Skip to main content

Apa yang kau cari, apa yang kau kejar ??

Di tengah rasa lelah, letih , penat, lesu, dan rasa yang mengarah pada ranah keputusasaan , karena kesibukan dan padatnya aktifitas kita, biasanya secara sadar muncul satu pertanyaan yang sangat mendasar, apa yang sebenarnya sedang aku lakukan ? Apa sebenarnya yang sedang aku cari ? Apa sebenarnya yang sedang aku kejar ?? Begitu kira-kira saudara...

Terus apa jawabanya ?

Tentu tidak ada jawaban standar, masing2 orang memiliki jawabanya sendiri-sendiri. Tapi apapun jawabanya.. saya kira ujungnya adalah mengarah pada satu kata : Kebahagiaan...

Lalu apakah ada yang salah ?, tak ada,.. hanya saja yang perlu di luruskan adalah,  Kebahagiaan seperti apa ? Apa itu definisi dan makna bahagia ?

Buat saya bahagia itu sendiri adalah , rasa yang mampu kita ciptakan dalam setiap moment nya, ia ada bukan hanya di ujung (saat tercapainya sebuah tujuan), tapi di awal dan di tengah (proses), buat saya bahagia adalah ketika kita mampu menghadirkan rasa syukur dalam hati atas segala nikmat yang terus dan tak henti-hentinya Allah limpahkan kepada kita, dalam hidup kita, apapun bentuknya.. karena betapa pun banyaknya dan berlimpahnya kita merasa telah memiliki sesuatu, baik materil ataupun imateril, ketika kita tak mampu menghadirkan rasa syukur dalam hati,.. maka akan sulit rasanya bagi kita untuk menemukan apa yang disebut sebagai kebahagian. Sepakat !?


Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…