Skip to main content

Rawe Rawe Rantas – Malang-malang putung

Tetiba muncul dalam kepalaku, sesuatu yang ini aku tulis dan akhirnya secara spontan aku tulis, bahwa :
Yang mengendalikan sukses atau gagalnya usahaku adalah AKU
Yang menentukan sukses atau gagalnya usahaku adalah AKU

Lalu dimana peran Allah, apa statement kamu itu tidak terlalu angkuh, tidak terlalu jumawa,sombong ??

Lalu aku berpikir, Ya, sepertinya memang seperti itu, tampak sombong, seolah AKU adalah segalanya dan tak ada sama sekali peran Allah di sana, tapi saudara..., bukan itu maksudnya, saya sadar betul, Allah SWT adalah tempat bergantung segala sesuatu, namanya bergantung, ada satu garis dan satu titik yang menentukan, buat saya dan saya berkeyakinan Allah adalah penentu akhir, yang memiliki hak, cap stemple layak tidaknya aku sukses. Dan sebagaimana yang sudah kita ketahui... dalam mewujudkan sebuah tujuan cita-cita, mimpi,... ada yang namanya AWAL-TENGAH dan AKHIR. Awal dan Tengah adalah Niat dan Proses yang musti kita jalani, di awal dan tengah ini kita memiliki yang namanya hak dan kebebasan untuk memilah dan memilh, memilih untuk berusaha maksimal atau biasa saja, memilih untuk melewati jalan panjang atau shrotcut, memilih untuk berusaha keras atau santai saja.. dan sebagainya-dan sebagainya. Dalam proses ini kita memili porsi yang besar dalam menentukan hasil..,

Ketentuan hasil,, diantara variable pokok yang menjadi ukuran, parameter layak tidaknya kita berhasil adalah seberapa besar usaha yang kita lakukan, seberapa maksimal, optimal usaha yang kita lakukan dan seberapa keras niat dan tekad yang aku kukuhkan dan seberapa ikhlas nya doa yang aku panjatkan, di situlah peran Allah berdasarkan sifat Nya yang Maha adil, dan hukum nya yang kita kenal sebagai Sunnatullah.., alias hukum alam, bahwa you reap what you sow, you get what you deserve, bahwa kamu mendapat sebesar apa yang kamu usahakan, disitulah Allah berperan.
Sukses dan gagalku bukanlah tanggung jawab orang lain, bukan pula keluarga, sanak family, tapi tanggung jawabku sendiri, Yup.!  Ini adalah prinsip kemandirian, prinsip berdikari.!

Sekali nyelup, tak ada kata untuk mundur apalagi kembali.., (Yakiiinn...??? )maju terus pantang mundur, karena hidup juga tidak memiliki toleransi mundur, terus berjalan maju kedepan, terus bergerak tak mengenal diam, tak pula mengenal istirahat. Tapi itu kan hidup..., waktu... sementara kita kan manusia..., yang namanya manusia, maju bisa mundur bisa, kita punya pilihan.., maju mundur itu masalah strategi saja.., mmmm..., kayaknya gak nyambung deh.., au ah..


Intinya... rawe-rawe rantas, malang-malang putung.., maju terus pantang mundur .. Aaayok.!! 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…