Saturday, December 12, 2015

Rawe Rawe Rantas – Malang-malang putung

Tetiba muncul dalam kepalaku, sesuatu yang ini aku tulis dan akhirnya secara spontan aku tulis, bahwa :
Yang mengendalikan sukses atau gagalnya usahaku adalah AKU
Yang menentukan sukses atau gagalnya usahaku adalah AKU

Lalu dimana peran Allah, apa statement kamu itu tidak terlalu angkuh, tidak terlalu jumawa,sombong ??

Lalu aku berpikir, Ya, sepertinya memang seperti itu, tampak sombong, seolah AKU adalah segalanya dan tak ada sama sekali peran Allah di sana, tapi saudara..., bukan itu maksudnya, saya sadar betul, Allah SWT adalah tempat bergantung segala sesuatu, namanya bergantung, ada satu garis dan satu titik yang menentukan, buat saya dan saya berkeyakinan Allah adalah penentu akhir, yang memiliki hak, cap stemple layak tidaknya aku sukses. Dan sebagaimana yang sudah kita ketahui... dalam mewujudkan sebuah tujuan cita-cita, mimpi,... ada yang namanya AWAL-TENGAH dan AKHIR. Awal dan Tengah adalah Niat dan Proses yang musti kita jalani, di awal dan tengah ini kita memiliki yang namanya hak dan kebebasan untuk memilah dan memilh, memilih untuk berusaha maksimal atau biasa saja, memilih untuk melewati jalan panjang atau shrotcut, memilih untuk berusaha keras atau santai saja.. dan sebagainya-dan sebagainya. Dalam proses ini kita memili porsi yang besar dalam menentukan hasil..,

Ketentuan hasil,, diantara variable pokok yang menjadi ukuran, parameter layak tidaknya kita berhasil adalah seberapa besar usaha yang kita lakukan, seberapa maksimal, optimal usaha yang kita lakukan dan seberapa keras niat dan tekad yang aku kukuhkan dan seberapa ikhlas nya doa yang aku panjatkan, di situlah peran Allah berdasarkan sifat Nya yang Maha adil, dan hukum nya yang kita kenal sebagai Sunnatullah.., alias hukum alam, bahwa you reap what you sow, you get what you deserve, bahwa kamu mendapat sebesar apa yang kamu usahakan, disitulah Allah berperan.
Sukses dan gagalku bukanlah tanggung jawab orang lain, bukan pula keluarga, sanak family, tapi tanggung jawabku sendiri, Yup.!  Ini adalah prinsip kemandirian, prinsip berdikari.!

Sekali nyelup, tak ada kata untuk mundur apalagi kembali.., (Yakiiinn...??? )maju terus pantang mundur, karena hidup juga tidak memiliki toleransi mundur, terus berjalan maju kedepan, terus bergerak tak mengenal diam, tak pula mengenal istirahat. Tapi itu kan hidup..., waktu... sementara kita kan manusia..., yang namanya manusia, maju bisa mundur bisa, kita punya pilihan.., maju mundur itu masalah strategi saja.., mmmm..., kayaknya gak nyambung deh.., au ah..


Intinya... rawe-rawe rantas, malang-malang putung.., maju terus pantang mundur .. Aaayok.!! 
Post a Comment