Skip to main content

Mimpi Mimpi Yang Pupus

Hei...!
Tahukah kamu, salah satu kekurangan yang dimiliki dan melekat pada diri setiap orang, makhluk yang bernama Manusia, adalah pada kata "Keterbatasan", adalah pada kalimat " Sejatinya manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, ... sementara Hasil, Dia dan hanya Dia yang menentukan.

bcf
Tahukah kamu apa itu mimpi-mimpi yang pupus ?
yaitu mimpi-mimpi yang tidak sempat wujud, menjadi nyata karena sifat keterbatasan yang melekat pada diri masing-masing dari kita. Namanya juga keterbatasan, sifat dasar bawaanya ya membatasi, dalam hal apa dan sejauh apa ? kembali lagi, katentuan kata batas, dalam hal apa dan sejauh apa adalah hak prerogatif dari Nya, Dzat yang menciptakan keterbatasan itu sendiri, yang Dia lekatkan pada masing-masing dari kita. 

Salah satu bentuk keterbatasan yang melekat pada diri kita adalah : Umur atau Usia, Setiap orang berbeda pastinya, ada yang memiliki umur panjang ada pula yang pendek, tapi entah itu panjang entah itu pendek, pada hakikatnya keduanya sama, ada batasnya, terbatas.!, keterbatasan yang adanya tidak pernah mampu untuk di tolak oleh setiap kita, manusia, siapapun dia, bahkan lebih luas dari itu, bukan hanya manusia sebenarnya, tapi semua makhluk yang berjiwa. 

Mimpi-mimpi yang pupus adalah harapan-harapan yang tak bisa wujud karena "DIPAKSA.!" harus diberhentikan baik oleh pihak yang berharap, pihak yang diharapkan atau karena sang waktu yang dimiliki oleh si pengharap atau yang diharap terbatas, habis terlebih dahulu sebelum mimpi itu menjadi nyata.

Satu diantara banyak mimpi indah yang ingin aku wujudkan adalah bisa hidup bahagia (apapun definisinya), hidup mapan bersama keluarga, mama, bapak, adik-adik..., aku berjuang untuknya, dan aku berkorban untuk bisa mewujudkanya. Tapi..., sampai pada titik tertentu, aku harus menyerah, dipaksa menyerah lebih tepatnya, karena dia..., mama,.. seorang yang aku cintai, seorang yang keberadaanya amat sangat berarti buatku, yang baru aku rasakan rasa betapa amat berartinya saat dia sudah tidak ada. dia pergi, harus pergi karena waktunya habis... sebelum mimpi-mimpiku wujud menjadi nyata.

Kau tahu...?
Tangisan, Jeritan,. bahkan doa, tak ada satupun diantaranya yang mampu mengembalikan keadaan seperti yang diharapkan, yang aku harapkan lebih tepatnya. Yang bisa dilakukan adalah hanya meneruskan apa-apa yang bisa di teruskan, meneruskan hidup, meneruskan mewujudkan mimpi-mimpi lain yang belum pupus, atau membuat mimpi-mimpi baru untuk diwujudkan. Terasa pincang memang, ketika kita dihadapkan dengan mimpi yang pupus membuat hidup terasa sudah tak lengkap lagi, incomplete,. berasa tak ada gunanya lagi,..useless, hopeless.! tapi itulah hidup, itulah takdir, kadang dia datang dan tampak kejam, meski bukan seperti itu sebenarnya, tapi karena dia tegas.!

Mimpi-mimpi yang pupus ada saat dimana kita berharap bisa berjodoh dengan seseorang, seseorang yang kita pikir tepat, tapi kemudian takdir datang dan berkata lain. Begitulah takdir.! kadang dia menampar dengan keras, memaksa kita untu tunduk..! bertekuk lutut.., mengakui dan berkata "itu bukan takdirku.!"

Mimpi-mimpi yang pupus,.. yang tatkala dia datang seringkali di awali, di iringi dengan rasa sedih, sesak bahkan tangisan, umpatan..dan pertanyaan retorika : WHYYYY...???, WHY ME ???? WHY NOW ???, tapi sekali lagi, itu adalah bahasa takdir, dia memberitahu dengan caranya sendiri, tak ada kompromi, tak ada toleransi. 

Maka..., ketika kita berhadapan dengan bahasa takdir, yang memupuskan mimpi-mimpi, hal yang bisa kita lakukan untuk tetap bisa menguatkan diri, untuk tetap bisa Kuat, Kokoh, Berdiri, Tegar adalah dengan mengembalikan lagi pada makna, hakikat dan tujuan hidup, pada kenyataan yang harus bisa kita terima, bahwasanya kita, manusia memiliki sifat yang melekat yang bernama : "Keterbatasan" 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…