Monday, August 03, 2015

Braveheart


Braveheart,. Ini adalah salah satu film epic heroik yang aku suka dan meskipun berkali-kali aku tonton tetap tidak pernah ada bosanya. Tentang perjuangan william wallace untuk menjadi orang yang merdeka dan memerdekakan kerajaanya , scotland. Ceritanya sangat komplit, ada romantika, perjuangan, persahabatan, dendam dan juga pengkhianatan. Jalan ceritanya sangat menarik dan mengharukan.

Apakah tulisan ini adalah untuk mengulas film ini dur ? Mmm.., nggak, itu hanya bagian dari prolognya saja, bukan isinya.

Brave : berani , heart : hati , jadi artinya wani piro ? Hahahha.., nggak ya, bukan itu,  ngerti sendiri aja laaah. Hati adalah raja, hati adalah penguasa, penguasa tubuh dan pikiran. Hati adalah the ruler. Hati menggambarkan jiwa seseorang yang memilikinya, jiwa seorang pengecut, tak jauh berbeda dengan hatinya, lemah. Jiwa seorang pemberani, pun begitu juga tak jauh berbeda dengan hatinya, kuat. Braveheart hanya dimiliki oleh seorang yang kuat, seorang pemberani, seorang ksatria (untuk cowok), entah apa nama untuk ceweknya.

Aku, I wonder what kind of heart that i have. hati seperti apa yang aku miliki ? Hati seorang pemberani kah atau seorang pengecut. Sejauh yang aku tahu.., aku adalah seorang yang berani. Paling nggak aku cukup PD untuk meng-klaim itu. Sejauh yang aku tahu aku adalah risk taker, sejauh yang aku tahu aku tidak ambil pusing dengan segala akibat yang mungkin terjadi ketika aku mengambil satu keputusan. Sejauh yang aku tahu aku adalah seorang yang berani mencoba, sejauh yang aku tahu aku bisa mengatasi rasa takutku. Tapi aku juga tahu, bahwa hatiku belum teruji, belum ada situasi kondisi yang benar-benar menguji jenis hati apa yang aku miliki. Sekiranya ada belati siap menusuk di perutku, sekiranya ada pedang siap menebas di leherku, sekiranya ada moncong pistol siap menembakan peluru di kepalaku, akankah aku siap dan cukup memiliki keberanian untuk mengambil tindakan fight back..!? Entahlah, semua itu belum pernah terjadi dan juga belum teruji.

Sekiranya ada seorang yang di bully di depanku akankah aku berani membela, melawan, meskipun sebenarnya tidak ada hubunganya denganku, atau aku hanya akan diam mematung, menonton tak peduli sambil bergumam "ah, thats not my business", mengkerut, coward.

Sekiranya ada seorang muslimah yang diganggu didepanku, akankah aku berani membela ? Meskipun itu berarti ada resiko babak belur atau bahkan meregang nyawa ? Entahlah.., aku belum bisa menjawab. Tapi sejauh yang aku tahu, aku akan berani berdiri, fight untuk sesuatu yang salah menurut aku, sesuatu yang layak untuk di perjuangkan, apalagi sesuatu yang menyangkut harga diri, apalagi sesuatu yang menyangkut orang-orang yang aku sayangi. Wallahu a'lam

Post a Comment