Skip to main content

Ayo Menanam..!

Ayo kita menanam.!
Menanam apa mase ?

Apa aja.., asal jangan menanam benih kebencian dan kerusuhan aja, hahaha. I'm serious here.!, ayo kita menanam.

Beberapa hari minggu lalu aku sempat nonton film jepang, judulnya agak lupa tapi ada wood2 nya gitu deh, yang bercerita tentang seorang anak baru lulus SMA yang "gak terlalu pintar" akhirnya ikuti program pelestarian hutan di wilayah sub urban / countryside sana. Awalnya banyak yang ikut, tapi seperti biasa, setiap tahun, setelah seleksi maka jumlahnya akan menyusut hanya tinggal beberapa saja. Dan salah satu tokoh ini yang diceritakan bisa bertahan meskipun sempat juga dia kabur.

Dalam proses internship program itu, yang menarik adalah, hutan-hutan disana itu benar-benar di jaga, di lestarikan, bukan hanya oleh generasi saat ini, tetapi telah berlangsung dan di turunkan dari beberapa generasi sebelumnya, sejak ratusan tahun yang lalu. Pohon-pohon yang mereka tebang saat ini untuk penghidupan mereka , orang-orang desa adalah pohon-pohon terbaik yang telah di tanam sejak dari puluhan bahkan lebih dari 100 tahun sebelumnya, which is generasi yang menebang adalah bukan generasi yang menanam. Makanya di katakan bisnis hutan yang mereka jalani adalah sungguh sangat aneh, mereka menanam meski tahu tidak akan pernah menuai hasilnya, tapi untuk generasi berikutnya, karena memang begitulah adalanya, apa yang mereka tebang saat ini, yang mereka nikmati adalah hasil dari apa yang di tanam oleh generasi sebelumnya. Sungguh sangat menarik bukan ? Budaya, prinsip hidup dan pola pikir dan cara pandang orang jepang ini, mereka menanam, memelihara untuk generasi yang akan datang, untuk kelestarian dimasa depan, sungguh nilai2  hidup yang sangat arif.

Dalam islam sendiri sangat dianjurkan untuk kita menanam, karena dengan menanam kita telah menghidupkan bumi Allah.., makanya di anjurkan bagi seorang muslim untuk tidak sampai menyia-nyiakan ruang kosong, terbengkalai begitu saja, harus di manfaatkan dan harus ada manfaatnya. Bahkan dikatakan ada pahala yang besar bagi orang yang suka menanam, karena dari apa yang dia tanam itu akan berbuah atau menghasilkan sesuatu yang dapat di makan, atau di manfaatkan oleh semua makhluk hidup di sekitarnya, yang mana itu akan memberikan penghidupan. Sungguh sangat mulia orang yang menanam, jika kita menanam pohon, pohon itu berbuah .. bisa di makan buahnya, pohon itu tumbuh dan rimbun daunya, bisa untuk berteduh, menghasilkan oksigen yang bisa kita hirup untuk bernafas, segar, sehat dan menyehatkan. Masya Allah..,

Jika kita menanam sayur-sayuran, bisa kita makan, bisa mencukupi kebutuhan sendiri atau untuk di jual. Jika untuk sendiri bisa untuk berhemat, menghemat pengeluaran dalam keluarga berarti memperbesar opportunity untuk dapat memanfaatkan penghasilan yang didapat untuk kebutuhan lain yang lebih besar nilainya dari sekedar urusan perut, maka menanam bisa juga memberikan manfaat langsung dan tak langsung terhadap kehidupan kita, dan di keluarga.

Makanya, ayo kita menanam. Menanam itu gampang kok, alias ga susah, menanam itu mudah, menanam itu hanya butuh kemauan aja selebihnya kita sudah punya. Tentu saja setelah menanam kita harus memeliharanya yaa, jangan hanya menanam terus kita tinggalkan dan berharap bisa menuai hasilnya. You reap what you sow..,iya bener , itu kalo kemudian dipelihara, kalo di biarin yaa.., bisa jadi menuai tapi hasilnya dikit, ,bisa jadi gak menuai sama sekali karena mati, atau bisa jadi gak menuai sama sekali karena diambil orang, salah sendiri, kenapa gak dipelihara, dikiranya kan gak ada yang punya .. Hahahha.

Ayo kita menanam, dengan menanam itu akan memberikan kita pemahaman tentang bagaimana kita bisa menghargai sesuatu hal, sesuatu yang hidup dan memberikan kita penghidupan yang sebelumnya atau biasanya kita abaikan. Experience give you season,.. pengalaman memberikanmu pelajaran. Dan akan selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap pengalaman. Kita akan lebih bisa menghargai apa yang kita makan, yang kita hirup, yang kita minum. Semuanya.. sampai pada orang-orang yang mengusahakanya, kesadaran itu akan muncul sejalan dengan proses kita belajar menanam.

Ayo kita menanam dan kita ajarkan menanam pada anak-anak kita nanti, pada generasi berikutnya. Mengajarkan meraka menanam berarti mengajarkan mereka menghargai nilai-nilai hidup dan kehidupan, bahwa tanpa menanam maka tidak akan ada keberlangsungan, tidak akan ada kelestarian, dengan menanam berarti kita juga telah berpartisipasi dalam usaha menebar kebaikan,.. Insya Allah.., Wallahu a'lam.

Ayo Menanam.!

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…