Skip to main content

Berwirausaha itu..

Siall...! Ini bukan melulu tentang soal uang kawan, bukan melulu tentang banyak-banyakan kepemilikan harta, material, penghasilan, ataupun imej,.. bukan itu. Jika kamu masih berpikir melulu tentang itu,.. maka saya katakan pemikiran mu masih terlalu kerdil..! Sangat kerdil.! Tidak ada bedanya dengan pola pikir orang kampung, desa yang masih udik dengan segala keterbatasan pendidikanya, pengetahuanya yang mengartikan sukses seseorang adalah terwakili, tergambar oleh kepemilikan hartanya.

Bahwa kita butuh uang, ya benar.. Bahwa salah satu komponen dan motivasi utama kita bekerja adalah mencari uang juga benar,.. tapi itu bukan satu-satunya hal, bukan melulu, dan bukan segalanya tentang uang atau penghasilan.

Berwirausaha adalah tentang kesadaran yang lebih besar dan luas bahwa kita as a human being memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari apa yang dapat kita bayangkan. Bahwa kita sebagai makhluk berdaya cipta mampu menciptakan value untuk setiap hal, banyak hal yang denganya akan mampu mendukung kehidupan dan cara hidup yang lebih baik bagi manusia.

Berwirausaha adalah tentang mengoptimalkan kemampuan, kapabilitas kita as a human being. Kemampuan yang jauh lebih besar dan tak ada atau tak diberikan kepada makhluk selain yang bernama manusia. Tentang improvisasi , berusaha bagaimana berkembang. Memperluas batasan-batasan, test our limits. Think wild.., creating idea and then make it real, make it happens.

Dengan berwirausaha kita memiliki kebebasan untuk berpikir liar seliar-liarnya, tak ada yang membatasi kecuali pikiran kita sendiri. Kita memiliki kebebasan untuk berimprovisasi, kita memiliki kebebasan dan kontrol penuh tentang bagaimana dan kapan kita mewujudkanya.

Kamu tahu, kebebasan sendiri sebenarnya adalah sebuah ide,.. ide yang sejatinya sudah melekat, terinstall, program bawaan, satu paket saat kita di ciptakan dan di lahirkan. Kemudian ketika manusia berkembang dan jumlahnya semakin banyak, maka atas dasar ide : menjaga keharmonisan bersama, kedamaian, dibuatlah kerangka aturan yang pada dasarnya adalah batasan-batasan yang dibuat atas ide kebebasan. Tapi bukan berarti kebebasan itu hilang, dalam komunitas bisa jadi memang ada batasan, tapi dalam lingkup yang paling kecil, sangat personal kebebasan itu masih ada dan tak ada yang membatasi kecuali our own mind, our own thought. Dan batasan yang terbentuk dalam sistem kerja otak kita itu memang sengaja di buat melalui sistem-sistem dilingkungan kita karena demi kepentingan segelintir orang yang bisa kita sebut master mind, the ruler.! Tapi itu tidak berlaku bagi seorang wirausaha. Dia sadar betul, dia mampu dan dia bisa untuk membuang semua batasan-batasan yang di buat oleh sistem itu.

Berwirausaha adalah tentang kontribusi, kontribusi kita terhadap masyarakat, hidup dan kehidupan. Bukan berarti saya mengatakan bekerja dalam ruang kotak 2x2 sebuah gedung tidak memiliki kontribusi,..no, bukan..! Yang ingin saya katakan adalah anda, kita mampu melakukan lebih dari itu. Dengan berwirausaha anda mampu membuat kontribusi yang jauh lebih besar. Bukankah dari dulu sering sekali mendengar kalimat motivasi "jika dia bisa, saya pasti bisa.. jika saya bisa, kenapa kita nggak ?", tertahan dimana kalimat motivasi itu, atau memang sengaja sudah di taruh di bagian paling dalam, pojok otak kita yang tak pernah lagi coba kita sentuh, atau hanya kita gunakan dalam hal-hal yang kecil yang rasio kita menganggap itu baru masuk akal.? Sungguh sangat disayangkan kalo begitu.

Berwirausaha itu tentang nilai kita as human being, baik dimata dan hati manusia maupun di mata Allah. Ini masih ada kaitannya dengan soal kontribusi, bukankah kita diajarkan dalam Islam bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia yang lain, tentu saja yang sering saya katakan manfaat dalam hal kebaikan. Dengan berwirausaha memungkinkan kita untuk bisa berbuat lebih banyak, lebih besar, menciptakan nilai dan manfaat yang lebih banyak, satu nilai yang manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia, dan terus dipakai, dipelajari, bergenerasi.. apa tidak berlimpah nilai pahalanya,.. tentu semua berangkat dari niat dan keyakinan, tapi let's aside.., karena bagi saya dan anda yang muslim, tentu pastinya dan harusnya niatnya karena Allah. Masa kita yang diajarkan tentang hal itu, tapi yang mempraktikkan adalah golongan kaum kafir seperti yahudi, cina.., apa ya kita ndak malu?, malu as human being.. malu as a moslem.

Dan terakhir.., tentang uang, financial freedom, kepemilikan harta., adalah bonus, konsekuensi logis dari apa yang kita usahakan. Bukan jaminan bahagia memang,.. tapi bisa jadi alat yang mendukung kebahagiaan. Untuk contoh2nya pastinya kamu bisa menyebutkanya sendiri. Tapi dari segi manfaat lagi.., kita bisa menggunakanya untuk melakukan hal-hal baik yang lebih besar.

Jadi.., untuk kamu yang masih terpaksa duduk di ruang 2x2 square, ketika kamu melihat seorang yang mengaku wirausaha, tapi hanya melulu bicara tentang uang dan harta,.. tegurlah.., karena itu bukan hakikat tentang wirausaha. Dan sebaliknya ketika kamu melihat seorang yang memilih jalan wirausaha, tapi kamu mendapatinya masih kere.., janganlah merendahkanya, karena bisa jadi kere nya hanya tinggal sebentar lagi, pun kalaupun nggak,.. bisa jadi karena memang bukan itu maksud dan tujuan utama dia berwirausaha, tapi karena kesadaran dan hal-hal lain yang sudah saya jelaskan di paragraf-paragraf sebelumnya. Pada akhirnya, let's do our best.., let's become entrepreneur.

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…