Tuesday, August 04, 2015

Simply just say what you feel.!

Kamu tau beda karakter orang jawa sama orang sumatra ? salah satu diantara perbedaan karakter orang jawa dan sumatra adalah; orang jawa itu (termasuk sunda) Segen,. Nggak enakan, seneng mendem atau nyimpen roso,  sudut pandang positifnya sebenernya karakter mereka itu halus, nda mau menyakiti seseorang dengan kata-kata, karena dikatakan ucapan itu lebih tajam daripada pedang. Luka karena ucapan mungkin bisa di maafkan tapi nda bisa dilupakan, akan selalu ingat dan teringat, bisa menusuk, menghujam ke dalam lubuk hati yang paaaling dalem dan tersimpan didalam memory alam bawah sadar. Sementara sudut pandang negatifnya adalah,.. karakter ini munafik, palsu, fake, lain di mulut-lain dihati, mulut A , di hati bisa jadi B atau C, lain di muka,..lain di belakang, dan juga pendendam. TENTU SAJA.., ini bukan generalisasi, sekali lagi.. ini bukan Generalisasi atau sesuatu yang berlaku menyeluruh dan umum. Catet.!

Entah benar atau tidak,.. bisa jadi hanya sebuah jokes, lelucon yang nggak lucu,..makanya karakter ini katanya disimbolkan dengan Blankon yang dipakai orang jawa, ciri blankon yang menonjol adalah dibagian belakangnya ada gondoknya, apa itu namanya.., punuk, benjolan. Jadi itu menyimbolkan bahwa didepan seh biasa aja, tapi dibelakangnya., bisa jadi nggondok, marah, dendam. Karakter segen dan nggak enakan ini yang membuat orang jawa nda bisa ngomong blak-blakan, takut salah, salah ucap, takut menyakiti makanya sangat berhati-hati dalam memilih kata dan lebih banyak suka diam.

Sementara orang sumatra.., mereka ini lebih suka Blak-blakan.., kalau mereka nggak suka, berani mengatakan nggak suka, begitupun sebaliknya. Bahasanya tegas,.. lugas dan sederhana. Buat orang sesama sumatra.., tentu hal itu biasa saja, tapi buat orang jawa.., itu satu hal yang seringkali masih tidak mudah untuk diterima, makanya mereka akan lebih mudah tersinggung. Sudut pandang positifnya.., orang sumatra ini, they can say the truth.., gak munafik.., apa yang diucap.., itulah yang ada dihatinya. Mulut A, dihatinya juga A, dibelakang dia nggak suka, didepan dia berani bilang gak suka. Mereka juga lebih suka orang mengatakan langsung didepanya kalau mereka nggak suka atau kalau dirasa dia melakukan kesalahan daripada harus mendengar dari orang lain which is berarti ngomongnya di belakang. Sudut pandang negatifnya..mereka ni bahasanya agak kasar,.. keras dan kurang bisa menjaga perasaan orang lain. Sekali lagi.., ini bukan generalisasi.

AKU...

Sekarang tentang aku, siapa aku ?

Aku adalah seorang jawa..,tulen, full, 100%,  yang dibesarkan di tanah jawa dan dengan gaya hidup, lingkungan serta budaya jawa. Paling tidak sampai 21 tahun lamanya ide dan keyakinan itu melekat dikepalaku. Sampai pada akhirnya hanya dalam hitungan menit atau detik ? Allah membalikkan fakta hidup dan kehidupanku, dalam tempo sekejap, dan memberikan efek Shocking, bahwa aku adalah keturunan Jawa + Sumatra. Separuh darahku Jawa dan separuhnya Sumatra, Aku seorang samosir,.. Aku seorang Batak, aku memiliki marga.., meskipun tak pernah sampai saat ini aku menggunakanya. Ya,.. aku memiliki darah jawa dan sumatra. Cerita bagian ini ada dalam tulisan lain.. maybe next time.

Sebagai orang jawa aku paham betul dengan karakter-karakter yang sudah aku jelaskan di paragraf pertama, tapi dalam prosesnya aku sendiri menyadari ada anomali.., masuk ke ranah remaja dan dewasa.., aku adalah seorang yang lugas, blak-blakkan.., terutama dalam hal berbicara, bertanya, menyampaikan pendapat, menyampaikan rasa, jujur apa adanya. Satu karakter yang kemudian pada akhirnya baru aku sadari.., darah sumatera ku ternyata lebih kental dari darah jawa. Selain sifat-sifat lain seperti keras kapala, batu, susah diatur dsb. Tapi semakin aku mendalami karakter2ku itu.. aku juga menyadari bahwa, sifat jawaku pun masih ada, seperti halus, lembut rasa (nggak tegaan) pun aku masih punya. Jadi semacam ada kombinasi karakter jawa-sumatra yang tertanam, terprogram dalam DNA seorang aku. Tak banyak orang tau tentang aku.., buat teman2ku orang jawa tidak pernah mereka akan mengira, mereka hanya tahu aku adalah orang tegal atau cirebon, wich is Jawa.., hanya jawa. Tapi buat orang sumatra.., sekali mereka berkenalan., biasanya akan langsung tahu dari raut muka dan karakter aku berbicara.., kamu orang kito kata mereka,.. kalau aku bilang aku jawa..! mereka hanya akan tertawa dan bilang nggak mungkin kamu orang jawa.

Say what you wanna say.. say what you feel.!

Orang sepertiku, yang berdarah sumatra lebih menyukai ketegasan, sesuatu yang lugas, jelas, clear, simple. Ketika aku memiliki perasaan dan nembak seseorang misalnya, aku tidak merasa sungkan untuk mengatakan, mengungkapkan, meng-ekspresikan apa yang aku rasakan secara langsung. Simply I will say what i feel. Apapun jawabanya,. Simply aku bisa menerima,. Tapi aku lebih suka jawaban yang lugas, tegas, sederhana dan jujur. Orang sumatra itu nggak suka dibohongi, pastinya seh semua orang gak hanya sumatra nggak akan suka, tapi dalam hal ini reaksi dan level penerimaanya yang berbeda. No is No, yes is yes,. Nggak- Nggak.., iya-iya,. Bukan iya yang nggak-nggak. Dan orang seperti aku lebih menghargai jawaban yang seperti itu, bukan jawaban yang muter-muter, mlintir-mlintir,bikin pusing. Sebagai orang jawa saya bisa ngerti, tapi sebagai orang sumatra, saya nggak bisa nerima. Seringkali kepikir, apa susahnya seh ngomong blak-blakan.., saya kira kita sudah cukup dewasa untuk menerima jawaban apapun yang mana itu adalah fakta, sudah cukup dewasa untuk menerima kritik, cukup dewasa untuk menerima koreksi,  dan sudah cukup dewasa untuk menjadi orang yang berani mengatakan (Speak Up) apa yang kita rasa.

Nggak ada yang salah berkata jujur, nggak ada yang salah mengatakan apa yang kita rasakan. Bukankah hidup hanya sekali, *wink
So.., Be Brave..!, Don’t be a coward.!
Jangan jadi pengecut.! Say what you wanna say.. say what you feel.!

Monday, August 03, 2015

Berwirausaha itu..

Siall...! Ini bukan melulu tentang soal uang kawan, bukan melulu tentang banyak-banyakan kepemilikan harta, material, penghasilan, ataupun imej,.. bukan itu. Jika kamu masih berpikir melulu tentang itu,.. maka saya katakan pemikiran mu masih terlalu kerdil..! Sangat kerdil.! Tidak ada bedanya dengan pola pikir orang kampung, desa yang masih udik dengan segala keterbatasan pendidikanya, pengetahuanya yang mengartikan sukses seseorang adalah terwakili, tergambar oleh kepemilikan hartanya.

Bahwa kita butuh uang, ya benar.. Bahwa salah satu komponen dan motivasi utama kita bekerja adalah mencari uang juga benar,.. tapi itu bukan satu-satunya hal, bukan melulu, dan bukan segalanya tentang uang atau penghasilan.

Berwirausaha adalah tentang kesadaran yang lebih besar dan luas bahwa kita as a human being memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari apa yang dapat kita bayangkan. Bahwa kita sebagai makhluk berdaya cipta mampu menciptakan value untuk setiap hal, banyak hal yang denganya akan mampu mendukung kehidupan dan cara hidup yang lebih baik bagi manusia.

Berwirausaha adalah tentang mengoptimalkan kemampuan, kapabilitas kita as a human being. Kemampuan yang jauh lebih besar dan tak ada atau tak diberikan kepada makhluk selain yang bernama manusia. Tentang improvisasi , berusaha bagaimana berkembang. Memperluas batasan-batasan, test our limits. Think wild.., creating idea and then make it real, make it happens.

Dengan berwirausaha kita memiliki kebebasan untuk berpikir liar seliar-liarnya, tak ada yang membatasi kecuali pikiran kita sendiri. Kita memiliki kebebasan untuk berimprovisasi, kita memiliki kebebasan dan kontrol penuh tentang bagaimana dan kapan kita mewujudkanya.

Kamu tahu, kebebasan sendiri sebenarnya adalah sebuah ide,.. ide yang sejatinya sudah melekat, terinstall, program bawaan, satu paket saat kita di ciptakan dan di lahirkan. Kemudian ketika manusia berkembang dan jumlahnya semakin banyak, maka atas dasar ide : menjaga keharmonisan bersama, kedamaian, dibuatlah kerangka aturan yang pada dasarnya adalah batasan-batasan yang dibuat atas ide kebebasan. Tapi bukan berarti kebebasan itu hilang, dalam komunitas bisa jadi memang ada batasan, tapi dalam lingkup yang paling kecil, sangat personal kebebasan itu masih ada dan tak ada yang membatasi kecuali our own mind, our own thought. Dan batasan yang terbentuk dalam sistem kerja otak kita itu memang sengaja di buat melalui sistem-sistem dilingkungan kita karena demi kepentingan segelintir orang yang bisa kita sebut master mind, the ruler.! Tapi itu tidak berlaku bagi seorang wirausaha. Dia sadar betul, dia mampu dan dia bisa untuk membuang semua batasan-batasan yang di buat oleh sistem itu.

Berwirausaha adalah tentang kontribusi, kontribusi kita terhadap masyarakat, hidup dan kehidupan. Bukan berarti saya mengatakan bekerja dalam ruang kotak 2x2 sebuah gedung tidak memiliki kontribusi,..no, bukan..! Yang ingin saya katakan adalah anda, kita mampu melakukan lebih dari itu. Dengan berwirausaha anda mampu membuat kontribusi yang jauh lebih besar. Bukankah dari dulu sering sekali mendengar kalimat motivasi "jika dia bisa, saya pasti bisa.. jika saya bisa, kenapa kita nggak ?", tertahan dimana kalimat motivasi itu, atau memang sengaja sudah di taruh di bagian paling dalam, pojok otak kita yang tak pernah lagi coba kita sentuh, atau hanya kita gunakan dalam hal-hal yang kecil yang rasio kita menganggap itu baru masuk akal.? Sungguh sangat disayangkan kalo begitu.

Berwirausaha itu tentang nilai kita as human being, baik dimata dan hati manusia maupun di mata Allah. Ini masih ada kaitannya dengan soal kontribusi, bukankah kita diajarkan dalam Islam bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia yang lain, tentu saja yang sering saya katakan manfaat dalam hal kebaikan. Dengan berwirausaha memungkinkan kita untuk bisa berbuat lebih banyak, lebih besar, menciptakan nilai dan manfaat yang lebih banyak, satu nilai yang manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia, dan terus dipakai, dipelajari, bergenerasi.. apa tidak berlimpah nilai pahalanya,.. tentu semua berangkat dari niat dan keyakinan, tapi let's aside.., karena bagi saya dan anda yang muslim, tentu pastinya dan harusnya niatnya karena Allah. Masa kita yang diajarkan tentang hal itu, tapi yang mempraktikkan adalah golongan kaum kafir seperti yahudi, cina.., apa ya kita ndak malu?, malu as human being.. malu as a moslem.

Dan terakhir.., tentang uang, financial freedom, kepemilikan harta., adalah bonus, konsekuensi logis dari apa yang kita usahakan. Bukan jaminan bahagia memang,.. tapi bisa jadi alat yang mendukung kebahagiaan. Untuk contoh2nya pastinya kamu bisa menyebutkanya sendiri. Tapi dari segi manfaat lagi.., kita bisa menggunakanya untuk melakukan hal-hal baik yang lebih besar.

Jadi.., untuk kamu yang masih terpaksa duduk di ruang 2x2 square, ketika kamu melihat seorang yang mengaku wirausaha, tapi hanya melulu bicara tentang uang dan harta,.. tegurlah.., karena itu bukan hakikat tentang wirausaha. Dan sebaliknya ketika kamu melihat seorang yang memilih jalan wirausaha, tapi kamu mendapatinya masih kere.., janganlah merendahkanya, karena bisa jadi kere nya hanya tinggal sebentar lagi, pun kalaupun nggak,.. bisa jadi karena memang bukan itu maksud dan tujuan utama dia berwirausaha, tapi karena kesadaran dan hal-hal lain yang sudah saya jelaskan di paragraf-paragraf sebelumnya. Pada akhirnya, let's do our best.., let's become entrepreneur.

Braveheart


Braveheart,. Ini adalah salah satu film epic heroik yang aku suka dan meskipun berkali-kali aku tonton tetap tidak pernah ada bosanya. Tentang perjuangan william wallace untuk menjadi orang yang merdeka dan memerdekakan kerajaanya , scotland. Ceritanya sangat komplit, ada romantika, perjuangan, persahabatan, dendam dan juga pengkhianatan. Jalan ceritanya sangat menarik dan mengharukan.

Apakah tulisan ini adalah untuk mengulas film ini dur ? Mmm.., nggak, itu hanya bagian dari prolognya saja, bukan isinya.

Brave : berani , heart : hati , jadi artinya wani piro ? Hahahha.., nggak ya, bukan itu,  ngerti sendiri aja laaah. Hati adalah raja, hati adalah penguasa, penguasa tubuh dan pikiran. Hati adalah the ruler. Hati menggambarkan jiwa seseorang yang memilikinya, jiwa seorang pengecut, tak jauh berbeda dengan hatinya, lemah. Jiwa seorang pemberani, pun begitu juga tak jauh berbeda dengan hatinya, kuat. Braveheart hanya dimiliki oleh seorang yang kuat, seorang pemberani, seorang ksatria (untuk cowok), entah apa nama untuk ceweknya.

Aku, I wonder what kind of heart that i have. hati seperti apa yang aku miliki ? Hati seorang pemberani kah atau seorang pengecut. Sejauh yang aku tahu.., aku adalah seorang yang berani. Paling nggak aku cukup PD untuk meng-klaim itu. Sejauh yang aku tahu aku adalah risk taker, sejauh yang aku tahu aku tidak ambil pusing dengan segala akibat yang mungkin terjadi ketika aku mengambil satu keputusan. Sejauh yang aku tahu aku adalah seorang yang berani mencoba, sejauh yang aku tahu aku bisa mengatasi rasa takutku. Tapi aku juga tahu, bahwa hatiku belum teruji, belum ada situasi kondisi yang benar-benar menguji jenis hati apa yang aku miliki. Sekiranya ada belati siap menusuk di perutku, sekiranya ada pedang siap menebas di leherku, sekiranya ada moncong pistol siap menembakan peluru di kepalaku, akankah aku siap dan cukup memiliki keberanian untuk mengambil tindakan fight back..!? Entahlah, semua itu belum pernah terjadi dan juga belum teruji.

Sekiranya ada seorang yang di bully di depanku akankah aku berani membela, melawan, meskipun sebenarnya tidak ada hubunganya denganku, atau aku hanya akan diam mematung, menonton tak peduli sambil bergumam "ah, thats not my business", mengkerut, coward.

Sekiranya ada seorang muslimah yang diganggu didepanku, akankah aku berani membela ? Meskipun itu berarti ada resiko babak belur atau bahkan meregang nyawa ? Entahlah.., aku belum bisa menjawab. Tapi sejauh yang aku tahu, aku akan berani berdiri, fight untuk sesuatu yang salah menurut aku, sesuatu yang layak untuk di perjuangkan, apalagi sesuatu yang menyangkut harga diri, apalagi sesuatu yang menyangkut orang-orang yang aku sayangi. Wallahu a'lam

Sunday, August 02, 2015

Keep Going..!

No matter how long it is, no matter how slow you are, as long as you don't stop, you don't quit, you will reach your goals.

Yup,.. Keep going ! Bro.. , selama tujuan mu jelas, selama kamu tak ada niat untuk menyerah apalagi menyerah, selama kamu masih mampu dan belum di tak-mampukan, selama kamu belum pensiun dan tak-dipensiunkan, selama kamu masih yakin dengan tujuan, Keep going,. Terus, lanjutkan.! 

Terus berusaha, jadikan dirimu layak.!
Terus berusaha, jadikan dirimu mampu !
Terus berusaha, jadikan dirimu bernilai, berharga.!

Tak ada alasan yang cukup woth it untuk kamu menyerah bukan ?

Dulu, ada satu bait kalimat yang masih aku ingat dari aa gym sampai sekarang, selama tujuan mu jelas, pasti, maka perubahan sekecil apapun yang mengarah kepada apa yang kamu tuju, maka itu adalah sebuah kemajuan. Orang yang memiliki tujuan hidup yang jelas, perubahan sekecil apapun adalah kemajuan. Sebaliknya orang yang tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, perubahan sebesar apapun,.. tidak ada artinya, karena dia tidak tahu mau kemana dan kearah mana dia menuju.

Keep going.!
Tak ada aral yang tak bisa di singkirkan atau di lewati jika kamu masih memiliki kemauan. Memelihara kemauan itulah yang penting. Kamu bisa membuat seribu macam alasan untuk tidak bertindak, tapi hanya cukup satu alasan untuk take action.., will, willingness,.. apalagi jika will nya itu ditambahin sedikit power, Strong,.. jadi Strong will.! Beeeuhhhh.., gak ada lagi yang namanya aral yang berani berlama-lama menghadang, yang ada ketar-ketir dan milih mundur, bubar. Rawe2 rantas.. malang2 putung (tuntas), begitu sloganya,. Aral apa yang ada didepan , di tendang,..! Di Babat habis bila perlu.

Keep going..!
Kenikmatan sejati adalah ketika tercapai tujuan,. Penyesalan sejati adalah tak berani mencoba, apalagi melakukan,.. wong mencoba saja tak memiliki keberanian. Kenikmatan sejati adalah saat apa yang kamu usahakan, mulai berbuah apalagi sesuai dengan yang diharapkan.

Keep going !
Hidup hanya sekali bukan !? *wink

Ayo Menanam..!

Ayo kita menanam.!
Menanam apa mase ?

Apa aja.., asal jangan menanam benih kebencian dan kerusuhan aja, hahaha. I'm serious here.!, ayo kita menanam.

Beberapa hari minggu lalu aku sempat nonton film jepang, judulnya agak lupa tapi ada wood2 nya gitu deh, yang bercerita tentang seorang anak baru lulus SMA yang "gak terlalu pintar" akhirnya ikuti program pelestarian hutan di wilayah sub urban / countryside sana. Awalnya banyak yang ikut, tapi seperti biasa, setiap tahun, setelah seleksi maka jumlahnya akan menyusut hanya tinggal beberapa saja. Dan salah satu tokoh ini yang diceritakan bisa bertahan meskipun sempat juga dia kabur.

Dalam proses internship program itu, yang menarik adalah, hutan-hutan disana itu benar-benar di jaga, di lestarikan, bukan hanya oleh generasi saat ini, tetapi telah berlangsung dan di turunkan dari beberapa generasi sebelumnya, sejak ratusan tahun yang lalu. Pohon-pohon yang mereka tebang saat ini untuk penghidupan mereka , orang-orang desa adalah pohon-pohon terbaik yang telah di tanam sejak dari puluhan bahkan lebih dari 100 tahun sebelumnya, which is generasi yang menebang adalah bukan generasi yang menanam. Makanya di katakan bisnis hutan yang mereka jalani adalah sungguh sangat aneh, mereka menanam meski tahu tidak akan pernah menuai hasilnya, tapi untuk generasi berikutnya, karena memang begitulah adalanya, apa yang mereka tebang saat ini, yang mereka nikmati adalah hasil dari apa yang di tanam oleh generasi sebelumnya. Sungguh sangat menarik bukan ? Budaya, prinsip hidup dan pola pikir dan cara pandang orang jepang ini, mereka menanam, memelihara untuk generasi yang akan datang, untuk kelestarian dimasa depan, sungguh nilai2  hidup yang sangat arif.

Dalam islam sendiri sangat dianjurkan untuk kita menanam, karena dengan menanam kita telah menghidupkan bumi Allah.., makanya di anjurkan bagi seorang muslim untuk tidak sampai menyia-nyiakan ruang kosong, terbengkalai begitu saja, harus di manfaatkan dan harus ada manfaatnya. Bahkan dikatakan ada pahala yang besar bagi orang yang suka menanam, karena dari apa yang dia tanam itu akan berbuah atau menghasilkan sesuatu yang dapat di makan, atau di manfaatkan oleh semua makhluk hidup di sekitarnya, yang mana itu akan memberikan penghidupan. Sungguh sangat mulia orang yang menanam, jika kita menanam pohon, pohon itu berbuah .. bisa di makan buahnya, pohon itu tumbuh dan rimbun daunya, bisa untuk berteduh, menghasilkan oksigen yang bisa kita hirup untuk bernafas, segar, sehat dan menyehatkan. Masya Allah..,

Jika kita menanam sayur-sayuran, bisa kita makan, bisa mencukupi kebutuhan sendiri atau untuk di jual. Jika untuk sendiri bisa untuk berhemat, menghemat pengeluaran dalam keluarga berarti memperbesar opportunity untuk dapat memanfaatkan penghasilan yang didapat untuk kebutuhan lain yang lebih besar nilainya dari sekedar urusan perut, maka menanam bisa juga memberikan manfaat langsung dan tak langsung terhadap kehidupan kita, dan di keluarga.

Makanya, ayo kita menanam. Menanam itu gampang kok, alias ga susah, menanam itu mudah, menanam itu hanya butuh kemauan aja selebihnya kita sudah punya. Tentu saja setelah menanam kita harus memeliharanya yaa, jangan hanya menanam terus kita tinggalkan dan berharap bisa menuai hasilnya. You reap what you sow..,iya bener , itu kalo kemudian dipelihara, kalo di biarin yaa.., bisa jadi menuai tapi hasilnya dikit, ,bisa jadi gak menuai sama sekali karena mati, atau bisa jadi gak menuai sama sekali karena diambil orang, salah sendiri, kenapa gak dipelihara, dikiranya kan gak ada yang punya .. Hahahha.

Ayo kita menanam, dengan menanam itu akan memberikan kita pemahaman tentang bagaimana kita bisa menghargai sesuatu hal, sesuatu yang hidup dan memberikan kita penghidupan yang sebelumnya atau biasanya kita abaikan. Experience give you season,.. pengalaman memberikanmu pelajaran. Dan akan selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap pengalaman. Kita akan lebih bisa menghargai apa yang kita makan, yang kita hirup, yang kita minum. Semuanya.. sampai pada orang-orang yang mengusahakanya, kesadaran itu akan muncul sejalan dengan proses kita belajar menanam.

Ayo kita menanam dan kita ajarkan menanam pada anak-anak kita nanti, pada generasi berikutnya. Mengajarkan meraka menanam berarti mengajarkan mereka menghargai nilai-nilai hidup dan kehidupan, bahwa tanpa menanam maka tidak akan ada keberlangsungan, tidak akan ada kelestarian, dengan menanam berarti kita juga telah berpartisipasi dalam usaha menebar kebaikan,.. Insya Allah.., Wallahu a'lam.

Ayo Menanam.!

Jadilah Layak

What's become of us ?
You get what you derseve.. !

Salah satu cuplikan dialog yang aku suka dalam film kingdom of heaven, bercerita tentang penaklukan kembali kota yerusalem oleh tentara Islam yang di pimpin oleh Shalahuddin al ayyubi, dari kekuasaan nasrani.

You get what you deserve.. kamu mendapatkan apa yang layak untukmu. Dan kamu hanya akan mendapatkan apa yang memang layak untukmu.

Lalu apa ukuran layak atau nggak layak atau belum layak. Hal yang perlu diketahui adalah segala sesuatunya memiliki requirement, syarat2 minimal yang harus terpenuhi agar sesuatu itu dapat dikuasai, mampu di jalankan, di kendalikan dengan baik oleh orang yang menghendaki.

Seorang yang ingin menjadi pemimpin, ada requirement untuk menjadi pemimpin, jika requirement itu tak terpenuhi dan kemudian di paksakan, maka besar kemungkinan tidak akan berjalan baik atas apa yang di pimpin. Jangankan itu, untuk mengendarai motor di jalan raya saja ada requirement nya, minimal bisa menyalakan, mengendarai dan paham tools apa saja dan fungsinya masing2.. jika di paksakan sementara sebenarnya belum layak atau belum bisa, yang terjadi adalah bisa terjadi kecelakaan, yang fatal.

Make you deserve.. jadikan dirimu layak,.. itulah kuncinya.

Kerja, ingin punya penghasilan yang tinggi,.. jadikan dirimu layak : kerja yang yang produktif, kuasai banyak skill yang akan menunjang nilai jual di perusahaan. Jangan malah bermalas2an, nggak produktif tapi pengen jabatan naik, gaji naik,. Dst...Dst..

Pengen punya keluarga yang baik, istri yang shalehah.., jadikan dirimu layak lebih dulu. Masa iya seorang yang shalehah mau sama orang yang nggak shaleh.., tentunya dia mau dan layak juga mendapat seorang yang shaleh, maka jadikan dirimu layak untuknya. Jika kamu belum layak kemudian dipaksakan, maka apa yang di sebut ingin mewujudkan keluarga yang baik, sakinah, mawaddah, wa rahmah .. rasa-rasanya akan sulit untuk di wujudkan. Itu sebabnya di katakan dalam Al Quran, sesuatu atau orang yang baik adalah untuk yang baik, dan begitupun sebaliknya.. ,karena itu sudah sunatulllah.., you, everybody will get what they deserve.

Jika kamu menginginkan sesuatu, maka berusahalah lebih dulu untuk jadi layak atas sesuatu itu, maka Insya Allah.. pasti kamu akan mendapatkan yang layak untuk kamu atau yang lebih baik dari itu.

Jadilah layak, and you will get what you deserve.

Saturday, August 01, 2015

Iri



Entah kenapa aku sungguh sangat merasa iri dengan sosok ini, aku tak kenal dia, aku tak tahu siapa dia, atau bagaimana dia, aku tidak tahu apapun tentang dia, hanya satu gambar yang menjelaskan dia adalah saudaraku, saudara jauh yang ada disana, saudara se Iman, se Islam. Aku tak tahu apakah dia masih hidup atau mungkin telah syahid.

Yang aku lihat, sorot matanya begitu tajam, tapi teduh,.. tak ada kemarahan atau arogansi dari mimiknya, dengan sebuah roket yang dia gendong di punggungnya. Yaa.., dialah pejuang (soldier of Islam), yang berjuang demi menegakkan kalimat Allah disana, yang menuntut keadilan, yang rela mengorbankan segala kenikmatan dunia demi satu keyakinan yang dia yakini kebenaranya. Itu yang membuatku iri teman.., bahkan aku menangis ketika menulis ini,.. why ? Apakah aku terlalu sensitif, bisa jadi, .. terlalu terbawa perasaan ? Bisa jadi.. tapi mungkin yang lebih mendekati benar adalah karena aku malu kawan,.. aku malu, benar2 malu. Itu yang membuatku menangis. Bayangkan saja, seketika ketika melihat sosok ini aku sekilas mereview apa yang sudah aku lakukan dan what the hell am I doing ? Sebagian besar waktu ku sepertinya lebih banyak digunakan untuk memikirkan dunia.. Masya Allah.., aku berkoar2 kepada diriku sendiri, apa yang aku lakukan ini adalah untuk kebaikanku dan kebaikan banyak orang dimasa depan. MASA DEPAN yang mana ? Apa kamu segitu yakinya masih memiliki jatah waktu yang panjang di masa depan, jika seandainya besok pagi kamu tiba2 di jemput, adakah kamu siap ?,. Jawabanya sangat jelas, aku belum siap. Kemudian aku menatap sosok itu, adakah dia siap.. sepertinya jawabnya sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, dia tampak siap, siap untuk syahid.., karena jiwa raganya telah ia wakafkan untuk Allah, dia serahkan terserah bagaimana Allah memanggilnya. Subhanallah...

Sosok itu membuatku sangat iri,.. Bayangkan kawan.. aku bercita2 untuk menghafal 30 juz penuh Al qur'an.., tapi sampai hari ini.. masih jauh dari harapan. Ibadah ku pun masih kacau. Bayangkan teman, aku sudah paham bahwa Ilmu itu adalah nur, cahaya.. sedangkan maksiat itu adalah dosa, dan cahaya Allah tidak akan mungkin bercampur dengan dosa yang kotor,.. tapi kawan, lihatlah.. bagaimana aku terus saja menjalani hidup dengan penuh maksiat, dan dengan naifnya aku berharap nur cahaya itu akan datang. Bodoh... Bodoh bukan ?

Aku iri kawan, iri pada sosok yang tak aku kenal itu. Jika seandainya qodarulllah di negeri para bedebah ini terjadi kekacauan yang mengharuskan seorang muslim untuk berjihad,.. adakah aku siap ???, jawabanya bukan hanya di lidah kawan, tapi pada keyakinan apa dan seberapa besar keyakinan itu ada di dada. Adakah hati ini mampu untuk rela dan merelakan segala kenikmatan yang ada di depan mata demi sesuatu yang lebih mulia.. atau.. enggan terhadapnya.

Hati ini iri kawan,. Iri pada saudaraku itu. Pada keyakinannya, pada pilihan hidupnya, jalan yang dia tempuh untuk berjihad, pada keimananya dan pada ilmunya. Hati ini iri kawan,.. Iri sekaligus malu. Aku berharap aku bisa menjadi lebih baik dari ini, melakukan yang lebih baik dari ini, sesuatu yang mampu mendatangkan kemuliaan di dunia dan terutama di akhirat nanti, sesuatu yang bisa menjadi hujjah dan pemberat amal baik di hari perhitungan nanti. Aku berdo'a kepadaMu wahai Rabb ku,. Meminta yang terbaik, dengan menjadikan aku baik, meminta yang mulia dengan menjadikan aku layak atasnya. Aamiin.



Posted via Blogaway

Nothing

The more I know.., the more I relize that I know nothing.

Semakin aku tahu banyak hal, membuat aku sadar bahwa apa yang aku ketahui hanyalah secuil, benar-benar nggak ada apa-apanya.

Ini bukan kalimat ku sendiri, tapi ini adalah kalimat yang memang benar demikian adanya. Aku menulis ini karena aku sadar masih banyak hal yang belum aku tahu, masih sangaaaat banyak. Oleh karenanya dalam salah satu slogan hidupku aku masukkan satu prinsip "Never Ending for Learning.."

Hmmmm,.. rasanya menyenangkan bisa terus belajar. Menyenangkan masih memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar, belajar tentang apapun, tentang hidup dan kehidupan. Dunia ini masih memiliki banyak sekali misteri yang belum terungkap, dunia ini yang katanya kecil dan hanya sekecil ini di bandingkan planet-planet lain yang bertebaran di tata surya kita dan juga di jagat raya, masih menyimpan banyak sekali rahasia, pengetahuan yang masih belum terungkap, masih tersimpan dalam kotak pandora.

Ah.., sudahlah, yang jelas aku masih mau belajar, dan semoga Allah masih memberikanku kesempatan (al-waqtu) dan kemampuan untuk terus belajar, belajar untuk menjadi seorang yang baik dan lebih baik, bijak, arif dan mampu menjadi contoh yang baik bagi generasi mendatang. Belajar untuk menjadi seorang muslim yang sejati, yang memiliki jati diri, memiliki prinsip hidup yang kokoh, yang mampu menebar manfaat, untuk diri, agama, keluarga, umat, dan masyarakat , aamiin Bismillah ..



Posted via Blogaway