Skip to main content

Days in Melbourne #1

Assalamualaikum..,
Hallo Hollaaa.. Haloo..! 
Apa Kabar Dunia ???? 

......

Baiiiiik..! (Ada yang jawab)

#loh kok.. :D

days in melbourne


Akhirnyaaa.., setelah tertunda lagi-tertunda lagi, lagi dan lagi.., aku mencoba menyempatkan menulis , lagi.,   hyeeee..., horeee...! (biar rame)
Ditemani suara-suara nyanyian yang nggak jelas, kali ini aku mau nulis, nulis tentang my days in Melbourne. 
Jaadiii..., sebenernya cerita aku mau menulis ini sudah dari sejak dulu, sejak H1 aku nyampe, tapi itu tadi, tertunda lagi, tertunda lagi, sampe pada akhirnya.. DUA BULAN KEMUDIAN.! hahahahah..
#payah. 

Mulai dari mana yaa., Yup.! 

25 Maret, setelah menunggu dalam penantian yang ga jelas dan terkatung-katung kayak pengungsi dari syiria, akhirnya muncul keputusan, visa di setujui, visa keluar, yeeeee.., #lagi, biar rame. Jadilah aku bar ber-bar ber..,mobat-mabit melakukan persiapan, beli ini-beli itu, ambil ini-ambil itu, susun ini-susun itu, dan jreng-jreng.., 27 April aku sudah siap kabur, eh mabur ke negeri tetangga, negeri kangguru, yup, Australia, alone., loh kok bisa.???

Usut punya usut, kenapa aku berengkat sendiri adalah karena orang yang tadinya mau berangkat bareng, nemenin aku ke ausie.., which is itu istriiiku.., udah berangkat duluan.., nyahahaha, alias aku di tinggal hampir selama 1 bulan lamanya, jadi lah doi bu toyib yang nunggu suaminya tak datang-datang di ausie selama 1 bulan. :D

Sabtu, 26 maret, Jam 7 Sore, aku berangkat ke bandara, di temani 2 adikku. sesampainya di bandara.. mulailah aku check in, dan berhubung aku bawa barangnya agak cukup banyak, Tas Ransel 1, koper dan tas punggung 2 plus plastik, plus raket.., alamak jaaang.., plus aku pake tampang lugu, .. iya lugu, jadilah aku bertemu dengan petugas bandara yang pasang tampang baik, ingin membantu tapi ujung-ujungnya, .., minta bayaran,..! euuuwhh.., 

Jadi pas di Kilo, di anggapnya melebihi beban, padahal mah kagak,., di bilang semuanya anggap aja 1 kilo, bayar kelebihan 1 kilo, bayar 200 atau 300 rebu ya ? dah aku mah bilang aja, aku gak ada pak,! gak ada duit.., jujur aja, emang gak ada duit, aku berangkat beneran gak bawa (pegang) duit sama sekali, hahahah, parah. 

Tapi Alhamdulillahnya,... semuanya lancar, jam 10 malam, pesawat terbang , meluncur.., aku naik garuda, direct, jadi gak pake transit. 7 jam,..., emang baek banget dah istriku ini, tapi bisa juga karena lagi keberuntunganku. 
Jam 8 pagi aku sampai di Melbourne Airport. yup, udah pagi.., dan waktu itu beda waktu antara Jakarta dan Melbourne adalah 4 jam. 

Turun dari pesawat, masuk ke imigrasi, antrian gak terlalu banyak, kata istriku biasanya banyak, panjaaaang..., tapi kebetulan pas aku pagi itu datang gak terlalu banyak, beruntung lagii,. sebelum turun penumpang kan harus ngisi apa itu namanya.., ah lupa,google aja sendiri, selembar kertas yang menyatakan, keterangan tentang apa saja yang di bawa, tinggal dimana dan bla..bla,..bla. hampir semuanya gak masalah, cuma 1, dan itu sangat penting.., Alamaat, aku mau tinggal dimana ntarnyaaa.., aaaakh..!
aku lupa menanyakan alamat, dan juga istriku lupa memberikan alamat., akhirnya aku tulis saja di hotel, ya kaleee..., dalam keteranganku aku mau tinggal lama 1 tahun kedepan tapi aku tinggal di hotel, gak make sense.., kata temen sebelahku waktu di pesawat, gapapa..
Benarlah saudara.. sesampainya aku di depan officer, di tanya tinggalnya dimana, aku jawab di hotel, gak percaya,... karena itu tadi, masa iya 1 tahun mau tinggal di hotel, akhirnya aku suruh ngisi ulang, kebelakang.. ngantri lagi, dan dia bilang, don't screwed up anymore..!.. Aiiihhh.., Ashem.!

Kenapa aku bilang ashem.! karena dalam hatiku juga aku membenarkan alasan si officer ini, tapi nyebelin karena di bandara itu aku gak bisa kontak sama bojoku, ashem kan, gimana caranya aku bisa dapet alamatnya coba,! aku coba connecting ke wifi bandara, gak connect.2.!, udah gitu officer yang di belakang sono agak galak lagi, buruan tulis, tulis saja yang kamu tau..! aiiih...

Jadilah aku merasa panik, meskipun aku tau panik gak akan menolong, orang dia aja lagi sibuk jalan-jalan kemana, aku coba jelasin ke dia, aku nih mau nulis alamat, cuma aku lupa, gak tau, aku mau kontak istriku.., tapi i can't reach her, aku perlu sambungin ke internet dulu,... tapi belum bisa,.. jadi jangan di buru-buruuu..! tetep aja, seolah-olah, kayak dia bilang, gw gak mau tau, itu DL.! ashem kan.!?

akhirnya setelah agak lama, antrian makin banyak, officer makin "galak", aku tulis aja sama kayak tadi, trus masuk ke antrian lagi, kali ini lebih panjang, dan officer mau bantu masalahku, dia jelasin ke officer yang didepanya,.. selagi aku ngantri aku masih mengusahakan untuk connect ke wifi, minta tolong sana-sini, ke orang thailand atau kamboja, sebutin kodepos, yang mana aku gak tau, akhirnya bisa connect, akhirnya bisa kontak istri, bisa dapat alamat, sampai di depan sudah terisi semuanya, dan DONE.! Alhamdulillah lancar.., yang masih jadi masalah di kepalaku adalah, namaku, Abdurrohman. bakal jadi masalah lagi gak ya.., adooooh.., tapi ternyata nggak , heheheheh..., Alhamdulillah.., 

Abis itu di tanyain bawa obat apa , aku bilang bawa : Panadol. .. udah , bisa lewat. 
Abis itu aku ambil tas, trus lewat pemeriksaan , di tanya bawa jenis makanan apa ? aku bilang : bawa coockies.., udah, bisa lewat,.. padahal mah aku bawa ikan asin juga.., tapi di situ strateginya, sebutkan jenis makanan atau obat yang tolerable dulu, kalo aku bilang bawa ikan asin.., waduh bakalan di periksa dan di obrak-abrik dulu tuh tas.., dan .. lama deh.., dan paling juga bakal di sita.., heee.., 
Yup..! itu dia cerita singkat hari pertama aku sampai di melbourne. 

Baru pembuka loh yaa..., next ada cerita lebih banyak lagi, dan semoga lebih seru., #wink




  
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…