Skip to main content

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 

"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."

Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 



Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 

hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.

sementara hati yang lain, mungkin sedang bingung, bimbang, menimbang tawaran, ajakan sang hati yang pertama, sambil berharap diberikan petunjuk dan keputusan yang terbaik dari Rabb nya, untuk dia dan untuk mereka. 

Aku bertawakkal kepada Allah,.. aku tahu ini bukan perkara kecil, ini juga bukan perkara mudah, meskipun tidak selalu dikatakan susah. hanya memerlukan keyakinan dan kemantapan hati, tapi siapalah penguasa hati, bukan aku,.. bukan pula dia, Ya Muqollibal qulub.. wahai Dzat yang membolak-balikkan hati..., Engkaulah Sang pemilik hati, Engkaulah yang memegang hati kami, Engkaulah yang membolak-balikkan hati kami, .., aku memohon diberikan keputusan yang terbaik atas kami, dan teguhkanlah hati kami atas keputusan yang kami buat. Jika aku baik untuknya dan dia baik untuk-ku, baik untuk agamaku dan agamanya, baik untuk masa depanku dan masa depanya, baik untuk akhiratku dan akhiratnya, maka.., dekatkan, mantapkan dan satukan hati kami ya Rabb, tapi jika sebaliknya.., maka jauhkan dan palingkanlah antara hatiku dan hatinya ya Rabb.., 

aku akan menerima segala keputusan yang Engkau buat, aku tidak akan mengeluh, aku tidak akan komplain, aku tidak akan menggerutu, aku tidak akan marah dan aku tidak akan menyesali apapun. aku hanya memohon yang terbaik, terbaik menurutmu ya Rabb, aku bertawakkal. 

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah..,  :) 
Post a Comment

Popular posts from this blog

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…