Sunday, June 28, 2015

Mesra

Ada dua orang bergandengan tangan di hadapanku, seorang bapak bapak dan seorang ibu, belum terlalu tua, setengah baya aku kira. Sang bapak memakai sarung dan peci, dan si ibu berhijab. Keduanya berbadan sehat kata lain dari agak gemuk buatku, tak terlalu tinggi.

Kami menyeberang bersama di jalan depan RS itu, berjalan menuju ke masjid yang ada di seberang sana. Sesampainya di seberang mereka berjalan bergandengan mesra, mesra banget pikirku, .. belum sempat pikiranku melayang kesana kemari, tiba-tiba si ibu menabrak tiang listrik sebelah kiri, bukan kejedot, hanya sebagian badanya saja,. Melihatnya aku sedikit tertawa geli dari belakang. Dan ku tutupi tawaku dengan tangan, "mesra tapi lucu" pikirku kemudian. Rupa-rupanya, lebar jalan trotoar itu tak muat untuk menampung badan mereka berdua ketika harus bertemu dengan tiang listrik yang kebetulan nyangkut di depanya.

Kami pun masuk ke gerbang masjid, tangan mereka berpisah, sang bapak ke kanan masuk pintu masjid, di ikuti olehku yang masih berjalan di belakang, dan si ibu ke kiri pintu masjid. Kami pun shalat berjamaah bersama. Cerita sore, setelah berbuka puasa, lucu tapi mesra.

10 ramadhan 1436 H

Friday, June 26, 2015

Tak akan menyerah, tak akan mengeluh, itu janjiku

Aku tak akan menyerah, aku tak akan mengeluh, itu janji ku. !



Menyerah pada apa ? Tentu saja bukan pada semua hal, bukan pada segala hal, tetapi pada tujuan, cita-cita yang ingin dan benar-benar ingin aku capai, ingin aku raih, ingin aku wujudkan.

I have determination.!

Aku tak akan mengorbankan mimpi dan menyerah pada keadaan. Aku akan menaklukan keadaan, aku akan menaklukan keadaan, menuju pada keadaan yang aku inginkan.

Setahun yang lalu, aku mengikuti satu program kewirausahaan yang di adakan oleh Bank Indonesia, program coaching yang di sediakan untuk para pengusaha muda khusunya yang bergerak di bidang agrobisnis untuk di persiapkan dalam rangka menghadapi era MEA 2015, masyarkat ekonomi asean. Singkat cerita dalam salah satu materi yang di sampaikan adalah tentang mental seorang juara (winner) vs mental seorang pecundang (looser). Disebutkan bahwa 3 diantara mental seorang looser adalah ;

B untuk Blame, alias suka menyalahkan, suka mencari-cari kesalahan tapi bukan untuk memperbaiki melainkan untuk mencari kambing hitam, alias kambing cemani, hehehhe.., ya, sikap suka menyalahkan adalah bukan sikap seorang ksatria, dalam pandangan orang yang seperti ini, semua orang bisa salah kecuali dia dan hanya dia, seolah-olah dia adalah seorang yang makshum, jauh dari kesalahan. Maka orang seperti ini masuk dalam kategori seorang pecundang, karena dia akan cenderung tak mau bertanggung jawab atau menerima konsekuensi dari suatu kesalahan yang terjadi.

E untuk Excuse, naaaah.. ini juga masih terkait dengan blame tadi, salah satu karakter seorang pecundang adalah suka membuat alasan, ya inilah ya itulah, karena ini lah, karena itu lah.., selalu ada saja alasan yang bisa di kemukakan, dia pandai tapi pandai dalam membuat alasan. Dia cerdas, tapi cerdas dalam mencari dan menemukan alasan. Istilahnya seribu satu alasan bisa dia dapatkan, maka tak ayal dan tak heran jika orang dengan karakter ini bisa di sebut atau di juluki dengan nama "manusia seribu alasan". Hehehe

D untuk Denial, karakter yang ketiga dari seorang looser adalah suka menyangkal, nggak kok.., nggak gini.., nggak gitu.., dia suka menyangkal, bahkan ketika dihadapkan dengan fakta yang sudah jelas2 ada di depan mata, dia masih saja bisa menyangkal, maka beruntunglah orang orang yang mau membuka mata dan hati nya untuk tidak suka menyangkal. *aposeh.. Sikap suka menyangkal ini berbahaya, karena secara secara frontal, langsung menutup otak kita untuk bisa melihat berbagai kemungkinan yang ada, otak kita dipaksa untuk menyatakan bahwa apa yang dilakukan sudah benar dan tak ada celah kesalahan. Maka segala kemungkinan lain yang datang, langsung tertolak.

C untuk Complaining, alias doyan dan suka mengeluh, suka berkeluh kesah. Terkait denga sikap mental suka mengeluh ini aku sudah pernah membuat tulisan sendiri, kalau nggak salah dalam tulisan karakter negatif orang indonesia.

Begitulah sharing kali ini, buat aku sendiri, aku sudah berjanji untuk tidak menyerah, tidak berputus asa dan tidak akan suka mengeluh, karena itulah jalan hidupku, kalau kata naruto mah.. itulah jalan ninja ku. Dan yang yang jelas, dikaitkan dengan beberapa karakter negatif diatas, aku sendiri lebih memilih untuk tidak mengadopsi karakter2 itu karena jujur saja, aku nggak mau dalam hidup yang sekali ini, harus menyandang sebuah gelar yang gak mengenakkan ; looser.!

Jumat, 9 ramadhan 1436 H. 2015

B E N C I ------------------- benci



Seringkali aku mengatakan, seandainya ada kebencian dalam hatiku, adalah pada apa sikap, tindakan yang dilakukan oleh seseorang, bukan pada pelakunya. Bukan apa, karena itulah yang sudah tertanam dalam diriku, yang di ajarkan padaku, yang aku terima, yang aku pahami, yang aku setuju denganya dan yang menjadi salah satu pakem, pegangan dalam menjalani hidup.

Aku tidak mau dan tak mampu membenci orang, orangnya, tapi aku bisa membenci kelakuan atau apa yang dilakukanya sejauh yang aku pahami bahwa apa yang dilakukanya itu salah atau tidak benar atau keterlaluan atau memang layang untuk di benci.

Ambil contoh ada orang yang suka mencuri, aku tidak membenci orangnya, tapi aku membenci kelakuanya : mencuri , kalau kemudian di suatu waktu dia bertobat dan berhenti mencuri, maka sudah tak ada lagi kebencian itu, karena aku tak membenci orangnya ..

Ambil contoh ada orang yang suka korupsi, aku tak membenci orangnya, tapi kelakuannya yang suka korupsi. Andaikata suatu saat dia bertobat dan berhenti korupsi, maka hilang sudah kebencian ku, karena aku tak membenci orang nya, tapi : korupsi nya.

Andaikata ada orang yang suka berbuat onar, berbuat tak senonoh, suka berkata kasar, sikap ku terhadap mereka sama, aku tak membenci orangnya, tapi pada apa yang dilakukan nya.

Dalam hidup, ada saja orang-orang yang pernah membuat kita sakit hati, baik mereka melakukannya karena sengaja atau tidak. Entah karena omongannya, sikapnya,
Keputusan dan tindakan ya, ada saja .. tapi aku sudah memilih jauh2 hari entah kapan itu waktunya aku sudah lupa, untuk bersikap :Aku Tidak Akan Membenci Orang yang pernah Membuat aku Sakit Hati !,
That's my pledge ...

Alasanya apa ? Ya yang sudah di jelaskan di atas tadi, lagi pula aku pikir apa untungnya bagiku untuk membenci seseorang, hanya bikin sesak di hati, hatiku terlalu berharga untuk di isi dengan rasa benci kepada seseorang. Ah kamu gak konsisten .. bukanya ketika kamu bilang benci pada apa yang dilakukan sama saja kamu menaruh rasa benci di hati ?

Ooooh , tentu saja beda, tidak sama. Ketika kita membenci seseorang (orangnya) maka sikap yang akan kita perlihatkan adalah kebencian itu sendiri, kita akan cenderung menjauhi, tak mau berhubungan, menutup semua pintu kontak yang mungkin terjadi, dlsb. Sementara ketika kita benci karena apa yang dilakukannya maka sikap kita akan cenderung biasa2 saja, tak menjauhinya bahkan kalau di atasnya ada landasan rasa sayang, kita justru akan mendekat dan berharap berusaha bisa merubahnya, memperbaikinya dan memberikan efek positif kepadanya sehingga dia bisa berubah kearah yang baik. Beda kan !?

Aku tak akan membenci dan tak mampu membenci orang yang pernah membuat sakit hati, itu janjiku.., ada satu pelajaran yang masih aku ingat dari janji ini, pelajaran dari seorang tersayang, terkasih.. Ibuku .. ,my beloved mother. Dulu karena satu dan beberapa sebab, ibuku itu di benci dan suka "dianiaya" oleh anggota keluarga mertua, which is adik2 bapak (duluuuu..), dan salah satu bentuk aniayanya itu (tanpa bermaksud mendramatisir) adalah di tujukan kepada ku, .. dan itu sampai membuat ibu menangis dan sakit hati, tapi dalam keadaan itu .. ,yang secara wajar dan manusiawi nya ibuku ingin membalas dendam, alih2 bersikap untuk membalas dendam ibuku malah berkata : sekiranya kamu nanti punya anak, aku nggak akan memperlakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan kepada anakku,.. Masya Allah.., sungguh sangat mulia hati dan sikap yang di pilih ibu ku ini, semoga semua kebaikan yang pernah kau buat akan mengalirkan pahala yang terus-menerus ya mah.. aamiin.

Sikap seperti itu dulu aku tak mampu memahami, karena seperti tak masuk logika, bagaimana bisa kita tak ingin balas dendam ketika hati kita di sakit?.. tapi akhirnya aku paham bahwa, tidak ada keuntungan dan nikmat dalam kebencian dan membenci sesorang. Dada akan terus terasa sesak, apalagi jika otak dengan begitu angkuh nya selalu mengingatkan kita akan kesalahan dan bagaimana orang itu telah membuat kita sakit hati. Maka aku memilih jalan untuk memaafkan.. aku memilih jalan untuk tak membenci, aku memilih jalan untuk bebas dari rasa benci pada seseorang, siapa pun itu.

Ada satu kisah menarik dari cerita benci dan cinta ini yang pernah aku dengar, tepatnya aku lupa, tapi kurang lebih seperti ini : rasulullah mengabarkan kepada para sahabatnya bahwa ada seseorang yang akan datang dan dikabarkan dia telah di jamin masuk syurga, maka singkat cerita ada salah satu sahabat yang penasaran ingin mengetahui amalan apa yang spesial yang dilakukan orang ini sampai2 rasul mengabarkan bahwa dia di jamin masuk syurga, di ikutilah dia, sengaja bersilaturahmi dan menginap beberapa malam di rumah orang yang dikabarkan ini. Selama beberpa hari bersama2.. tidak dia temukan amalan yang spesial, semuanya tampak biasa2 saja, sampai akhirnya setelah mau pulang sahabat ini memberanikan diri bertanya, dan jawaban dari orang yang di kabar kan ini adalah, tidak ada yang khusus atau spesial, hanya saja dia mengatakan setiap malam, sebelum tidur selalu menyempatkan untuk memaafkan semua orang yang berbuat salah atau sempat menyakiti hati dia, dia maafkan semuanya. Dan ternyata amalan itulah yang menjadi sebab dihantarkanya dia ke syurga.., Wallahu a'lam bishowab..

Begitulah kira-kira cerita yang ingin aku bagi di pagi hari ini, cerita sederhana tentang apa dan bagaimana sikap yang aku ambil dalam hidup terkait dengan cinta dan benci pada seseorang. Tak ada benci diantara aku dan kamu .. dan aku tak akan membenci kamu,.. siapapun kamu dan bagaimana pun entah sengaja atau tidak atau entah kapan waktunya kamu pernah membuat aku sakit hati. Aku telah lama dan berusaha istiqomah setiap malam untuk mengingatkan hati berkata : telah aku maafkan kalian semuanya.

Salam, 9 ramadhan , Jumat 1436 H

Thursday, June 25, 2015

Membangun Bisnis adalah Membangun Kepercayaan

Membangun bisnis adalah membangun kepercayaan (trust).

Kalimat itu sebenarnya bukan hal yang asing di telingaku, aku pernah mendengar, pernah membaca, bahkan sering, bukan hanya sekali atau dua kali. Membangun bisnis adalah membangun kepercayaan.

Rasanya akan sangat susah jika kita ingin membangun bisnis tanpa ada kepercayaan. Percaya akan apa ? Macam-macam., bisa percaya pada produknya, kualitasnya, pelayanananya, orangnya, dan lain sebagainya tergantung pada jenis bisnisnya dan tergantung pada konteks hubunganya.

Bisnis perbankan misalnya, sebuah bank butuh kepercayaan konsumen untuk mau bersedia menaruh uangnya (saving), kepercayaan atas apa ? Bisa atas nilai jaminan keamanan atas uang yang mereka taruh, bisa jaminan keuntungan atau ombak hasil yang dapat mereka terima setiap periode nya, intinya ada kebutuhan "percaya" atas nilai apa yang di tawarkan. Begitupun ketika pihak bank ingin memberikan pinjaman, yang dia beli adalah kepercayaan juga dari pihak peminjam. Percaya bahwa peminjam mampu untuk mengembalikan pinjamannya, percaya bahwa peminjam mampu memeberikan balas jasa keuntungan kepada pihak bank. Kurang lebih seperti itulah..

Membangun bisnis adalah membangun kepercayaan. Ini adalah hal yang sangat mendasar, sangat basic tapi juga sangat penting untuk di pahami dan di ingat. Filosofi dasar ini bisa di jadikan guidance , panduan dalam proses kita membangun bisnis. Hal yang perlu diingat adalah ketika apa yang di namakan "trust" itu telah muncul dalam sebuah hubungan, dalam hal ini bisnis, maka segalanya akan menjadi terasa mudah, tidak merepotkan, lancar atau bahasa sederhananya adalah : bisa di atur..., begitulah kira2 tulisan singkat yang aku buat dalam rangka mengisi waktu menjelang tidur kali ini. Bukan untuk menggurui, lebih tepatnya untuk mengingatkan diri sendiri akan apa yang pernah aku pahami, aku baca, yang mana dan bilamana esok atau entar kadang bahkan seringkali terlupa.

Jakarta, 8 Ramadhan 1436 H, Juni 2015

Thursday, June 18, 2015

Ini Zamanku

Banyak hal yang terjadi di zamanku ini kawan, jika aku ceritakan disini,.. pastilah tak akan habis kata untuk menyampaikanya. Aku hanya ingin bercerita.. bahwa saat ini aku masih hidup dan masih menjadi manusia yang masih mampu berpikir dan bertindak “nggenah”,.. paling tidak itulah yang aku rasa, Insya Allah.

Hari ini, aku masih tinggal di negeri ini, negeri yang bernama Indonesia.., Pak Joko Widodo yang orang biasa mengenal namanya dengan sebutan Jokowi adalah presidenya. Presiden pilihan rakyat yang menang dengan seleisih 2-3 persen dari pasangan pesaingnya. Tapi itu sudah lewat dan berlalu sejak beberapa bulan yang lalu. Sekarang ini adalah 2015, saat ini adalah bulan ramadhan, 1st day dan sudah masuk ke hari kedua.

Teman ku syarif sedang sakit, awalnya kena mag, kemudian setelah cek up ke dokter ternyata dia di vonis kena hepatitis, mari kita doakan semoga dia lekas sembuh.., aamiin. Tadi pagi aku baru saja mampir dan berkunjung ke rumahnya, saat aku temui, badanya penuh dengan keringat, aku tidak berlama-lama disana karena karena kata dokter dia harus banyak beristirahat.

Beberapa hari yang lalu aku jalan-jalan, atau lebih tepatnya melakukan trip ke suatu pulau yang bernama pulau tunda. Trip bareng temanku, ken namanya, sebenarnya dia adik kelasku alias juniorku di kampus, FEUI tercinta, tapi kita sudah lama akrab dan sampai tadi pagi ini juga masih bercanda lewat WA, membangunkan dia sahur.., padahal mah dia kan tidak puasa karena dia tak se-iman, you know what I mean lah dalam perjalanan trip itu ada 14 orang 2 laki, aku di antaranya dan selebihnya betina, yaahh.., kalau kamu tak suka dengan kata itu, aku ganti, perempuan maksudanya. Disana.., Alhamdulillah.., cuaca mendukung, semesta mendukung, terang, perjalanan selama 2 hari 1 malam terbilang fun, dan memang tujuanku adalah untuk have fun. Bukan untuk melepas penat, tapi lebih kepada untuk membuat moment agar aku terdorong untuk melakukan trip-trip berikutnya.

Puasa hari ini Alhamdulillah lancar, tentu saja ada banyak hal yang ingin aku lakukan hari ini, kemarin lebih tepatnya, tetapi,... sayang di sayang, banyak yang tidak berjalan atau terwujud sesuai dengan rencana.., tak memuaskan jadi secara keseluruhan kesimpulanya, cukup mengecewakan. Tetapi kawan, sebagaimanapun mengecewakanya.., aku sudah bertekad dan berjanji pada diri sendiri, dan semoga janji ini akan selalu dapat aku pegang dan tak aku langgar, bahwa aku tidak akan mengeluh dan berputus asa, sudahlah.. hidup terlalu singkat jika harus di isi dengan keluhan dan rasa keputus asa-an. Hidup terlalu singkat jika harus disini dengan tarikan dan hembusan nafas yang terbuang sia-sia oleh suara : “Heghhh...”..,

Sebelum berangkat ke pulau tunda, nia mengirim sms dan mengajakku untuk melakukan trip ke gunung merbabu, dia sudah membeli tiket, tapi aku belum mengiyakan untuk ikut, meskipun aku sangat tertarik untuk ikut, aku belum pula mengabarinya lagi. Hmm...., kelakuan yang buruk dan tak patut di contoh, aku sering banget begitu.

Di zamanku ini, sedang di kenal beberapa waktu lalu, dikenal istilah cabe-cabean.., #infogakpenting, jadi mengingatkan aku ketika masa kuliah dan tren kata kata, : maksud lo !?? , ya kali, duren aja di belah.., EGP, dll., ada juga istilah jablay.  Istila istilah gak penting, tapi menjadi tren di zamanku ini. Waktu aku masuk kuliah, HP dengan merek Nokia menjadi tren dan di dunia indsustri sendiri menjadi raja ponsel, sebuah perusahaan asal finlandia yang awalnya adalah perusahaan kayu ? kemudian menjadi sebuah perusahaan multinasional dalam bidang teknologi, tapi saat ini tren itu sudah berganti dan Nokia sendiri sudah di beli oleh Microsoft, punya nya om bill gates, sebenernya lebih tepatnya punya banyak orang seh.

Tren selanjutnya adalah HP BB alias Blackberry, kemudian di gantikan oleh munculnya smartphone alias terlepon pintar alias cerdas, dengan trens setter nya adalah Apple dan sekarang pemain2 besarnya adalah Samsung dari korea. Di sebut ponsel pintar, tapi sebenarnya gak ada telpon itu sebenarnya golok, karena dia tidak bisa berpikir, dia hanya bisa mengeksekusi alias menjalankan perintas sesuai denga apa yang di desain, dan cara membuat perintah atau lebih dikenal dengan membuat program adalah dengan bahasa algoritma yang harus exact dan detail, kalau gak detail gak bisa jalan, makanya hp atau komputer itu goblok, gak ada yang pintar.., tapi ya sudahlah.

Saat ini aku sudah tak memiliki ibu, hidupku adalah seperti sinetron, meskipun sejatinya aku nggak suka dengan yang namanya sinetron dan menonton apa yang disebut sinetron. Tapi waktu ikut trip yang kemarin itu aku jalan bareng dengan salah seorang artis sinetron atau film laga, nova namanya ? entahlah.., aku tak berkenalan langsung, aku juga tak begitu curious untuk mencari tahu, meskipun kita naik perahu bareng, snorkeling bareng bahkan sampe aku minta tolong di foto in bareng. Gak ada hubunganya memang, tapi maksudku adalah, aku bersikap biasa aja, karena aku pikir, yaa..biarlah dia artis, tapi di perjalanan ini aku yakin, dia ingin di perlakukan sebagai human being, orang biasa.

Bicara artis beberapa bulan lalu, seorang artis atau aku lebih suka menyebutnya selebritis Olga syahputra meninggal dunia, Innalillahi..., dan juga om Didi petet yang dulu terkenal dengan film si kabayan nya, dan melegenda, pun meninggal. Untuk kasus om didi petet ini, kebetulan dia rumah tinggalnya di depan ruko yang aku tinggalin di pamulang sana, dan ketika aku dateng, karangan-karangan bunga ucapan belansungkawa banyak nylesep di halaman depan ruko ku.

Di zamanku , di sebut zaman edan. Edanya kenapa.., beberapa bulan lalu marak kejahatan pembegalan motor, banyak begal berkeliaran, hal itu rupanya kawan-kawan, temanz.., jadi membuat resah warga untuk bepergian malam-malam dan sendirian, karena merasa gak aman. Kasus begal ini muncul ketika muncul kasus penjagalan seorang jenderal pak Budi gunawan untuk jadi kapolri, ah sudahlah.. itu masalah politik, its not my business.. paling tidak untuk saat ini.
Kemudian ada beberapa kasus kemarin, gung sinabung meletus di sumatera utara sana, kemudia pembunuhan dan penyiksaan seorang gadis keil, angeline di Bali, bahkan saat aku menulis ini pun berita #saveangeline masih bertengger di salah satu media berita Ko*pas yang sering aku baca.

Di zamanku ini sedang marak yang namanya bisnis Start Up, yang kebanyakan dan akhirnya seolah menjadi definisi, yaitu bisnis berbasih tekhnologi informasi, aplikasi. Yaaa.., kurang lebih seperti itulah. Ide-ide baru muncul, sebenarnya bukan pure baru, hanya saja yang bisa dan mampu meng eksecute ide itu yang gak semua orang bisa, karena kenyataanya dibutuhkan effort dan dana yang besar, kayak saat ini yang lagi trend dan jadi bahan perbincangan adalah layanan Ojek : Gojek vs Grab Bike, well. Untuk gojek kebetulan aku baru make sekali waktu mau berangkat ikut ngetrip ke pulau tunda beberapa hari yang lalu, lumayan laaah.., perjalanan pagi, dari karang tengah ke slipi yang di tempuh setengah jam lebih hanya bayar 10 rebu, tapi aku tambahin tips seeh.., secara jauh juga kan. Tapi lumayan. Sementara grab bike meskipun aku sudah download aplikasinya, tapi waktu itu nggak berhasil, yang bike nggak ada, adanya yang taxi.

Apalagi yaa,.., ah, seperti yang udah aku bilang di awal, so much things happened these days, ada banyak sekali hal yang terjadi dan sekiranya harus di ceritakan rasa-rasanya gak akan cukup di lembar tulisan ini. Teruntuk masalah personal, baca cemewew,,,,.. kita skip dulu yak, lagi gak mood, ada beberapa yang lagi deket, tapi belum ada yang aku seriusin, padahal, whewww.., padahal umurku udah 17Plus.., masih belum serius aja #tepukjidat.

Sunday, June 07, 2015

Gunung Tilu, di desa itu aku di lahirkan

Kamu orang mana ? kamu aslinya mana ?

Sering kan di tanya orang, utamanya orang yang baru kenal ditengah-tengah obrolan setelah kenalan, tau sama tau nama masing-masing. Kamu orang mana ?, pertanyaan ini sederhana., dan buat aku..., mmm, sederhana juga sebenarnya, tapii..., ada tapinya neh.., tergantung sikon, alias situasi dan kondisi dan siapa orang yang bertanya, hehehehe..,

Lho kok bisa ??? yup.., bisa, apa seh yang gak bisa buat aku, kecuali beli cinta kamu..! #ngelantur.
Jadi., usut punya usut aku ini sebenarnya adalah seorang yang lahir blasteran, aku orang Indonesia Asli,.. asli semenjak negara yang terdiri dari berbagai suku, budaya, bahasa, agama ini berdiri dan memproklamirkan diri, menamakan dirinya sebagai INDONESIA, tapi aku juga blasteran., blasteran antar pulau dan antar suku,..hihihhiiii..

Pernah nggak liat iklan apa gitu, .. yang intinya mba-mba fotocopy nanain ke customer nya, “aslinya mana mas ?”.. terus di Jawab.. TEGAL..!, dengan logat khas jawa tegal ngapaknya. Naaah ..., aku kalau kebetulan yang nanya adalah orang jawa.., Ex-clude Jawa Barat.., maka aku jawab dengan jawaban yang sama kayak di iklan itu, TEGAL. Tapi kalau aku beneran, konteks pertanyaan dan jawabanya itu pas, asli orang mana, kalau yang di iklan itu kan nggelo.., orang di tanya dokumen yang asli-nya mana, eh di kira asalnya dari mana.

Aku di lahirkan di Tegal, bukan kotanya.., lebih tepatnya di dusun Gunung Tilu (blok Gn. Tilu), Desa Cintamanik (kelurahan Cintamanik), kecamatan bumijawa, kabupaten tegal. Aku di lahirkan disana.., di sebuah rumah khas jawa, yangterbuat dari kerangka kayu dan dinding bilik bambu, rumah sederhana, beraalaskan tanah, di desa yang sederhana yang mana dan bilamana pada waktu itu belum ada aliran listrik yang masuk. Desa ku ini berada di bawah kaki gunung slamet bagian barat. Masih termasuk daerah dataran agak tinggi, pegunungan, sehingga hawa udaranya juga sejuk.

Aku di lahirkan di sana, di gunung tilu, kenapa namanya gunung tili ?? mmm..., aku sendiri nda tau tuh, apakah mungkin undakan gunungnya ada tiga ? nggak tau juga, pernah penasaran dan pernah nanya juga seeh.., tapi nggak menemukan jawabanya alias nggak ada yang tau. Nggak aku temukan legenda apa yang menyebabkan desa itu dinamakan gunung tilu. Biasanya kan sebuah nama pasti ada asal-usulnya..., cerita di baliknya, tapi untuk desaku ini sampai saat ini belum aku temukan asal-usul namanya.

Oke .., mungkin aku akan lebih banyak cerita tentang desaku ini ya, judulnya aja udah tentang desaku tempat aku dilahirkan. Mata pencaharian orang-orang disini adalah bertani, biasa seperti masayarakat petani pada umumnya.., mereka bertani padi, itu yang paling banyak. Sebernarnya kalau di hitung-hitung.., tanah di wilayah ini termasuk wilayah yang kurang subur alias produktifitasnya rendah. Selain padi ada juga yang menanam singkong alias ketela pohon, terus jagung, cabai.., tapi nggak banyak. Nggak banyak tapi cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Sejak aku kecil dan pernah hidup disana.., para pemuda disana sudah banyak yang merantau ke Jakarta, kebanyakan mereka adalah bekerja di sektor konstruksi *bahasa kerenya, alias jadi tukang bangunan, pekerja kasar, ada juga yang bekerja jadi tukang kebun, buruh toko matrial baik, sementara yang muda perempuan kebanyakan jadi pembantu atau kerja di toko-toko nya orang cina. Hampir semua pemuda disana pernah mengalami pergi merantau ke Jakarta. Mereka kalau ke jakarta itu bisa tahan lama, pulangnya bisa setahun sekali, alias pas waktu mau lebaran idul fitri aja tuh. Jadi orang-orang di desaku itu adalah salah satu peserta mudik setiap tahun dari jakarta.. hahahaha..

Belakangan profesinya sudah mulai cukup berkembang, ada yang berdagang, berbisnis-punya pabrik tahu, ada yang, ada yang jadi supir taksi, ada yang jadi pemborong , dll...

Uniknya di desaku itu adalah, sejahtera seh enggaak,, tapi kebanyakan orangya rama-ramah.., aku , kalau main kesana, dari dulu, selalu saja kalau lewat di mampirkan oleh para empunya rumah, “sini mampir..sini mampir”.., ntar kalau sudah mampir pasti di tawarin makan, jadi kalau setiap rumah di mampirin bisa-bisa makan terus tuh di setiap rumah, apa nggak kenyang ?? hehehe, itu beneran loh..., ya, jangan berharap menu makananya yang yahood. Special yak, tentu saja menu makananya juga sederhana. Keculai kalau lagi idul fitri, disana.., bisa di bilang “panasan” iya,.. tapi segi positifnya bikin kenyang iya juga, atau bisa juga disebut royal, jadi hampir setiap rumah atau patungan 2 sampai 3 keluarga motong satu kambing, coba bayangin ?? apa nggak kenyang tuh perut di isi daging kambing, di sate, di gule.., di apain aja dah. Yang jelas kalaupun di sate, nggak ada tuh yang namanya satenya mungil-mungil kayak sate madura di jakarta apalagi sate padang.., yang ada setengah tusuk itu paling juga bisa di bikin satu porsi sate padang.., kebayang kan banyaknya ??, kalau mau di lebay..kan seh.., muntah-muntah deh.., wong hampir setiap rumah nyembelih.

Didesaku itu dulu jalanya masih batu, belum aspal, belakangan ini saja aspal sudah masuk, tapi itupun nggak sampai ke ujungnya, tapi sekarang sudah di cor, itupun hasil dari gotong royong, sumbangan atas kesadaran bersama, dan saat ini listrik juga sudah masuk.

Di desaku itu, dulu kalau nggak ada beras atau kebetulan berasnya sudah habis.., nenek, “semong” aku biasa manggilnya akan memasak “Nasi” Jagung.., dulu aku nggak suka nasi jagung, soalnya rsanya pera, tepi sebenarnya enak, akunya aja yang nggak terbiasa. Banyak warga disini yang untuk tabunganya dengan cara melihara kambing. Jadi selain bertani mereka juga melihara kambing.

Dari segi pendidikan, dulu kebanyakan masih banyak yang untuk lulus SD saja nggak, kemudian naik , minimal SD, kemudian SMP dan saat ini yang sampai lulus kulia juga ada, termasuk aku !??? hehehe.., anggap saja seperti itu, aku salah satu pioneeer pendobrak lah yaaa disana, melakukan quantum leap.., lompatan jauh... dan menjadi contoh generasi beikutnya, meskipun belum ada yang berhasil melampaui seeh..., #jumawa.


Di desaku itu,.. ,masih banyak lagi cerita yang bisa aku sampaikan.., tapiii..., lain waktu aja kali yaa.., udah kebanyakan.. udah kepanjangan. Yang jelas.. itulah desaku.., Gunung Tilu, tempat aku di lahirkan. 

Saturday, June 06, 2015

Fenomena Ijazah Palsu cermin Budaya Instan


Ini masih terkait dengan salah satu poin karakter negatif orang indonesia no 4 yang sudah aku tulis beberapa waktu lalu. Hari ini aku membaca berita yang mengangkat tema ini.., bahwa budaya instan yang mana mencerminkan karakter suka instan-nya orang indonesia itu sudah mendarah daging, membudaya.., namanya juga budaya ya membudaya.
Ini dia cuplikan beritanya ;

Budaya instan benar-benar sudah merasuk dalam sendi kehidupan. Bahkan demi naik pangkat, banyak orang yang memilih jalan pintas dengan menggunakan ijazah palsu.

"Mekanisme kenaikan pangkat dilatari ijazah bukan keterampilan, bukan knowledge, bukan kompetensinya yang dicari tapi lembar ijazah," ujar Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Edy S. Hamid Kamis (4/6/2015).

Menurut Edy, fenomena ijazah palsu bukan kali ini saja muncul. Sayangnya, masalah itu tak cepat ditindaklanjuti sehingga praktik pemberian ijazah palsu itu terus terjadi. Edy menilai budaya masyarakat saat ini sudah mengedapankan budaya simbolik daripada substantif. Akibatnya, yang dikejar masyarakat hanya gelar bukan kompetensi dari suatu proses pendidikan.

Dia pun berpesan agar semua stakeholder nasional mencermati berbagai hal terkait praktik ijazah palsu termasuk yayasan atau lembaga pendidikannya.

Sebelumnya, Edy mengecam praktik tersebut. Bahkan, dia bilang praktik tersebut sangat menjijikan."Ijazah palsu ini menurut kami itu tidak pantas, kalau itu terjadi di Perguruan Tinggi kami tak akan membela anggota kami, karena itu praktik ini menjijikan," ucap Edy.

Kegusaran Edy itu muncul, karena hal itu akan berdampak buruk kepada lulusan perguruan tinggi saat mencoba masuk dalam dunia kerja.

Yupp .. itu.

Jadi intinya adalah saat ini, ketika berita ini muncul, untuk kesekian kalinya yang mana berarti bukan kali pertama saudara., kita TIDAK di kagetkan oleh munculnya berita yang TIDAK menggemparkan bahwa banyak sekali terjadi pemalsuan di Indonesia. Dalam bidang akademis khususnya.., berita seperti pemalsuan ijazah, pemalsuan skripsi atau tugas akhir, plagiat alias mencontek karya orang lain, pemalsuan gelar, pemalsuan apa lagi yaaak..? mmm.., cari lagi sendiri aja lah, itu Buaaaanyak terjadi. Miris ya,, sayang ya, orang kita itu banyak akal, tapi sayangnya diarahkanya ke hal-hal yang negatif, coba di arahkanya ke hal yang positif, mungkin dan pastinya akan lebih banyak bermanfaat, coba.., sayangnya lagi, budaya mencobasendiri bukanlah budaya di kita, di orang kita, mencoba itu tabu, mencoba itu tidak atau belum dianggap belajar, mencoba itu masih masuk dalam ranah forbid..!, ah, terlalu lebay kali ya. Maksudnya.., yaitu tadi, cobaa.....,

Kalau aku sering melemparkan pertanyaan kayak.. kenapa seh mesti begini.., kenapa seh mesti begono.., kenapa seh ??? sebenarnya itu bukan pertanyaan, atau lebih tepatnya pengungkapan emosi kekesalan atas fenomena yang nggak seharusnya terjadi tapi terjadi, dalam bentuk pertanyaan. Dan sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sebenarnya sudah ada atau sudah tau jawabanya..., kenapa seh mesti memalsukan.., emang segitu gak mampunya kuliah, belajar, ujian terus lulus dapat ijazah ?? kayaknya nggak juga.., emang gak ada akses ?? nggak juga.., emang gak tau informasinya ?? nggak juga.., emang nggak ada kemauan untuk yang benernya aja.., kemauan seh ada.. pake “seh”.., which is artinya nggak ada, emang nggak ....., mmmmm , nggak !!!.., sebenernya bisa, sebenernya ada, hanya saja, .. Malas..dan nggak mau repot, nggak mau lama.., maunya cepat, maunya instan.., kalau ada yang cepat dan instan kenapa pake yang lama dan merepotkan.., itu tag-line nya.. hmmm, menarik bukan !?? bukaaaaan............ hehehehe.

That’s my lovely people of Indonesia..,

Untuk link-nya bisa di cek di : Kompas

What is The MOST Precious thing in this world ? Part 1

Hal apa yang paling berharga di dunia ini ?

Mari kita pikirkan, sejenak.., ditengah kesibukan kita menjalani aktifitas hidup dan kehidupan. Di antara berbagai masalah yang sedang kita hadapi dan sedang kita coba selesaikan. Meluangkan waktu.., sejenak, hanya sejenak untuk bertanya tentang satu pertanyaan penting, hal apa yang paling berharga di dunia ini ?? saya, anda mungkin akan memberikan jawaban yang berbeda-beda, tentu saja dengan berbagai alasanya. Atau mungkin anda dan saya bisa saja menemukan atau bersepakat dengan satu jawaban yang sama. Apakah perlu kita memikirkan dan mencari jawaban atas pertanyaan ini, buat saya pribadi..ya, perlu. Saya pernah membaca bahwa ketika kita melakukan riset, ketika kita ingin tahu tentang sesuatu, ketika kita ingin mengungkap sesuatu, maka ajukanlah pertanyaan yang tepat, pertanyaan yang tepat akan mengarahkan kita pada penemuan jawaban yang tepat pula, kira-kira seperti itu. Jadi untuk mendapatkan jawaban yang tepat maka kita perlu mengajukan pertanyaan yang tepat juga. Apakah ada hubunganya dengan tema pertanyaan diatas..? sepertinya ada.
Hal apa yang paling berharga di dunia ini ?

Buat anda termasuk saya yang suka nonton film india (FYI; kalo saya sebenernya kaitanya film, itu sangat plural, alias bukan fans india, saya suka berbagai jenis film, jepun, arab, amerika, eropa-inggris-prancis-spain, dll.., termasuk Indonesia.., selama itu saya nilai bagus ceritanya, terlebih efeknya, maka saya suka), mungkin akan setuju dengan jawaban : CINTA #ehm.., hal yang paling berharga di dunia ini adalah CINTA. Apa sebab ? karena.., apalah arti hidup jika tak ada cinta, jika tanpa cinta, meskipun untuk hal ini sebenarnya sudah di sangkal oleh pakar cinta sedjati Ti Patkai, yang terkenal dengan ungkapanya : “dari dulu beginilah cinta, deritanya tidak pernah berakhir”, di sebut seorang pakar karena dia harus menjalani 1000 kali kehidupan dengan hukuman derita cinta.. hahahaa.., alasan lainya, karena cinta itu seperti energi kehidupan, dengan dan atas nama cinta kita bisa dan mampu melakukan apapun, kita bisa melakukan apa yang orang pikir kita tidak bisa bahkan diri kita sendiri pun mengira kita tak bisa, dan sebaliknya tanpa cinta hidup terasa hampa. Alasan lainya adalah jika ada cinta, maka tak akan ada kehidupan.. bukankah adanya kamu sekarang karena ada cinta di antara emak-bapakmu ? yaa., meskipun dalam banyak kasus, ini juga sudah ada banyak penyangkalanya.. jika faktor selangkang selalu dikaitkan dengan cinta, maka saya pikir cinta itu kotor, karena kegiatan antar-selangkang yang banyak terjadi saat ini yang banyak diantaranya menyebabkan munculnya ke”hidup”an yang “tak di inginkan” adalah bukan karena alasan cinta, tetapi hanya alasan emosional sesaat yang biasa kita sebut sebagai hawa “nafsu”, itu jika nafsu-nya datang dari perempuan yang ditujukan ke lelaki, sayangnya gak ada istilah laki “nafsu” atau adam “nafsu” yang pengertianya paling nggak adalah nafsu nya lelaki yang di tujukan ke perempuan..,
Sekali lagi , satu di antara banyak jawaban yang muncul dari pertanyaan itu adalah : Cinta..

Kemudian.., ada juga yang menjawab : UANG alias HARTA

Apakah itu salah ?? ohh.., tulisan ini bukan untuk membahas benar atau salah, bukan untuk men-judge benar atau salah, tapi lebih kepada meng-eksplore pikiran kita untuk menemukan jawaban apa yang menurut kita paling tepat, paling pas. Oleh karenanya.., di awal saya menggunakan kata Let’s..
Apa yang salah dengan uang atau harta,.. nggak ada, justru yang ada, yang salah itu biasanya adalah orangnya. Salah dalam hal apa..., salah dalam mengartikan dan menggunakanya kalau tidak mau di sebut memanfaatanya. Buat saya pribadi, uang dan harta hanyalah tools, salah satu alat, bukan tujuan. Fungsi tools adalah untuk bisa digunakan dalam melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan, ingin kita capai, ingin kita raih, ingin kita selesaikan, ingin kita.. dan ingin kita. Tapi, tentu pemikiran dalam mengartikan uang sebagai tools tidak semua orang setuju atau sepakat, entah karena keyakinanya atau bisa juga karena pemahamanya belum sampai ke tingkat itu. Banyak di antara mereka yang mengartikan bahwa uang atau harta adalah TUJUAN, adalah SUMBER kebahagiaan. Dan ketika mereka tidak memiliki uang atau merasa kekurangan harta mereka merasa kurang atau tidak bahagia. Apakah pernyataanku itu hanya sebatas dugaan.., entahlah, tapi sepertinya tidak, karena jujur saja saya sering melihat langsung, mendengar langsung bagaimana statement bahagia dan tidak bahagianya orang-orang karena alasan harta atau uang. Baik di keluarga saya sendiri (keluarga besar) maupun dalam saya bergaul di masyarakat.

Beberapa hari yang lalu ada seorang bapak “betawi” yang datang ke kebun saya, bukan bermaksud mendiskreditkan tentunya, hanya saja kebetulan dia memang seorang betawi. Datang bercerita dan khas sekali senang bercerita tentang masa lalu, tentang bagaimana dulu, tentang kepemilikan dan sebagainya, di akhir2 cerita beliau menceletuk.., kalau kita punya kos-kost an 10 mah, enak yaa., tidur bisa tenang. Mmmm.., entahlah apa yang salah dengan statement ini, tapi saya jawab saja dengan enteng dan sambil becanda (sebenernya serius), kalo saya mah.., punya atau nggak punya kost-kost an 10 pintu, tidur yang tetep tenang aja, hahahha., ngapain juga tidur saya jadi gak tenang kalu nggak punya 10 kamar kost. Yaaa.., tentu saja saya mafhum maksudnya, bahwa menurutnya kalau punya 10 kost kan di akhir bulan “tarikanya enak, berasa” jadi nggak pusing masalah uang. Saya setuju untuk masalah enak dan menyenangkan dan berasa tarikanya, tapi saya nggak setuju dikaitkan denga enak-nggaknya tidur saya jika nggak punya.

Jadi dalam kasus ini, atas satu sebab.. katakanlah sebaba EKONOMI.., seringkali jawaban atas pertanyaan ini adalah : Uang atau Harta, karena dengan uang kita bisa membeli apa saja yang kita mau, makan apa saja yang kita mau, menyumbang berapa saja yang kita mau, jalan-jalan kemana saja yang kita mau, membangun apa saja yang kita mau, mentraktir siapa saja yang kita mau, dan apa-apa saja yang kita mau.., kecuali cinta.., kata yang yang menjawab cinta. Dan implikasi dari kemampuan kita melakukan-menunaikan apa saja yang kita mau itulah yang akhirnya membuat kita bahagia., atau lebih tepatnya...senang.

Jawaban yang lain adalah : SEHAT.., Kesehatan.

Apalah artinya uang, harta, cinta., jika kita sendiri tidak bisa menikmatinya.., alias kita sakit alias kita tidak sehat. Hmmmm.., menarik bukan ? tapi buat orang yang menjawab punya uang, bisa saja menyangkalnya dengan berkata.., yaa kalau kita sakit.., kita punya uang, kan bisa berobat. Berobat kemana saja kita bisa, yang paling mahal, yang paling canggih sekalipun kita bisa. Apakah dengan itu kita bisa sembuh dan sehat.., mmm.., itu lain jawabanan dan lain persoalan yak, tapi yang jelas memang nggak ada jaminan juga, nggak ada kepastian, tergantung penyakitnya apa, dst..dst.
Untuk yang menjawab cinta.., bisa juga menyangkal., meskipun sakit, jika kita memiliki cinta dan dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita, maka itu jauh lebih berharga, daripada punya uang, bisa berobat kemanapun, tapi kita sendirian, gak ada orang yang menemani, gak ada orang yang mencintai.., tapi yaa.., masa iya seh gak ada satupun orang yang mencintai.., r we such an evil !?? hehehe..,

Hmmmm.., menarik bukan. Dengan sehat kita bisa melakukan apapun yang kita mau, Ada banyak hal yang bisa dilakukan, jalan-jalan, lari, bekerja, berkarya, dan membantu orang lain, berkontribusi ke masyarakat, beribadah (mm.., kalau ibadah sendiri sebenarnya nggak harus kalau sehat, sakit pun kalau dalam Islam mah bisa jadi ibadah), dan lain sebagainya.., kalau tidak sehat.., jangankan membantu orang lain, untuk berdiri sendiri, melakukan aktifitas pribadi saja kita kepayahan, perlu bantuan orang lain, yang ada kita nya yang perlu di bantu orang lain, ya kaaan !??? jadi..., Sehat adalah salah satu jawaban atas pertanyaan di atas.


Itu dulu yak 3 jawaban yan mungkin , bisa kita renungkan untuk menjawab satu pertanyaan penting di atas, pertanyaan yang worth it..., untuk di pikirkan dan di cari tahu jawabanya..., nanti di lanjuut lagi... semoga bermanfaat. :) 

Friday, June 05, 2015

Bahagia itu sederhana... kawan..!

Ehm..., bahagia, apa itu bahagia ?

Dulu.., dulu sekali aku pikir bahagia itu adalah sama dengan senang, tapi kemudian sampai pada suatu titik aku berpikir bahwa bahagia itu tidak sama dengan senang. Senang bisa jadi bagian “part” dari bahagia, sementara bahagia itu lebih luas dari sekedar senang. Maksunya gmn du ?

Fyuuuhh.., du !? jadi teringet beberapa kawan lama yang suka memanggil dengan suku kada itu, du.., abdu, bdu, .. kawan-kawan dari BPK mapala UI dulu. Oke.., lanjut, iyaaa jadi yang namanya bahagia itu lebih dari sekedar senang. Bedanya apa ? ambil contoh begini.. saya sudah belajar , berusaha mati-matian.., which is artinya gak mati beneran, atau pura-pura mati, atau mati-hidup-mati-hidup atau mati boongan.. atau, nggak mati tapi lebay ngaku-ngaku hampir mati.. hahahaha, #dibahas, teruuus.., setelah aku berusaha sedemikian rupa, rasanya udah maksimal dah, eh pas ujian ternyata nggak lulus, ujian apa neh ?? apa aja deh. Maka ketika nggak lulus itu aku nggak senang, dan kalau lulus.., aku senang, tapi meskipun aku nggak lulus.., aku masih bisa tetap bahagia karena.., karena apa ?? karena aku aku yakin aku sudah melakukan yang terbaik, aku sudah berusaha, aku sudah mengerahkan segenap kemampuan yang aku punya, aku sudah berlatih, belajar, aku sudah mencoba dan lain sebagainya.., maka disitu aku bisa tetap bahagia.

Jadi.., dari contoh sederhana ini saja, senang itu seringkali lebih kepada rasa yang muncul di kita karena sebab terpenuhinya ekpektasi kita atau bahkan lebih dari ekspektasi kita yang mana dan bilamana itu adalah faktor eksternal yang berperan, dan kebalikanya kita, dalam hal ini aku lah yaak,  tidak akan merasa senang ketika apa yang menjadi ekpektasi kita tak terpenuhi, contoh di atas adalah gagal.

Sementara Bahagia.., itu lebih kepada apa yang kita rasa karena kita telah melakukan hal yang kita inginkan, melakukan secara All out, give the best, menunaikan apa yang bener-benar ingin kita lakukan, apapun hasilnya, titik akhirnya akan sama.. perasaan plooooong.., puas dan legaaa. Jadi bahagia itu lebih kepada faktor internal, ada dalam kontrol kita. Senang itu pengungkapanya bisa berlebihan.., tertawa, terbahak-bahak, menjerit histeris atau mungkin bisa sampai berguling-guling, LOL istilahnya.., ROFTL..istilah lainya, sementar bagahia.., pengungkapanya seringkali lebih sederhana.., hanya bibis menyungging senyum, kadang air mata menetes.., dikit, kadang disertai pelukan #itu kalo ada yang mau dipeluk, hehehehe.. itu sebabnya bahagia itu sederhana.

Bahagia itu sederhana..,

Melihat kamu tersenyum..., #Eaaaaaa.., kamu siapa tuuuh ?? ya macem macem lah yaaak, yang jelas senyum orang-orang yang kita cinta, bisa mama-papa, ibu-emak-mbok-bapak-ayah, nenek-kakek, anak-cucu, kekasih hati, teman deket, teman jauh..,

Bahagia itu sederhana..,

Bisa melakukan hal-hal yang terbaik untuk oang-orang yang kamu sayang, melihat mereka sehat, melihat mereka tertawa, melihat mereka terbuka, percaya dan tak segan meminta tolong dengan segala permasalahan yang ada.

Bahagia itu sederhana..,

Bukan tentang memiliki atau tidak memiliki sesuatu atau seseorang.., bukan tentang menang atau kalah, menguasai atau di kuasai, bukan tetang diterima atau di tolak, tetapi tentang MEMBERI dan Mampu melakukan yang terbaik. 

Itu..!! (pake gaya om Mario Teguh).. heheh..

Thursday, June 04, 2015

Karakter (Negatif) Orang Indonesia menurut om Mochtar Lubis

Okeh.., sesuai Janji Saia.., setelah menulis 12 poin karakter orang Indonesia hasil dari tuing-tuing kepala saya sendiri,... alias ngarang.., alias kira-kira.., alias.., mmmm...sepertinya, dan sebagainya dan sebagainya., hehehehe.., maka kali ini saya ingin menghadirkan sebuah tulisan yang membahas tema yang sama tapi bersumber dari tokoh yang kompeten, om Muchtar Lubis.., gileee.., manggilnya om, dah kayak akrab aja. Hehe.

Jadi ceritanya Sampai sekarang neh temans.., kalangan akademis -terutama dari bidang sosiologi dan antropologi- mereka masih merasa cukup sulit untuk memberikan suatu ciri-ciri khas manusia Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh adanya beraneka etnis di Indonesia dengan karakteristiknya, seperti yang udah ane singgung dalam tulisan yang kemarin. Tapii..., kesulitan tersebut menjadi tidak berarti bagi seorang Mochtar Lubis, wartawan dan sastrawan otodidak yang hanya lulus Hollandsch Inlandsche School (HIS). #ituceritanya

Dalam Manusia Indonesia: Sebuah pertanggung jawab (selanjutnya Manusia Indonesia), minimal, om Mochtar telah ’mampu’ untuk membuat suatu kesimpulan atau bahkan menggeneralisir sifat-sifat dari 130 juta manusia Indonesia pada waktu itu (pada saat buku ini terbit, 1977/1978). Pertanyaanya, kok 130 juta ??  bukanya penduduk Indonesia udah lebih dari 250 juta ya ???, hmmmm.., jawabanya sederhana.., coba cek deh, kapan buku atau karya om muctar ini di buat.., hehehe, cari sendiri yak.
Pertanggungjawaban Mochtar Lubis ini, mungkin saja belatar belakang dari hasil perjalanan panjang serta pengalamannya di dalam pergumulan bangsa Indonesia pada masa kolonialisme Belanda; ekspansi Dari Nippon, perjuangan memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan sampai pada menurunnya semangat kebersamaan serta kesatuan bangsa akhir-akhir ini.
Dalam perjalanan panjang tersebut, om Mochtar bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat sekaligus berhadapan serta berbenturan dengan ‘kekuatan dan kekuasaan besar’ yang ada sehingga ia harus terhempas untuk beberapa saat.

Dengan latar belakang itulah, maka dalam Manusia Indonesia ditemukan nada-nada sinis yang jujur atau mungkin saja mengungkapkan apa adanya keadaan manusia secara universal dan bukan saja di Indonesia.

Jika memang dalam Manusia Indonesia adalah suatu ungkapan realitas maka ternyata manusia Indonesia penuh dengan paradoks yang tetap saja tak terselami oleh siapa pun, termasuk oleh om Mochtar ini.

1. Hipokrit alias Munafik
Berpura-pura, lain di muka – lain di belakang, lain di bibir lain di hai, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia. Sifat ini muncul karena sejak lama manusia Indonesia mengalami penindasan sehingga dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. Katanya seh begitu, tapi kalau kata saya mag alasan itu bisa jadi nggak valid, kenapa karena kenyataanya adalah bahwa bahkan di era yang sudah sangat terbuka seperti saat ini pun, di mana kebebasan manusia Indonesia, bebas dari yang namanya penindasan kolonial sudah lewat lebih dari 1 generasi, tapi toh sifat ini masih saja melekat, jadi.., mungkin, ada faktor lain yang jadi penyebabnya, tapi, ah.., aku mah siapa bisa menyimpulkan bahwa alasan om muchtar gak valid, heee...

2. Segan dan Enggan Bertanggung Jawab
Atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.
“Bukan saya", adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian seterusnya. Akan tetapi jika merupakan suatu keberhasilan, maka mereka paling depan mengatakan, itu karena saya.

3. Berjiwa Feodal
Mereka yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan harus dihormati oleh yang dikuasai, yang kecil dan tanpa kekuasaan harus mengabdi kepada yang besar. Segala sesuatu yang berhubungan dengan yang berkuasa, juga harus dihormati oleh mereka yang di bawahnya, isteri bawahan harus menghormat isteri atasan, anak bawahan harus menomersatukan anak atasan, dan seterusnya.
Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisasi isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadership-nya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya..

4. Masih Percaya Takhyul
Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita.

5. Artistik
Ciri ini selalu memperlihatkan sesuatu yang indah, baik, bagus serta mempesonakan untuk dipandang. Ciri ini bisa mampu menyimpan atau menyembunyikan keadaan sebenarnya yang ada dalam hidupnya, jiwanya, kalbunya. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasan-perasaan sensuilnya, Orang asing -turis mancanegara- paling senang menonton nuansa artistik manusia Indonesia ini, karena memang dipertontonkan oleh manusia Indonesia sendiri. Ciri ini mungkin datang dari sikap manusia Indonesia yang ramah dan menyenangkan orang lain, sehingga tidak mau siapa pun melihat hal-hal jelek, tidak baik, dan buruk dari dalam diri mereka. .
6. Watak yang Lemah
Foto ribuan cewek anak buah Ratu Prostitusi Yunita Keyko. Keyko diduga sebagai mucikari besar dengan 'ayam' atau gadis mencapai 2.600 orang. Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia.

7. Tidak Hemat, Dia Bukan “Economic Animal”
Economic Animal ???.., mmmm, yaa secara aku sendiri gak setuju kalau orang indonesia itu animal.., emang turunanya Darwin.., heheheh. Kaitanya dengan karekter ini disebutkan bahwa malahan manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal.

8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa
Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya.


9. Manusia Indonesia Tukang Menggerutu.:
Tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia.

10. Cepat Cemburu dan Dengki.
Cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih maju dari dia. Akibatnya mereka mudah untuk menjatuhkan orang lain dengan intrik, fitnah, dan lain-lain.

11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok.:
Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus.

12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru atau Plagiat.
Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang mempesonakan kita. Banyak yang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.tukang tiru. Hal ini mengakibatkan manusia Indonesia ’hampir-hampir’ kehilangan identitasnya sebagai bangsa yang mempunyai ciri kebudayaan sendiri.

Di samping itu, manusia Indonesia, juga mempunyai sifat bisa kejam, bisa meledak, ngamuk, membunuh, membakar, khianat, menindas, memeras, menipu, mencuri, korupsi, tidak peduli dengan nasib orang lain, dan lain-lain.

Okee.., itulah kira-kira 12 point karakter orang Indonesia yang negatif, yang pastinya lagi-lagi yaak, gak bisa digeneralisir juga karena satu dan banyak hal alasan. Tapi apapun itu, buat saya sendiri ini adalah bahan Instropeksi diri yang jika saya berkaca dan mampu mengatakan dengan jujur pada orang yang tampak di kaca bahwa salah satu, dua, atau beberapa sifat itu memang melekat pada diri saya.., saya akan katakan, Segera perbaiki. Kamu pasti bisa.., heeee.., Semangat.. semangat.., ! Aku Orang Indonesia.., Harus Semangat..!

Oke.., thank you, semoga bermanfaat.., saya mah Cuma nyambungin aja dari apa yang di tulis orang.

Tuesday, June 02, 2015

Karakter (Negatif) Orang Indonesia

Kali ini saya pengen nulis tentang karakter orang Indonesia, berarti di dalamnya termasuk saya yaak,.. hehehe, sebagai catatan ;
- tulisan ini adalah hasil dari kontemplasi #eaaaa, pengamatan saya pribadi secara common sense aja, bukan merupakan hasil penelitian atau riset lapangan.
- tulisan ini hanya mengangkat sudut pandang atau sisi NEGATIF aja dari karakter orang Indonesia
- tulisan ini tidak berlaku secara umum, bahwa semua orang Indonesia memiliki karakter ini, kenapa ?? karena pada dasarnya saya sendiri meyakini bahwa setiap individu itu unik, sehingga men-generalisir sesuatu hal kepada suatu kelompok adalah musykil, yang kedua bahwasanya Indonesia sendiri sangatlah plural, dari segi apapun, suku, agama, kebudayaan, dan lain sebagainya, maka sangatlah tidak fair untuk men-generalisir suatu karakter yang berlaku untuk semua orang.

Oke, inilah beberapa poin dari karakter negatid orang indonesia yang bisa saya tangkap

1.       Malas : malas membaca, malas menulis, malas berkarya, malas berusaha

Nah,..kalo sifat yang ini, saya yakin setiap orang pasti punya, hanya sadja.. kadarnya yang berbeda-beda, ada yang biasa aja, standar ada yang pake banget..ada juga yang pake banget pisan .., idih tingeling , Naudzubillah mindzaalik. :D.., jangan sampe kita masuk kedalam kategori yang kedua yak,  aamiin. 

2.       Mampu membangun , tapi tak mampu memelihara

Naah, kalo sifat yang ini, inspirasinya adalah dari seorang doktor atau profesor ITB, ibu siapa gitu, dia ahli lingkungan hidup kalo nggak salah, bahwasanya.. orang kita itu pandai atau istilahnya mampu membuat sesuatu, create something, have so much amazing ideas.., tapiiiiii.., ketika berurusan dengan masalah maintenance.., pemeliharaan atas apa yang sudah di buat, entah itu dalam hal manajemen atau kesadaran individu secara kumulatif, SANGAT RENDAH..! alias kurang mampu atau pake bahasa yang lebih keras.., Tidak mampu.., atau pake bahasa yang agak halus dan lebih optimis.Belum mampu,.. kalo saya seh, lebih prefer kalimat belum mampu yaak., artinya masih ada harapan bahwa suatu saat kita akan mampu... Aamiin.
       
3.       Suka mengeluh

mmm..., kalo yang ini, juga hampir melekat pada diri setiap orang neh.., yaa, sebenarnya wajar seh, karena kalau meneurut apa yang saya pahami, sesuai dengan keyakinan agama yang saya anut sendiri, ISLAM.., Not iZlam.., :) , disebutkan dalam Al Qur'an bahwa manusia itu diciptakan dengan keluh kesah,.. jadi ibarat kata .. kayak udah dari sononya, bawaan pabrik, include. yang membedakan adalah balik lagi.. Kadarnyaa,,,, ada orang yang hidupnya sudah cukup "mapan" dalam sikap mental, pemahaman, kedewasaan.. biasanya dia akan memiliki sikap hidup yang lebih positif, tidak suka mengeluh meskipun terkadang ingin sekali mengeluh, dalam hal apa ??, banyak hal.., wong masalah kehidupan ini banyak kok,..., ya kan !?? , Kalau saya Alhamdulillah nya, sudah jauh kapan tahun  berusaha menjauhkan dari dari sikap ini "suka mengeluh" baik sadar ataupun tidak.

4.       Suka instan, maunya serba instan, tak mau repot, tak mau susah

sukanya yang instan.., mmmm, ngrasa nggak looo, haioooooo.. :D, yup karakter ini adalah salah satu diantaranya. orang kita maunya instan.., kalau mau di telusuri root-nya udah panjang banget, mulai dari sistem pendidikan, gaya hidup, dan telah menjadi kebiasaan dan telah menggenerasi. sialnya.., karakter dan pola pikir instan ini seperti kanker, dia bisa menjalar kedalam banyak hal aspek kehidupan (bahasa gw udah kayak orang pinter aja.. :D). iyaaa, coba aja bayangin.., kalau mau sadar betul dan sejenak memikirkan.., bahwasanya segala sesuatu yang berbau instan itu tidaklah sehat. sesuatu yang sehat, yang baik, adalah yang mengalami proses.., proses yang alami.., namanya juga meng-alami.. hehehhe, kalau nggak alami yang bukan proses alami. maksudnya apa ? maksudnya , apakah instan itu tidak ada proses..?? oh, nggak juga, ada prosesnya tapi biasanya dipercepat, dipersingkat, dan bila perlu dipotong atau ada yang dihilangkan..., naah.., kalau sudah begitu udah nggak alami kan ?? hahahahah.. #nggakpenting. yang penting adalah bahwa ketika orang-orang kita pola pikirnya adalah pola pikir instan, akibatnya dia kurang peka dan yang parah tidak mampu menghargai apa yang dinamakan proses. Pengen CEPET kaya, pengen CEPET sukses, pengen CEPET naik jabatan, pengen CEPET nyampe tujuan, pengen CEPET bla..blaa.. dan blaaaa., ketika dalam kehidupan seseorang memiliki sikap mental seperti ini tanpa mau memahami dan menghargai proses, apa yang menjadi penghalang akan disrampang aja, istilahnya di tendang, di sikut, apa aja deh..., yang penting cepet, akibatnya.. silahkan dipikirkan sendir.. kesemrawutan. semrawut..!

5.       Kurang menghargai proses

Karakter ini masih ada kaitanya dengan karakter yang di atas.., Maunya Instan.

6.       Berpikir jangka pendek

hmmm..., ini neh.., karakter yang biasanya identik dengan suatu sikap mental "AJI MUMPUNG". mumpung apa ?? yaa., apa aja. berpikir jangka pendek..., masih ada kaitanya juga dengan karakter sukanya instan.

7.       Tak bisa tertib, tak bisa antri
8.       Lebih suka kongko-kongko, nongkrong, produktifitas rendah
9.       Miskin prestasi
10.   Lebih menyukai save zone, zona aman, zona nyaman
11.   Tidak kritis, atau kurang kritis mudah di adu domba meskipun bukan domba, mudah terprovokasi.
12.   Suka bergosip 

Nah.., itulah beberapa poin dari sikap negatif yang saya pikir melekat pada banyak orang Indonesia., tanah air ku yang ku cinta. tentu ini tidak bersifat mutlat, bisa juga salah. anda boleh setuju, boleh juga tidak. untuk poin yang ke-7 sampai 12, mmmm, tadinya mau aku tulis penjelasanya juga, tetapi berhubung mood nulisnya udah down.. hehehehe.., jadi maaf.., mungkin lain kali di lanjut, atau sudah nggak perlu.., udah bisa paham sendiri lah yaaak..

Ada beberapa poin karakter orang Indonesia menurut tokoh siapa itu, nah, yang itu lebih valid sepertinya, karena yang nulis adalah seorang pakar dan juga hasil tulisanya adalah hasil dari riset pastinya. Lain waktu akan saya tulis juga dan lain waktu lagi akan saya tulis karakter orang Indonesia yang positifnya.., biar imbang kan yaak, moso yang negatif aja yang disampaikan., hehe.., oke segitu dulu., semoga ada manfaatnya.., Ciao...!