini, tapi saya jawab saja dengan enteng dan sambil becanda (sebenernya serius), kalo saya mah.., punya atau nggak punya kost-kost an 10 pintu, tidur yang tetep tenang aja, hahahha., ngapain juga tidur saya jadi gak tenang kalu nggak punya 10 kamar kost. Yaaa.., tentu saja saya mafhum maksudnya, bahwa menurutnya kalau punya 10 kost kan di akhir bulan “tarikanya enak, berasa” jadi nggak pusing masalah uang. Saya setuju untuk masalah enak dan menyenangkan dan berasa tarikanya, tapi saya nggak setuju dikaitkan denga enak-nggaknya tidur saya jika nggak punya.

Jadi dalam kasus ini, atas satu sebab.. katakanlah sebaba EKONOMI.., seringkali jawaban atas pertanyaan ini adalah : Uang atau Harta, karena dengan uang kita bisa membeli apa saja yang kita mau, makan apa saja yang kita mau, menyumbang berapa saja yang kita mau, jalan-jalan kemana saja yang kita mau, membangun apa saja yang kita mau, mentraktir siapa saja yang kita mau, dan apa-apa saja yang kita mau.., kecuali cinta.., kata yang yang menjawab cinta. Dan implikasi dari kemampuan kita melakukan-menunaikan apa saja yang kita mau itulah yang akhirnya membuat kita bahagia., atau lebih tepatnya...senang.

Jawaban yang lain adalah : SEHAT.., Kesehatan.

Apalah artinya uang, harta, cinta., jika kita sendiri tidak bisa menikmatinya.., alias kita sakit alias kita tidak sehat. Hmmmm.., menarik bukan ? tapi buat orang yang menjawab punya uang, bisa saja menyangkalnya dengan berkata.., yaa kalau kita sakit.., kita punya uang, kan bisa berobat. Berobat kemana saja kita bisa, yang paling mahal, yang paling canggih sekalipun kita bisa. Apakah dengan itu kita bisa sembuh dan sehat.., mmm.., itu lain jawabanan dan lain persoalan yak, tapi yang jelas memang nggak ada jaminan juga, nggak ada kepastian, tergantung penyakitnya apa, dst..dst.
Untuk yang menjawab cinta.., bisa juga menyangkal., meskipun sakit, jika kita memiliki cinta dan dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita, maka itu jauh lebih berharga, daripada punya uang, bisa berobat kemanapun, tapi kita sendirian, gak ada orang yang menemani, gak ada orang yang mencintai.., tapi yaa.., masa iya seh gak ada satupun orang yang mencintai.., r we such an evil !?? hehehe..,

Hmmmm.., menarik bukan. Dengan sehat kita bisa melakukan apapun yang kita mau, Ada banyak hal yang bisa dilakukan, jalan-jalan, lari, bekerja, berkarya, dan membantu orang lain, berkontribusi ke masyarakat, beribadah (mm.., kalau ibadah sendiri sebenarnya nggak harus kalau sehat, sakit pun kalau dalam Islam mah bisa jadi ibadah), dan lain sebagainya.., kalau tidak sehat.., jangankan membantu orang lain, untuk berdiri sendiri, melakukan aktifitas pribadi saja kita kepayahan, perlu bantuan orang lain, yang ada kita nya yang perlu di bantu orang lain, ya kaaan !??? jadi..., Sehat adalah salah satu jawaban atas pertanyaan di atas.


Itu dulu yak 3 jawaban yan mungkin , bisa kita renungkan untuk menjawab satu pertanyaan penting di atas, pertanyaan yang worth it..., untuk di pikirkan dan di cari tahu jawabanya..., nanti di lanjuut lagi... semoga bermanfaat. :) 

Post a Comment