Skip to main content

Konsep Hidup Saya Sederhana !

Konsep Hidup Saya Tidak Muluk-Muluk !  Konsep hidup saya sederhana.!

Hanya berangkat dari sebuah kalimat sederhana dan Insya Allah masih berusaha konsisten berpegang denganya, bahwa “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama”.
Sesama apa ? sesama manusia kah ? atau sesama  makhluk hidup ?, buat saya, sesama manusia ..iya, dan sesama makhluk hidup.., itu juga PASTINYA.!

bukan cerita fiksi


Sekarang kita bedah, kata “sebaik-baik” adalah menunjukan arti yang paling baik, yang terbaik. Menjadi yang terbaik adalah suatu hal yang fitrah, sifat alami, bawaan , alias sudah setting-an dari sononya..! begitupun dengan saya, ingin menjadi yang terbaik adalah tujuan, harapan dan keinginan saya.!

Tapi kan dalam sumber lain ada juga di katakan bahwa ; sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-qur’an dan mengajarkanya.! , ada juga yang lainya , sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan lain sebagainya. Pertanyaanya,.. jadi mana yang benar, mana yang terbaik ??
Buat saya, semuanya benar dan saya meyakini kebenaranya, dalam kacamata “manfaat” semuanya tidak bertentangan, mempelajari Al-qur’an adalah mempelajari ilmu, manual tentang panduan hidup yang benar, dan pastinya banyak manfaat yang didapat dan mengajarkanya berarti membagikan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Begitu juga sikap , perilaku yang baik seorang suami terhadap istrinya, atau seseorang terhadap kerabatnya, atau tetangganya. Setiap sikap, perilaku dan atau perbuatan yang baik dari seorang terhadap pihak yang lain pastilah mengandung nilai manfaat di dalamnya.

Lalu apa itu definisi manfaat ?? entahlah,.. tapi dalam tulisan ini seaya memiliki definisi saya sendiri, bahwa manfaat adalah “sesuatu yang dirasa”- yang menenangkan, yang melegakan, yang menghibur, yang memuaskan,dan yang mendorong munculnya rasa syukur atas sesuatu hal yang ada pada kita, kita alami, kita dapati, kita terima.. apapun itu. Nilai manfaat tidak datang hanya dari hal-hal yang sifatnya materil pastinya, bahkan senyum dan tegur sapa yang lembut, yang mampu membuat orang merasa terhibur dan tersenyum, tidak down, tidak jengkel, itu juga merupakan manfaat.

Yak .., cukup secuil itu dulu saya membedah konsep manfaat dari hidup saya.
Sekarang sudah agak terlihat jelas alurnya , kenapa saya memilih konsep itu jadi pegangan hidup saya.

-          Karena saya ingin menjadi seorang manusia yang terbaik, dan diantara yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama
Apakah hanya untuk sesama ? bagaimana dengan diri sendiri ??
Tentu saja untuk diri sendiri juga, mampu memberikan manfaat untuk sesama atau orang lain mestinya harus berangkat dari kemampuan menciptakan manfaat untuk diri sendiri.
Buat saya cakupan manfaat adalah mulai dari ; diri sendiri, keluarga, kerabat, umat, agama, masyarakat, bangsa dan negara , dunia dan akhirat.

Lalu kenapa tiba-tiba saya ingin menulis ini ? lagi-lagi ini adalah salah satu saluran untuk menumpahkan unek-unek ketika saya menghadapi bagian-bagian hidup yang saya merasa ada bisikan yang mengatakan, kalau kamu melakukan ini, nanti kamu rugi loh, kalau kamu melakukan ini, kesanya enak di situ gak enak di elo.!, takut rugi, takut kehilangan, takut ini takut itu..! TAKUT.!!!
Iya, tulisan ini adalah pengejawantahan dari “kebencian”ku terhadap rasa TAKUT.!

Seolah-olah aku ingin mengatakan.., Persetan dengan rasa takut! , karena memang bisikan itu mungkin datangnya dari setan.! – buat para setan yang merasa setan dan di katain setan, jangan tersinggung ya..! karena emang udah setan.., kecuali kalau bukan.! Ya gak usah tersinggung juga, kan bukan  setan dan gak merasa setan., hehehe.

Tulisa ini juga sebagai pengingat lagi bahwa memang model dan konsep jalan hidup seperti inilah yang saya pilih. If it’s a matter of choice .., this ini my choice.! Saya merasa senang, dan saya merasa tidak terbebani dalam usaha menciptakan dan menebar manfaat, Insya Allah. Saya tidak merasa rugi, tapi memang saya kesal jika secara langsung atau tidak langsung muncul bisikan itu. Saya juga justru merasa bersyukur bahwa saya diberikan kemampuan untuk memiliki niat dan juga kemampuan untuk melaksanakan niat itu menjadi nyata.

Tapi untungnya saya ini orang yang berkepala bengal, kalau saya sudah memilih sesuatu hal, biasanya agak budeg untuk mendengarkan yang lain, yang sifatnya konfront terhadap apa yang sudah saya pilih. Bukan berarti saya tidak bisa dan tidak meu mendengar loh ya,.. hanya saja, kalau mau menggunakan bahasa yang agak lebih elegan-nya bisa di katakan sebagai “ teguh pendirian” .. iya kah ???, iya laah.., Insya Allah. Jadi dalam hal ini ketika saya SUDAH memilih, memutuskan, maka.. di situlah saya BENGAL.!

Kembali lagi,
Konsep hidup saya tidak muluk-muluk, konsep hidup saya sederhana.. Menjadi manusia yang terbaik, dengan menjadi yang seorang yang mampu menciptakan dan menebar manfaat bagi diri dan sesama.

Menjadi manusia atau lebih tepatnya mempersembahkan diri sebagai manusia yang terbaik di hadapan Allah (ketika menghadap-Nya) dan juga di hadapan sesama manusia (kalau ini optional).
 HIDUP itu hanya sementara.!

Saya memandang Waktu , Tubuh dan segala apa yang ada di dalamnya termasuk otak, tangan kaki, tenaga dan sebagainya-sebagainya adalah sebagai Aset yang harus bisa di manfaatkan,.. namanya juga di “manfaatkan” berarti harus ada manfaat yang tercipta, untuk diri sendiri dan sebaiknya juga di bagikan.

Selagi saya masih bisa, selagi saya masih mampu, kenapa tidak ??, toh semuanya juga pada akhirnya akan kembali kepada saya dan hanya diri saya sendiri. Ya toh ?? 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

Hari ini, rasanyaaa aku lagi deket banget sama kalimat ini, kalimat yang memberikan semangat untuk berusaha dan mengusahakan sebisa dan semampu apa yang bisa kita usahakan, dan selebihnya.., kita serahkan pada yang Maha Menentukan. 
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.., 
"Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya, redaksinya adalah dari Al-Qur'an, surat Ali Imron ayat 159,  dengan versi lengkapnya ; 


Tawakkal itu bahasa sederhananya adalah menyerahkan hasil pada Allah setelah kita berusaha, sambil berharap apapun hasilnya semoga itu adalah yang terbaik. 
hari ini ada dua hati yang sama-sama sedang mengharapkan yang terbaik dari Rabb nya, satu hati telah membulatkan azzam (tekad) untuk melakukan apa yang dia rasa, dia telah melaksanakan tugasnya untuk menawarkan, menjemput, mengajak hati yang lain yang bisa jadi adalah benar pasanganya, dan selebihnya hanya tinggal mengamalkan Fatawakkal 'alallah,.
sementara hati…

One Step Ahead

Satu langkah di depan, apa itu makna satu langkah didepan ? mungkin kita bisa mengartikanya sebagai leader, winner, visioner which is itu antonym dari kata follower, commoner, “looser”. Dalam hal apa ? tentunya dalam banyak hal, apapun.
Lalu sebenarnya apa arti nilai penting dari “satu langkah didepan” ? apa segitu signifikanya nilai dari kata itu.., hmmm., jika dilihat sekilas tampaknya sangat sederhana dan gak penting-penting amat, apa coba yang membedakan dari hanya sekedar 1 langkah ? gak signifikan, betul !?? tapi saudara dalam kehidupan nyata, realita, terutama dalam konteks “persaingan” apapun, persaingan dalam rangka memenangkan sesuatu, sesuatu yang bernilai,.. you name it.., makna satu langkah di depan adalah Amat Teramat Sangat Begitu menentukan. Kemampuan dalam mengambil posisi  satu langkah didepan dapat menentukan nasib kita dalam konteks persaingan kedepanya, apakah kita akan menjadi winner atau looser, apakah kita akan menjadi leader atau follower. Kemampuan kita ber…

Pengen Nyantri (lagi)

Sewaktu aku kecil, kelas 3 sampai 6 SD, qodarullah aku "di buang" ke tegal, ke desa gunung tilu, tempat aku di lahirkan. Alasanya bukan hal yang sepele, meskipun waktu itu aku berpikir itu adalah hal yang sepele. Orang tua ku, terutama ibuku ingin aku bisa mengaji, bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti, bisa ngaji sederhananya mah. Bukan apa-apa sebenarnya semenjak aku berada di cirebon, utamanya kelas 1 sampai 3 SD, aku tidak jauh berbeda progressnya dengan temen-temen sebaya di sana, aku ikut ngaji di musholla yang biasanya di lakukan ba'da maghrib. Aku ikut juga madrasah kalau siang sepulang dari SD, tapi jika di bandingkan porsi aku main jauh lebih banyak. Dan urusan ngaji, aku yaitu tadi gak ada banyak progress, sebenernya aku waktu itu termasuk yang cepat tangkap, mudah faham, tapi mungkin lingkungan yang kurang mendukung.

Beberapa kali bapak dulu bilang, dan suka mengancam kalau nggak mau ngaji, nanti di gantung di wuwungan.. (bagian dalam atap rumah) atau ka…