Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

What so wrong with becoming simple and spontanious ?

Tulisan ini aku buat karena beberapa hari ini  masih tergelitik oleh bagian statement dari temenku, adik kelasku, seorang yang aku suka di masa lampau (ah,.. maaf ya saudara, bahasanya agak menggelikan), surti namanya (nama samaran aja), yang mengatakan, your simple (character) and spontanious somehow intimadated me. Entahlah,.. harusnya statement itu bukan masalah buat aku, hanya saja entah kenapa bagian yang ini masih terus saja menggelitik “nguing-nguing” di kepalaku yang akhirnya berujung pada pertanyaan “why.. how come !?”


Jadi karena “nguing-nguing” itu lah, akhirnya tanganku sudah nggak bisa ditahan lagi buat nulis ini, nulis tentang.. What so wrong with becoming simple and spontanious ?


Jadi saudara, didunia ini, dilihat dari sudut pandang sikap yang muncul ketika menghadapi suatu masalah (bahasanya sok pinter dikit), manusia di bagi dua. Yang satu adalah orang yang simple.. seperti saya dan yang satunya adalah orang yang complicated seperti dalam contoh ini surti. Sesuai denga…

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…

Sharing Akuntansi Ilahiah

Akuntansi ilahiah


Broo,.. sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Maha Adil, Maha Bijak, Maha Penyayang .. dan juga Maha Menghitung.

Perhitungan Allah swt itu sangat detail dan sangat teliti... sampai-sampai apapun yang kita lakukan sekecil apapun, secuil apapun, dikatakan meskipun sebesar zarrah,.. entah itu kebaikan ataupun keburukan akan di catat dan akan di perhitungkan., sangat detail, sangat teliti, sangat rinci...

Sungguh Allah Maha Penyayang, Dalam hal keburukan, Allah menggunakan sistem cash basis dalam pencatatanya. Artinya Sistem Allah hanya akan mencatat suatu keburukan ketika keburukan itu sudah atau telah kita lakukan, kita execute,.. selama itu masih dalam batas niat dan belum dilakukan maka Allah belum mencatatnya. Sedangkan ..

Dalam hal kebaikan, Allah menggunakan sistem accruel basis, yang artinya Sistem akuntansi Allah akan mencatat setiap kebaikan yang kita lakukan meskipun iu baru di tahap niat, niat dalam hati dan belum tereksekusi.., Masya Allah.., kurang baik apa …