Tuesday, October 27, 2015

Ini Tulisanku

Aku duduk di depan laptop sambil memikirkan apa yang ingin aku tulis, lembar worksheet sudah aku buka, satu file word sudah aku buat, lembaran putih yang terbentang dilayar depan mukaku seolah sedang menantang kecerdasan dan imajinasiku, untuk mengisinya dengan tulisan, karangan, apapun itu, seolah dia sedang menggoda dan mengatakan : “ayo tulis ceritamu, ayo isi aku dengan semua karangan yang ada di dalam kepalamu, ayo isi aku dengan apapun ide-ide yang pop-up dalam kepalamu, ayolaaah.., come on, don’t be lazy”.

Begitulah kira-kira awal dari cerita yang ingin aku tulis dalam karangan ini. Satu hal yang aku tahu, sebenarnya aku tidak kekurangan ide, justru sebaliknya, ada banyak sekali ide yang muncul di kepalaku, hanya saja masalah utamanya adalah aku tidak tahu harus mulai menuangkanya dari mana dan bagaimana. Maka aku berinisiatif untuk menulis saja lebih dulu, menuliskan apa yang ingin aku tulis, meskipun ketika nanti aku baca ulang aku tidak yakin apakah tulisanku itu cukup menarik untuk di baca, hahahaha..

Aku sering heran, bahwa kenyataan didunia ini ada orang-orang yang mampu menuangkan apa yang dipikirkanya kedalam bentuk tulisan sampai berlembar-lembar, berbuku-buku bahkan berjilid-jilid buku, entah itu karangan yang sifatnya fiksi, khayalan, imajinasi ataupun ilmu pengetahuan, untuk orang-orang itu saya hanya bisa mengungkapkan : WOW..., you are really amazing. SALUT !!

Dan yang lebih amazing lagi adalah, ketika menyimak karya-karya orang zaman dulu, para scholar Islam, yang telah menghasilkan karya begitu amat sangat banyak,.. itu,.. mereka tulis secara perlahan, menggunakan pena tinta yang tul-tul gituh, kayak yang di film-film, dan mereka harus menulisnya secara sangat amat berhati-hati, secara gitu loh.., pada zaman itu, kertas masih mahal, dan gak sebanyak sekarang, jadi kalau kamu menulis, kemudian melakukan kesalahan.., waduh,.. dengan kata lain sebisa mungkin tidak boleh ada kesalahan. Tidak seperti zaman sekarang, banyak sekali fasilitas yang bisa digunakan, kertas banyak, kalau salah.. ya tinggal di hapus, ada alatnya, atau kalaupun nggak, paling langsung dibuang dan di ganti dengan kertas yang baru. Itu kalau nulisnya langsung di kertas. Kalau nulisnya di komputer atau laptop atau gadget lainya, lebih mudah lagi, berapa kalipun kita melakukan kesalahan dalam membuat tulisan, entah ribuan atau bahkan jutaan, kita bisa langsung memperbaikinya, menghapusnya, nggak pakai repot, dan nggak perlu lagi takut salah. 

Bayangkan, timpang banget kan perbedaanya...??, tinggal masalahnya hanya di MAU atau tidaknya menulis, willingness to write.., itu aja..!! ckckckckckk. Parah banget kan akuuu..., akuu, iya.., akuuu.
Aku ni sebenarnya merasa, beneran merasa nggak pandai menulis atau kurang pandai menulis lah.., tapi sebenarnya aku memiliki rasa suka untuk menulis. Pertanyaanya adalah menulis apa ?? sebagian besar aku lebih suka menulis tentang apapun, sesuatu yang aku anggap menarik untuk di tulis, fenomena, realita, sudut pandang, logika, emosi, tapi bukan berita bukan pula fiksi. Berita yang aku maksud adalah tulisan yang biasa di tulis oleh reporter itu loh,.. yang mengabarkan sesuatu “berita”, aku nggak begitu suka memberitakan, aku sukanya bercerita, tapi tentang realita, bukan fiksi. Apa aku nggak suka fiksi.. mmmm, nggak juga, aku suka, tapi masih dalam kadar biasa saja. menurut pendapatku, seorang penulis fiksi itu adalah seorang yang cerdas, sangat cerdas, daya imajinasinya begitu amat sangat tinggi, mampu berkelana ke ranah yang tak dapat menemukan batasanya. Tapi aku memang jarang membaca karya-karya fiksi, hanya beberapa seperti : alchemist, dan lainya.., bahkan untuk menyebutkanya saja aku lupa. Seperti alchemist, ceritanya menarik, banyak pelajaran didalamnya, tapi..., pada akhirnya setelah selesai membaca aku justru merasa hambar. Kenapa ?? ya nda tau...

Pelajaran hidup yang aku dapat dari cerita fiksi itu buat aku serasa kurang bermakna, meskipun kisah atau pelajaran hidup yang disampaikan oleh tokoh dalam cerita fiksi itu seringkali adalah fakta sejarah, ada, nyata, tapi kurang mengena. Aku lebih suka membaca karya nyata. Cerita tentang seseorang, tidak selalu biography, tetapi slice story yang ada pesan, pelajaran hidupnya, itu yang aku suka,.. yaa.. guwe mah gitu orangnya. Ketika temen-temenku hobi membaca karya yang sangat populer seperti harry potter, da aku mah.., nda tertarik sama sekali, meskipun tuh buku ada didepanku sampai 6 jilid (waktu itu), aku coba membaca, tapi baru beberapa lembar dan menyerah., entahlah..., mungkin karena aku belum tertarik kedalam alur cerita sehingga aku menyerah, atau mungkin memang ceritanya menurutku tidak menarik. I just think that, it wasted my time, haha,... sorry buat yang kebetulan hobi baca karya-karya itu, no offense.., it’s just about me..!

Aku ingin menulis banyak hal, sebagian besar cerita tentang aku sebenarnya, tapi nggak melulu tentang aku. Dalam dunia tulis menulis, aku masih kacau. EYD ku masih kacau. Aku masih suka-suka aja menaruh titik dan koma, belum teratur dan belum belajar aturanya, masih suka-suka.. hehhehe. Tapi sekali waktu aku pengen menulis tentang fiksi juga seh sebenarnya, beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah blog yang concern dalam dunia tulis menulis. Sangat menarik, ada banyak pelajaranya, tapi belum aku dalami juga.., alias masih angot-angotan membacanya, masih menunda-nunda.

Tapi sembari menulis ini aku paling tidak jadi cukup paham tentang hal apa yang aku senang dan ingin aku tulis. Yaitu tulisan yang bermanfaat bagi yang membacanya, terutama seh aku sendiri, walaupun aku yang menulis, tapi aku juga membaca kan ?? beranfaat tuh gimana ya ? dalam hal apa ?, kayaknya berat tuh, yaaa.., nggak mesti berisi hal-hal yang berat, bisa hal-hal yang ringan lebih bagus, sebuah tulisan yang bisa membuat yang membaca tersenyum juga termasuk bermanfaat menurutku,, jadi ini dia pakem tulisan yang ingin aku buat :

Gaya bahasanya harus simple, sederhana dan renyah, tapi cerdas (yaaa.., guwe banget lah), menarik untuk di baca, buat siapa ?? yaa, siapa aja yang merasa tertarik. Hehehe..
Ada message didalamnya
 Sifatnya sharing, berbagi, bukan mengajari
Punya ciri khas seorang abdur
Berupa cerita, tell story.
Ada sudut pandang didalamnya

Yaa, kurang lebih seperti itu lah..., kalau nanti berasa ada yang kurang dan aku temuin lagi, tinggal di tambahkan.  

Monday, October 26, 2015

Al mahfudzot #1 , Ceritaku Naik Gunung

Pernah dengar kalimat : Man Jadda wajada ?? yang pada tahun-tahun kemarin cukup menggelegar #lebay, dan sering terdengar di telinga karena kalimat itu yang benar-benar di angkat dalam sebuah film karya anak bangsa yang berjudul Negeri 5 menara. Yup, kalimat itu adalah salah satu mahfudzot.

Apa itu mahfudzot ?? mm..., kurang lebihnya mahfudzot adalah kalimat atau kata-kata mutiara, petuah berharga, kalimat penuh hikmah. Ini adalah istilah dalam Bahasa Arab’ atau juga biasa disebut dengan Muqtathafat, Syair dan lain-lain. Mahfudzot ini diambil dari Al Qur’anul Karim, Al Hadits, Atsar Sahabat Nabi dan Nasehat serta Irsyadat para ulama salaf dan kholaf, serta merupakan salah-satu pelajaran yang bertujuan memberikan motivasi untuk hidup sukses dan juga memperindah kemampuan Bahasa Arab santri di pondok pesantren manapun. Ada banyak sekali kata-kata mutiara, biasanya lembaga pendidikan menyeleksi untuk diajarkan dan ditanamkan ke dalam jiwa anak didiknya sebagai bekal mereka kelak, di negara-negara eropa biasa diajarkan wiseword dari filosof dan seniman eropa, yunani atau romawi. Di daratan cina juga tak kalah banyaknya kata-kata mutiara dari filosof cina, dan tentunya dari arab banyak juga kata-kata mutiara dari para filosof dan ulama’ muslim.

Aku mulai mengenal istilah mahfudzot ini ketika aku sering bolak-balik ke GONTOR, Ponorogo. Dan memang sebagaimana yang diangkat dalam film itu, yang latar dan lakonya adalah santri dari pondok pesantren di gontor, FYI aja ya, sebenarnya gontor sendiri bukan nama pesantrenya tetapi nama salah satu desa di wilayah itu, tempat keberadaan Sang Kyai, Trimurti mendirikan pesantren-nya, cuma orang kebanyakan lebih mengenalnya gontor, jadilah muncul istilah ponpes gontor.
Sudah pernah aku ceritakan dalam tulisan sebelumnya bahwa, ponpes ini adalah dulunya tujuan aku ingin masuk, tapi,, gagal, bukan gagal seeh.., lebih tepatnya belum sempat mencoba masuk,heheheh.. ah sudahlah.

Balik lagi ke mahfudzot, ketika aku bolak-balik itu, menjenguk adikku, sambil nunggu di asrama untuk keluarga yang menjenguk, aku suka penasaran pelajaran apa saja yang di berikan dalam sistem KMI yang menjadi standar pengajaran di ponpes ini. Dan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum KMI itu adalah tentang mahfudzot, mereka para santri harus menghafalkan. Yang aku lihat, sebagaimana kebanyakan pelajar masih muda, menghafal mahfudzot ini masih menjadi semacam beban, tapi dari sudut pandang aku, woww..., ini bagus banget..! ini tentang prinsip-prinsip dan pelajaran hidup, maka aku kumpulkan dan coba aku hafal juga, nggak langsung semuanya.., bertahap, sambil aku resapi dan aku jadikan prinsip-prinsip dalam menjalani hidup.

Mahfoudzot #1

Kata-kata mutiara bagian pertama yang diajarkan adalah :

مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
“Siapa berjalan pada jalannya sampai”

Kurang  lebih seperti itu, bahwa Setiap orang, siapapun itu, ketika memiliki tujuan, dan dia berjalan di jalan yang akan membawanya pada tujuan itu, maka akan sampailah dia pada tujuanya, sangat sederhana bukan ? bukaaan..

Misalnya, aku ni sekarang lagi di jakarta, aku mau jalan menuju ke bandung, jakarta ke bandung itu ada jalanya, mau naik apa aja terserah, yang jelas dan yang pasti sudah ada jalanya. Nah .. jika aku berjalan menuju bandung melalui jalan yang aku tahu arahnya adalah ke bandung, maka selambat apapun aku berjalan, Niscaya, Insya Allah akan sampai juga ke Bandung. Bagaimana jika aku jalanya itu kearah yang tidak menyampaikan aku ke bandung, ke cirebon misalnya.., ya nggak akan sampai.., Fahimnaa ??? J

Kalau mau ke bandung, ya jalanlah di jalan yang akan menghantarkan kita ke bandung, kalau mau ke jogja, ya berjalanlah lelalui jalan yang akan menghantarkan kita ke jogja, kalau mau sukses, ya berjalanlah di jalan yang akan menghantarkan kita  pada sukses kalau, mau ke syurga.. ya berjalanlah di jalan yang akan menghantarkan kita ke syurga, jangan sebaliknya..., nanti nyasar,  gampang to ??? gampaaang...

Terkait dengan jalan dan perjalanan, ada pepatah kuno, kata-kata mutiara dari cina nih broo, pasti kamu sudah tau juga :

“ perjalanan sejauh 1000 mil, dimulai dari 1 langkah”

Artinya, seberapa panjangnya pun perjalanan yang harus kita lewati, tetap saja harus ada langkah pertama, gitu loh...,

Mahfudzot ini di ajarkan dan di taruh diawal, saya pikir memang untuk memotivasi pelajar, santri bahwa perjalanan mereka dalam proses belajar adalah masih panjang dan mungkin berat, tetapi mereka di beritahu bawha, selama mereka punya tujuan yang jelas dan mereka berjalan pada jalan yang akan mengarahkan mereka pada tujuan itu, maka pasti akan sampai mereka pada tujuanya.
Sangat disayangkan, petuah-petuah hidup yang berharga seperti ini tidak di pelajari dalam kurikulum pendidikan formal, nasional. Padahal.. jika ini di tanamkan, maka ini bisa menjadi landasan mental yang sangat baik bagi putra-putri generasi penerus Indonesia, menurutku...,

Oke.., lalu apa kaitanya dengan aku naik gunung.. ?

Beberapa minggu lalu aku naik gunung Merbabu, di jawa tengah, deket atau lebih tepatnya sebelahan sama gunung merapi. Aku memang dari dulu biasa dan senang naik gunung, jadi ini bukan kali pertama aku naik gunung, tapi ini kali pertama aku naik gunung merbabu. Dalam proses naik gunung pemirsa.., kita saat masih berada di bawah, di kaki gunung, kita suah menentukan dan memiliki tujuan yang jelas, kita naik sampai puncak.!, diantara aku berdiri di basecamp pertama dan puncak yang menjadi tujuanku ada jalan yang menghubungkan, sederhananya, untuk sampai ke puncak aku cukup berusaha berjalan melewati, menulusuri, menguti jalan itu saja, entah itu cepat atau lambat, selama jalan itu tujuanya benar, maka pasti akan sampai.

Bagaimana kalau aku di tengah jalan nyari jalan lain, .. yaa. Selama aku yakin dan punya pengetahuan bahwa jalan lain ini masih tetap mengarah ke tujuan yang aku capai, pasti sampai juga, istilahnya banyak jalan menuju puncak, inti pesan-nya masih sama, jalan yang di lewati arahnya harus benar mengarah pada tujuanya.

Itu ajah,.. cerita aku naik gunungnya gak banyak kok, ini domain-nya lebih banyak tentang pesan dari mahfudzot-nya.., semoga bermanfaat yaaa.., aamiin.


Negeri Amanat Para Raja


Ada seorang raja yang yang telah sepuh, munghuni tanah jawa, berkuasa meski tanpa tahta, tinggi dan disegani meski tak banyak yang mengenal, tapi dia yang mengatur, yang memegang kendali, yang memutuskan untuk jadi atau tidak menjadikan peristiwa-peristiwa yang besar, bukan hanya di negeri yang bernama Indonesia, tapi juga dunia.

Apakah benar dia ada ?? atau hanya mitos belaka. Jika benar dia ada kenapa tidak pernah menampakkan wujudnya, kenapa tidak mau dikenal ?? lalu siapa sajakah yang mengetahui jati dirinya, keberadaanya ?? sekelompok orang yang terpilihkah ? apakah dia bersembunyi atau disembunyikan ?? jika bersembunyi, kenapa ? jika disembunyikan, kenapa juga ?? jika hanya mitos, kenapa tak semua atau tak banyak orang yang tau ??

Indonesia ini JAWA.., rasis ya.., tapi memang begitu adanya.., gagasan indonesia datang dari petinggi, raja-raja jawa, yang memang menjadi pusatnya. Indonesia ini negeri taruhan, Indonesia ini negeri boneka, Indoneia ini negeri yang di adakan untuk mengukuhkan tetap eksistnya kekuasaan lama, the Old Emperor. Indonesia ini negeri Ajaib. 5 tahun berdiri setelah mengumandangkan kata “MERDEKA” , sudah memiliki teknologi persenjataan canggih, yang terkuat di asia tenggara, bahkan di takuti Australia.., terkuat, 5 tahun , DUIT darimanaaa ??????? lihat saja Timor Leste.., Can u imagine that ??

Sekali lagi, Indonesia adalah negeri para raja.

Pemegang kekuasaan negeri yang bernama Indonesia ini boleh saja berganti-ganti, tapi satu yang pasti, yang berkuasa ya sebenernya dari kalangan mereka-mereka saja.

350 tahun, orang-orang berkulit putih yang datang dari negeri miskin dan kere itu ada disini.., dinegri yang kaya raya ini, apakah mereka menjajah ???? NOOO..! it’s a big NOO.!  If this country is a corporation, they are just like board of directors.., yang diperintah untuk mengelola dan mengembangkan aset-aset berharga yang ada di negeri ini, negeri para raja, mereka tak lebih dari management yang di percaya untuk mengelola aset negeri ini.

Diceritakan sang raja rupanya sudah bosan dengan manajemen yang lama, dia ingin negeri ini dikelola olah orang-orang kita sendiri, orang-orang pribumi, maka secara bertahap dan perlahan dididiklah orang-orang pribumi untuk belajar ke negeri-negeri mereka, orang-orang cerdas, orang-orang pilihan. Sampai pada waktunya, sang raja melihat ni.., board of directors udah siap, tapi masyarakat di negeri ini belum siap, maka sepertinya pelu EO (Event Organizer) untuk menggembleng secara keras agar muncul kesadaran dan kesiapan masyarakat negeri pribumi ini untuk mau bangkit dan mampu mengelola asset-asset para raja. Maka di panggillah EO dari negeri sakura, NIPPON namanya. Dia di sewa untuk kurun waktu yang sangat singkat, 3,5 tahun untuk merekonstruksi mental masyarakat negeri ini agar muncul kesadaran dan kesiapan. Setelah 3,5 tahun masa kontrak selesai, maka di buatlah negeri korporasi yang bernama Indonesia.

Negeri ini berdiri.. negeri amanat para raja

Negeri yang berdiri untuk mengelola asset para raja.

Sang Raja masih ada, di ada di Jakarta, kenapa di Jakarta ?? entahlaah.., aku tak tau apa sebabnya. Keberadaanya tak banyak yang tahu, tapi yang tahu pun tak akan mau memberitahu. Sang Raja sudah tua pastinya, dia hidup, menyamar dan dikenal oleh orang seperti yang dia suka. Orang lebih banyak mengenalnya sebagai sang dokter. Dia masih ada, dan di jaga,.. di sekitarnya ada para intel yang menjaga, disekitarnya ada CIA yang menjaga.., loh.., kenapa CIA,.. ah kau ini, seperti tak tahu mereka saja. Cara hidup sang raja ini sangat arif dan bijaksana, kehendaknya adalah titah untuk para penguasa. Asset sang raja ada dimana-mana, rothschild, rockefeller.., ah., itu hanya salah satu pengelolanya. Papua, freeport.., itu hanya lahan yang memang sengaja diberikan sang raja atas “kebaikanya” mempermudah sang pengelola untuk membayar hutangnya pada sang raja, kalau tak begitu, bagaimana dia mampu membayar hutang-hutangnya ???
Indonesia, negeri amanat para raja.

Perang dunia berkecamuk, eropa di obrak-abrik, jepang di luluh lantakkan, kerajaan jawa., ah aman-aman saja.

32 tahun, negeri ini di atur dalam kerangka yang ketat, kemudian beberapa orang bergolak, orang-orang yang bosan berada di “bawah” dan ingin naik di tataran manajemen atas pengelola negeri ini, dengan konsep “reformasi”nya di menggubah , menggelorakan semangat perubahan, DEMOKRASI.., demokrasi yang bebas dan sebebas-bebasnya,... demi kepentingan mereka. Rakyat yang kebanyakan belum dewasa, ikut menggelora,

Selain karena sudah bosan dengan manajemen yang lama, juga karena ingin memberikan “pelajaran” tentang apa itu arti kebesan, demokrasi, maka sang raja bertitah,.. “Gantilah..!”
Maka bergantilah rezim di negeri amanat para raja.

Tak akan lama.., paling 15 – 20 tahun, katanya.., cukup pelajaranya. Masyarakat akan sadar, ini loh rasanya demokrasi yang kalian idam-idamkan.., begini loh. Saking ngroso, akan muncul kesadaran. Tapi semuanya memang sudah diatur.

Buat sang raja, dunia (harta, kekuasaan dan segala isinya) bukan lagi hal yang istimewa, tak lagi menarik. Tapi sebenernya kita juga, orang Islam di ajarkan tentang itu, tentang bagaimana kita seharusnya fokus pada sesuatu yang lebih berharga.., bukan dunia. Bahkan saking tak berharganya dunia, Allah swt menegaskan melalui lidah Rasulnya, dalam salah satu hadits;

 Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh: “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”

Ya, kedudukan dunia, nilai dunia tak lebih baik dari kita mengerjakan 2 rakaat shalat fajar, sebelum sholat subuh..,

Dan saat ini, negeri ini masih saja bergejolak, sang Raja sepertinya masih dalam ketetapan titahnya, ingin memberikan pelajaran kepada masyarakat negeri amanat para raja. Entah sampai kapan...,

Aku ingin bertemu sang raja,.. mau apa ?? entahlah.., hanya ingin bertemu, mungkin ada pelajaran hidup yang bisa aku dapatkan, Semoga hal itu baik, dan semoga tak akan lama.



Tetaplah baik, jadilah lebih baik, dan (terus) tebarkanlah kebaikan



Ini bukan sekedar slogan, ini adalah prinsip hidup. Kata kuncinya adalah “BAIK”, apa itu baik, bagamana kamu bisa mengatakan, menilai bahwa ini baik dan itu tidak baik atau kurang baik ? bagaimana ??? How ????? tell me, please tell me..!! please.. I beg you.....!! pleaaseee... :D

Cih,..Nggak usah lebay gitu deeh...,

Ehm, begini saudara dan saudari, terutama kamu abdur...!, oi.. abdur.., iya kamu...!! dengerin.!
Bagaimana kamu menilai ? disini kita bisa perhatikan ada satu suku kata penting : Nilai , nilai menunjukan adanya ukuran, entah itu berupa angka (numerik) atau lainya seperti plus, minus, standar, dan semacamnya laah....

Dikatakan, katanyaaa,, ini katanya loh ya,. You can’t manage if you can’t measure.., mmmm.. *tik tok tik tok... kayaknya, itu beda konteks deh, ahahahah.., maap-maap-maap..

Ya, untuk bisa menilai, kita harus punya nilai dan ukuran (standar ukuran), dan alat ukur. Maka dalam konteks BAIK pun demikian adanya, harus punya nilai, ukuran dan alat ukur.

Ketika seseorang mengatakan, abdur, jadilah orang yang baik.!, sekilas mungkin semua orang bisa paham apa dan bagaimana jadi orang yang baik, tetapi.., kalu disuruh menjabarkan apa itu baik ?? bisa jadi akan bingung dan kebingungan, yang di tandai dengan kalimat, yaa baik, .. ya gitu.., baik.., apaan seeeh..., ! gak jelas kan.

Kalau kita punya nilai, ukuran dan alat ukur, maka akan lebih mudah mendefinisikan apa itu baik. Misal, katanya semua agama pada intinya mengajarkan kebaikan, betul ???, yang saya pahami adalah kalimat ini mengacu kepada nilai-nilai yang sifatnya UNIVERSAL, seperti : Jujur, rendah hati, tidak angkuh, tidak sombong, menghormati orang lain, setia, hidup rukun, saling menghargai, harmoni dan lain sebagainya, Tetapi saudara, kenyataanya adalah setiap agama tidak hanya mengajarkan nilai2 universal itu saja, tetapi juga mengajarkan konsep tentang eksistensi, eksistensi Tuhan, eksistensi kita dan alam semesta, bagaimana awal kejadianya, bagaimana kita berinteraksi denganNYa, dan sebagainya, yang mana dan bilamana semua itu memiliki konsekuensi menjadi nilai, ukuran dan sekaligus alat ukur terhadap kita saat berperilaku, saat berinteraksi sehingga atas dasar semua itu kita masuk dalam kategori BAIK atau tidak BAIK,keduanya, kita as a human being dan apa yang kita lakukan, karena pada dasarnya penilaian terhadap kita tak lepas dari penilaian pada apa yang kita lakukan, karena kenyataanya kita terikat dengan apa yang kita lakukan.  

Kamu ngomong apa seh duuur.., pusing akuuu..,

Eheheheheh.. Ya urusanmu, bukan urusanku..! :P

BAIK..,

Jujur, itu baik.., kata siapa ?? kata agamaku, kata agama yang lain juga, Terlalu Jujur ?? , mm... baik gak ?  haiooo...,
Senyum , itu baik.. senyum-senyum sendirii ??? nah loo... 
Shalat.., itu baik.. kata siapa ?? kata agamaku, tapi tak baik kata temenku yang nasrani , kenapa ?? karena tidak ada ajaran shalat di sana.
Tidur , itu baik.., kata siapa ? kata agamaku, kata ahli kesehatan, karena tidur adalah untuk kesehatan, recharge energi, istirahat. Kebanyakan tidur ??  nah loo...,
Berbakti pada orang tua , itu baik , kata siapa ? kata agamaku.,
Sopan , santun.., itu baik,..
Mencuri.. itu tidak baik.. mencuri hati ??? nah looo...
Makan daging babi, minum minuman ber alkohol, khamr, itu tak baik.., kata siapa ? agamaku, tapi biasa aja menurut agama temenku,.. nasrani,..
Manggil orang tua atau orang yang lebih tua dengan namanya, itu tak baik.., menurut siapa ? adat istiadatku, agamaku, tapi biasa aja menurut adat yang lain.. orang barat
Makan dan minum sambil berdiri, tak baik... menurut siapa ? agamaku, tapi biasa aja , wajar menurut adat yang lain , orang barat lagi.
Bersedekah.. baik, bersedekah karena dipaksa, atau karena biar dianggap dermawan ??
Belajar,.. baik, belajar ilmu hitam, belajar mencopet, belajar mencuri.., mecuri hati.??, # abduur
Olahraga,..baik.. sedikit olahraga ???
Bersilaturahiiimm.., itu baik, bersilaturahiimmm kelamaan ???
Makan , itu baik.., makan kebanyakan ???
Mium obat,.. itu baik.., minum obat tikus ??

Dan lain sebagainya.. dan lain sebagainya. Btw.. lucu-lucu yah contohnya.., NGGAK..! :D

Dari contoh-contoh yang agak nyleneh itu, point  utamanya adalah : bahwa kata BAIK itu harus ada definisinya : Baik menurut siapa..?? atau menurut apa ??

Karena ini adalah prinsip hidup, maka biasanya yang namanya prinsip itu bersumber dari sesuatu yang kita yakini kebenaranya.., betul kan..?? jadi inget salah satu dialog di film, ituh., KCB hahaha..

Ketika aku mangatakan JADILAH BAIK, jujur neh.., aku mendefinisikanya menurut pemahaman yang aku dapat dari sumber yang aku yakini kebenarnya, ajaran agamaku, ISLAM. Artiya definisi, ukuran baik-nya di dasarkan, dilandaskan dari sari-sari ajaran ISLAM, ajaran tentang bagaimana kita hidup dan menjalani hidup, bukan dari yang selain-nya, itu yang menjadi acuan, ukuran.

Jadilah baik, maka jadilah orang yang hidupnya berpegang teguh dan menjalankan apa yang di ajarkan oleh ISLAM, baik itu yang di perintahkan, ataupun yang dilarang, teruslah menjadi baik.. artinya banyak sekali ajaran kebaikan dalam Islam termasuk di dalamnya nilai-nilai universal yang dikatakan setiap agama mengajarkanya, yang ujungnya sebenernya adalah demi kemaslahatan diri (si orang yang mengamalkan) dan banyak orang, yang seyogyanya bisa kita amalkan semuanya, tetapi.. karena kita memiliki keterbatasa-keterbatasan, maka.. pelajarilah secara perlahan, bertahap, amalkan secara perlahan, bertahap, yang memungkinkan setiap hari selalu saja ada yang baru, yang lebih baik dan lebih sempurna dari apa2 yang kita pelajari dan kita amalkan itu. Dan tebarkan kebaikan, ini adalah syiar, dengan kita melakukan kebaikan, kita mengamalkan apa yang kita yakini kebenaranya, maka akan tercermin, akan nampak dan dapat dilihat keindahanya oleh orang lain sehingga, jika Allah menghendaki, atas sebab itu orang-orang akan tertarik ikut mengamalkanya, dan akan tersebarlah kebaikan, syiar ISLAM kepada lebih banyak orang.

Itu..!!


Sunday, October 25, 2015

Pasti selesai, As long as you start doing it.


Pekerjaan sebesar apapun, sesulit apapun, jika dikerjakan, di tekuni, di telateni, selambat apapun kamu mengerjakanya, maka (Insya Allah) pasti (niscaya) akan selesai juga, bakalan tutug, bakalan pragat.

Pun Sebaliknya..

Pekerjaan sekecil apapun, secuil apapun, semudah apapun, Jika tidak segera mulai dikerjakan, alias di tunda-tunda, alias di entar-entar, PASTI tidak akan pernah selesai, tidak akan pernah rampung, yang ada akan semakin banyak pekerjaan yang menumpuk, yang ada akan semakin menjadi masalah yang membesar dan yang pasti juga akan semakin segan, malas kita untuk menyelesaikanya. 

Waduh, pengalaman pribadi yaaa...!, eaaaa.., hahahahha, 
Ya iyalah, secara gitu,.. guweeee kan berpengalaman, dalam hal apa ???? 
Both of them.... ! :P

Yap, itu point utamanya kaitanya dengan soal pekerjaan., pekerjaan apa ?? apa saja, mulai dari pekerjaan rumah, hal-hal yang ingin kita lakukan dan masuk dalam TO DO list, pekerjaan kantor, pekerjaan bukan kantor (buat yang belum punya kantor), emang ada yang punya kantor ? numpang aja (baca :sewa) bilangnya punya.. #sinis. hahhaah.., 

Sebenernya aku yakin, ini bukan persoalan yang hanya aku saja yang pernah mengalami, tetapi hampir setiap orang saya kira, dan hanya manusia-manusia yang sudah memiliki standar disiplin hidup yang tinggi saja yang sudah tidak lagi mengalami persoalan ini, persoalan malas, menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya atau katakanlah maunya dikerjakan. 

But people,.. kenyataanya memang nda mudah untuk menjadi disiplin,!, meskipun tidak berarti TIDAK BISA.., BISAAAA...!, cuma, memang tidak mudah. tidak mudah karena untuk menjadi disiplin itu perlu yang namanya itikad dan tekad yang kuat dan konsisten, perlu yang namanya berlatih, berlatih dan berlatih, dan as you know.. seringkali melakukan tidaklah semudah mengatakan, meskipun melakukan juga sebenarnya tidak sesulit seperti yang di bayangkan. catet : #melakukan tidak semudah mengatakan, tapi,, # melakukan seringkali tidak sesulit yang di bayangkan.

But Brothers.., saya lupa mau ngomong apa., ya sudah itu dulu yaa.., nanti di sambung lagi.. hehehe.., maaf, aku mah orangnya emang gitu, pelupa. 

ah iya, gini.. but brothers.., Talking , wishing can't cook rice.., hanya dengan melakukan "DO" suatu pekerjaan akan selesai, bagaimana bisa pekerjaan bisa selesai kalau kita hanya berangan-angan dan hanya bicara. DO DO DO !  (baca DU DU DU, yaaa.., bukan do kayak tangga nada do re mi fa so la i do, heheheheh).. namanya juga pekerjaan, ya baru akan selesai kalau dikerjakan, bukan hanya di bicarakan, meskipun memang.., ada juga pekerjaan-pekerjaan yang selesainya kalau di bicarakan.. misal : meeting, jual ludah.., presentasi, yaaa.. itulah kerjaanya.. berbicara, jadi dia akan selesai kalau kita tela mem"bicara"kanya, tentu saja pada ruang, waktu dan tempatnya, heeee... 

kamu nih dur, kalau ngomong membingungkan, kadang serius tapi banyak becandanya. hmmm.. ya mbuh, .. lha emang itu adalah gaya bahasaku, mau gimana lagi. oke. itu dulu.. poin dari tulisan ini adalah, segera mulai kerjakan apapun pekerjaan yang ingin anda kerjakan, jangn menunda..lakukan segera..! ingat SEGERA... dan belajarlah disiplin  :)

Tuesday, October 20, 2015

Heyyy.. Long time no cee


Long time no cee.

with whom abdur ?

mmmmm....  i don"t know, hahah, maybe with myself in the future. 
Seperti yang udah aku bilang, salah satu tujuan dari aku membuat blog ini adalah untuk berkomunikasi dengan aku dimasa depan, untuk mengirimkan message tentang aku saat ini, saat ini dimana aku menulis. Maka, setiap hari akan selalu ada saja aku yang baru, seorang abdur yang baru, abdur yang eksis sesuai dengan masanya, masa dimana dia ada. 

then what kind of story that you want to tell to the other you in the future ?

mmm.., you know.., i want to tell about, TODAY.

dimasaku saat ini, sedang terjadi beberapa hal yang bisa kita sebut masalah biasa. iya biasa..
terjadi kebakaran hutan dimana-mana, kemarau yang panjang yang menyebabkan kekeringan dimana-mana juga, paling  nggak itulah yang dikatakan oleh para pembawa berita. kebakaran hutan melanda banyak hutan di Indonesia, bencana kabut asap sangat parah dikota-kota seperti pekanbaru, jambi, palangkaraya adaah issue yang terus dan masih di angkat dalam berbagai media pemberitaan beberapa minggu ini.

di tempat sekarang aku tinggal sendiri, Jakarta, sejauh ini sudah terjadi hujan 2 kali, tetapi itupun nggak lama dan sangat jarang. ceritanya kita sedang di landa el nino, semacam suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST) di samudra Pasifik sekitar equator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Karena lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim, itu kata om BMKG. akibatnya adalah terjadi kemarau panjang yang pastinya panas, hot.. 

aku sedang tidak komplain disini, aku hanya bercerita, tapi kenyataanya ada banyak sekali orang yang komplain dan saling blaming, saling menyudutkan, terutama ke pemerintah, ah.. come on. tidak ada manfaatnya sama sekali komplain kita dan sikap saling menyalahkan. ga ada manfaatnya tauuu.., tadinya aku seh biasa aja, tapi belakangn makin gedeg aja aku setiap kali membaca komentar-komentar gak mutu itu.. hmmm, untuk mengungkapkan rasa geuleuh itu ya aku seh lebih suka nulis di blog sendiri daripada di medsos lain, kaya FB. 

oh ya abdur, hari ini kamu masih jadi orang yang konsisten untuk bisa menahan diri dari menjadi orang yang suka komplain, karena orang yang suka komplain itu adalah salah satu karakter seorang looser, maka.. di masa depan, tetep konsisten yaaak, :) 

long time no cee..., kemana aja cuuuyyy.., udah lama nggak pernah nulis lagi lw,.. ? hahaha.., ini hanya tulisan pembuka, salam hangat dari seorang yang sadah beberapa minggu ini absen dan kehilangan motivasi untuk menulis, padahal..., kalau sudah menulis, semua ide dan segala apa yang ada dikepala bisa mengalir begitu saja, spontanious. tapi kalau lagi malas menulis.. ya ampuuuun...! malasnya, Na'udzubillah min dzaalik, aku nggak bangga loh ya, dengan karakter malasku itu, aku sama sekali nggak bangga, bahkan lebih tepanya aku sebell, sucks, menyebalkan. yaaah.., sampai saat ini harus aku akui itu adalah penyakit ku yang masih perlu harus di cuci, di bersihkan sampai bersih.., cling.. blink-blink. itu aja dulu deh.