Skip to main content

Pasti selesai, As long as you start doing it.


Pekerjaan sebesar apapun, sesulit apapun, jika dikerjakan, di tekuni, di telateni, selambat apapun kamu mengerjakanya, maka (Insya Allah) pasti (niscaya) akan selesai juga, bakalan tutug, bakalan pragat.

Pun Sebaliknya..

Pekerjaan sekecil apapun, secuil apapun, semudah apapun, Jika tidak segera mulai dikerjakan, alias di tunda-tunda, alias di entar-entar, PASTI tidak akan pernah selesai, tidak akan pernah rampung, yang ada akan semakin banyak pekerjaan yang menumpuk, yang ada akan semakin menjadi masalah yang membesar dan yang pasti juga akan semakin segan, malas kita untuk menyelesaikanya. 

Waduh, pengalaman pribadi yaaa...!, eaaaa.., hahahahha, 
Ya iyalah, secara gitu,.. guweeee kan berpengalaman, dalam hal apa ???? 
Both of them.... ! :P

Yap, itu point utamanya kaitanya dengan soal pekerjaan., pekerjaan apa ?? apa saja, mulai dari pekerjaan rumah, hal-hal yang ingin kita lakukan dan masuk dalam TO DO list, pekerjaan kantor, pekerjaan bukan kantor (buat yang belum punya kantor), emang ada yang punya kantor ? numpang aja (baca :sewa) bilangnya punya.. #sinis. hahhaah.., 

Sebenernya aku yakin, ini bukan persoalan yang hanya aku saja yang pernah mengalami, tetapi hampir setiap orang saya kira, dan hanya manusia-manusia yang sudah memiliki standar disiplin hidup yang tinggi saja yang sudah tidak lagi mengalami persoalan ini, persoalan malas, menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya atau katakanlah maunya dikerjakan. 

But people,.. kenyataanya memang nda mudah untuk menjadi disiplin,!, meskipun tidak berarti TIDAK BISA.., BISAAAA...!, cuma, memang tidak mudah. tidak mudah karena untuk menjadi disiplin itu perlu yang namanya itikad dan tekad yang kuat dan konsisten, perlu yang namanya berlatih, berlatih dan berlatih, dan as you know.. seringkali melakukan tidaklah semudah mengatakan, meskipun melakukan juga sebenarnya tidak sesulit seperti yang di bayangkan. catet : #melakukan tidak semudah mengatakan, tapi,, # melakukan seringkali tidak sesulit yang di bayangkan.

But Brothers.., saya lupa mau ngomong apa., ya sudah itu dulu yaa.., nanti di sambung lagi.. hehehe.., maaf, aku mah orangnya emang gitu, pelupa. 

ah iya, gini.. but brothers.., Talking , wishing can't cook rice.., hanya dengan melakukan "DO" suatu pekerjaan akan selesai, bagaimana bisa pekerjaan bisa selesai kalau kita hanya berangan-angan dan hanya bicara. DO DO DO !  (baca DU DU DU, yaaa.., bukan do kayak tangga nada do re mi fa so la i do, heheheheh).. namanya juga pekerjaan, ya baru akan selesai kalau dikerjakan, bukan hanya di bicarakan, meskipun memang.., ada juga pekerjaan-pekerjaan yang selesainya kalau di bicarakan.. misal : meeting, jual ludah.., presentasi, yaaa.. itulah kerjaanya.. berbicara, jadi dia akan selesai kalau kita tela mem"bicara"kanya, tentu saja pada ruang, waktu dan tempatnya, heeee... 

kamu nih dur, kalau ngomong membingungkan, kadang serius tapi banyak becandanya. hmmm.. ya mbuh, .. lha emang itu adalah gaya bahasaku, mau gimana lagi. oke. itu dulu.. poin dari tulisan ini adalah, segera mulai kerjakan apapun pekerjaan yang ingin anda kerjakan, jangn menunda..lakukan segera..! ingat SEGERA... dan belajarlah disiplin  :)

Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…