Skip to main content

Braveheart


Braveheart,. Ini adalah salah satu film epic heroik yang aku suka dan meskipun berkali-kali aku tonton tetap tidak pernah ada bosanya. Tentang perjuangan william wallace untuk menjadi orang yang merdeka dan memerdekakan kerajaanya , scotland. Ceritanya sangat komplit, ada romantika, perjuangan, persahabatan, dendam dan juga pengkhianatan. Jalan ceritanya sangat menarik dan mengharukan.

Apakah tulisan ini adalah untuk mengulas film ini dur ? Mmm.., nggak, itu hanya bagian dari prolognya saja, bukan isinya.

Brave : berani , heart : hati , jadi artinya wani piro ? Hahahha.., nggak ya, bukan itu,  ngerti sendiri aja laaah. Hati adalah raja, hati adalah penguasa, penguasa tubuh dan pikiran. Hati adalah the ruler. Hati menggambarkan jiwa seseorang yang memilikinya, jiwa seorang pengecut, tak jauh berbeda dengan hatinya, lemah. Jiwa seorang pemberani, pun begitu juga tak jauh berbeda dengan hatinya, kuat. Braveheart hanya dimiliki oleh seorang yang kuat, seorang pemberani, seorang ksatria (untuk cowok), entah apa nama untuk ceweknya.

Aku, I wonder what kind of heart that i have. hati seperti apa yang aku miliki ? Hati seorang pemberani kah atau seorang pengecut. Sejauh yang aku tahu.., aku adalah seorang yang berani. Paling nggak aku cukup PD untuk meng-klaim itu. Sejauh yang aku tahu aku adalah risk taker, sejauh yang aku tahu aku tidak ambil pusing dengan segala akibat yang mungkin terjadi ketika aku mengambil satu keputusan. Sejauh yang aku tahu aku adalah seorang yang berani mencoba, sejauh yang aku tahu aku bisa mengatasi rasa takutku. Tapi aku juga tahu, bahwa hatiku belum teruji, belum ada situasi kondisi yang benar-benar menguji jenis hati apa yang aku miliki. Sekiranya ada belati siap menusuk di perutku, sekiranya ada pedang siap menebas di leherku, sekiranya ada moncong pistol siap menembakan peluru di kepalaku, akankah aku siap dan cukup memiliki keberanian untuk mengambil tindakan fight back..!? Entahlah, semua itu belum pernah terjadi dan juga belum teruji.

Sekiranya ada seorang yang di bully di depanku akankah aku berani membela, melawan, meskipun sebenarnya tidak ada hubunganya denganku, atau aku hanya akan diam mematung, menonton tak peduli sambil bergumam "ah, thats not my business", mengkerut, coward.

Sekiranya ada seorang muslimah yang diganggu didepanku, akankah aku berani membela ? Meskipun itu berarti ada resiko babak belur atau bahkan meregang nyawa ? Entahlah.., aku belum bisa menjawab. Tapi sejauh yang aku tahu, aku akan berani berdiri, fight untuk sesuatu yang salah menurut aku, sesuatu yang layak untuk di perjuangkan, apalagi sesuatu yang menyangkut harga diri, apalagi sesuatu yang menyangkut orang-orang yang aku sayangi. Wallahu a'lam

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…