Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2015

Mesra

Ada dua orang bergandengan tangan di hadapanku, seorang bapak bapak dan seorang ibu, belum terlalu tua, setengah baya aku kira. Sang bapak memakai sarung dan peci, dan si ibu berhijab. Keduanya berbadan sehat kata lain dari agak gemuk buatku, tak terlalu tinggi.

Kami menyeberang bersama di jalan depan RS itu, berjalan menuju ke masjid yang ada di seberang sana. Sesampainya di seberang mereka berjalan bergandengan mesra, mesra banget pikirku, .. belum sempat pikiranku melayang kesana kemari, tiba-tiba si ibu menabrak tiang listrik sebelah kiri, bukan kejedot, hanya sebagian badanya saja,. Melihatnya aku sedikit tertawa geli dari belakang. Dan ku tutupi tawaku dengan tangan, "mesra tapi lucu" pikirku kemudian. Rupa-rupanya, lebar jalan trotoar itu tak muat untuk menampung badan mereka berdua ketika harus bertemu dengan tiang listrik yang kebetulan nyangkut di depanya.

Kami pun masuk ke gerbang masjid, tangan mereka berpisah, sang bapak ke kanan masuk pintu masjid, di ikuti ol…

Tak akan menyerah, tak akan mengeluh, itu janjiku

Aku tak akan menyerah, aku tak akan mengeluh, itu janji ku. !


Menyerah pada apa ? Tentu saja bukan pada semua hal, bukan pada segala hal, tetapi pada tujuan, cita-cita yang ingin dan benar-benar ingin aku capai, ingin aku raih, ingin aku wujudkan.

I have determination.!

Aku tak akan mengorbankan mimpi dan menyerah pada keadaan. Aku akan menaklukan keadaan, aku akan menaklukan keadaan, menuju pada keadaan yang aku inginkan.

Setahun yang lalu, aku mengikuti satu program kewirausahaan yang di adakan oleh Bank Indonesia, program coaching yang di sediakan untuk para pengusaha muda khusunya yang bergerak di bidang agrobisnis untuk di persiapkan dalam rangka menghadapi era MEA 2015, masyarkat ekonomi asean. Singkat cerita dalam salah satu materi yang di sampaikan adalah tentang mental seorang juara (winner) vs mental seorang pecundang (looser). Disebutkan bahwa 3 diantara mental seorang looser adalah ;

B untuk Blame, alias suka menyalahkan, suka mencari-cari kesalahan tapi bukan untuk memper…

B E N C I ------------------- benci

Seringkali aku mengatakan, seandainya ada kebencian dalam hatiku, adalah pada apa sikap, tindakan yang dilakukan oleh seseorang, bukan pada pelakunya. Bukan apa, karena itulah yang sudah tertanam dalam diriku, yang di ajarkan padaku, yang aku terima, yang aku pahami, yang aku setuju denganya dan yang menjadi salah satu pakem, pegangan dalam menjalani hidup.

Aku tidak mau dan tak mampu membenci orang, orangnya, tapi aku bisa membenci kelakuan atau apa yang dilakukanya sejauh yang aku pahami bahwa apa yang dilakukanya itu salah atau tidak benar atau keterlaluan atau memang layang untuk di benci.

Ambil contoh ada orang yang suka mencuri, aku tidak membenci orangnya, tapi aku membenci kelakuanya : mencuri , kalau kemudian di suatu waktu dia bertobat dan berhenti mencuri, maka sudah tak ada lagi kebencian itu, karena aku tak membenci orangnya ..

Ambil contoh ada orang yang suka korupsi, aku tak membenci orangnya, tapi kelakuannya yang suka korupsi. Andaikata suatu saat dia bertobat dan be…

Membangun Bisnis adalah Membangun Kepercayaan

Membangun bisnis adalah membangun kepercayaan (trust).

Kalimat itu sebenarnya bukan hal yang asing di telingaku, aku pernah mendengar, pernah membaca, bahkan sering, bukan hanya sekali atau dua kali. Membangun bisnis adalah membangun kepercayaan.

Rasanya akan sangat susah jika kita ingin membangun bisnis tanpa ada kepercayaan. Percaya akan apa ? Macam-macam., bisa percaya pada produknya, kualitasnya, pelayanananya, orangnya, dan lain sebagainya tergantung pada jenis bisnisnya dan tergantung pada konteks hubunganya.

Bisnis perbankan misalnya, sebuah bank butuh kepercayaan konsumen untuk mau bersedia menaruh uangnya (saving), kepercayaan atas apa ? Bisa atas nilai jaminan keamanan atas uang yang mereka taruh, bisa jaminan keuntungan atau ombak hasil yang dapat mereka terima setiap periode nya, intinya ada kebutuhan "percaya" atas nilai apa yang di tawarkan. Begitupun ketika pihak bank ingin memberikan pinjaman, yang dia beli adalah kepercayaan juga dari pihak peminjam. Percaya…

Ini Zamanku

Banyak hal yang terjadi di zamanku ini kawan, jika aku ceritakan disini,.. pastilah tak akan habis kata untuk menyampaikanya. Aku hanya ingin bercerita.. bahwa saat ini aku masih hidup dan masih menjadi manusia yang masih mampu berpikir dan bertindak “nggenah”,.. paling tidak itulah yang aku rasa, Insya Allah.
Hari ini, aku masih tinggal di negeri ini, negeri yang bernama Indonesia.., Pak Joko Widodo yang orang biasa mengenal namanya dengan sebutan Jokowi adalah presidenya. Presiden pilihan rakyat yang menang dengan seleisih 2-3 persen dari pasangan pesaingnya. Tapi itu sudah lewat dan berlalu sejak beberapa bulan yang lalu. Sekarang ini adalah 2015, saat ini adalah bulan ramadhan, 1st day dan sudah masuk ke hari kedua.
Teman ku syarif sedang sakit, awalnya kena mag, kemudian setelah cek up ke dokter ternyata dia di vonis kena hepatitis, mari kita doakan semoga dia lekas sembuh.., aamiin. Tadi pagi aku baru saja mampir dan berkunjung ke rumahnya, saat aku temui, badanya penuh dengan…

Gunung Tilu, di desa itu aku di lahirkan

Kamu orang mana ? kamu aslinya mana ?
Sering kan di tanya orang, utamanya orang yang baru kenal ditengah-tengah obrolan setelah kenalan, tau sama tau nama masing-masing. Kamu orang mana ?, pertanyaan ini sederhana., dan buat aku..., mmm, sederhana juga sebenarnya, tapii..., ada tapinya neh.., tergantung sikon, alias situasi dan kondisi dan siapa orang yang bertanya, hehehehe..,
Lho kok bisa ??? yup.., bisa, apa seh yang gak bisa buat aku, kecuali beli cinta kamu..! #ngelantur. Jadi., usut punya usut aku ini sebenarnya adalah seorang yang lahir blasteran, aku orang Indonesia Asli,.. asli semenjak negara yang terdiri dari berbagai suku, budaya, bahasa, agama ini berdiri dan memproklamirkan diri, menamakan dirinya sebagai INDONESIA, tapi aku juga blasteran., blasteran antar pulau dan antar suku,..hihihhiiii..
Pernah nggak liat iklan apa gitu, .. yang intinya mba-mba fotocopy nanain ke customer nya, “aslinya mana mas ?”.. terus di Jawab.. TEGAL..!, dengan logat khas jawa tegal ngapakny…

Fenomena Ijazah Palsu cermin Budaya Instan

Ini masih terkait dengan salah satu poin karakter negatif orang indonesia no 4 yang sudah aku tulis beberapa waktu lalu. Hari ini aku membaca berita yang mengangkat tema ini.., bahwa budaya instan yang mana mencerminkan karakter suka instan-nya orang indonesia itu sudah mendarah daging, membudaya.., namanya juga budaya ya membudaya. Ini dia cuplikan beritanya ;
Budaya instan benar-benar sudah merasuk dalam sendi kehidupan. Bahkan demi naik pangkat, banyak orang yang memilih jalan pintas dengan menggunakan ijazah palsu.

"Mekanisme kenaikan pangkat dilatari ijazah bukan keterampilan, bukan knowledge, bukan kompetensinya yang dicari tapi lembar ijazah," ujar Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Edy S. Hamid Kamis (4/6/2015).

Menurut Edy, fenomena ijazah palsu bukan kali ini saja muncul. Sayangnya, masalah itu tak cepat ditindaklanjuti sehingga praktik pemberian ijazah palsu itu terus terjadi. Edy menilai budaya masyarakat saat ini sudah mengedapankan…

What is The MOST Precious thing in this world ? Part 1

Hal apa yang paling berharga di dunia ini ?
Mari kita pikirkan, sejenak.., ditengah kesibukan kita menjalani aktifitas hidup dan kehidupan. Di antara berbagai masalah yang sedang kita hadapi dan sedang kita coba selesaikan. Meluangkan waktu.., sejenak, hanya sejenak untuk bertanya tentang satu pertanyaan penting, hal apa yang paling berharga di dunia ini ?? saya, anda mungkin akan memberikan jawaban yang berbeda-beda, tentu saja dengan berbagai alasanya. Atau mungkin anda dan saya bisa saja menemukan atau bersepakat dengan satu jawaban yang sama. Apakah perlu kita memikirkan dan mencari jawaban atas pertanyaan ini, buat saya pribadi..ya, perlu. Saya pernah membaca bahwa ketika kita melakukan riset, ketika kita ingin tahu tentang sesuatu, ketika kita ingin mengungkap sesuatu, maka ajukanlah pertanyaan yang tepat, pertanyaan yang tepat akan mengarahkan kita pada penemuan jawaban yang tepat pula, kira-kira seperti itu. Jadi untuk mendapatkan jawaban yang tepat maka kita perlu mengajukan…

Bahagia itu sederhana... kawan..!

Ehm..., bahagia, apa itu bahagia ?
Dulu.., dulu sekali aku pikir bahagia itu adalah sama dengan senang, tapi kemudian sampai pada suatu titik aku berpikir bahwa bahagia itu tidak sama dengan senang. Senang bisa jadi bagian “part” dari bahagia, sementara bahagia itu lebih luas dari sekedar senang. Maksunya gmn du ?
Fyuuuhh.., du !? jadi teringet beberapa kawan lama yang suka memanggil dengan suku kada itu, du.., abdu, bdu, .. kawan-kawan dari BPK mapala UI dulu. Oke.., lanjut, iyaaa jadi yang namanya bahagia itu lebih dari sekedar senang. Bedanya apa ? ambil contoh begini.. saya sudah belajar , berusaha mati-matian.., which is artinya gak mati beneran, atau pura-pura mati, atau mati-hidup-mati-hidup atau mati boongan.. atau, nggak mati tapi lebay ngaku-ngaku hampir mati.. hahahaha, #dibahas, teruuus.., setelah aku berusaha sedemikian rupa, rasanya udah maksimal dah, eh pas ujian ternyata nggak lulus, ujian apa neh ?? apa aja deh. Maka ketika nggak lulus itu aku nggak senang, dan kala…

Karakter (Negatif) Orang Indonesia menurut om Mochtar Lubis

Okeh.., sesuai Janji Saia.., setelah menulis 12 poin karakter orang Indonesia hasil dari tuing-tuing kepala saya sendiri,... alias ngarang.., alias kira-kira.., alias.., mmmm...sepertinya, dan sebagainya dan sebagainya., hehehehe.., maka kali ini saya ingin menghadirkan sebuah tulisan yang membahas tema yang sama tapi bersumber dari tokoh yang kompeten, om Muchtar Lubis.., gileee.., manggilnya om, dah kayak akrab aja. Hehe.

Jadi ceritanya Sampai sekarang neh temans.., kalangan akademis -terutama dari bidang sosiologi dan antropologi- mereka masih merasa cukup sulit untuk memberikan suatu ciri-ciri khas manusia Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh adanya beraneka etnis di Indonesia dengan karakteristiknya, seperti yang udah ane singgung dalam tulisan yang kemarin. Tapii..., kesulitan tersebut menjadi tidak berarti bagi seorang Mochtar Lubis, wartawan dan sastrawan otodidak yang hanya lulus Hollandsch Inlandsche School (HIS). #ituceritanya

Dalam Manusia Indonesia: Sebuah pertangg…

Karakter (Negatif) Orang Indonesia

Kali ini saya pengen nulis tentang karakter orang Indonesia, berarti di dalamnya termasuk saya yaak,.. hehehe, sebagai catatan ;
- tulisan ini adalah hasil dari kontemplasi #eaaaa, pengamatan saya pribadi secara common sense aja, bukan merupakan hasil penelitian atau riset lapangan.
- tulisan ini hanya mengangkat sudut pandang atau sisi NEGATIF aja dari karakter orang Indonesia
- tulisan ini tidak berlaku secara umum, bahwa semua orang Indonesia memiliki karakter ini, kenapa ?? karena pada dasarnya saya sendiri meyakini bahwa setiap individu itu unik, sehingga men-generalisir sesuatu hal kepada suatu kelompok adalah musykil, yang kedua bahwasanya Indonesia sendiri sangatlah plural, dari segi apapun, suku, agama, kebudayaan, dan lain sebagainya, maka sangatlah tidak fair untuk men-generalisir suatu karakter yang berlaku untuk semua orang.

Oke, inilah beberapa poin dari karakter negatid orang indonesia yang bisa saya tangkap
1.Malas : malas membaca, malas menulis, malas berkarya, malas berus…