Skip to main content

Jadilah Layak

What's become of us ?
You get what you derseve.. !

Salah satu cuplikan dialog yang aku suka dalam film kingdom of heaven, bercerita tentang penaklukan kembali kota yerusalem oleh tentara Islam yang di pimpin oleh Shalahuddin al ayyubi, dari kekuasaan nasrani.

You get what you deserve.. kamu mendapatkan apa yang layak untukmu. Dan kamu hanya akan mendapatkan apa yang memang layak untukmu.

Lalu apa ukuran layak atau nggak layak atau belum layak. Hal yang perlu diketahui adalah segala sesuatunya memiliki requirement, syarat2 minimal yang harus terpenuhi agar sesuatu itu dapat dikuasai, mampu di jalankan, di kendalikan dengan baik oleh orang yang menghendaki.

Seorang yang ingin menjadi pemimpin, ada requirement untuk menjadi pemimpin, jika requirement itu tak terpenuhi dan kemudian di paksakan, maka besar kemungkinan tidak akan berjalan baik atas apa yang di pimpin. Jangankan itu, untuk mengendarai motor di jalan raya saja ada requirement nya, minimal bisa menyalakan, mengendarai dan paham tools apa saja dan fungsinya masing2.. jika di paksakan sementara sebenarnya belum layak atau belum bisa, yang terjadi adalah bisa terjadi kecelakaan, yang fatal.

Make you deserve.. jadikan dirimu layak,.. itulah kuncinya.

Kerja, ingin punya penghasilan yang tinggi,.. jadikan dirimu layak : kerja yang yang produktif, kuasai banyak skill yang akan menunjang nilai jual di perusahaan. Jangan malah bermalas2an, nggak produktif tapi pengen jabatan naik, gaji naik,. Dst...Dst..

Pengen punya keluarga yang baik, istri yang shalehah.., jadikan dirimu layak lebih dulu. Masa iya seorang yang shalehah mau sama orang yang nggak shaleh.., tentunya dia mau dan layak juga mendapat seorang yang shaleh, maka jadikan dirimu layak untuknya. Jika kamu belum layak kemudian dipaksakan, maka apa yang di sebut ingin mewujudkan keluarga yang baik, sakinah, mawaddah, wa rahmah .. rasa-rasanya akan sulit untuk di wujudkan. Itu sebabnya di katakan dalam Al Quran, sesuatu atau orang yang baik adalah untuk yang baik, dan begitupun sebaliknya.. ,karena itu sudah sunatulllah.., you, everybody will get what they deserve.

Jika kamu menginginkan sesuatu, maka berusahalah lebih dulu untuk jadi layak atas sesuatu itu, maka Insya Allah.. pasti kamu akan mendapatkan yang layak untuk kamu atau yang lebih baik dari itu.

Jadilah layak, and you will get what you deserve.

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…