Sunday, July 26, 2015

What so wrong with becoming simple and spontanious ?




Tulisan ini aku buat karena beberapa hari ini  masih tergelitik oleh bagian statement dari temenku, adik kelasku, seorang yang aku suka di masa lampau (ah,.. maaf ya saudara, bahasanya agak menggelikan), surti namanya (nama samaran aja), yang mengatakan, your simple (character) and spontanious somehow intimadated me. Entahlah,.. harusnya statement itu bukan masalah buat aku, hanya saja entah kenapa bagian yang ini masih terus saja menggelitik “nguing-nguing” di kepalaku yang akhirnya berujung pada pertanyaan “why.. how come !?”


Jadi karena “nguing-nguing” itu lah, akhirnya tanganku sudah nggak bisa ditahan lagi buat nulis ini, nulis tentang.. What so wrong with becoming simple and spontanious ?


Jadi saudara, didunia ini, dilihat dari sudut pandang sikap yang muncul ketika menghadapi suatu masalah (bahasanya sok pinter dikit), manusia di bagi dua. Yang satu adalah orang yang simple.. seperti saya dan yang satunya adalah orang yang complicated seperti dalam contoh ini surti. Sesuai dengan judul, maka saya akan lebih banyak mengulas tentang orang yang simple dibanding dengan orang yang complicated., which is itu bukan saya dan saya tidak paham betul sebenernya tentang orang yang complicated, karena saya nggak complicated. Maka disini saya akan lebih banyak mengurai apa dan bagaimana itu “simple”.


Simple itu bahasa sederhananya adalah “sederhana” (itu terjemahanya kaleee :D ), dibikin mudah, dibikin gampang, sedangkan bahasa complicated-nyaaaa., saya nggak tahu.., tanya saja sama orang yang complicated.


Simple itu,.. adalah seorang executor ulung, executor sejati, melakukan sesuatu tanpa terlalu banyak memikirkan ini.. itu, bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu. Tapi jangan salah..!, orang yang simple bukan berarti tidak mikir, tapi cara berpikirnya cepat, tempo antara dia berpikir dan eksekusi itu cepat. Frame cara berpikirnya adalah : singkat, padat, jelas, langsung ke inti. Analoginya seperti kamu membuat summary, tanpa terlalu banyak tetek bengek kamu bisa langsung tau.. poin-nya apa ? maksud tujuanya apa ? dan keputusanya apa ?.


Simple itu..., Berani. Brave ! dan Pemberani. Berani tidak berarti tidak memiliki rasa takut loh yaa.. atau, No fear.! Karena orang yang tidak memiliki rasa takut, secara psikologis itu abnormal. Berani itu berarti dia mampu mengatasi rasa takutnya, dan dia yakin dia mampu. Orang yang mau menyeberangi sungai dan harus berhadapan dengan  arus yang kuat tentu saja muncul rasa takut, takut terseret dan terbawa arus, terbentur batu, pingsan, tenggelam dan bisa jadi meninggal. Tapi dia berani menyeberang karena dia yakin dia memiliki kemampuan untuk menyeberang, berenang, dia yakin masih memiliki tenaga, memiliki peralatan safety ataupun teman-teman yang bisa dan siap membantunya, sehingga dia mampu mengendalikan, mengatasi ketakutan dan kepanikanya.


Simple itu... Risk Taker. Berani mengambil resiko. Setiap masalah yang mengharuskan pengambilan keputusan pasti membawa satu diantara dua konsekuensi.., konsekuensi pertama adalah yang sesuai dengan harapan.., sesuai atau paling tidak mendekati perhitungan,.. maka beruntunglah dia. Dan konsekuensi kedua adalah yang tidak berjalan atau sesuai dengan yang diharapkan.. itulah yang dinamakan resiko.., maka kurang beruntunglah dia. Tapi orang yang simple. Paham betul konsekuensi itu dan dia lagi-lagi Berani mengambil resiko itu tanpa banyak berlete-lete, tanpa banyak excuse.


Simple itu.. Berani Bertanggung Jawab. Ini masih berkaitan dengan risk taker. Berani mengambil keputusan, berani menerima konsekuensi..apapun itu.., dan berani bertanggung jawab tanpa banyak excuse.


Simple itu... easy going. Nggak ribet. Nggak bikin orang susah dan nggak menyusahkan orang.


Simple itu..Toleran , selalu meyediakan ruang kompromi, tidak egois, tidak ego-sentris. Berani mengemukakan pendapat.., iyaa. Berani mengemukakan keinginan pun iyaa., tapi berani mengalah atau seringkali berkorban demi untuk kebaikan bersama pun iya.


Simple itu bahagia.., menyenangkan , bahkan terbukti salah satu slogan yang sudah sangat dikenal saat ini adalah bahwa ;  bahagia itu sederhana, kawaaan.!. Buat seorang anak dan keluarga.., bahagia itu sederhana, bisa berkumpul bersama saat mudik lebaran, meskipun papa, seadanya, bisa membuat bahagia. Buat pertemanan ..bahagia itu sederhana, bisa bekumpul kembali, reunian, melihat mereka tertawa, melihat mereka berhasil, berprestasi, melihat mereka care, memyapa.., bisa membuat bahagia. Bahagia itu sederhana.., buat orang yang kita sayang,. Melihat dia tersenyum, melihat dia jujur, terbuka, percaya pada kita, bisa membuat kita bahagia. Bahagia itu sederhana. ! simple.


Simple itu..., banyak di sukai orang, diminati dan di cari orang. Orang tidak mencari produk – apapun itu – yang complicated, yang ribet. Seorang engineer boleh saja membuat produk yang canggih dan complicated..., tetapi ketika sampai di tangan konsumen.., itu haruslah sesuatu yang simple !.  Sebuah sistem aplikasi yang complicated tidak di sukai banyak orang. Sebuah organisasi yang complicated dan sangat birokratis tidak banyak di sukai orang. Dan seseorang yang complicated...... ah, saya nggak tau, karena saya nggak complicated.


Simple itu...cepat. Simple itu berpikir solutif, bagaimana nggak cepat ? orang simple.

Jogging yuk..,! ah nggak punya sepatu.., ya udah nyeker aja.., haha. Simple.

Naik gunung yuk !.., aduuuh.., nggak punya ransel, .., aah.., pinjem punya gw aja.., Simple.!.

Makan yuk...! , yaaah.., gw udah makan..., ya udah.., makan lagi ajaa...!, Simple.!.

Jalan-jalan yuk...! yaah, gw lagi gak ada kendaraan.., ya udaaah..,jalan aja, kan gw ngajak jalan, bukan ngajak naik kendaraan..! Simple.!


Simple itu...optimis. orang yang simple itu cenderung Optimis. Karena dia tahu.., orang yang hidupnya pengen ndak punya masalah.., mendingan gak usah hidup.!. orang justru hidup karena punya masalah, masalah hidup. Adanya masalah menciptakan Supply and Demand.., sehingga ekonomi pun berputar - berjalan. Adanya masalah membuat adanya pekerjaan, nggak ada masalah, nggak ada kerjaan !. Nggak ada masalah perut.., nggak ada orang mau bertani. Perusahaan yang tidak memiliki masalah, tidak memerlukan banyak karyawan dengan segala jenis profesi yang beragam, aneh dan tetek bengek, tidak memerlukan konsultan, konsultan jadi nggak ada kerjaan. Cara berpikir orang simple adalah.., setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, pasti ada solusinya, karena dia yakin pasti ada solusinya.., maka di bikin simple.., ngapain dibikin ribet ? orang dia yakin ada solusinya.., nah keyakinan inilah yang men-trigger dia menjadi orang yang optimis, dan optimis inilah yang men-trigger dia cepat menemukan solusi. Bagaimana mau menemukan solusi kalau masalahnya saja sudah di bikin ribet + sikapnya pesimis.


Simple itu... berani mencoba, karena seorang yang simple itu adalah risk taker.., maka tidak ada alasan bagi seorang yang simple untuk tidak berani mencoba. Bagi orang yang simple.., gagal itu tidak lebih dari dinamika gagal dan berhasil,  bagi orang yang simple .. gagal itu tidak lebih dari lawan kata belum berhasil atau tidak berhasil. Simple.!


Simple itu..., dinamis, orang yang simple itu nggak monoton dan nggak menyukai kemonoton-an. Orang yang simple itu mudah menerima perubahan, selama perubahanya itu baik dan mengarah ke arah yang lebih baik. Dia tidak banyak dibebani oleh kata “tapi kan...”, dia tahu jalan yang datar itu membosankan, menjenuhkan.., bikin ngantuk.., bikin terlena.. dan banyak bikin kecelakaan kayak jalan Tol Cipali. Dia tau sesuatu yang datar itu tidak membuat energic, tidak menantang, tidak membuat adrenalin naik. Adanya masalah itu pasti, perubahan itu pasti.., dinamika itu pasti,  dan orang yang simple.. itu mudah untuk mengikuti dan mudah beradaptasi.


Simple itu bukan menggampangkan tapi di buat gampang..! Catet.! Mengampangkan itu lebih cenderung berarti meremehkan. Sementara membuat jadi gampang.. itu ada effort untuk meng-grip, menge-press sesuatu yang tampak besar menjadi kecil dan mudah. Misal, mau membawa kapas 1 ton pake mobil pick up.., kayaknya nggak mungkin, volume nya terlalu besar.., maka dibikin gampang.., kapas itu di press.., di pepet, grip...! sehingga ukuran volumenya masuk sesuai dengan kapasitas mobil pick up. Simple.!


Simple itu gusdur.., gusdur dengan slogan terkenalnya “gitu aja kok repot.!” Adalah simbol dari seorang yang simple, yang mampu berpikir dan bertindak simple! Banyak contoh dari gusdur tentang bagaimana suatu masalah yang tampak rumit kemudian di bikin simple. Tapi sepertinya memang tidak semua orang mampu menerima cara berpikir simple kecuali orang-orang yang simple.!

Simple itu menyenangkan..., Came on guys..! adakah orang yang setuju bahwa comlpicated itu menyenangkan.!?, sewaktu ujian.., baik di SD, SMP, SMA, Kuliah.., ketika ada seorang guru atau dosen membuat soal yang complicated.., adakah itu menyenangkan..??. No.. it sucks.! , tentu saja buat mereka yang jenius dan mampu mengerjakan, sama saja buat mereka, wong mereka bisa. Tapi pun seandainya mereka di beri soal yang mudah, sederhana, simple.., apa mereka tidak senang ? yaa.., simple itu menyenangkan. Buat orang jenius meungkin kurang menantang, tapi bukan berarti tidak menyenangkan.


Simple itu fair, tidak memaksa, dan tidak ada paksaan, kamu suka .. monggoo..,Alhamdulillah...! kamu ndak suka, yo wis.!


Simple itu hidup.. dan hidup memang seharusnya dan sebaiknya simple.


Simple itu.. dewasa Sejauh yang saya tahu.., bergaul dengan orang-orang dewasa yang usianya 40 Up.., tidak ada satupun yang menyukai hal-hal yang complicated. Mereka lebih suka yang sederhana.., Point nya apa ? intinya apa ?, kecuali mereka yang gagal atau belum berhasil menjadi dewasa. Hidup itu sebentar.., ngapain dibikin ribet.! Kata mereka. Orang tua yang dewasa.. mapan, adalah orang yang mampu mengajarkan, membimbing, mengarahkan anaknya dengan bahasa yang sederhana, karena bahasa anak adalah bahasa yang sederhana. Simple.


Simple itu symbol rasa cinta, rasa kasih sayang. Sejatinya tidak ada cinta yang complicated kecuali orang complicated yang membuatnya seolah-olah menjadi complicated. Bagaimana bisa aku menyatakan suka, sayang kalau bukan karena bahwa cinta itu sederhana , sementara aku bisa membuat daftar puluhan bahkan lebih sifat jelek dari orang yang aku suka yang sejatinya sifat-sifat itu tidak atau kurang aku suka. Kalau bukan cinta itu sederhana.., bagaimana mungkin sebuah senyum, sapaan hangat mampu meluluh lantakkan, menghapus, menyapu bersih semua kekesalan, kemarahan yang bergemuruh didada, seketika.!? , Cinta itu memang 80 – 90% nya adalah Emosional-Irasional, makanya cinta itu sederhana.., kamu bisa membuat ratusan bahkan seribu alasan tentang hal-hal yang tidak kamu suka, tapi karena cinta itu sederhana : irasional-emosional.., maka seribu alasan yang kamu buat itu menjadi tidak berarti apa-apa.


Oleh karenanya......


Simple itu seharusnya tidak mengintimidasi sayang.., karena orang yang simple itu tidak pernah mau ataupun ada niatan untuk meng-intimidasi. Bahkan orang yang merasa dirinya complicated sekalipun, ketika berada di hadapan rasa cinta.., sadar gak sadar,.. telah menjadi orang yang amat sangat sederhana.


How about Spontanious..? ah.., itu hanya konsekuensi atau satu paket dari seorang yang simple.

So then,.. What so wrong with becoming simple and spontanious ?

I guess.., my answer is Simple : There is Nothing Wrong with becoming Simple and Spontanious. Then.., why does it feels like intimidated ? well..., I guess.. it’s because.., you r not simple and you don’t know how to become and how fun it is becoming simple. Maybe someday..., I hope.


Post a Comment