Sharing Akuntansi Ilahiah

Share:
Akuntansi ilahiah



Broo,.. sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Maha Adil, Maha Bijak, Maha Penyayang .. dan juga Maha Menghitung.

Perhitungan Allah swt itu sangat detail dan sangat teliti... sampai-sampai apapun yang kita lakukan sekecil apapun, secuil apapun, dikatakan meskipun sebesar zarrah,.. entah itu kebaikan ataupun keburukan akan di catat dan akan di perhitungkan., sangat detail, sangat teliti, sangat rinci...

Sungguh Allah Maha Penyayang, Dalam hal keburukan, Allah menggunakan sistem cash basis dalam pencatatanya. Artinya Sistem Allah hanya akan mencatat suatu keburukan ketika keburukan itu sudah atau telah kita lakukan, kita execute,.. selama itu masih dalam batas niat dan belum dilakukan maka Allah belum mencatatnya. Sedangkan ..

Dalam hal kebaikan, Allah menggunakan sistem accruel basis, yang artinya Sistem akuntansi Allah akan mencatat setiap kebaikan yang kita lakukan meskipun iu baru di tahap niat, niat dalam hati dan belum tereksekusi.., Masya Allah.., kurang baik apa coba Rabb kita pada makhluknya yang suka berbuat salah ini.

Kemudian dalam hal KEBAIKAN, Allah memberikan balasan yang besarnya 70 x lipat alias 700% *syarat dan ketentuan berlaku. Dari mana perhitungannya, bisa dilihat dari keterangan Allah sendiri dalam surat Al-Baqarah ayat 261.. monggo di cek sendiri.., :)

Hanya saja, satu hal penting dan teramat sangat penting disini adalah, yang memberikan nilai dan yang membeli hasil amalan ibadah yang kita lakukan hanyalah satu dan satu satunya broo,.. yaitu Allah swt.., maka agar amalan kita di nilai dan di beli dengan harga tinggi, amalan kita harus sesuai dengan standar atau requirement yang telah Allah tetapkan, di antaranya ,.. Murni .. di niatkan hanya karena Allah dan tak bercampur dengan niat2 yang lain, semisal riya... meskipun secuil dengan kata lain Ikhlas semata-mata hanya karena Allah dan hanya mengharap keredhaan Allah. Kemudian standar yang kedua adalah harus sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Allah yang telah di sampaikan dan di contohkan melalui rasulNya. Jadi kita gak boleh ngarang2 sendiri atau asal ikutan aja menurut keumuman tanpa mengetahui dasar, landasan ilmunya, harus ada contohnya dari rasulullah. Maka dalam hal ini kita perlu untuk berhati-hati yaaak,.., terutama dalam hal niat, tampaknya sepele buat kita tapi sebenarnya sangat signifikan dan merupakan perkara besar di hadapan Allah swt.

Itu, sharing saya hari ini.. think.!

Post a Comment