Skip to main content

Nothing

The more I know.., the more I relize that I know nothing.

Semakin aku tahu banyak hal, membuat aku sadar bahwa apa yang aku ketahui hanyalah secuil, benar-benar nggak ada apa-apanya.

Ini bukan kalimat ku sendiri, tapi ini adalah kalimat yang memang benar demikian adanya. Aku menulis ini karena aku sadar masih banyak hal yang belum aku tahu, masih sangaaaat banyak. Oleh karenanya dalam salah satu slogan hidupku aku masukkan satu prinsip "Never Ending for Learning.."

Hmmmm,.. rasanya menyenangkan bisa terus belajar. Menyenangkan masih memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar, belajar tentang apapun, tentang hidup dan kehidupan. Dunia ini masih memiliki banyak sekali misteri yang belum terungkap, dunia ini yang katanya kecil dan hanya sekecil ini di bandingkan planet-planet lain yang bertebaran di tata surya kita dan juga di jagat raya, masih menyimpan banyak sekali rahasia, pengetahuan yang masih belum terungkap, masih tersimpan dalam kotak pandora.

Ah.., sudahlah, yang jelas aku masih mau belajar, dan semoga Allah masih memberikanku kesempatan (al-waqtu) dan kemampuan untuk terus belajar, belajar untuk menjadi seorang yang baik dan lebih baik, bijak, arif dan mampu menjadi contoh yang baik bagi generasi mendatang. Belajar untuk menjadi seorang muslim yang sejati, yang memiliki jati diri, memiliki prinsip hidup yang kokoh, yang mampu menebar manfaat, untuk diri, agama, keluarga, umat, dan masyarakat , aamiin Bismillah ..



Posted via Blogaway

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…